Love Scenario V2

Love Scenario V2
Gagal membujuk


__ADS_3

Setelah lepas dari drama ibu Revan, Khiren langsung pergi ke lantai atas dan menuju ke kamar Revan. Di dalam kamar itu terlihat dua orang perawat dan seorang dokter yang terus memantau keadaan Revan. Revan terlihat lemas tak berdaya di atas tempat tidur, tangannya terinfus dan wajahnya terlihat pucat.


“Bagaimana keadaannya?” Tanya ku pada dokter yang berdiri di depan tempat tidur Revan.


“Keadaan saat itu lebih baik… Anda terluka, sebaiknya biar saya obati sebelum infeksi.” Dokter itu cukup kaget ketika melihat lengan Khiren berdarah dan Khiren tidak terlihat kesakitan sedikitpun.


“Baiklah”


Mereka langsung bertindak, luka segera di bersihkan dan karena luka itu cukup lebar terpaksa Khiren mendapat beberapa jahitan untuk merapatkan kulitnya yang terbuka.


“Apa tidak sakit?” Tanya suster yang membantu membalut luka Khiren karena melihat wajah Khiren yang tidak berubah sedikitpun saat lukanya di jahit.


“Tidak! Kalian bisa keluar, aku akan di sini menemani Revan.”


“Baik, terima kasih nona!” Mereka terlihat sangat lega karena bisa keluar dari tempat itu.


Khiren duduk di samping Revan yang masih tidak sadarkan diri, dia memerhatikan wajah Revan, melihat setiap detail karya tuhan yang sangat indah itu.


“Padahal kamu tampan, kamu juga terlahir dengan cinta dan kasih sayang tapi kenapa otak mu tidak berguna, ya?” Khiren menyentuh pipi Revan yang terasa sedikit dingin, lalu tangannya mulai menyentuh bibir Revan dan hembusan napas Revan dapat di rasakan oleh tangan Khiren.


“Padahal aku selalu iri pada anak seperti kamu yang mendapatkan cinta dari orang tua seperti ibumu itu, kenapa kamu malah ingin membuat orang yang sangat menyayangimu itu terluka?” Tangan Khiren mulai bermain dengan rambut Revan.


“Padahal kamu punya segalanya tapi kenapa kamu malah ingin membuangnya hanya karena seorang wanita seperti aku? Apa sih yang kamu cari dari aku? Dasar pria aneh!”


Saat Khiren akan bangun dari tempat tidur dan meninggalkan Revan, tiba-tiba saja tangan Revan menarik Khiren hingga membuat luka di tangan Khiren kembali terbuka dan darah mengalir bak air hingga aroma amis dari darah membuat Revan terganggu dan terbangun.


“Khiren?!” Revan cukup terkejut saat melihat wanita yang sulit dia temui beberapa waktu yang lalu tiba-tiba berada di depan matanya.


“Apa aku sedang bermimpi?”


“Kamu tidak bermimpi dan lepaskan tanganku!”


“Tanganmu berdarah!” Bangun dan mencoba menyentuh luka Khiren.


“Jangan sentuh!”


Setelah Revan melapaskan tangannya Khiren pun pergi dari tempat itu dan memanggil dokter untuk memeriksa Revan. Sementara itu Khiren berada di ruang yang lain dan kembali mendapat jahitan karena ulah Revan.

__ADS_1


“Dimana istri saya?” Tanya Revan pada dokter yang sedang memeriksanya.


“Nona sedang di obati di bawah oleh perawat.”


“Pria atau wanita?”


“Wanita” Jawab cepat dokter karena melihat wajah Revan yang telihat akan murka jika yang menyentuh Khiren adalah pria lain.


“Kenapa dia bisa terluka?”


“Saya kurang tahu, tuan muda. Nona datang dengan tangan yang luka tadi, kami mengobatinya hingga anda membuat lukanya kembali terbuka.”


“Aku tidak sengaja, apa dia akan baik-baik saja? Saya mau melihatnya!” Revan mencoba bangun dari tempat tidur.


“Tuan, tolong jangan bangun dari tempat tidur Anda! Saya akan memanggil nona jadi tolong beristirahatlah dengan tenang di sini”


“Tidak bisa! Aku harus menemuinya, bagaimana kalau dia pergi lagi?”


Dokter itu pun bersujut memohon di bawah tempat tidur. “Tuan tolong jangan menyiksa kami, tolong kasihani nyawa kami! Tetaplah di sini dan beristirahatlah”


“Ah, baiklah! Terserah! Tapi cepat panggil dia”


Tak lama kemudian Khiren masuk ke kamar dan menemui Revan.


“Kalian bisa keluar!” Perintah Khiren.


Semua orang keluar dan tinggallah dua orang yang baru saja berpisah dalam kamar itu. Mereka saling menatap tanpa bicara, lalu Khiren berjalan menuju tempat tidur dan duduk di samping Revan.


“Apa kamu sudah gila?”


“Ya, aku gila karena terlalu mencintaimu!”


“Huft! Sebenarnya apa yang kamu pikirkan hingga meminum obat sampai overdosis?”


“Aku tak bisa hidup jika kamu menjadi milik pria lain Khiren! Aku tidak bisa menerimanya bahkan dalam mimpi sekalipun.”


Sesaat Khiren hanya terdiam dan mulai berpikir dan mencoba untuk tidak emosi menghadapi pria yang ada di hadapannya.

__ADS_1


“Apa kamu tahu kenapa aku selalu sedih tiap kali mengingat Vano?”


“Kenapa tiba-tiba membahas pria baj*ng*n itu?” Rawut wajar Revan langsung menjadi kesal begitu menyebut nama Vano.


“Karena perasaanku di masalalu membuat orang tua Vano meninggal dan aku dengan keegoisanku menghancurkan sebuah keluarga yang di penuhi dengan cinta dan kehangatan yang tidak pernah bisa aku dapatkan meski dalam mimpi sekalipun.”


“Lalu apa hubungannya itu denganku?”


“Kamu mengatakan kamu mencintaiku tapi, apa kamu tidak tahu kalau aku akan sangat sedih apa bila melihat ibumu terluka karena ulahmu? Aku selalu iri pada kalian yang di cintai keluarga dan karena itu aku tidak ingin keluarga yang penuh cinta dan kehangatan itu hancur apapun alasannya.”


“Revan, aku datang kesini karena permintaan ibumu, jika kamu menyakiti ibumu dengan ulahmu aku bersumpah akan menghilang dari hidupmu selamanya, paham!”


Revan terlihat merenung dan hanya bisa diam mendengar ucapan Khiren. Sejenak dia terlihat sedang memikirkan sesuatu dengan serius lalu dia kembali fokus pada Khiren yang duduk di sampingnya.


“Apa kamu benar-benar akan menikah dengan pria itu?”


“Revanku sayang, kenapa sih kamu tidak mencoba move on saja? Kamu harusnya hidup tenang dan membangun keluarga yang bahagia sesuai dengan permintaan ibumu. Kamu harus menikah dengan gadis yang baik, pengertian, dan bisa mencintaimu dan itu tentunya bukan aku”


“Kanapa tidak biasa kamu saja?”


“Revan, percayalah aku mengatakan ini mengingat kebaikanmu dan keluargamu. Aku tidak bisa mencintai siapa pun dan hidupku itu terlalu mengerikan dan aku tidak bisa menjamin kehidupan yang tenang untukmu jika kamu bersamaku.”


“Aku tidak butuh apapun selain kamu Khiren”


Khiren terus saja menghila napas tiap kali Revan menentang ucapannya. Khiren menggenggam kedua tangan Revan lalu menatapnya dnegan mata yang terlihat menyedihkan. Khiren mencoba menarik simpati Revan dan mencoba membuat Revan mengerti dengan keadaan mereka berdua.


“Revan, kamu itu sempurna dari segala sudut, kamu tampan, kaya, dari segi fisik kamu tidak memiliki celah, kamu juga terlahir dari keluarga terpandang dan orang tua mu adalah orang baik jadi aku yakin kamu bisa mendapatkan gadis manapun di dunia itu. Kamu bisa menikah dengan gadis yang baik, orang biasa, atau orang yang terkenal sekalipun kamu pasti bisa mendapatkannya jika kamu menginginkannya.”


“Khiren, apa gunanya sempurna jika kesempurnaanku tidak bisa membuat kamu mencintaiku. Aku hanya menginginkan kamu dan tidak akan berubah sampai kapanpun!”


“Terserahlah!” Khiren mulai kesal dan melepas tangan Revan.


“Capek ya ngomong sama kamu, apa sih susahnya kamu nikah sama wanita yang lain? Kamu gak tahu ya kalau di dunia ini ada banyak wanita selain aku, hah?!!”


“Aku tahu tapi tetap saja aku hanya mencintai kamu Khiren.”


Lalu Khiren pun keluar dari ruang itu dalam keadaan kesal, wajahnya memerah dan aura membunuh keluar dari tubuhnya. Semua orang yang dia lewati langsung menyingkir dan mengilang dari pandangannya karena mereka terlalu takut pada Khiren.

__ADS_1


Bersambung….


Jangan lupa untuk meninggalkan jejak bacaannya dengan memberikan sedikit dukungan kalian dengan memberikan like, vote dan juga reting agar karya ini lebih baik lagi.


__ADS_2