Love Scenario V2

Love Scenario V2
Kejadian yang tak diduga


__ADS_3

“Kita harus kembali sekarang!” khiren datang dengan wajah cemas dan mengajak Revan untuk kembali ke ibukota.


“Kenapa tiba-tiba sekali?”


Khiren tidak peduli dengan apa yang diucapkan Revan, dia mengambil barang-barangnya dan segera keluar dari kamar hotel. Mex menunggu di parkiran, Khiren kesal karena Revan seakan menghambat langkahnya. Dia meminta seorang untuk membereskan semua barang Revan dan mengirimnya ke rumah mereka. Revan di seret dengan cepat ke dalam mobil dan mereka segera melajukan dengan kecepatan tinggi ke bandara.


“Kenapa kamu begini?” Revan tidak mengerti apa yang sebenarnya membuat Khiren jadi terlihat sangat cemas sekaligus kesal padahal tadi pagi mereka masih baik-baik saja.


“Diam lah! Semoga kamu tidak terlibat atau habislah kamu!” Ucap Khiren penuh kekesalan saat menatap Revan.


“Sebenarnya ada apa?”


“Tuan, sebaiknya anda tidak bertanya untuk saat ini” Ucap Mex yang sedikit bersimpati pada Revan yang terlihat tidak mengerti apa yang sedang terjadi pada mereka semua.


Beberapa jam sebelum itu semua terjadi, Khiren sedang berlari pagi di teman dekat hotel, setelah beberapa putaran dia beristirahat lalu seorang yang di tugaskan mengawasi Vano menghubunginya.


“Ada apa?”


“Maaf master mengganggu anda tapi, ada sesuatu yang terjadi dengan tuan Vano saat melakukan pemotretan di area pantai, seseorang dengan sengaja menabraknya.”


“Apa?! Sekarang dia dimana dan bagaimana dengan kondisinya?”


“Tuan sudah di pulangkan ke rumah karena tuan terlihat trauma karena hal itu.”


“Selidiki siapa dalang di balik semua kejadian itu dan habisi mereka semua.”


“Baik, master!”


“Berani-beraninya mereka menyentuh milikku, akan aku hancurkan mereka semua!” Lalu Khiren mencoba menghubungi Vano karena dia masih saja khawatir pada keadaan Vano.


“Hai Khiren! Bagaimana keadaanmu di sana?” Vano tidak menunjukkan tanda-tanda dia baru saja mengalami hal buruk, dia masih terlihat ceria seperti biasanya.


“Aku ingin melihat semua bagian tubuhmu!”


“Eh! Kenapa tiba-tiba” Wajah Vano tersipu malu mendengar apa yang di ucap Khiren tanpa reaksi apapun.


“Apanya yang tiba-tiba, berikan handphone mu pada pelayan yang berdiri di dekatmu, minta dia memegang handphonemu, aku ingin memastikan kalau tidak ada bagian yang luka.”


“Luka? Kenapa kamu tahu soal itu?”


“Lakukan saja sesuai permintaanku”


Lalu Vano memberikan Handphone pada pelayan lalu dia membuka bajunya, begitu melihat punggung Vano terluka Khiren langsung mematikan handphonenya dan memutuskan untuk kembali. Meski dia tidak ingin menuduh Revan tapi, sebagian dari dirinya mengatakan kalau Revan juga bisa jadi alasan kenapa Vano terluka.

__ADS_1


Begitu pesawat mendarat Khiren meminta Mex mengawal Revan pulang ke rumah yang lain, sedangkan Khiren langsung menuju ke rumah Vano. Begitu sampai Khiren langsung memeriksa luka yang di punggung Vano, dia tampak kecewa pada dirinya yang tidak bisa menjaga orang yang penting untuknya.


“Kamu terluka! Semua ini karena aku tidak mampu menjagamu, maafkan aku!” Khiren terlihat sangat sedih dan kecewa pada dirinya yang gagal menjaga Vano.


Vano memeluk Khiren dan mengelus rambut Khiren dengan lembut, “Kamu sudah melakukan yang terbaik, aku saja yang tidak hati-hati sehingga semuanya jadi begini, tolong jangan bersedih, aku tidak bisa melihatmu sedih” Vano mencubit pipi Khiren dengan pelan agar Khiren kembali tersenyum.


“Tersenyumlah! Senyummu bisa menjadi obat yang paling mujarab untukku”


Lalu mereka tersenyum bersama, Khiren segera memanggil dokter terbaiknya untuk mengobati luka Vano yang sebenarnya tidak seberapa, hanya sedikit lecet karena dia terjatuh di pasil yang berkerikil.


“Apa rasanya sakit?” Khiren merasa ngilu saat melihat ekspesi Vano yang di olesi obat oleh dokter pribadi Khiren.


“Sedikit!”


“Hai kamu! Lakukan lebih lembut lagi!” Bentak Khiren pada dokter yang sedang mengobati Vano.


“Maafkan saya Mas… Maksud saya nona” Dokter itu langsung bergemateran saat Khiren melihat kearahnya.


Khiren hampir saja kehilangan kendali saking emosinya karena dokter itu hampir saja salah memanggilnya di depan Vano.


“Aku tidak apa-apa, jadi jangan terlalu khawatir. Lalu bagaimana dengan perjalanan bisnismu?”


“Semuanya sudah selesai, sekarang yang terpenting adalah kamu sudah baik-baik saja, istirahatlah!” Saat Khiren akan pergi Vano menahan tangan Khiren.


“Baiklah, aku akan menemanimu. Sekarang beristirahatlah!” Khiren tetap duduk di samping Vano.


“Bagaimana kalau kamu pergi saat aku memejamkan mata?”


“Tidak, aku tidak akan melakukan itu jadi tenanglah!”


“Kalau begitu bisa aku tidur dalam pangkuanmu?”


Lalu Khiren bangun dan mengubah posisinya, dia naik ke tempat tidur dan duduk di samping kepala Vano.


“Tunggu apa lagi? Cepat tudur di sini!” Khiren menepuk pelan pahanya agar Vano segera beristirahat di pangkuannya.


Vano terlihat sangat senang dimanjakan oleh Khiren, lalu dia terlelap dalam pangkuan Khiren yang begitu nyaman di banding bantal dan tempat tidur yang empuk.


“Akhirnya dia tertidur juga!” Khiren pelahan-lahan memindahkan Vano lalu dia keluar untuk melihat orang yang telah mencelakakan Vano.


Di sebuah pabrik tua di pinggir kota seorang pria sedang diikat dengan muka penuh dengan luka  dan beberapa bagian tubuhnya mengelurkan darah.


“Apa yang kalian inginkan dariku?” Ucap pria itu dengan tubuh bergemetaran melihat banyak pria tinggi besar mengelilinginya.

__ADS_1


“Apa yang harus kami lakukan pada pria ini master?”


“Paksa dia mengatakan siapa yang menyuruhnya untuk mencelakai milikku!” Perintah Khiren.


“Jawab cepat! Siapa yang menyuruhmu melukai tuan Vano?!” Bentak seorang suruhan pada pria yang sudah sangat lemas karena di pukuli. Khiren saat itu masih menyaksikan proses introgasi yang dilakukan suruhannya dari videocall yang mereka lakukan.


“Saya tidak sengaja melakukannya!”


“Sebaiknya kamu mengatakan yang sebenarnya sebelum kami membunuhmu dan keluarga mu!” Seorang dari pria itu kembali memukuli pria yang melakukan penyeran pada Vano.


“Ampun! Ampuni saya, jangan sakiti keluarga saya!”


‘plak’ sebuah batu di lempar hampir mengenai kepala pria itu.


“Katakan siapa yang membayarmu!”


“Saya di bayar oleh…”


“Oleh siapa, kepar*t, jangan buang-buang waktu kami!” Bentak seorang dari suruhan Khiren.


“Tuan Doni, saya dibayar untuk membuat Vano terluka dan gagal melakukan pemotretan hari itu.”


“Karena kamu telah jujur, hidup keluargamu bisa kami pertimbangkan tapi tidak dengan hidupmu!”


Mereka menghajar pria itu hingga dia mati, lalu kembali melaporkan infomasi yang mereka dapat pada Khiren.


“Bagus, sekarang cari tahu siapa model bernama Dani dan beri dia pelajaran hingga dia sadar akan kesalahannya!”


“Baik, master”


Lalu tak lama setelah itu Vano turun dari dan menghampiri Khiren yang sedang berada di dapur. Vano memeluk Khiren yang sedang menuangkan jus ke dalam galas secara tiba-tiba hingga membuat Khiren sedikit terkejut.


“Aku pikir kamu meninggalkanku! Aku sangat takut saat membuka mata tanpa melihatmu di sampingku!”


“Sayangku, aku masih di sini jadi tenang saja! Semuanya akan baik-baik saja!”


“Iya, semua baik-baik saja selama kamu tidak meninggalkan aku!” Ucap Vano sambil terus memeluk Khiren.


Bersambung…


Jangan lupa meninggalkan jejak bacaannya dengan like, vote, dan kasih reting 5 untuk novel ini.


SELAMAT MEMBACA 😊😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2