
“Kamu siapa?”
“Loh kamu lupa sama aku, sih? Aku ini Rere, wakil ketua OSIS terpopuler setelah kamu yang ketua OSIS paling populer waktu kita kelas dua SMA dulu, masa sih aku yang populer dilupain?”
“Namaku Hinata!”
“Itu aku juga tau kali! Hinata itu nama kamu saat masih di Jepang, ngomong-ngomong si Dimas gimana kabarnya?”
“Dimas? Siapa dia?”
“Dimas! Dimas yang kakak tertua geng 7 bersaudara kalian itu! Ayolah jangan bercanda!”
“Apaan sih! Aku gak ngerti apa yang kamu omongin, gini biar aku jelasin situasinya, ok! Beberapa bulan yang lalu aku kecelakaan dan aku hilang ingatan tapi, setau aku, aku cuma punya tunangan yaitu Rai Hinato dan aku gak ingat apapun selain itu.”
“Ray Hinato? Bukannya dia itu artis korea kan? Khiren, dia itu bukan tunangan kamu dan kamu itu udah nikah, dan sepertinya kamu masih normal-normal aja deh beberapa minggu terakhir.” Rere mulai memerhatikan Khiren dari ujung kaki sampai ujung rambut beberapa kali sebelum dia mengambil kesimpulan.
“Kayaknya ini bukan karena kecelakaan, gak ada luka dan gak ada bekas luka juga, dan yang lebih parahnya kamu mengeluarkan aura yang aneh, kayaknya kamu di hipnotis deh! Ni kalau dari mata kamu sih, aku bisa tebak kalau yang hipnotis kamu itu punya ilmu yang tinggi!”
“Lalu aku harus apa?”
“Esttt! Tenang sayang! Aku punya solusinya”
Seorang pelayan datang membawa penasaran Rere, makanan di hidangkan dan pembahasan mereka tertunda karena Rere terlihat sangat lapar.
“Sorry Khiren, gue lapar banget, kita makan dulu, ya?!”
“Iya”
Beberapa menit setelah itu
“Udah?”
“Kita selfi dulu lah Khiren!”
Khiren mulai kesal dengan Rere yang terkesan mengulur waktu.
“Sekarang kita udah bisa lanjut?”
“Aku kebelet nih, aku ke toilet dulu” Rere pergi dengan terburu-buru.
Beberapa menit setelah itu Khiren benar-benar tidak bisa tahan lagi menghadapi Rere.
“STOP! Ini udah keterlaluan, dari tadi kayaknya kamu mengulur waktu, sebenarnya kamu mau bantu atau gak ni?” Wajahnya mulai memerah saking kesalnya.
__ADS_1
“Nah, ini nih yang aku kangenin dari kamu! Dari tadi kamu bicara seperti bukan kamu aja, Khiren yang aku kenal itu selalu tegas, gak suka bertele-tele, disiplin dan bakalan emosi kalau ada yang tidak sesuai dengan keingan nya.” Wajah Rere terlihat serius.
“Oke sekarang kita kembali ke topik utaman nya, masalah hipnotis aku ada seorang kenalan yang bisa membantu, dia bisa membuka memori kamu yang udah di kunci.”
“Gimana caranya?”
“Tenang, nanti aku kabari kalau kita udah buat janji sama dia. Ayo tukaran nomor biar bisa lebih mudah nanti!”
Mereka saling menukar nomor lalu Rere mendapat pesan dari tunangannya.
“Aku ingin semuanya cepat selesai dan aku bisa ingat segalanya.”
“Ngomong-ngomong Revan mana?”
“Revan?”
“Nama tunangan aku itu Ray, bukan Revan”
“Mana ada, kamu tu salah! Kamu gak punya tunangan, yang ada itu suami dan namanya Revan! Ya emang sih pernikahan kalian gak di publikasikan, tapi beberapa teman dan juga kerabat dekat kalian itu tau loh soal ini, termasuk aku!”
Beberapa pesan mulai masuk lagi di handphone milik Rere.
“Aduh, tunangan aku udah mulai ribut nih! Dia lagi nunggu aku di hotel, kalau gitu aku pergi dulu,ya?!” Rere pun akhirnya pergi meninggalkan Khiren.
Infomasi yang baru saja dia dapat dari Rere membuat Khiren semakin bingung dan rasa nyeri di kepalanya semakin menjadi-jadi hingga dia memutuskan untuk meminta seseorang menjemputnya di tempat itu. Dia masih sedikit ragu pada ucapan Rere tapi, dia lebih tidak bisa percaya pada pria yang mengaku sebagai tunangannya, Rere lebih banyak tau di bandingkan pria yang menyebut dirinya sebagai tunangan Khiren. Khiren tak bisa mencerna lagi infomasi yang dia dapat, rasa sakit di kepalanya membuat dia kehilangan kesadaran saat akan masuk ke mobil yang menjemputnya.
Beberapa hari kemudian Ray datang untuk menjemput Khiren kembali ke rumah yang ada di kota kecil.
“Hinata, bersiaplah kita akan kembali ke rumah hari ini.”
“Kenapa harus kembali sekarang? Aku suka tempat ini, kenapa kita tidak tinggal beberapa hari lagi di sini?” Tanya Khiren.
“Tidak ada alasan khusus, kalau kamu mau tetap di sini, kita bisa tinggal beberapa hari lagi kalau itu mau mu. Gimana kalau hari ini kita jalan-jalan berdua?”
“Boleh”
Akhirnya mereka pergi berdua mengelilingi kota, ketika sore hari tiba mereka berhenti di sebuah hotel yang cukup mewah dengan pemandangan malam yang luar biasa.
“Kenapa kita ke tempat ini?” Khiren mencurigai niat Ray yang membawanya ke tempat itu.
“Aku terlalu lelah berjalan-jalan seharian, makanya kita nginep di tempat ini saja, Cuma malam ini aja kok!”
“Baiklah,” Meski masih curiga tapi Khiren akhirnya menurut dan masuk ke tempat itu.
__ADS_1
Ray hanya memesan satu kamar untuk mereka berdua, Khiren semakin curiga tapi dia mencoba untuk tenang dan mengamati keadaan. Ray pergi ke kamar mandi dan meninggalkan Khiren yang sedang melihat pemandangan lewat jendela.
“Hallo! Rere, kamu di mana sekarang?”
“Aku ada di hotel bersama tunanganku, kenapa?”
“Aku juga lagi di hotel, untuk kebaikan bersama aku ingin tidur di kamar kamu apa boleh?”
“Iya boleh, ke sini aja, nanti aku kasih tau nomor kamar aku, ya.”
Tak lama kemudian Ray keluar dengan hanya menggunakan handuk saja.
“Gunakan pakaimu sekarang!” Ucap Khiren tagas.
“Kenapa? Apa aku tidak menarik untuk mu?”
“Iya iya kamu cukup menarik tapi, sekarang cepat pakek pakaimu!” Khiren melempar kalaian kearah Ray.
Khiren benar-benar tidak tertari dengan tubuh Ray yang seksi, mungkin itu karena dulu dia sudah biasa dengan pemandangan seperti itu bahkan tubuh milik anggota tujuh bersaudar lebih baik di bandingkan tubuh milik Ray.
Saat Khiren akan pergi dari kamar itu Ray malah menahannya dan yang terjadi adalah Ray langsung di hajar oleh Khiren yang sudah dari tadi kesal pada Ray, Ray di banting ke lantai dan setelah itu Khiren langsung pergi dari tempat itu.
“Dia… Dia sangat kuat!” Ray hilang kesadaran setelah itu.
Sedangkan Khiren pergi ke kamar Rere untuk beristirahan di sana. Saat mereka bersiap untuk tidur Khiren kembali mengingat tentang ucapan Rere yang membahas tentang suaminya.
“Re, aku..”
“Kamu kenapa? Cerita aja!”
“Apa aku mencintai pria yang aku nikahi itu?”
“Aku juga tau, tapi secara logika, kayaknya kamu gak cinta deh sama dia. Soalnya kalian gak saling kenal tiba-tiba di suruh nikah, mana mungkin bisa jatuh cinta, yak an? Lagian yang kamu cinta itu si culun!”
“Si culun?”
“Iya, si culun! Ah, aku lupa lagi namanya, intinya sih kamu pernah cinta banget sama dia sampai-sampai saat dia pindah dulu kamu gak masuk selama seminggu, katanya sakit dan banyak gosip yang bilang kalau kamu sakit karena terlalu sedih karena si culun pindah sekolah!”
“Tapi, aku gak ingat sama sekali!”
“Udah gak usah dipikirin lagi, besok kita akan bertemu dengan orang yang bisa membantu memulihkan ingatanmu, sekarang ayo tidur!”
“Baiklah, selamat malam!”
__ADS_1
Bersambung..
Jangan lupa untuk memberikan dukungan kalian untuk novel ini dengan meninggalkan like, vote dan reting 5. Selamat membaca