Love Scenario V2

Love Scenario V2
Celaka


__ADS_3

“Tuan Mex, apa Khiren sudah kembali?”


“Belum, ada apa? Apa anda memerlukan beliau atau anda membutuhkan sesuatu?”


“Aku ingin kembali ke rumahku, aku sudah cukup lama di sini, aku takut kakakku mengkhawatirkan diriku”


“Baik, siang ini kita akan kembali ke kota”


“Benarkah? Anda tidak sedang bercanda kan tuan Mex?”


Vano terlihat sangat bahagia bisa keluar dari tempat itu setelah berbulan-bulan berada di tempat itu sambil menunggu sesuatu yang tidak dia tahu. Lalu Vano segera pergi ke kamarnya untuk bersiap-siap untuk pergi dari pulau itu.


“Apa ini tidak masalah tuan? Master akan marah kalau dia tahu anda membiarkan tuan Vano keluar dari tempat ini”


“Sebaiknya dia keluar dari tempat ini atau aku akan membunuhnya, master akan mengerti jika aku memberi alasan yang masuk akal jadi kalian jangan terlalu khawatir”


Beberapa jam setelah itu, sebuah halicopter mendarat dan Vano bersama dengan pengawal yang di tugaskan untuk menjaganya pun berangkat. Mex hanya mengamati dari kejauhan, dan dia terlihat sangat senang bisa menyingkirkan hama yang selama ini membuat dia geram.


“Apa perjalanan ini akan lama?”


“Tentu saja tidak tuan” Ucap pengawal yang berada disampinya.


Lalu sebuah serang mendarat di halicopter yang membuat mereka kehilangan kendali dan jatuh ke laut. Untungnya Vano dan awak berhasil keluar sebelum halicopter itu meledak. Dua orang pengawal yang menjadi pilot terluka parah dan tiga lainnya mendapat luka ringan dan mereka terapung di lautan.


“Tuan tolong bertahan!” Ucap seorang pengawal pada Vano.


“Kalian juga, ayo kita berenang sampai ke pulau!”


“Tidak bisa, mereka terluka parah dan kita tidak bisa membawanya.”


“Lalu bagaimana?”


Lalu mereka kembali mendapat serang dan Vano terlihat syok saat mendengat suara tembakan yang barhasil mengenai seorang pengawal yang berada di sebelahnya.


“Apa yang mereka inginkan? Apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku tidak mungkin bertahan di sini lebih lama, aku akan kehabisan napas!” Pikir Vano.


Lalu dua orang penyelam datang dan menariknya keatas, mereka memukul Vano hingga pingsan lalu membawa dia pergi menggunakan kapal. Beberapa jam kemudian Mex mendapat laporan dari pengawal yang bertugas untuk berpatroli di sekitaran laut. Mereka melihat bangkit halicopter dan juga awak yang mati di tembak tidak jauh dari tepat itu.


“Bagaimana ini bisa terjadi! Ini sangat buruk! Kita harus segera bergerak sebelu mater kembali dan mengamuk saat dia tahu kalau Vano berada di pihak musuh.”


Lalu mereka segera menyebar infomasi pada semua orang-orang mereka untuk mencari keberadaan Vano. Berhari-hari di lakukan pencarian tapi tidak ada titik terang hingga mereka hampir kehilangan harapan.


“Kenapa ini bisa terjadi? Bagaimana kalau master tahu” Ucap Samuel yang terlihat gelisah.

__ADS_1


“Jangan memberitahunya, aku akan mencari hama itu segera”


“Selesaikan segera, kita tidak mungkin membiarkan master terlalu sama di tempat orang itu, bukan?”


“Tentu saja tapi, keadaan membuat kita tidak bisa menjemput master sekarang”


“Sudahlah, aku akan pergi mengurus perusahaan dan kamu segera urus masalah tuan Vano”


“Jangan memerintah ku! Lakukan saja pekerjaanmu”


Lalu Samuel pergi saat melihat wajah Mex yang sudah berubah, amarah Mex hampir meluap jika Samuel tetap berada di tempa itu.


“Master, maafkan saya!” Mex terlihat sangat putus asa sambil melihat kearah foto Khiren yang dia tempel di balik buku catatannya.


“Saya terlalu terbawa suasana hingga ceroboh dan membiarkan orang yang paling berharga untuk anda terancam oleh musuh, maafkan saya master!”


‘ tok tok tok’


“Tuan Mex apa saya boleh masuk?”


Mendengar suara bawahannya Mex langsung menyembunyikan buku catatannya di dalam laci.


“Silahkan masuk”


“Dari orang yang kita kirim di kediaman lama Master, sepertinya ini ulah ibunya. Jadi sekarang apa yang harus kita lakukan?”


“Apa perlu kamu pertanyakan lagi? Tentu saja bawa kembali apa yang harusnya jadi milik kita, paham!”


“Paham tuan, kalau begitu saya akan mengerahkan semua untuk menyerang tempat mereka”


“Bagus, lakukan segala cara agar bisa membawa anak itu hidup atau mati”


“Baik tuan”


Mereka pun segera berangkat ke kediaman Bunda Khiren di Jepang tapi sayangnya orang yang di cari tidak berada di tempat. Setelah melumpuhkan semua orang di kediaman Kentaro tetap saja tidak di temukan satupun infomasi yang bisa membawa mereka kepada orang yang dai cari.


“Sekarang bagaimana tuan?”


“Kita kembali dulu dan melaporkan situasi pada tuan Mex lalu baru bergerak.”


“Baik”


Lalu mereka kembali ke markas dan memberikan laporan kepada Mex.

__ADS_1


“Memang menyusahkan! Kita akan cari mereka di Belanda dan Jerman karena dua tempat itu yang mungkin mereka datangi”


“Bukannya keluarga Revan ada di inggris.”


“Dari infomasi yang kami dapatkan, mereka tidak lagi saling bicara setelah Master mengumumkan akan menceraikan Revan.”


“Kalau begitu sebar orang-orang kita ke tempat itu!”


“Siap tuan!”


Mereka mencari kesepen juru tempat tapi sayangnya infomasi yang mereka dapatkan selalu buntu. Mereka hampir menyerah hingga sebuah kabar tersebar kesepe juru media masa, dimana Vano koma di rumah sakit setelah mendapat serangan dari antifens nya.


Begitu tahu keberadan Vano mereka langsung membawa Vano ke tempat rumah sakit yang terbaik dengan dokter terbaik di kerahkan untuk menyembuhkan Vano yang masih koma. Kakak Vano menyalahkan Mex dan orang-orang Khiren yang tidak berhasil menjaga adiknya, sambil menangis dia berteriak di depan Mex yang datang untuk melihat keadaan Vano.


“Kalian mengatakan akan menjaga adik saya tapi apa ini? Dia terbaring lemas tak berdaya di sana” Wanita itu menunjuk ke ruangan tempat Vano di ramat, matanya tak berhenti dialiri dengan airmata bahkan wajah putihnya begitu merah karena menangis dan emosi yang terus ia luapkan dengan memukul Mex.


“Kami akan memastikan dia hidup jadi tolong tenangkan diri anda!” Lalu Mex melepaskan tangan wanita yang menarik bajunya dengan pelahan lalu ia pergi dari tempat itu besama dengan bawahannya.


“Sekarang bagaimana tuan?”


“Karena dia masih hidup, perketat penjagaan dan kita susun rencana untuk menjemput master.”


“Ini hampir sebulan, mungkin kita akan mendapat sedikit masalah karena keterlambatan ini”


“Lalu terus awasi dan perketat penjagaan di rumah sakit terutama tempat tuan Vano di rawat”


“Baik tuan!”


“Ayo kita kembali dan menyusun rencana”


“Kapan kita akan bergerak?”


“Persiapkan semua dan besok malam kita akan bergerak.”


“Siap tuan!”


Semua di persiapkan dengan sempurna dan mengantisipasi apapun yang mungkin terjadi saat mereka menjalankan rencana. Meski dia tidak pernah ragu dalam melangkah tapi, Mex adalah orang yang akan memperhitungkan setiap langkah agar dia tidak gagal dalam menjalankan apapun yang dia rencanakan. Dia pria yang setia pada tuannya tapi dia tidak pernah menghianati prinsip yang diatanam dalam dirinya.


Bersambung.....


Jangan lupa meninggalkan jejak bacaannya dengan like, vote, dan kasih reting 5 untuk novel ini.


SELAMAT MEMBACA 😊😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2