Love Scenario V2

Love Scenario V2
special 2


__ADS_3

Langit mulai berubah menjadi jingga, terlihat sangat indah dan menawan tapi sayangnya hati seorang wanita cantik yang duduk di dekat kolam renang itu terlihat sangat sendu. Matanya menatap kosong kearah air kolam yang sangat tenang.


"Sudah lama menunggu?" seorang pria tinggi, berkulit putih dengan badan atletis menghampiri wanita yang sedang hanya dalam pikirannya.


"Katakan apa yang kamu inginkan?" tanyanya pada pria itu.


"Kau tahu jawabannya" jawab sang pria sedang sebuah senyuman penuh makna .


Wanita itu berdiri dan langsung memberikan satu tendangan hingga pria itu terjatuh ke tanah.


Wanita itu berjalan dengan cepat menghampiri pria itu dan menarik kerah baju pria itu. "Revan, di dunia ini banyak wanita yang bisa kamu nikahi, yang akan mencintai kamu apa adanya, lalu kenapa harus aku?" Tanya Wanita bernama Khiren itu.


"Tapi mereka semua bukan kamu" Ucapan dengan terus menatap mata Khiren.


"Sialan!" Khiren kembali melayang kan pukulan pada Revan.


Revan hanya pasrah dan tak memberikan perlawanan sama sekali, bahkan dia sengaja meminta para bodyguard nya untuk tidak masuk ke luar dan menahan bodyguard Khiren di luar tempat itu.


Rumah mewah itu adalah hadiah yang diberikan Khiren pada Revan saat mereka menikah dulu. Tempat itu adalah tempat yang paling sering di tempati oleh Revan, saat dia merindukan Khiren dan tak bisa menemuinya.


"kamu berjanji padaku, kamu akan bersamaan hanya untuk sementara, lalu kamu akan kembali padaku, lalu kenapa kamu malah memiliki putra darinya?" Ucap Revan dengan wajah di penuhi luka.


"Itu karena kamu membuat aku kehilangan Emily!" Satu pukulan lainnya kembali di layangkan Khiren.


"Apa kamu bisa menjamin kalau kamu tidak akan mengingkari janji kita jika Emily saat itu selamat? Tidak, kan? Dari awal aku sudah dagu dengan permintaan mu tapi, karena itu permintaan mu yang kamu minta dengan tulus padaku, aku tidak mampu menolaknya"


Saat pukulan lainnya akan melayang ke wajah Revan, tangan Revan menahan tangan Khiren.


"Aku tidak meminta lebih, aku hanya meminta istriku kembali padaku, apa itu berlebihan?" Ucapnya.


Khiren terdiam lalu bangun dan berjalan masuk ke rumah.

__ADS_1


Revan mencoba bangun dan mengikuti langkah Khiren ke dalam rumah.


Tiba-tiba, Khiren berhenti, "Dimana dia berada?" tanya Khiren berbalik dan melihat ke arah Revan yang ada di belakang nya.


"Kenapa kamu buru-buru?" Tanya Revan melangkah maju mendekati Khiren.


"Kita selesaikan semua urusan kita sekarang dan kembalikan dia padaku" Pinta Khiren pada Revan yang sudah berjarak kurang dari 5 cm dengan wajahnya.


"Revan, berhenti bermain-main katakan apa yang kamu inginkan?" Tanya Khiren dengan nada mengancam


"Berapa kali aku harus mengatakan nya? Aku hanya menginginkan istriku kembali padaku" Wajah Revan semakin dekat dengan wajah Khiren hingga Revan hampir berhasil mencium bibir Khiren, sayangnya Khiren mendorong nya.


"Aku akan memberikan apapun yang kamu minta selain itu, katakanlah padaku" Ucap Khiren.


Revan tersenyum, "Tidak ada yang aku inginkan selain kamu, Khiren!"


Khiren menghela nafas lalu berjalan menuju ruang keluarga. Ia duduk di sofa, lalu diam sejenak sambil menatap kearah sebuah televisi yang tidak menyala, seolah dia sedang memikirkan sesuatu yang berat.


"Dia anak ku, bagaimana mungkin kamu menanyakan hal itu pada seorang ibu yang susah payah mengandung dan melahirkannya" Ucap Khiren dengan penuh amarah pada Revan.


"Kalau bagimu anak mu itu berharga, lalu kenapa tidak ada rasa sedih untuk anak kita saat dia tiada?" Ucap Revan dengan tatapan yang mulai sendiri.


"Tentu aku sedih, dia juga anak ku, meskipun aku tidak sadar dia ada di tubuhku dan aku tak sempat memperlihatkan dunia ini padaku" Khiren terlihat cukup sedikit membahas anak pertamanya.


"Sekarang Diana Li Kenzo berada?" Tanya Khiren.


"Dia ada di tempat aman, tapi saat ini kamu tidak akan bisa bertemu dengan dia" Jawab Revan.


'dringgg!!!'


Handphone Khiren berdering tertulis nama ' Mex' di layar.

__ADS_1


"Apa itu suami barumu?" Tanya Revan yang sekilas melirik ke arah handphone Khiren.


Khiren tidak menjawab pertanyaan itu, dia hanya diam seribu bahasa sambil menatap layar handphonenya.


"Kenapa kamu tidak menjawab panggilannya?" Tanya Reval lagi


"Lalu apa yang ingin aku katakan padanya? Apa aku harus mengatakan kalau anak kami berada di tangan mantan suamiku dan sekarang aku sedang bernegosiasi dengan mantan suamiku untuk menukar anak kami dengan diriku, apa itu yang ingin kamu dengar?" Ucap Khiren kesal.


"Aku tidak meminta lebih, aku hanya meminta kamu kembali padaku, kamu berjanji padaku, kamu meminta ku menunggu dan aku masih mengunggu. Aku akan mengembalikan anakmu saat jika mau kembali padaku."


Keduanya saling bertatapan, "Aku bingung pada kamu, bagaimana bisa kamu tertarik pada wanita sedingin aku, apa yang membuat kamu jatuh cinta?" Tanya Khiren serius pada Revan yang terus menatapnya dengan tatapan penuh perasaan.


"Aku tidak tahu, aku hanya tahu di dunia ini aku hanya mencintai seorang perempuan dan itu hanya istriku. Aku tidak pernah ingin kita bercerai tapi kamu memohon dan membujuk ku agar aku melepaskan kamu. Kamu mengatakan agar kamu bisa membereskan masalahmu, dan hidup bersama ku dengan tenang. Tapi... tapi kamu malah mengumumkan pada dunia kamu akan menikah dengan pria itu! Apa kamu pernah mempertimbangkan perasaanku? Apa selama bersama kamu benar-benar tidak memiliki perasaan apapun padaku?" Tanya Revan sambil menarik tangan Khiren dang menggenggamnya dengan erat.


"Itu.... aku...." Khiren mengalihkan pandangannya dari Revan.


"Khiren tatap aku, katakan apa benar kamu tidak pernah melihat ku sebagai seorang pria yang layak kamu cintai?" Revan menarik dagu Khiren hingga mata mereka saling bertatapan kembali, "Apa benar-benar tidak ada tempat untuk aku di hatimu?" lanjutnya.


"Aku tidak tahu" Khiren kembali mendorong Revan lalu berdiri menjauh dari Revan.


"Apapun perasaan ku saat itu tidak penting, sekarang yang penting adalah, aku dan kamu tidak mungkin akan bersama!" Jelas Khiren sambil terus menatap tajam pada Revan yang masih terduduk di sofa.


"ku pikir kamu memang tidak ingin melihat anakmu, sebaiknya kita akhiri negosiasi ini, kamu boleh mencoba mencari keberadaan dia tapi suatu hari ketika kamu menemukannya, mungkin dia tidak lagi bernyawa." Revan mulai beranjak dari sofa dan melangkahkan melewati Khiren.


"Tunggu!" Khiren menghadang langkah Revan. "Apa kamu pikir aku akan takut dan menyerah?" lanjut Khiren.


Revan hanya melirik kearah mata Khiren sekilas lalu kembali melewati Khiren.


Tangan Khiren menarik Revan, "Revan jangan bercanda, kamu pikir aku akan membiarkan semua ini berlalu begitu saja?"


"..." Revan tetap diam dan membiarkan Khiren terus bicara dan bertindak sesuka dirinya.

__ADS_1


Next.....


__ADS_2