Love Scenario V2

Love Scenario V2
tidak terduga


__ADS_3

Khiren berpikir semua akan baik-baik saja karena Revan bukan ancaman berat untuknya, dia merasa cukup tahu tentang sifat Revan setelah mengenalnya selama 2 tahun terakhir. Sayangnya dia belum melihat Revan yang sudah berada di puncak kegilaannya, hal buruk yang tak pernah terprediksikan pun terjadi karena Revan sudah tidak tahan lagi untuk menunggu Khiren menepati janjinya. Semua mulai panik karena orang yang harusnya mereka jaga malah berhasil diculik musuh, para pengawal yang selamat telah meminta bantuan tapi belum ada tindakan yang pasti untuk menangani masalah karena disaat yang sama Khiren sedang berada di acara yang paling ditunggu yaitu pernikahannya dengan Mex. Para bawahan Khiren takut untuk memberitahukan kabar buruk yang terjadi tepat di hari akad nikahnya dengan Mex.


“Kita tidak bisa terus menunggu, nyawa nona Emilly sedang dalam bahaya!” Ucap Zuan He yang terlihat sangat panik hingga tidak bisa berhenti mondar-mandir didepan Rando dan Arian yang juga sekretaris Khiren.


“Lalu kamu mau apa? Mau merusak hari bahagian master? Jangan gila!” Ucap Rando


“Tapi Emilly itu adik tuan Mex!” Tegas Zuan He.


“Kita tunggu sampai akad selesai, biar semua tidak kacau.” Usul Arian.


“Kurasa itu usul bagus!”


“Rando, kamu gak salah bicara? Usul bagus? Yang benar saja, keadaan kita sedang sangat genting, bagaimana bisa kita terus menundanya?”


“Ya terus mau kamu gimana?” Tanya Arian pada Zuan He yang terlihat sangat panik dibanding mereka.


“Aku tidak tahu!”


“Kalau kamu tidak tahu, ya sudah ikut saja usul Arian!”


“Kalian bahas apa?” Tiba-tiba dari arah pintu terdengar suara wanita yang sangat familiar.


“Master!” Ketika pria itu terlihat kaget dan mendadak menjadi pucat.


“Ada sesuatu yang terjadi diluar pengetahuanku?” Tanya Khiren dengan nada tanpa curiga.


“Itu….” Arian terlihat bingung dan terus melihat ke segala penjuru ruangan seakan sedang mencari sesuatu dengan matanya yang sayu itu.


“Master, Emilly diculik!” Ucap Zuan He dengan cepat lalu dia menutup mulutnya sendiri.


Arian dan Rando cukup terkejut dengan ucapan Zuan He yang begitu tiba-tiba dan membuat mereka berada di dalam masalah.


“APA? Sekarang bagaimana? Dimana dia?”


“Lokasi sudah kami temukan hanya saja…”

__ADS_1


“Kami tidak berani bergerak tanpa rencana dari anda dan kami takut musuh menyakiti nona Emilly saat kami bergerak.”


“Kenapa tiba-tiba seperti ini?!” Khiren mulai panik dan terlihat frustasi dengan situasi yang diluar kendalinya.


“Samuel mana?”


“Tuan Samuel telah gugur saat mencoba menyelamatkan nona Emilly”


“Aku tidak bisa berada disini, aku harus pergi!”


“Master, jika pergi sekarang maka semua rencana yang sudah susah payah anda kerjakan akan menjadi sia-sia dalam semalam.”


“Kamu benar, Arian! Sekarang persiapkan orang terbaik kita untuk menyerang orang itu… Tunggu, siapa orang yang berani menantangku?”


“Itu… Dia…”


“Kenapa kamu ragu-ragu bicara Arian?! Kalian cepat katakan siapa manusia yang tidak tahu diri yang berani mengganggu orang-ku?”


“Dia adalah tuan Revan.”


“PAHAM!” Tegas ketiga orang pria itu.


“Sekarang cepat pergi!”


Lalu semua orang keluar dari ruangan itu, sebelum keluar Khiren mencoba menenangkan diri agar tidak ada yang tahu apa yang sedang dialami. Semua kekacauan yang tiba-tiba terjadi membuat pikiran Khiren menjadi kacau hingga saat akad pun dia hanya diam tanpa ekspresi, dan sesekali hanya memperlihatkan senyum palsunya pada orang didekatnya. Saat akad nikah berlangsung pun Khiren hanya diam dan menatap kosong ke arah penghulu. Semua berjalan cukup lancar, lalu saat akad selesai Khiren dengan cepat menghilang dari pesta dan Mex menggantikannya meminta maaf karena tidak bisa menyambut para tamu yang hadir karena Khiren berada dalam kondisi kurang baik hari itu. Diam-diam Khiren keluar dari gedung pesta dengan dibantu oleh orang-orang kepercayaannya. Baju hitam dan celana hitam panjang beserta camata hitam yang dikenakannya saat itu membuat dia terlihat seperti wanita keren dengan pesona yang tidak bisa membuat mata teralih darinya.


“Lakukan sesuai instruksi saya, jangan biarkan mereka hidup setelah membunuh Samuel! Mereka tidak tahu bawah Samuel tidak hanya tangan kanan dan bayanganku tapi dia juga saudara untukku, membunuh Samuel artinya mereka menantang mautnya sendiri!” Ucap Khiren pada pria yang menjemputnya di atap gedung pernikahannya dengan sebuah helikopter pribadinya.


“Baik Master.”


Pria itu memberikan beberapa senjata pada Khiren dan Khiren memeriksa semua senjata lalu baru masuk kedalam helicopter. Mereka pergi ke lokasi yang sudah dikirim oleh Arian, Khiren terlihat sangat marah walaupun dia memperlihatkan senyum yang cukup cantik tapi aura kemarahannya tidak bisa ditutupi dengan senyum cantiknya itu.


Begitu sampai di lokasi tempat Emilly disekap, Khiren langsung bergerak keluar dari helikopter dengan melompat keluar ke tanah dari ketinggian 3 meter, kemudian dia pergi masuk kedalam rumah besar yang indah itu.


“Hallo master! Semua sudah kami bereskan tapi kami tidak menemukan nona Emilly”

__ADS_1


“Aku sudah menduganya, ini tidak semudah kelihatannya. Periksa semua tempat dan cari petunjuk yang bisa membawa kita pada Emilly.”


“Baik Master!”


Saat Khiren masuk kedalam rumah dia melihat sebuah foto yang ukurannya cukup besar, foto yang dia lihat itu cukup membuat dia kaget karena foto itu sudah lama tidak dilihat setelah memulai debutnya sebagai seorang aktor dulu.


“Bagaimana anak itu punya foto lama ku? Apa dia benar-benar terobsesi denganku hingga sampai seperti ini? Dasar gila!” Lalu Khiren menarik bingkai Foto yang berukuran besar dan menghancurkannya.


“Aku sudah benar-benar membenci orang itu, aku tidak akan memaafkannya kali ini!”


Lalu dua orang pria masuk dan menghampiri Khiren.


“Master, saya mendapatkan pesan dari tuan Revan.”


“Pesan? Apa isinya?” Khiren terus berjalan dan memeriksa detail ruangan itu dan diikuti dua pria yang merupakan sekretarisnya di belakangnya.


“Hanya lokasi dan meminta anda untuk datang sendiri.”


“Hahaha… Permainan seperti ini lagi! Dia pikir aku tidak pernah mengalami hal yang seperti ini hingga menggunakan trik konyol ini padaku.”


“Ancamannya apa?”


“Emilly dan anaknya akan dibunuh kalau anda tidak menurut.”


“B*jing*n sialan! Emilly sudah melahirkan dan aku yakin kondisinya tidak akan baik. Lakukan sesuai rencana kedua kita yang sudah aku katakan sebelumnya!”


“Baik master!”


Khiren tersenyum sini lalu pergi dari tempat itu dengan menginjak fotonya yang sudah dia rusak.


“Akan aku habisi kamu b*jing*n sialan!” Ucap Khiren sambil terus melangkah keluar.


Bersambung…..


Selamat membaca dan jangan lupa meninggalkan Like

__ADS_1


__ADS_2