Love Scenario V2

Love Scenario V2
Episode 14


__ADS_3

Sore hari Khiren pulang dan betapa terkejutnya dia melihat sambutan yang aneh dari teman-temannya.


“Khi, kamu mau mangga gak? Kita buat rujak gimana?”


“Khi, coba rasa ada jeruk dan salak yang aku beli tadi?”


“Khi, coba sate ayam buatan Dimas, nih!” Aldo menyodorkan sate ayam di mulut Khiren.


“Ada apa sih dengan kalian? Aku mau mandi minggir!” Khiren pergi begitu saja dan mengabaikan mereka semua.


Di dalam kamar dia seperti mendapat kejutan yang begitu membuat dia naik darah.


“AAAA….” Khiren mulai kehabisan kesabaran melihat kamarnya di penuhi dengan barang-barang bayi dan warna kamar yang di ubah tanpa pemberitahuan membuat dia semakin murka.


Semua orang yang mendengar teriakkan itu langsung bergegas menghampiri Khiren dan mereka melihat Khiren penuh dengan emosi sedang menghancurkan semua barang di dalam kamar itu.


“Pasti ini bawaan bayi, kita harus menangkan dia.” Bisik Morlin yang sok tau.


“Ada apa, Khi?”


“Siapa? Siapa yang berani-beraninya mengubah cat dinding kamarku dan meletakkan barang-barang sialan ini?!”


Semua orang menunjuk ke  Aldo, seketika Aldo hampir jantungan dengan tatapan membunuh yang di lemparkan Khiren kepadanya.


“Soal cat emang aku tapi, kalau soal barang Dimas dan Revan yang banyak andil dalam hal itu! Jangan cuma aku dong yang di salahkan?!” Aldo sok ngambek dan langsung melarikan diri.


“Khiren sayang, nanti warna catnya kita ubah, ya? Sekarang kamu tenang dan katakan apa yang kamu mau, kami akan menuruti semua yang kamu minta!”


“Benar, nih?” Khiren mendapat ide untuk mengerjai teman-temannya.


“Oke aku mau pizza rasa buah yang di siapkan dalam 5 menit dan harus matang sempurna?”


“Siap bos?” Ryo dan Dimas langsung ke dapur dan mulai membuat pizza pesanan Khiren yang hampir membuat Dimas pingsan.


“Aku mau jus buah naga yang di petik tepat jam 10 malam, dan bentuknya harus seukuran tepak tangan Dimas!”


“Apa? itukan hal yang…”


Farhan langsung menutup mulut besar Morlin dan segera membawanya pergi dari tempat itu.


“Aduh aku sepertinya otot-otot ku minta di pijit nih, gimana Ki bisa, gak?”


“Bisa dong, gue ini tukang pijit bersertifikat, pokoknya lo gak akan menyesal, deh!”


Lalu Revan pulang tepat jam 6 sore dan melihat semua orang sedang sibuk, dia juga melihat Kiki sedang memijat pundak Khiren dengan wajah Kiki di paksa untuk tersenyum.


“Khiren, seharian ini kamu kemana aja?”


Khiren mengabaikan ucapan Revan dan dia terus menikmati serial drama yang sedari tadi di tonton nya..

__ADS_1


“Mana nih pizza-nya!” Bentak Khiren yang sudah lebih dari 5 menit menunggu.


“Iya iya sabar bentar lagi matang, kok!” ucap Morlin yang mulai panic.


“Khiren, aku bicara pada kamu?!”


“Oh” Ucapnya singkat dari Khiren saat merespon omongan Revan.


“Aku ingin semua barang-barang bayi segera di singkirkan dalam 5 menit!” Perintahnya pada Revan.


“Kamu bicara pada siapa?”


“Pada kamulah, kamu kan yang gak ada kegiatan di ruangan ini! Capat bereskan, sebelum aku ke kamar, paham?”


Revan mulai kesal dengan tingkah Khiren yang begitu, tapi dia mencoba sabar karena dia berpikir mungkin itu bawaan bayi dan dia langsung pergi untuk membereskan kamar yang sudah berantakan karena amukan Khiren.


“Rasakan kalian, emang enak aku kerjain, makanya jangan sok tau!” Khiren sangat-sangat menikmati waktu yang dia habiskan untuk mengerjai semua orang yang ada di rumah.


Jam 10 malam lewat Farhan dan Morlin kembali dengan membawa jus yang mereka buat setelah memetik langsung buah naga yang untungnya tumbuh di kebun milik keluarga Farhan.


“Mana jusnya? Khiren menunggu mereka di meja makan, dia sedang menikmati makanan yang Dimas buat dengan susah payah sendiri dan yang lain hanya berdiri di samping dan memandangi Khiren yang menikmati makanan itu.”


“Dimas, lo yakin makanan itu  enak’kan? Soalnya setau gue, gue gak pernah deh lihat pizza yang terbuat dari buah-buahan kayak gitu, lo dapat resep dari mana, sih?”


“Gak ada, aku cuma asal buat aja. Kita pun gak mencobanya tadi, aku tidak tau apa yang akan terjadi nanti, tapi sepertinya Khiren menikmatinya.”


“Nih jusnya, Khi!”


“Oke, oke ini bisa di bilang cukup sempurna, tapi aku mau tanya sebenarnya kenapa kalian tiba-tiba bersikap seperti ini?”


“Khi, ini udah saatnya tidur! Kamu kan ibu hamil jadi gak boleh bergadang.”


“Wah, aku rasa kalian mulai gila deh! Bagaimana bisa aku hamil saat sedang datang bulan?”


“Jadi kamu gak hamil?”


“Siapa yang bilang sama kalian kalau aku hamil, hah?!”


Semua orang menunjuk kearah Morlin, dan Dimas yang lelah pun menepuk pundak Morlin dengan keras karena kesal.


“Sok tau, sih! Udahlah aku mau tidur, dulu. Makasih udah menghujudkan keinginanku yang selama ini aku pendam, love you all.” Khiren langsung menghilangkan diri dari mereka yang terlihat marah dan kesal padanya.


Semua orang yang marah pergi dan mengganggu Khiren yang mencoba untuk istirahat. Mereka membuat kebisingan dan mengetuk pintu Khiren berulang-ulang kali hingga suara yang coba Khiren hindari itu benar-benar mengganggunya.


“Apaan sih mereka!” Khiren akhirnya keluar dari kamar dan menemui para pria yang sedang marah padanya.


“Khi, pokoknya lo harus tanggung jawab sama bekas gigitan nyamuk gara-gara permintaan konyol lo tadi!” Ucap kesal Farhan sambil menunjukkan bintik-bintik merah bekas gigitan nyamuk di kulit putihnya.


“Iya nih juga, Khi” Morlin pun ikut-ikutan.

__ADS_1


“Gue dah capek banget, ya pijitin lo dari jam berapa sampai tadi! Udah pegal nih tangan!” Kiki juga kesal.


“Loh, itu kan bukan salah aku! Kalian sendiri yang mau, aku gak paksa, ya'kan?”


Semua tetap terlihat kesal dan tidak terima dengan Khiren yang terlihat ingin lari dari kesalahannya.


“Oke oke, kalian mau apa sekarang? Mobil, liburan atau apa?”


“Aku mau mobil yang kamu pakai kemaren!” Ryo yang sudah lama tertarik dengan mobil yang baru di beli Khiren sebulan yang lalu langsung memintanya sebagai imbalan untuknya.


“Aku mau vila di Bali!” Ucap Morlin dan Farhan serentak.


“Apaan sih lo Mor, gue duluan tau yang ngincar tu vila!”


“Enak aja, duluan gue kali!”


“Udah-udah, vila di Bali buat kalian aja! Kalau soal mobil… itu agak sulit… tapi okelah!” Khiren dengan berat hati memberikan mobil yang paling dia suka pada Ryo


“Gue mau liburan keliling dunia!” Ucap Kiki.


“Oke, tapi masa libur kakak Kiki kitakan cuma 2 minggu lagi?” Khiren mengingatkan Kiki yang mengambil cuti hingga akhir bulan ini saja.


“Ah iya, kalau gitu aku minta di beri tambahan libur lah, Khi?”


“Boleh, tapi liburannya aku yang tentukan! Kalau kalian?”


“Aku ingin kita liburan bersama akhir tahun ini!”


“Ayolah kak Dimas, masa itu yang jadi permintaan kakak, sih?”


“Jadi kamu gak mau?”


“Bukan kayak gitu, okelah apapun untuk kakak tampanku!”


“Kalau kalian berdua mau apa?”


“Aku mau di kenalin sama teman kamu Jessica yang aku lihat di pemotretan waktu di Jepang, aku mau dia jadi pacar aku!”


“Wah itu susah, Jessica itu udah punya pacar tapi kalau kamu mau coba boleh juga. Aku akan berikan nomor kontaknya pada kamu! Kalau gak salah beberapa hari lagi dia ke Indonesia, deh!”


“Oke, aku setuju!”


“Kalau kamu, apa?” Tanya Khiren ketus.


“Bisa gak kamu bersikap lebih lembut padaku? Aku cuma ingin hubungan kita seperti hubungan suami istri pada umumnya.”


“Oh, oke oke! Sekarang masuk dan kalian cepat tidur” Khiren menarik Revan masuk dan segera menutup pintu kamar.


“Ayo sayangku kita tidur?” Khiren tersenyum paksa dan dia segera melangkah ke tempat tidur dan mengabaikan Revan.

__ADS_1


Bersambung…


Cuma mengingatkan buat jangan lupa like dan komen, kalau bisa sih kasih vote juga biar bisa semangat. Makasih sudah berkunjung, sampai jumpa di episode berikutnya.


__ADS_2