Love Scenario V2

Love Scenario V2
Episode 76


__ADS_3

Begitu waktu makan malam tiba Vano sudah menunggu Khiren di meja makan dengan penuh dengan senyum kebahagiaan, dia selalu merasa bahagia tiap kali bisa makan bersama di meja makan dengan Khiren, seakan-akan mereka benar-benar pasangan yang sesungguhnya. Sayangnya makan malam terasa jauh lebih mengesalkan dari pada antri di supermarket, itu karena Khiren mengundang Mex untuk makan bersama mereka.


“Apa yang pria menyebalkan itu lakukan? Kenapa dia makan di meja yang sama dengan kami?!” Vano terus memandangi Mex dengan tatapan penuh kekesalan.


“Vano, berhenti menatap Mex!”


“Aku tidak menatapnya kok”


“Lalu apa yang kamu lakukan?”


“Aku hanya melihat dekorasi di dinding di sana sangat indah, aku pikir kalau dekorasi itu ada di rumahku mungkin akan sangat bagus”


“Kalau kamu menginginkannya kita bisa mendekor yang sama di tempatmu, sekarang fokus saja pada makananmu.”


Tidak ada pembicaraan dalam suasana suram itu, Vano kadang-kadang melirik pada Mex saat Khiren tidak melihat ke arahnya, dia mengirim sinyal peringatan lewat tatapannya pada Mex tapi, Mex mengabaikan kelakukan kekanakan Vano dan makan dengan tenang.


“Pria menyebalkan itu, berani sekali mengabaikan aku! Awas saja kamu, begitu aku menikah dengan Khiren, akan aku depak kamu dari sisinya”


“Tuan Vano, apa ada sesuatu di wajah saya?”


“Tidak ada”


“Lalu kenapa anda terus mendangi saya, membuat saya curiga kalau anda mulai tertarik pada saya”


“Dasar narsis! Aku tidak akan tertarik dengan tubuhmu itu, meski aku tidak memiliki otot seperti itu sekalipun, lihat saja nanti aku juga akan punya otot-otot seperti milikmu itu”


“Anda memuji saya?”


“Siapa bilang? Aku tidak memujimu dasar narsis!”


“Vano! Makanlah dengan tenang atau kamu akan tersedak karena berbicara saat makan!”


“Maafkan aku, Khiren!”


“Makan saja dengan tenang dan berhenti menatap Mex, dia pun ingin makan dengan tenang, pahamilah itu!”


“Baik, aku tidak akan mengulanginya lagi”


Setelah makan malam selesai Khiren dan Mex melanjutkan pekerjaannya, mereka kembali lagi ke ruangan yang penuh dengan laporan dari semua perusahaan milik Khiren.


“Lagi-lagi begini, dia terus saja mengambil waktu Khiren dariku, aku mulai membencinya! Aku tidak menyukai!” Vano memukul bantal dan menganggap itu adalah wajah Mex.


“Rasakan kamu pria jahat! Berani sekali kamu mengambil waktu kebersamaan ku dengan Khiren! Rasakan” Dia terus memukul bantal itu hingga kekesalannya reda.

__ADS_1


“Dia membuat waktuku dengan Khiren semakin sedikit saja! Aku harus melakukan sesuatu agar bisa bersama dengan  Khiren terus”


Sementara itu di ruangan kerja Khiren dan Mex masih di sibukkan dengan dokumen yang seakan tidak ada habisnya untuk di periksa.


“Master, apa tidak sebaiknya anda istirahat?”


“Pekerjaan ini masih sangat banyak, besok mungkin akan bertambah lagi”


“Anda masih dalam tahap pemulihan, kepala anda masih belum baik-baik saja meski kita suah menggunakan obat itu, saya masih tidak bisa membiarkan anda bekerja dengan keadaan seperti ini”


“Lalu siapa yang akan mengerjakan semua ini kalau aku tidur?”


“Saya akan mengerjakannya, anda hanya perlu istirahat dengan baik”


“Itu tidak bisa juga, aku sudah minum kopi ini dan artinya aku tidak bisa tidur lagi”


“Anda pasti bisa, ayo saya antar'kan ke kamar anda” Mex bangun dan menggandeng tangan Khiren hingga ke kamar Khiren melewati jalan rahasia yang langsung menuju ke kamar Khiren dari balik pintu yang terlihat seperi rak buku.


“Kamu akan menunggu hingga aku tidur?”


“Iya”


“Bagaimana kalau aku tetap tidak bisa tidur?”


Khiren meletakkan tangannya di telapak tangan Mex yang sedikit kasar, lalu Mex menggenggamnya dengan lembut.


“Tutup mata anda, saya akan menemani anda hingga anda tidur”


“Apa kamu yakin ini berhasil?”


“Coba saja dulu”


“Baiklah aku akan menutup mataku”


Dan benar saja ketika Khiren menutup mata dengan tangan di genggam oleh Mex dia pun mulai merasa ngantuk dan langsung tertidur setelah itu. Saat seseorang menggenggam tangan Khiren dengan lembut dan seakan menyalurkan kehangatan yang dia miliki dengan genggaman itu, Khiren yang merasa nyaman dan terasa seakan dia tidak punya kekuatiran apapun dan rasa ngantuk pun datang dengan cepat.


“Master, saya akan melindungi anda dengan semua cara bahkan saya akan memberikan nyawa saya untuk anda, anda hanya perlu tetap hidup dan bahagia.” Ucap Mex dengan lembut dan meletakkan tangan Khiren, lalu menyelimuti Khiren dengan benar sebelum akhirnya pergi untuk melanjutkan pekerjaan Khiren yang tertunda.


Begitu pagi datang Khiren bangun dengan wajah ceria dan penuh semangat seperti biasa, dia ingat akan pekerjaannya yang dia tunda untuk bisa tidur dengan baik semalam. Ketika dia ke ruangan kerjanya dia melihat Mex dengan mata yang sudah kelelahan masih memaksakan diri untuk menyelesaikan pekerjaan yang Khiren serahkan padanya semalam.


“Kamu gila ya? Kamu tidak tidur sama sekali untuk mengerjakan ini semua?”


“Tidak apa-apa master, ini yang terakhir”

__ADS_1


“Bagus, sekarang istirahatlah di kamarku, kamu harus tidur sekarang atau kamu akan mati karena kelelahan!” Khiren menarik Mex untuk tidur di kamarnya.


“Cepat tidur, aku akan pergi berolahraga, kamu tidur dulu hingga dokumen yang lain sampai, paham!”


“Baik mas… Uamm… Master, maafkan saya, saya sangat mengantuk, selamat malam”


“Baiklah, anak rajin sekarang tidurlah! Jadilah putri tidur yang baik, oke!” Lalu Khiren pergi keluar untuk berolahraga seperti biasanya.


Vano masuk ke kamar Khiren beberapa jam setelah itu, Vano tidak tahu kalau Khiren tidak ada di kamarnya, dia langsung ke tempat tidur Khiren dan mulai mencoba membangunkannya untuk menagih janjinya untuk jelan-jalan bersama.


“Sayang, aku ingin jalan-jalan sekarang, ayo bangun! Kamu sudah janji kalau kita akan jalan-jalan” Vano terus mencoba membangunkan orang yang di sedang tidur di tempat tidur Khiren itu.


“Sayang! Sayang, sayang! Ayo bangun”


“Vano! Apa yang kamu lakukan?” Suara Khiren yang berada di belakang Vano.


“Khiren! Kalau kamu di situ lalu di sini siapa?” Lalu Vano membuka selimut itu dan ternyata Mex yang tidur di tempat itu.


“Kenapa dia bisa ada di sini?”


“Dia kelelahan mengejakan semua pekerjaanku semalam, jangan ganggu dia! Ayo keluar, dia kelihatan sangat lelah, lihat lingkaran mata pandanya karena membantuku”


Khiren manarik Vano keluar dari kamarnya.


“Apa kamu sudah makan?”


“Belum, aku menunggu kamu, aku pikir kita bisa makan bersama lalu jalan-jalan”


“Sayangnya aku masih banyak pekerjaan dan aku sudah makan”


“Kenapa begitu? Apa kamu tidak bisa menemaniku makan?”


“Eumm… oke, ayo pergi akan tapi, kamu tidak boleh menawakan aku makanan, paham?”


“Kenapa?”


“Karena jadwal makanku sudah selesai untuk pagi, aku ingin semua berjalan sesuai prosedur awal dan aku tidak ingin menambah berat  badan, kamu paham’kan?”


“Iya, aku mengerti” Wajahnya cemberut tapi dia tetap berusaha terlihat bahagia di depan Khiren.


Bersambung.....


Jangan lupa meninggalkan jejak bacaannya dengan like, vote, dan kasih reting 5 untuk novel ini.

__ADS_1


SELAMAT MEMBACA 😊😊😊😊


__ADS_2