Love Scenario V2

Love Scenario V2
Episode 18


__ADS_3

Saat Daniel pergi Alfin langsung mengeluh dan dia terlihat benar-benar kesal pada sikap Daniel yang seakan tidak menganggap dia ada.


“Kurang gedek apa lagi aku ini, sampai-sampai pria sialan itu tidak menyadari keberadaan ku, memangnya aku ini jin apa?” Gerutu Alfin.


“Ayo yo, Alfin Ku sayang marah, ya? Ayolah, anggap aja dia itu cuma angin berlalu! Sekarang ayo kita bahas tentang seorang wanita yang namanya Tiara, apa kamu bisa memberikan infomasi tentang Tiara padaku?”


“Tiara? Em sepertinya aku tau wanita itu.” Alfin membuka beberapa infomasi yang dia kumpulkan tentang Revan.


“Nah ini dia, wanita itu adalah teman masa kecil Revan hampir sama dengan Aries yang dulu hanya saja hubungan Revan dengan Tiara lebih dulu ada sebelum Aries, jadi bisa di bilang mereka benar-benar akrab. Revan dekat dengan banyak wanita dan dia banyak di kabarkan gonta ganti pasangan dalam waktu seminggu, tapi Tiara adalah salah satu wanita yang tidak pernah tergantikan dalam hidup Revan.”


“Tunggu, kenapa kamu bisa mendapatkan tentang Tiara dalam hitungan detik?”


“Em itu… ah itukan bukan hal yang penting! Yang penting itu adalah aku mendapatkan apa yang kamu mau, ya'kan?”


“Iyalah tu, kalau begitu apa yang kamu inginkan kali ini?”


“Aku ingin… kita mendaki gimana?”


Khiren terkejut dengan permintaan Alfin yang benar-benar tidak di duga, Alfin yang biasanya hanya berkerja di perusahaan dan jalan-jalan di tempat aman tiba-tiba ingin mendaki bersama Khiren.


“Kamu serius? Kamu kan belum pernah mendaki?”


“Aku ingin mencoba segalanya yang kamu suka, aku ingin mencoba memahami kamu, apa tidak boleh?”


“Boleh-boleh, kenapa enggak. Seminggu lagi aku udah buat rencana buat mendaki bersama teman-teman, kamu bisa ikut kami dan aku harap kamu tidak menyerah di tengah jalan?”


“Menyerah? hahahaha itu hal yang tidak masuk akal bagi seorang Alfin, aku ini lelaki sejati dan aku berjanji akan melindungi kamu!” Alfin terlihat menggemaskan saat menyombongkan dirinya.

__ADS_1


“Sebaiknya kamu lindungi diri sendiri! Kamu jemput aku tepat tengah malam, oke!”


“Kenapa harus tengah malam?”


“Karena waktu itu adalah waktu yang tepat untuk pergi!”


“Baiklah, apapun untuk Ratuku!”


***


Revan yang meluangkan waktu untuk memberikan Khiren kejutan dengan memasak makan kesukaan Khiren yang resepnya dia dapat dari Dimas, dia benar-benar bersyukur bisa masuk grup rahasia yang di buat oleh teman-teman Khiren karena dengan itu dia bisa mendapat segala infomasi tentang Khiren. Sudah mampir saatnya untuk tidur, tapi Khiren tak kunjung pulang bahkan dia tidak memberikan kabar apapun pada Revan yang sudah berjam-jam menunggunya. Masakan hangat pun kini menjadi dingin, Tiara yang melihat Revan yang terus menunggu Khiren menghampirinya dan mencoba memanfaatkan keadaan.


“Kak, kakak pasti nungguin wanita itu, ya? Ayolah kak, dia itu sudah jelas bukan wanita yang bisa di percaya, aku yakin dia sekarang sedang bersama dengan selingkuhannya.”


“Jadi maksud kamu aku kurang baik dan memuaskan hingga dia perlu mencari pria lain, begitu?”


Khiren datang tanpa bicara dan melewati mereka yang sedang mengobrol di depan pintu. Khiren benar-benar mengabaikan kedua orang itu dan menganggap mereka angin.


“Khiren! Apa kamu sudah makan?”


Khiren berhenti saat Revan memanggil namanya.


“Aku memasak makanan kesukaan kamu,” Revan menghampiri Khiren dan sedikit menariknya untuk ke meja makan.


“Makan apa? Kamu sadar gak ini udah jam berapa? Aku mau istirahat!”


“Hai kamu! Kak Revan itu udah capek-capek masak buat kamu dari tadi sore, tapi kamu malah kayak gini! Dasar wanita tak berperasaan”

__ADS_1


Ucapan Tiara benar-benar menusuk hingga ke jantung Khiren, hal itu membuat dia kesal sekaligus merasa bersalah. Khiren memutar arah jalannya dan dia pergi ke meja makan untuk mencicipi semua hidangan yang Revan buat untuk dia. Khiren yang tidak bisa makan di jam-jam tertentu karena dia harus menjaga berat badannya akhirnya hanya mencicipi setiap makanan sesendok agar Revan merasa kalau usahanya sia-sia.


“Rasanya lumayan, kalau gitu aku pergi, oke!” Khiren pergi setelah meminum air putih.


“Tunggu aku!” Revan mengikuti langkah Khiren yang cepat dan mereka ke kamar bersama.


Tiara benar-benar menyesal telah memprovokasi Khiren dan membuat hubungan mereka menjadi lebih baik. Karena itu dia  kembali harus berpikir keras bagaimana cara agar dia bisa membuat Revan membenci dan menjauhi Khiren untuk selam-lamanya.


Keesokan paginya, Khiren tidak pergi kemana-mana karena dia harus menyelesaikan gambar yang telah dia tunda dua hari karena terlalu suntuk dengan keadaan. Khiren mulai melukis dengan teliti, dia terlihat menikmati pekerjaannya dan dia benar-benar fokus hingga tidak menyadari Tiara datang di wilayah yang telah di larang untuk di datangi siapapun tanpa persetujuan Khiren.


“Hai!” suara Tiara membuat Khiren hilang fokus hingga dia membuat kesalahan saat melukis.


“Apa yang kamu lakukan di sini?” Tiara mencoba melihat apa yang sedang Khiren kerjakan selama berjam-jam.


“Apa ini gambar komik? Hahaha… jadi ini pekerjaan seorang Khiren, luar bisa! Ternyata tidak ada yang bisa di banggakan dari kamu, apa yang menarik dari pekerjaan seperti ini?”


Khiren mulai kehilangan kesabaran saat pekerjaannya di hina oleh seorang gadis manja yang juga seorang pengangguran. Khiren mencoba memperbaiki gambarnya dan mengabaikan Tiara, dia melanjutkan pekerjaannya.


“Hai, kamu tidak dengar” Tiara jadi kesal karena Khiren mengabaikannya.


Karena diabaikan Tiara pergi dan berjalan lurus hingga dia melihat seorang payan membawa jus kearah Khiren. Dia mengambil jus itu dan kembali mendatangi Khiren, lalu dia pura-pura terjatuh dan jus itu mengenai gambar dan juga laptop Khiren, dan di saat itu pula Khiren benar-benar tidak bisa mengendalikan amarahnya. Khiren melempar semua yang ada di atas mejanya termasuk laptopnya kearah Tiara yang pura-pura jatuh, sayangnya Tiar bisa mengelak.


“Apa kamu gila? Bagaimana kalau itu kena kepalaku?” Tiara berdiri dan hampir menampar Khiren.


Khiren yang benar-benar kesal tanpa bicara langsung memberikan pukulan keras tanpa perlawanan di perut dan beberapa bagian lainnya hingga Tiara tidak sadarkan diri, meski Tiara sudah lemas tidak berdaya tapi dia benar-benar belum puasa memukulnya. Dia tidak ingin mengotori tangannya lebih jauh lagi karena itu dia memanggil pelayan dan meminta Tiara segera di singkirkan dari rumah sebelum dia semakin tidak bisa mengendalikan diri. Amarah yang telah berkecamuk dalam dirinya tidak bisa di tahan lagi, akhirnya dia menceburkan diri ke dalam kolam dan mencoba mendinginkan pikirannya. Khiren menenggelamkan dirinya dalam waktu yang cukup lama hingga pelayan yang mengawasinya sedari tadi menjadi khawatir dan segera memanggil Revan untuk kembali ke rumah, Khiren muncul sesekali di permukaan namun dia kembali menyelam saat dia hatinya belum bisa tenang.


Bersambung….

__ADS_1


Mohon untuk pembaca memberikan komentar dan dukungan dengan menjadikan novel ini favorit dan juga satu like dari kalian begitu sangat amat berarti bagi kami para penulis. Salam hangat dari saya Arsi.


__ADS_2