Love Scenario V2

Love Scenario V2
Pertemuan rahasia.


__ADS_3

Khiren dan Ibu Revan sudah dalam perjalanan ke kota, tujuan mereka adalah butik baju yang terkenal di sana.


“Apa kamu sudah siap?” Tanya Ibu Revan sebagai kode untuk Khiren agar tidak membuat kesalahan.


“Waktu tidak akan berhenti meski kita membuat kesalahan” Khiren membalas kode itu untuk memastikan kalau rencana mereka tidak diketahui oleh pengawal yang duduk di kursi depan mobil.


Mereka sampai di sebuah butik, ketika masuk Khiren langsung di sambut oleh pelukan dari Mex yang sangat mengkhawatirkan dia.


“Mex, lepaskan! Jangan berlebihan begitu”


“Maafkan saya master, saya sangat khawatir pada anda, saya takut anda terluka. Apa tidak ada yang luka? Apa ada yang sakit?” Mex memeriksa semua sudut dari Khiren.


“Jangan berlebihan begitu! Mex, mereka aku bersama Revan bukan penculik. Ayo duduk!” Ucap Khiren tegas.


“Siapa dia?” Tanya Ibu Revan.


“Dia adalah murid, teman sekaligus orang paling saya percaya melebihi diri saya sendiri, bu! Dia Mex, dan Mex, kenalkan ini adalah ibu mertuaku”


“Apa tidak masalah?” Bisik Mex pada Khiren.


“Tidak apa, beliau akan membantuku untuk kabur dari tempat itu.”


“Sungguh?”


“Iya, lalu bagaimana keadaan para tetua? Mereka pasti sudah tahu tentangku, ya’kan?”


“Itu…” Mex terlihat kebingungan untuk menjelaskannya pada Khiren.


“Sudahlah Mex, ini sudah masuk dalam perkiraan ku, mereka pasti akan tahu pada akhirnya”


“Tahu apa?” Tanya Ibu Revan yang tidak mengerti arah pembicaraan Khiren dengan Mex.


“Bukan apa-apa kok bu. Eum… Sekarang apa yang harus kita lakukan untuk bisa bebas dari pengawasan Revan?”


“Ibu bisa atur, kalian bisa pergi dari pintu belakang dan masalah pengawal yang berjaga di depan akan ibu urus. Cepat pergi”


Saat Mex sudah bangun dari tempat duduk, Khiren masih melihat kearah luar dan dia terlihat sangat serius mengawasinya.


“Master, apa yang anda tunggu lagi?”


“Kamu pergi saja sendiri, aku akan tetap disini”


“Kenapa?”


“Cepat pergi sekarang atau semua akan terlambat!” Khiren memaksa Mex untuk segera pergi dari tempat itu dengan cepat.


“Tapi master…”


“Dengarkan aku Mex, ini untuk kebaikan kita, aku berjanji akan segera menghubungi kamu lagi dan kita akan kembali bersama-sama setelah semuanya beres, cepat pergi sebelum dia datang!”


Lalu Mex dengan di dorong paksa Khiren untuk pergi melalui pintu belakang akhirnya tidak bisa membantah atau pun melawan kehendak Khiren.

__ADS_1


“Kenapa kamu tidak pergi bersama dia?” Tanya Ibu Revan yang bingung dengan Khiren yang terlihat sangat panik.


“Mereka menghubungi Revan, aku melihatnya!” Lalu Khiren lirik kearah jam dinding di tempat itu.


“Sebentar lagi dia akan datang, satu…. dua… tiga… empat!”


Dan benar saja Revan datang dari arah pintu masuk dan menghampiri Khiren dan Ibu Revan yang masih duduk di ruang tunggu.


“Apa kalian sudah mulai memilih?” Tanya Revan yang baru saja sampai.


“Kenapa?” Tanya Khiren dengan wajah datarnya.


“Tidak, aku hanya ingin ikut memilih baju untuk kalian juga, apa tidak masalah?”


“Revan sayang, kenapa kamu ikut ke tempat ini? Mama pikir kamu ada rapat hari ini.”


“Rapatnya di tunda karena seseorang hampir melanggar janjinya.”


“Siapa?”


“Ada lah pokoknya! Ayo lihat baju yang di sebelah sana, aku pikir itu cantik untuk Mama” Revan berjalan kearah pajangan baju yang di depannya.


“Khiren, ada apa dengan Revan?”


“Itu adalah wajah asli dari anak Ibu, dia sangat mengerikan, dia seakan tahu apa yang akan kita coba lakukan dan sepertinya dia bisa membaca pikiran kita.”


“Ini sangat tidak masuk akal”


“Khiren coba ini!” Revan memilih beberapa baju untuk Khiren coba.


Setelah lelah berbelanja akhirnya mereka makan siang di luar, Ibu Revan mulai kesal dengan anak tunggalnya itu, dia terus saja mengawasi setiap gerak-gerik dari mereka hingga membuat Khiren dan Ibunya menjadi tidak bisa menjalankan rencana mereka.


“Mama mau makan apa?”


“Mama gak lapar, mama mau pulang aja”


“Loh kenapa?”


“Gak papa”


“Lalu kamu bagaimana Khiren”


“Aku juga sama, aku mau pulang aja”


“Kalian pada kenapa, sih?”


“Perlu ya kamu tanya?” Ucap Khiren kesal.


“Loh kok kamu marah?”


“Ayo bangun! Kita pulang saja”

__ADS_1


Mereka akhirnya pulang, Khiren yang terlihat marah terus memalingkan wajahnya dari Revan dan Ibu Revan juga melakukan hal yang sama. Mereka pulang dengan mobil Revan bawa dan di perjalanan tidak ada satu patah katapun yang terucap dari ketiga orang itu. Suasana terlalu sunyi dan suram membuat Revan menjadi merasa bersalah pada kedua perempuan yang paling berharga di hidupnya itu.


“Apa kalian mau beli cemilan?”


“GAK!” Jawab serentak kedua wanita yang terlihat sedang berada dalam suasana hati yang buruk.


“Wah kompak banget jawabnya, memang ya menantu dan mertua yang sehati”


“Revan, tolong diam dan fokus saja ke jalan!” Ucap Khiren yang masih kesal.


Sesampai di rumah kedua perempuan itu langsung masuk tanpa menunggu Revan, wajah mereka terlihat sangat kesal dan aura suram yang di pancarkan menyebar luas ke seluruh rumah. Keduanya langsung menuju kamar masing-masing dan mengabaikan Revan, lalu Revan kembali ke kantor.


“Dia semakin menyebalkan!!!!” Teriak Khiren dengan penuh kekesalan di dalam kamarnya.


“Pria menyebalkan!! Awas saja kamu!” Khiren memukul-mukul bantal di sampingnya dengan penuh amarah.


“Kapan aku bebas bergerak tanpa waspada? Aku rindu mendaki bersama teman-teman, berlayar di sekitaran pulau dan bekerja bersama Mex di ruangan yang di penuhi dengan dokumen-dokumen?!”


“Apa kabar teman-teman di luar sana? Apa mereka tidak mencari ku? Apa mereka bersenang-senang tanpaku?”


Sambil terus mengeluh akhirnya Khiren tertidur, ketika dia bangun dia sudah berada di posisi yang seharusnya dan di sampingnya duduk seorang pria yang sedang membaca buku dengan menyandarkan diri pada tempat tidur.


“Kamu sudah bangun?”


“Apa kamu lapar?” Tanya Revan dengan nada lembut, dia menutup buka yang sedang dia baca dan fokus menatap Khiren yang baru saja membuka mata.


“Jam berapa sekarang?” Tanya Khiren yang asih setengah sadar.


“Sekira jam sembilan kenapa? Apa kamu mau makan?”


“Makan? Jam segini? Yang benar saja, apa kamu mau aku gendut dan sulit bergerak?”


“Aku tidak bermaksud begitu, aku cuma….”


“Sudahlah! Aku tahu kamu tidak tahu apapun tentang aku” Lalu Khiren bangun dari tempat tidur.


“Mau kemana?”


“Apa urusanmu?” Ucap Khiren dengan nada sedikit meninggi.


“Apa kamu mau minum kopi denganku?”


“Kopi? Serius?”


“Kenapa? Apa kamu tidak suka?”


“Boleh deh!”


Lalu pada Akhirnya mereka pergi ke bawah dan meminta pelayan untuk membuatkan kopi untuk keduanya. Dengan segelas kopi mereka duduk di ruang keluarga sambil menonton tv, Khiren terlihat lebih baik setelah meneguk kopi susu yang di buat untuknya. Mereka tidak banyak bicara karena fokus pada film yang sedang mereka tonton tapi Revan mencari kesempatan untuk bersandar pada Khiren. Revan pura-pura lelah lalu menyandarkan diri pada bahu Khiren lalu pura-pura tidur hingga dia benar-benar terlelap dalam posisi itu.


Bersambung….

__ADS_1


Kalau ada kesalahan dalam pengetikan tolong segera di komen aja biar bisa di edit dengan cepat, jangan lupa berikan Like kalian biar penulis makin semangat buat updatenya.


__ADS_2