Love Scenario V2

Love Scenario V2
Masalah


__ADS_3

“Master, seorang wanita bernama Olivia memaksa untuk masuk ke sini, apa yang harus kami lakukan?”


“Usir saja!” Perintah Mex.


“Tidak, biarkan dia masuk aku punya rencana.”


Lalu Olivia di persilahkan masuk dan dia sangat terkejut melihat Emilly dan Mex sedang bermesraan dengan master K.


“A-apa yang sedang kalian lakukan?”


“Oh, kamu! Silahkan duduk!”


“Apa yang sebenarnya yang terjadi disini?” Wajah terlihat sangat syok dan juga kesal.


“Kenapa? Ada masalah? Aku kesini untuk menemui kekasihku Emilly dan ingin sedikit menghabiskan waktu dengannya, kamu kalau ada keperluan dengan dia silahkan bicara!”


“Bagaimana aku bisa bicara kalau kalian seperti ini?”


“Bicaralah sopan!” Bentak Emilly yang tidak suka dengan Olivia yang berbicara sok akrab dengan master K.


“Maafkan saya, nona! Baiklah, saya akan menjelaskan beberapa kendala pada model baju yang baru kita keluarkan bulan lalu, dari hasil penyelidikan di lapangan, kami menemukan ada beberapa model baju yang sama dan meng-atas namakan merek kita namun menggunakan bahan yang kualitas rendah hingga beberapa orang mengelukan hal itu pada perusahan kita, meski sudah di jelaskan permasalahannya dan sebenarnya perkara itu sudah selesai namun, efeknya masih berpengaruh, banyak pelanggan yang tidak lagi percaya pada perusahan kita hingga penjualan mulai menurun drastis hingga detik ini.”


“Masalah itu agak sulit di selesaikan karena itu berkenaan dengan kepercayaan konsumen. Kalian harus mencari cara untuk mengembalikan kepercayaan mereka, misalnya dengan memberikan promosi yang membuat mereka senang dengan barang kita” Saran Khiren.


“Master, bagaimana dengan menggunakan artis atau selebgram yang sedang populer, itu juga bisa membuat produk kita semakin di kenal dan laris di pasaran.”


“Itu juga bisa, sayangku kamu memang yang terbaik!” Ucap Khiren memuji Mex yang berada di sampingnya.


Wajah Olivia terlihat sangat kesal dan akan segera meledak, “Saya rasa cukup sampai di sini dulu pembicaraan kita!” Olivia segera meninggalkan ruangan itu karena dia tidak tahan lagi melihat tiga orang itu bermesraan di depannya.


“Huft! Akhirnya dia menghilang!” Ucap Khiren lega.


“Master, sepertinya terjadi masalah di perusahaan JRan”


“Ada masalah apa?”


“Tuan Revan dan Vano, mereka berdua sedang berada di perusahaan anda dan sepertinya hal buruk akan terjadi kalau mereka sampai berada di satu ruangan yang sama”


“Apa? Kenapa kamu baru bilang sekarang?! Bagaimana sekarang? Apa mereka sudah bertemu?”


“Tidak, karena Tuan Vano berhasil di cegah dan di minta untuk kembali ke rumah anda tapi, tuan Revan masih menunggu anda di perusahaan.”


“Kalau begitu ayo kita kesana!”


Mereka akhirnya pergi ke perusahaan JRan dengan terburu-buru, saat sampai di ruangan direktur Revan sedang duduk sambil meminum teh sambil melihat keluar jendela.


“Revan, kenapa kamu tiba-tiba datang?”

__ADS_1


“Khiren! Dari mana kamu?”


“Aku ada urusan tadi, jadi kamu kenapa datang secara tiba-tiba?”


“Kenapa aku harus punya alasan untuk menemui istri yang sudah berbulan-bulan tidak menemuiku?”


“Maaf, aku benar-benar terlalu sibuk, jadi sekarang kamu mau apa?”


“Urusanku di kantor sudah selesai karena itu aku akan tetap di sini beberapa waktu, kenapa kamu terlihat tidak senang?”


“Aku senang, kok!”


“Kalau kamu senang, kenapa wajahmu begitu? Ayo duduk di sini!” Pinta Revan.


Khiren akhirnya duduk di samping Revan dengan terpaksa. Revan menyandarkan kepalanya pada Khiren.


“Rasanya sudah lama sekali aku tidak melihat wajahmu, rasanya sangat rindu. Aku akan tinggal di rumahmu, jadi kirim alamatnya pada ku agar semua barang-barangku bisa segera di pindah kerumahmu.”


“Memangnya kamu punya banyak barang?”


“Tidak terlalu banyak tapi, boleh lah!”


“Aku akan minta sekretarisku untuk membantumu membawa barang”


“Em, gimana kalau kita makan siang?”


Saat sedang makan siang di sebuah restaurant Khiren mengirim sebuah pesan untuk Mex agar dia mencari rumah yang sama besarnya dengan yang di tempati Vano.


“Khiren kenapa kamu asik dengan hp mu saja dari tadi?”


“Tidak, aku hanya mengurus beberapa masalah. Apa kamu sudah selesai?”


“Iya, sudah, kamu tidak makan?”


“Tidak, aku sudah sangat kenyang. Kalau gitu ayo kita jalan-jalan sebentar.”


Khiren sengaja mengulur waktu agar Mex bisa menemukan rumah yang cocok untuk Khiren tempati bersama Revan. Cuaca cerah hari itu membuat Khiren memutuskan berjalan-jalan di taman bersama dengan Revan. Mereka berjalan kaki di temani beberapa pengawal yang berjalan sedikit lebih jauh dari mereka berdua, sambil bergandeng tangan mereka berjalan-jalan santai. Semua mata mulai tertuju pada dua orang itu, pasangan yang sempurna dan juga karena pengawalan yang super ketat di belakang mereka membuat mereka semakin menjadi pusat perhatian.


“Apa tidak masalah membawa banyak pengawal?” Tanya Revan yang mulai tidak nyaman dengan tatapan orang-orang yang berada di taman itu.


“Apa peduli mereka, aku tidak masalah jadi tangan terlalu di pikirkan.”


“Bagaimana kalau ki kita pergi ke pulau jeju, itu tempat wisata yang sangat bagus, apa kamu tertarik untuk pergi ke sana?”


“Kalau itu denganmu aku pasti sangat tertarik.”


“Baiklah, aku kan mengatur jadwal agar bisa pergi denganmu ke sana.”

__ADS_1


“Aku akan menantikannya”


Tak terasa waktu berjalan begitu cepat dan sore haripun tiba, Khiren sedikit khawatir karena Mex belum memberikan kabar tentang rumah yang diminta Khiren.


“Sekarang ayo kita pulang ke rumahmu!” Ajak Revan.


“Ah itu, em.. Ayo kita pergi ke pantai untuk melihat matahari terbenam?!”


“Oke” Revan mulai curiga dengan sikap Khiren tapi, dia berusaha untuk tetap percaya pada wanita yang ada di depannya itu.


Mereka akhirnya pergi ke pantai dan Khiren mengambil beberapa gambar matahari yang muali tenggalam itu dan mereka juga bermain di dekat air hingga baju Revan basah di buat Khiren. Mereka bermain kejar-kejaran dan juga berterika di pantai melepaskan beben yang menumpuk di pundak mereka berdua.


“Ini sangat menyenangkan” Ucap Revan yang puas dengan hari yang dia habiskan bersama Khiren.


“Iya”


Lalu sebuah pesan masuk dari Mex, Mex mengirimkan alamat rumah yang baru saja dia beli atas nama Khiren.


“Ayo kita pulang, kamu sudah sangat basah dan aku ingin segera mandi”


“Iya baiklah!” Revan mengikuti langkah Khiren dan mereka pun pergi ke rumah yang baru khiren.


Saat sampai mereka sudah di sambut oleh Mex dan juga beberapa pelayan yang di minta untuk mengurus rumah itu. Rumah yang lebih luas dari rumah Khiren sebelumnya terlihat sangat luar biasa meskipun jarak rumah dengan kantor khiren terbilang sangat jauh.


“Apa semua barangnya sudah di bereskan?” Tanya Khiren dengan suara kecil pada Mex.


“Sudah, nona! Semua sudah beres, kamar anda di lantai atas, sebaiknya anda melihatnya lebih dulu sebelum tuan, agar anda bisa beradaptasi secepatnya dan tidak membuat tuan curiga.”


“Baiklah, tahan dia di sini dan aku akan ke atas, paham!”


“Baik”


Khiren segera pergi ke lantai atas dan melihat kamar mereka yang ternyata di hias dengan warna yang tidak sesuai dengan harapannya.


“Terserahlah, yang penting dia gak curiga.” Khiren segera mandi dan berganti pakaian dengan cepat.


Mex tidak bisa menahan Revan lebih lagi akhirnya terpaksa membiarkan Revan untuk melihat kamarnya dengan Khiren di lantai dua.


“Khiren, apa kamu di dalam?” Lalu Revan masuk dan dia terkejut melihat Khiren yang sudah tertidur di tempat tidur dengan wajah yang terlihat sangat lelah.


“Mungkin ini hari yang berat untuknya.” Pikir Revan yang tidak ingin membangunkan Khiren.


Bersambung…


Jangan lupa meninggalkan jejak bacaannya dengan like, vote, dan kasih reting 5 untuk novel ini.


SELAMAT MEMBACA 😊😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2