
Beberapa hari berlalu dan Khiren menyempatkan diri untuk membuka akun sosial medianya dan ternyata banyak pesan dari Dimas, yang isi nya adalah permintaan untuk menghadiri pernikahan Dimas.
“Hahaha… Akhirnya dia menyerah juga pada gadis itu! Syukurlah, setidaknya dia menikah juga, aku pikir dulu dia udah belok kearah lain karena tidak pernah dekat dengan wanita manapun selain aku.”
‘tok tok tok’
“Masuk!” Perintah Khiren.
“Maaf, master! Anda mendapat undangan pernikahan dari keluarga Frans, putri tunggal mereka yang bernama Windy Frans akan menikah dengan salah seorang teman anda. Ini undangan resminya” Lalu Mex memberikan undangan yang telihat begitu mewah apa lagi dengan perpaduan warna hitam dan warna emas yang terlihat sangat elegan.
“Aku sudah tahu, letakkan saja di situ dan kamu bisa kembali ke tempatmu”
“Baik”
Lalu Khiren mulai memikirkan sebuah rencana yang cukup menarik untuk mengumumkan hubungannya pada dunia dan juga identitasnya, sekaligus menyatakan perang secara resmi kepada Bundanya.
***
Khiren masih menunggu Mex bersiap-siap di depan ruang ganti di butik tempat salah seorang istri orang kepercayaannya. Tak berselang lama Mex keluar dengan jas putih dengan dasi abu-abu yang membuat dia terlihat bagaikan pria yang paling sempurna yang pernah di lihat Khiren.
“Apa ini bagus, master?”
“Khiren! Coba untuk berhenti memanggilku 'master', Mex! Dan penampilanmu malam ini cukup bagus. Ayo pergi!”
“Baik master, eh masut saya Khiren.”
“Melangkahlah lebih cepat Mex atau kita akan terlalu telat.”
Mereka berjalan kearah mobil. Mex membawa mobil dengan sangat cepat dan hanya beberapa menit mereka sudah sampai di tempat acara. Tempat yang begitu mewah, seakan yang menikah adalah putri raja. Seorang pelayan menyambut kedatangan Khiren dan langsung menuntunya kearah kamar tempat pengantin memperbaiki riasannya.
“Mex kamu tunggu di sini, aku perlu bicara pada kakak iparku”
“Baik master, eh maksud saya Khiren.”
“Sebaiknya kamu tidak membuat aku kesal malam ini paham atau kamu akan mendapat hukuman yang berat setelah acara ini selesai, paham?!” Ucap Khiren dengan nada kesal karena Mex masih saja kaku memanggil namanya dan itu membuat dia sangat kesal.
Begitu Khiren masuk semua orang yang sedang memperbaiki riasan pengantin wanita langsung keluar atas perintah Windy.
“Jadi apa yang kamu inginkan sebagai bayaran karena telah membuat aku bisa menikah dengan Dimas?”
__ADS_1
“Tidak banyak, aku hanya ingin kamu…” Khiren membisikkan sesuatu pada Windy.
Windy menatap Khiren lewat cermin yang ada di depannya.
“Apa kamu yakin? Aku dengar kamu baru saja bercerai beberapa minggu lalu”
“Apa itu penting? Pernikahan politik itu hal bisa kalau ada perceraian, kamu hanya perlu membantuku sampai situ saja. Jangan lupa untuk melempar bunganya padaku, paham?!”
“Tenang, aku pasti tidak akan salah sasaran, kamu harus berdiri di depan dan pasanganmu di belakang”
“Itu bisa di atur, kalau begitu ayo kita keluar.”
Khiren membantu Windy dengan gaun pernikahannya untuk keluar dengan anggun bak seorang putri. Mereka turun dari tangga dengan hati-hati, dan wajah Dimas terlihat syok, bercampur terpesona pada pegantinnya yang teramat cantik. Khiren mendu Windy hingga sampai di depan Dimas.
“Karena pengantin wanita tercantik kita sudah datang, mari kita mulai acara resepsi pernikahan ini”
“Setelah akad nikah di sore hari dan tukar cincin yang dilakukan setelah ini, maka acara yang paling kita tunggu-tunggu tiba, ini saatnya acara lempar bunga. Kira-kira siapa pasangan yang beruntung yang akan segera menyusul mereka? Ayo kita saksikan bersama-sama acara leper bunga dari pengantin wanita kita malam ini. Yang mau ikutan silahkan berdiri lebih dekat!” MC malam itu terlihat sangat bersemangat memandu acara resepsi pernikahan Dimas dan Windy.
Windy mengambil buket bunga yang telah di persiapkan panita lalu berjalan sedikit kedepan lalu membalikkan badannya dan membelakangi para tamu.
“Apa kalian siap?” Teriak MC acara itu.
“Kita hitung mundur, ya! TIGA… DUA… Dua lagi… SATU”
Lalu bunga di leparkan dan saat Khiren akan menangkapnya Mex yang berdiri tepat di belakang Khiren tenapa sadar menangkapnya. Lalu semua orang menyingkir dari tempat itu, kemudian Mex berlutut dan memberikan buket bunga itu pada Khiren dengan kedua tangan dan tatapan berharapnya.
“TERIMA …. Terima!” Semua orang bersorak meminta Khiren menerima bungan dari Mex.
Khiren melihat ke sekeliling lalu menerima bunga itu.Kemudian semua orang bertepuk tangan, sebenarnya Windy sedikit kesal pada Khiren yang tiba-tiba jadi pusat pesta padahal itu resepsi penikahannya dengan Dimas. Tapi di sisi lain dia bahagia karena bisa membantu Khiren menghujutkan keinginannya.
“Untuk pasangan yang beruntung malam ini, kami silahkan naik ke panggung!” MC meminta Khiren dan Mex untuk naik ke panggung.
Khiren dengan menggandeng tangan Mex naik ke panggung, lalu MC memberikan microphone pada Khiren.
“Terimakasih sebelumnya pada kakak Ipar cantikku Windy karena sudah melempar tepat sasaran, lalu saya ingin sedikit mengumumkan sesuatu pada kalian semua. Pasti kalian sudah tahu kedekatan saya dengan seorang model yang bernama Vano. Berita itu tidak benar adanya karena sekarang saya sedang menjalin hubungan dengan pria di sebalah saya ini. Dia adalah Mex, seorang pria sedehana yang saya cintai. Dan satu hal lagi, saya ingin mengatakan pada kalian semua kalau kami dalam waktu dekat akan melangsungkan pernikahan, semua undangan yang hadir di acara ini akan dipastikan mendapat undangan resmi dari kami. Terimakasih” Lalu Khiren mengembalikan microphone pada MC dan dia membawa Mex pergi menemui Dimas yang sedang berkumpul bersama dengan anggota tujuh bersaudara lainnya.
“Hai semua!” Khiren menggandeng Mex dengan percaya diri di depan teman-temannya.
“Khiren kita perlu bicara!” Aldo menarik Khiren ke dalam kelompoknya dan menjauh dari Mex dan Windy.
__ADS_1
“Kamu udah gila atau apa? Kamu baru aja resmi bercerai dengan Revan dan sekarang kamu malah mengumumkan hubunganmu dengan pria yang sebenarnya kaki tangan Master K. Kamu jangan main-main dengan anggota mafia dong Khiren!”
“Kalian beneran gak tahu atau pura-pura gak tahu?”
“Tahu soal apa?” Morli terlihat bingung dengan apa yang sedang Khiren coba sampaikan.
“Master K itu aku, K itu artinya Khiren! Dasar kalian”
“Jadi kamu mau nikah dengan orangku sendiri, emang gak ada orang lain apa? Kenapa harus dia?”
“Memangnya apa kurangnya Mex?”
“Iya juga ya, dia kurangnya dimana? Dia itu udah tinggi, ganteng, putih, keren, berwibawa, dan kayaknya dia orang setia deh” Ucap Molin dengan polosnya.
“Dasar begok! Kalau cuma kayak gitu gue juga ada, emangnya apa kurang gue coba? Kenapa harus masa dia sih Khiren?” Ucap Farhan kesal.
“Bukannya kita sudah membahas ini Farhan? Antara kita semua tidak boleh memiliki hubungan semacam itu, paham?”
“Sorry, lagian gue cuma bercanda kok”
“Bagus kalau bercanda! Sekarang masalah kalian apa?”
“Ya…. Gak tahu, tapi aku tetap gak setuju kamu sama dia!” Ryo terlihat benar-benar gak suka dengan Mex.
“Sudahlah, kalau Khiren ingin bersama pria itu, ya biarkan saja! Kita sudah cukup mencampuri urusan percintaanya dan yang terakhir sudah cukup buruk, sebagai sahabat dan kakak Khiren kita harus mendukungnya kali ini” Dimas satu-satunya orang yang mendukung hubungan Khiren dengan Mex dengan cukup jelas dan tegas.
“Benar kata Dimas, biarin aja Khiren bahagia dengan caranya kali” Kiky mencoba memberanikan diri bersuara dan mendukung Khiren.
“Oke, terserah! Tapi kali ini semoga tidak menimbulkan masalah”
“Tunggu dulu, kalau kamu sama dia, terus di Vano sama siapa?”
“Dia… Aku akan tetap mengawasi dan mendukungnya secara moral dan juga secara finansial untuk karirnya.”
“Jadi kamu akan melepaskannya?” Tanya Morlin yang sangat kepo tentang status Vano dalam hati Khiren.
__ADS_1
Bersambung….