
Keesokan paginya Khiren sengaja menghindari Ray karena dia masih marah karena sikap Ray kemaren malam.
“Hinata, apa kamu masih marah?”
Khiren hanya melirik dan bergegas pergi, lalu Ray mengejar Khiren.
“Hinata tunggu! Ku mohon jangan begini! Aku berjanji tidak akan melakukan hal itu lagi! Ku mohon maafkan aku!”
“Baik akan aku maafkan, tapi aku ingin tetap berada di kota ini! Aku tidak ingin pergi!”
“Apapun untukmu, asal kamu tidak mengabaikan aku seperti ini lagi!” Lalu Ray menarik Khiren ke dalam pelukannya.
Di saat yang bersamaan Revan yang sedang berada di hotel itu tidak sengaja melihat adegan yang membuat dadanya sesak, dia mulai di penuhi emosi. Dia benar-benar ingin sekali memisahkan dua orang yang sedang berpelukan mesra di depannya, tapi dia sadar kalau wanita yang sedang memeluk pria lain itu bukanlah Khiren-nya, wanita itu hanya mirip dengan Khiren. Dengan penuh emosi dan sesak dalam dadanya dia memilih untuk menenangkan diri di sebuah bar bersama dengan kebisingan bar dan juga bau alcohol di mana-mana yang memenuhi ruangan tempat itu.
Di saat yang sama pula Khiren dan Rere menemui yang akan mengembalikan ingatan Khiren di bar yang sama, di sebuah ruangan rahasia di tempat itu.
“Khiren, ayo ke sebelah sini!” Rere memandu Khiren ke dalam bar dan melewati orang-orang yang sedang berpesta pola ke tempat rahasia di dalam bar itu.
“Selamat datang Rere dan nona cantik, silahkan duduk! Saya telah mendengar cerita anda dari Rere dan saya bersedia membantu tapi, dengan satu syarat!”
“Syarat? Syarat apa?”
“Ntar aja, sekarang mending kita bahas gimana cara biar ingatan kamu bisa kembali.”
“Baiklah, kalau gitu bagaimana kalau kita mulai saja”
Mereka mulai proses hipnotis dan satu persatu ingatan yang terkunci terbuka, Khiren merasa sedikit sakit di bagian kepalanya lalu dia mulai hilang kesadaran. Beberapa menit setelah itu dia kembali tersadar dengan ingatan yang sudah pulih total.
“Bagaimana perasaan kamu sekarang?” Pria itu bertanya pada Khiren yang baru saja membuka matanya.
“Aku… Aku ingat semuanya, terima kasih tuan! Lalu bagaimana dengan syarat yang Anda katakan tadi?”
“Oh, itu sebenarnya dia cuma minta kamu, Dimas dan Aldo jadi model dalam video klip yang akan dia buat beberapa minggu setelah tahun baru.”
__ADS_1
“Oh, itu gampang!”
“Apanya yang gampang? Dimas pasti nolak kalau kamu ajak ikutan!”
“Tenang aja, dia gak akan berani nolak kok!”
“Iyalah tu, kamu kan adik kesayangannya!”
“Tu tau, jadi aku bisa jamin semuanya akan beres! Sekarang ayo kita pergi!”
Saat mereka akan pergi dari tempat itu Rere tak sengaja melihat Revan yang sudah sangat mabuk di diantara beberapa pria yang sedang minum bersamanya.
“Bukannya itu Revan?” Tunjuk Rere kearah seorang pria yang sudah sangat mabuk.
“Iya, itu emang dia!” Khiren menghampiri Revan yang sudah kehilangan kesadarannya.
“REVAN!! OI!! Bangun!” Khiren menepuk-tepuk pipi Revan dan Revan tidak merespon sama sekali.
“Udah Khi, kita bawa aja!” Mereka membawa Revan ke sebuah hotel terdekat.
“A-apa yang terjadi?” Revan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.
Revan memerhatikan siapa wanita yang berada di sampingnya, dan dia melihat Hinata wanita yang dia temui beberapa hari yang lalu. Dia kadang berpikir wanita itu adalah Khiren tapi faktanya tetap saja wanita cantik bak bidadari itu bukanlah Khiren.
“Apa aku sedang bermimpi? Aku mungkin sudah mulai gila hingga membayangkan nona Hinata tidur di sampingku!” Revan menampar dirinya dan mencoba menyadarkan dirinya dari khayalan yang memalukan itu.
“Au sakit! Apa aku ternyata tidak bermimpi dan dia nyata! A-apa yang terjadi?”
Khiren mulai terbangun karena Revan beberapa kali menyentuh pipinya seakan memeriksa kalau dia adalah kenyataan bukan khayalannya.
“Jangan tanya apapun!” Khiren lalu bangun dan menggunakan pakaiannya. “Tadi malam kamu mabuk dan ini semua kesalahanmu, kamu muntah di bajuku dan kamu menyiksaku semalaman, oke sekarang tolong jangan buka mulutmu, paham?”
“Tapi..”
__ADS_1
“Diam! Aku sedang tidak ingin mendengar apapun dari mulutmu, apa kamu gak paham?”
Khiren pergi dengan kesal meninggalkan Revan yang masih terdiam di tempat tidur dan tidak percaya dengan apa yang sedang terjadi padanya.
“Hallo! Rere, tolong rahasiakan keberadaan ku untuk sementara waktu dan jangan bahas tentang masalah aku yang di hipnotis pada siapapun.”
“Iya aku tau! Kamu jaga diri karena aku sekarang harus kembali bersama tunangan ku.”
Khiren ingin menenangkan diri sebelum kembali dan juga mencari tau apa motif Ray menculiknya dan menghapus semua ingatannya. Apa yang dia lakukan dengan Revan adalah hal yang di luar rencananya dan juga dia kehilangan kata untuk mendeskripsikan perasaanya, amarah yang bercampur dengan rasa aneh membuat dia harus menenangkan diri sementara waktu. Khiren mencoba menenangkan perasaannya di teman tapi tiba-tiba perutnya terasa nyeri dan dia merasa datang bulannya sudah datang lebih awal di banding biasanya, saat yang sama Ray datang.
“Kemana saja kamu? Aku mencari mu dari semalam, kenapa kamu tidak pulang?”
“A-aku sakit!” Khiren memegang perutnya yang semakin sakit.
Ray yang melihat Khiren kesakitan langsung menggendongnya ke mobil dan mereka kembali ke rumah. Dokter sudah siap siaga menunggu mereka sampai, setelah di periksa Khiren hanya merasa nyeri karena datang bulan. Saat jam 8 malam, Khiren sudah mulai baikan dan Ray masih berada di dalam kamar itu menemani Khiren.
“Ray, bisa kamu ke sini?”
“Ada apa?” Ray khawatir kalau Khiren kembali merasa sakit.
“Bisa kamu minta seseorang membawa makanan untukku?”
“Kamu lapar? Tunggu, akan aku minta pelayan menyiapkan makan untukmu, kamu tunggu di sini,ya?” Ray keluar dan beberapa menit kemudian dia kembali dengan makanan di tangannya.
“Bisakah kamu menyuapiku?” Pinta Khiren manja.
Ray langsung menurut dan menyuapi Khiren dengan hati-hati agar makanannya tidak terlalu panas sat Khiren makan. Ray merasa Khiren sudah benar-benar mencintainya dan menerima hubungan mereka. Meskipun Ray masih sedikit trauma setelah Khiren membantingnya saat berada di hotel, tapi dalam lubuk hati terdalamnya dia percaya kalau Hinata yang dia kenal masih sama, dia masih menjadi gadis yang baik hati dan lemah lembut.
“Kenapa kamu berhenti?” Khiren tiba-tiba marah saat Ray berhenti menyuapinya.
Ray langsung merinding saat Khiren melempar tatapan iblis nya, Ray dengan tangan yang bergemetaran dia kembali menyuapi Khiren.
Bersambung…
__ADS_1
Jangan lupa untuk memberikan dukungan kalian untuk novel ini dengan meninggalkan like, vote dan reting 5. Selamat membaca