Love Scenario V2

Love Scenario V2
Episode 15


__ADS_3

Khiren seperti biasa bangun paling pagi tapi kali ini dia tidak menghilang dari rumah, dia bangun dan menyiapkan sarapan untuk semua orang. Aroma masakan Khiren yang begitu harum membuat semua penghuni rumah yang masih lelap dalam mimpi mereka masing-masing terbangun dan segera menuju dapur.


“Khiren? Kok kamu masak, sih?”


“Gak papa, sesekali aku yang masak. Kan kasihan kalau cuma kak Dimas aja yang masak dan Baresi rumah. Padahal banyak yang pengganguran di rumah!” Sindir Khiren pada teman-temannya yang jarang sekali membantu Dimas.


“Iya iya lain kali di bantu, kok!” Ryo langsung paham dengan ucapan Khiren.


“Bagus kalau gitu, bantu cuci piring, dong!”


Saat Ryo akan membantu Khiren mencuci piring, Revan menyelip langkahnya dan menghampiri tempat cuci piring duluan.


“Biar aku bantu!”


Mereka semua saling memberi kode untuk pergi dari tempat itu dan meninggalkan Khiren dengan Revan. Morlin yang tidak paham dengan apa yang dicoba sampaikan oleh teman-temannya terpaksa di seret keruangan makan karena dia tak kunjung pergi dari dapur saat yang lainnya meninggalkan tempat itu.


“Loh kok kita gak bantuin mereka?”


“Kita harus beri ruang agar Revan bisa mendekati Khiren, hubungan mereka harus segera di perbaiki sebelum Khiren menemukan orang itu!”


“Orang itu yang mana?”


“Dasar o’on! Yang Farhan maksud itu si Vano!”


“Kita tidak bisa terlalu banyak membantu tapi, seenggaknya hal sepele seperti ini kita bisa lakukan”


Saat semua sedang mengkhawatirkan hubungan Khiren dan Revan, mereka berdua malah tidak bicara sama sekali di dapur. Revan sedikit bingung memulai pembicaraan dengan istri yang benar-benar belum di kenalnya, dia takut melakukan kesalahan tapi, dia juga tidak suka kalau mereka hanya saling diam saat berdua. Suasana terasa canggung karena tidak ada pembahasan yang menghubungkan keduanya, Revan terus berpikir apa yang harus dia ucapakan atau dia tanyakan pada Khiren.


“Khiren kamu setelah ini mau kemana?”


“Gak kemana-mana, memangnya kenapa?”


“Kamu mau gak..”


“Gak!” Khiren menjawab sebelum ucapan habis di lontarkan.


“Aku kan belum bilang apa-apa?”

__ADS_1


“Ya, aku gak bisa pergi kemana-mana karena hari ini aku mau melanjutkan membuat komik ku yang belum selesai. Deadline-nya lusa, karena itu aku ingin segera menyiapkannya. Di sini terlalu banyak orang karena itu aku mau ke rumah kamu beberapa hari, gak masalahkan?”


“Tentu saja gak, kamu kan istriku, rumahku tentu saja rumah milikmu juga jadi, hal semacam itu gak perlu persetujuanku”


“Oke kalau gitu, bantu aku menyajikan makanan untuk mereka.”


Khiren sedikit lebih hangat di bandingkan sebelumnya, Revan merasa kalau hubungan mereka akan segera membaik dan Khiren mungkin akan lebih terbuka lagi pada dia.


***


Khiren sedang menggambar di dekat kolam dan beberapa pembantu di rumah itu sengaja di minta untuk tidak melewati area itu karena Khiren membutuhkan ketenangan untuk menggambar dan berpikir. Lalu saat gambar hampir siap terdengar suara bel yang berulang-ulang kali dan itu membuat Khiren jadi emosi.


Seorang pelayan lalu membukakan pintu, dan tamu yang tidak di undang masuk dengan paksa dan mulai membuat kekacauan yang menghancurkan ketenangan seorang Khiren.


“Kak Revan! Kak Revan! Kak Revan!” Suara wanita yang menerobos masuk dan berteriak- teriak memanggil Revan membuat Khiren kehilangan kesabarannya.


“Siapa sih yang berisik kayak pantat ayam itu?” Khiren meninggalkan semua gambarnya dan menghampiri sumber suara.


Wanita yang tidak jelas asalnya itu melihat Khiren dengan tatapan jijik dan penuh kebencian.


“Siapa kamu?” Ucap wanita berlesung pipi itu.


“Enak aja, ini rumah Kak Revan tau!”


“Revan itu suami saya, apa anda paham?”


“Gak mungkin kak Revan nikah, dia itu pacar aku!”


“Sayangku, sebaiknya jaga ucapan mu sebelum aku bertindak kasar!” Khiren benar-benar tidak tahan dengan tingkah sombong dan angkuh wanita itu.


Tak lama kemudian Revan pulang dan menemui dua wanita cantik yang sedang perang dingin di ruang tamu, dengan para pelayan yang terlihat ketakutan.


“Tiara! Apa yang kamu lakukan di sini?”


Melihat Revan yang baru datang wanita itu langsung berlari dan memeluk mesra Revan, hal itu tidak benar-benar mengusik Khiren hingga mulut besar wanita itu mulai kembali mengeluarkan ucapan yang membuat Khiren naik pitam.


“Sayang, lihat dia ngaku-ngaku jadi istri kamu!”

__ADS_1


Revan mencoba melepas pelukan Tiara dan berjalan mendekati Khiren yang terlihat amat kesal.


“Dia memang istriku, satu-satunya nyonya Revan! Kamu ke sini buat apa?” Revan merangkul Khiren tapi Khiren menyingkirkan tangan Revan dengan capat.


“Aku sedang liburan di sini, Papa bilang kalau aku bisa tinggal di rumah kak Revan selama aku di sini! Emangnya papa gak bilang?”


“Gak, biar aku tanyakan nanti, kalau gitu, bi tolong tunjukan kamar tamu untuk Tiara.” Perintah Revan pada seorang pembantu yang sedari tadi berdiri di sana.


“Tunggu! Selama aku ada di rumah ini, semua orang yang ada di rumah ini harus mengikuti aturan ku, paham!”


“Baiklah!” ucap lembut Revan sambil mengelus rambut istri cantiknya itu.


“Tidak ada seorangpun boleh mendekati kolam dan tempat-tempat dimana aku sedang duduk, dan aku tidak ingin ada suara berisik apapun yang bisa menggangguku, kalau tidak mematuhi aturan orang itu langsung aku depak, paham!”


“Baiklah nyonya cantikku!” Revan kembali mengelus rambut Khiren tapi kali ini Khiren menepis tangan Revan dengan kasar sebelum dia pergi.


“Tu cewek apa-apaan, sih!” Kerutu Tiara kesal.


“Sudahlah, biarkan dia! Sekarang kamu ikut bibi saja dan aku ingin ke kamar” Revan langsung pergi dan meninggalkan Tiara dengan pembantu rumah.


Saat makan malam tiba, Tiara sengaja turun lebih awal agar dia bisa duduk di dekat Revan. Khiren yang datang paling terlambat tidak terlalu peduli dengan apa yang Tiara lakukan, dia benar-benar mengabaikan dua makhluk.


“Kak Revan aku suapi mau?” Ucapnya dengan nada manja.


“Apaan sih Tia, aku bukan anak kecil! Kamu bisa gak jauh-jauh? Aku ingin makan dengan tenang!” Revan terpaksa pindah tempat duduk karena dia ingin makan dengan tenang.


“Kak Revan, besok bisa gak temani aku jalan-jalan?”


“Aku sibuk!”


“Loh kok kak Revan gitu, sih? Ayolah kak, sesekali aja?!”


“Bisa gak makannya dengan tenang? Kalau kalian ingin bicara nanti saja kalau sudah selesai makan, kalau masih ingin bicara sebaiknya kalian segera menyingkir sebelum aku menghancurkan meja ini dan kau tau kelanjutannya’kan?” Ucap Khiren dingin dengan mata tajamnya menyoroti dua orang itu.


Semua terdiam dan akhirnya Khiren bisa makan dengan tenang. Khiren tidak menghabiskan makanannya dan langsung pergi karena tidak suka dengan suasana yang aneh di meja makan dengan wajah Tiara yang kesal dan penuh aura marah. Khiren keluar untuk mengirup udara segar setelah sedikit terasa sesak di ruangan makan sedari tadi. Tidak di duga Tiara mengikuti Khiren dan menemuinya.


“Hai kamu! Kamu jangan pikir kamu udah menang karena udah bisa nikah sama kak Revan, lihat saja nanti aku akan merebutnya dari kamu!” Tiara datang dengan penuh amarah dan kesal pada Khiren.

__ADS_1


Bersambung…


Cuma mengingatkan buat jangan lupa like dan komen, kalau bisa sih kasih vote juga biar bisa semangat. Makasih sudah berkunjung, sampai jumpa di episode berikutnya.


__ADS_2