
Waktu berlalu dengan cepat dan Khiren terus mencari celah untuk keluar dari tempat itu, di sisi lain Revan semakin memperketat keamanan setiap kali melihat Khiren sedang memperhatikan sudut yang memiliki celah untuk dia kabur. Revan terus saja merasa tidak tenang tiap kali dia keluar rumah, dia selalu takut tidak mendengar, melihat dan mencium aroma Khiren di rumah besar itu.
Siang hari yang cerah Khiren duduk di dekat kolam sambil meminum teh hangat sendirian. Khiren meletakkan cangkir tehnya lalu dia pergi ke kamar dan mencari baju renang. Pikirannya terlalu kacau dan dia terus saja merasa kesal karena tidak menemukan celah untuk kabur ataupun menghubungi Mex agar segera membawanya dari tempat yang membuat dadanya terus sesak. Khiren kembali setelah mengganti bajunya lalu melompat ke dalam kolam hingga percikan air membasahi kursi tempat dia bersantai tadi, dia berdiam diri dalam air dalam waktu yang sangat lama hingga para pelayan yang mengawasinya khawatir dan segera menghubungi tuan mereka.
Revan meninggalkan rapat yang baru saja dia mulai dan segera pulang ke rumah besar. Begitu sampai dia berlari masuk dan langsung mencari Khiren di dekat kolam renang. Revan kaget karena dia melihat Khiren masih berada di dasar kolam yang kedalamannya sekital dua meter, dia membuka jasnya dan membuka dasi lalu melompat masuk ke kolam dan menarik Khiren ke atas.
“Apa yang kamu lakukan?” Tanya Khiren yang kesal.
“Harusnya aku yang bertanya begitu! Apa kamu ingin mencoba bunuh diri? Apa segitu tidak tahannya kamu hidup bersamaku?” Revan terlihat sangat panik.
“Aku memang tidak tahan hidup dengan orang yang mengurungku di tempat ini, tapi aku tidak segila itu hingga ingin bunuh diri, aku mungkin bisa membunuh orang lain tapi tidak untuk bunuh diri” Lalu Khiren naik ke tepi kolam dan mengambil handuk yang di bawa pelayan.
“Khiren tunggu!” Revan menyusul Khiren.
Khiren tidak peduli dengan panggilan Revan, Khiren meneruskan jalannya menuju kamar.
“Khiren tunggu! Aku akan membiarkan kamu pergi dari tempat itu tapi…”
Seketika langkah Khiren terhenti dan dia berbalik melihat kearah Revan yang masih berada di tangga. Khiren mengerutkan dahinya, dia marasa kalau Revan sedang bercanda atau dia sudah gila.
“Aku benar-benar akan membiarkan kamu pergi dari tempat ini jika kamu memenuhi dua syarat dariku”
“Syarat? Katakan, aku akan memenuhi semuanya!”
“Berjanjilah kamu akan menuhinya?!”
“Iya aku berjanji, jadi katakan apa syaratnya?”
“Syarat pertama kamu harus menjadi istriku selama sebulan penuh” Revan berjalan pelan mendekati Khiren yang berdiri di depan kamar.
__ADS_1
“Bukannya aku sudah jelas istrimu?”
“Tidak, selama ini kamu bersikap sangat buruk padaku, aku hanya berharap selama sebelum ini kamu menjadi istri yang sesungguhnya, bersikap seperti istri pada umumnya, apa itu sulit?”
“Oke, terserah! Lalu yang ke dua apa?”
“Berjanjilah kamu akan kambali padaku ketika semua urusanmu telah selesai! Tidak! Jangan berjanji tapi bersumpahlah!”
“Oke oke, aku berjanji akan kembali begitu semua beres puas?!”
“Tidak! Kamu harus bersumpah padaku kamu akan kembali ke sini!”
“Baik-baik aku akan bersumpah! Aku bersumpah akan kembali ke sisi Revan dan menjadi istri yang baik seperti yang dia inginkan ketika semuanya selesai!”
“Baiklah, kalau begitu kamu istirahatlah, aku akan kembali ke kentor”
“Dalam keadaan basah? Cepat masuk dan ganti baju!” Perintah Khiren pada Revan.
Sore itu Khiren rebahan di sofa sambil melihat ke langit-langit yang berwarna krim. Dia terus saja menghela napas berat, dia hampir putus asa berada di tempat yang bagaikan penjara untuknya.
“Kapan ini semua berakhir? Aku ingin pergi dari tempat ini, aku ingin sekali kembali menjadi diriku, bebas lepas dan melakukan semua yang aku inginkan tanpa penghalang.”
Khiren terlihat sangat sedih dan kecewa pada dirinya sendiri.
“Harusnya tidak begini! Andai kakek ada di sini mungkin kakek akan tahu apa yang harus aku lakukan. Kakek, aku merindukanmu! Aku tidak pernah setertekan ini meski harus mendapatkan pelatihan ekstra darimu”
“Aku tidak masalah ikut berburu di hutan belantara atau ikut pertarungan hidup dan mati lagi asalkan tidak terkurung di tempat ini! Aku merasa sesak kek, aku ingin pulang ke rumah kita!”
Khiren mulai menangis hingga akhirnya tertidur dengan air mata masih mengalir meski dia sudah lelap dalam mimpinya. Revan yang pulang langsung menanyakan keberadaan Khiren pada palayan yang bertugas mengawasi setiap gerak-gerik Khiren di rumah itu.
__ADS_1
“Nyonya ada di ruangan tamu tuan”
“Terima kasih, kamu bisa kembali bekerja!”
Lalu Revan pergi ke ruangan tamu dan melihat Khiren yang dalam keadaan terlentang tertidur dan melihat kalau Khiren masih saja menangis meski telah tertidur. Revan meletakkan jas dan tasnya di meja lalu mengangkat Khiren lalu membawanya ke kamar. Pelahan Khiren di letakkan di tempat tidur, lalu Revan menarik selimut dan menyelimuti Khiren, dia menghapus airmata Khiren dengan sangat pelan agar Khiren tidak terbangun. Revan tahu kalau Khiren adalah orang lebih suka bebas, tapi dia tidak bisa membiarkan Khiren pergi darinya begitu saja karena dia mencintai Khiren sedalam-dalamnya perasaan yang ia punya.
“Apa kamu benar-benar sulit menerima aku? Apa aku benar-benar tidak pantas untukmu?” Revan menyentuh rambut lembut Khiren dengan hati-hati.
“Aku tidak pernah berpikir untuk menyakitimu hanya saja mungkin aku terlalu egois hingga tidak pernah mau kamu meninggalkanku”
“Aku bisa aja langsung melenyapkan Vano mu itu, tapi tidak akan pernah aku lakukan karena aku tahu jika dia lenyap mungkin kamu akan membenciku seumur hidupmu dan aku akan terluka karena hal itu, maafkan aku yang tidak bisa melepasmu, sayang”
Lalu Khiren menepis tangan Revan yang menyentuh rambutnya lalu berbalik arah dan melanjutkan tidurnya. Saat Revan akan pergi dia mendengar suara tangis dari Khiren, lalu dia kembali duduk di samping Khiren.
“Kakek! Aku tidak menyukai tempat ini, aku ingin pergi denganmu!” Ucap Khiren berulang kali.
“Kakek?” Lalu Revan ingat kalau kakek Khiren sudah lama meninggal, Revan segera membangunkan Khiren yang sedang mengigau dan mengatakan hal yang sama berulang kali.
“Khiren bangun!” Revan terus mencoba membangunkan Khiren berulang kali hinggga akhirnya Khiren terbangun.
“Ada apa?” Khiren duduk dan melihat kearah Revan.
“Ayo mandi dan bersiap untuk makan malam” Revan berusaha bersikap seperti biasa dan dia sengaja tidak membahas soal apa yang baru saja dia dengar agar tidak terjadi keributan yang membuat masalah dalam hubungan mereka.
Bersambung….
Jangan Lupa Like kalian kawan-kawan sampai jumpa di episode berikutnya, semoga cepat selesai dan jangan lupa juga buat baca ceritaku yang lainnya.
__ADS_1