Love Scenario V2

Love Scenario V2
Hati yang kacau


__ADS_3

Waktu berjalan dengan amat cepat, sore udah tiba tapi Khiren tidak kunjung pulang, Revan merasa khawatir dan berpikir untuk mencoba menghubunginya.


“Hallo! Khiren kamu dimana?”


“Revan.. Tolong aku!!” Terdengar suara wanita yang baru saja menangis.


“Kamu kenapa? Kamu di mana sekarang?” Revan menjadi sangat panik mendengar suara Khiren yang terbata-bata dan juga suaranya serak seperti baru saja menangis.


“Aku sedang di simpang dekat jalan masuk komplek rumahku, kamu ke sini!”


Revan langsung mematikan handphone nya lalu bergegas menuju ketempat Khiren berada. Dia benar-benar panik hingga dia hampir tidak bisa membuka pintu mobilnya, saat berada di tempat Khiren berada, dia melihat Khiren sedang menangis di samping mobil yang Khiren bawa tadi pagi.


“Khiren!” Revan berlari dan memeluk Khiren, “Kamu kenapa?”


“Aku gak papa, hanya saja entah kenapa aku jadi ingin menangis setelah bertemu dengan Vano”


“Vano? Siapa Vano?”


“Dia.. dia teman dari Angga, aku ketemu dia di café! Padahal… hue heu.. padahal dia gak mengingat apa-apa selain perkenalan tapi entah kenapa waktu itu aku jadi ingin menangis, aku langsung pergi setelah itu.”


“Udah udah, tenangkan dirimu! Jangan nangis lagi, ayo kita pulang saja? Mobil tinggalin aja, nanti biar di urus sama orang-ku saja.” Revan membantu Khiren berdiri dan saat dia kan pergi langkahnya terhenti karena Khiren tidak berjalan.


“Gendong!” Pinta Khiren dengan nada manja yang mampu meluluh lantakan hati Revan di detik itu juga.


“Baiklah” Revan pun menggendong Khiren masuk ke dalam mobilnya.


Khiren pun berhenti menangis dan tertidur di dalam mobil, saat sampai di rumah Revan tidak tega membangunkan Khiren karena dia tertidur dengan lelap setelah menangis. Revan menggendongnya hingga ke kamar, Revan membelai rambut Khiren dengan lembut sambil terus menatap wajah wanita yang matanya mulai membengkak karena menangis.

__ADS_1


“Kamu lebih cantik jika dilihat dari dekat, kenapa sulit sekali menaklukan hatimu? Apa aku benar-benar tidak menarik untukmu?” Revan mencium kening Khiren sebelum akhirnya dia keluar kamar.


Keesokan harinya, ketika Revan bangun dan mencari sosok wanita yang tidur lebih awal darinya. Tangannya mencari ke senjuruh tempat tidur dan dia tidak bisa menemukan wanita yang tidur di sampingnya semalam, matanya yang masih malu-malu untuk terbuka akhirnya di paksa untuk melihat sekitar dan benar saja wanita itu kembali menghilang di pagi buta. Revan mencuci muka lalu urun dan menghampiri Aldo dan Farhan yang baru kembali setelah berolahraga.


“Kalian lihat Khiren, gak?”


“Cie…cie pagi-pagi udah kangen aja sama istri! Aduh jangan lebay, deh Revan! Farhan, yang kayak gini nih gak usah di contoh! Bucin itu gak baik untuk mental pejantan kayak kita! Merusak mental kita aja… kami gak lihat, lagian nanti juga orangnya balik sendiri!”


“Hahaha… Kampret lo Al! Pagi-pagi udah ngelawak! Udahlah, tu si Khiren pergi sekitar jam 3 lewat, intinya gak usah lo cari dan hubungin sebelu jam sembilan atau lo bakalan diamuk sama dia, lo tau kagak kalau dia lagi marah itu ngeri banget, semua anggota takut sama amarahnya dia, jadi gue saranin lo tunggu aja!”


“Betul itu! Gue aja ngeri deh kalau lihat dia sedang marah, kayak singa yang mau nerkam gitu! Udah ah, gue mau mandi dulu, bau keringat ni!”


“Gue juga!” Farhan dan Aldopun pergi.


Di saat yang bersamaan Khiren pergi ke pantai yang pernah dia kujungi saat dia tertekan karena pernihannya dengan Revan. Dia duduk di dalam mobil yang beradi di tepi pantai dengan manatap ke depan tanpa tujuan.


Khiren keluar dari mobil dan berlari kearah laut dengan gelombang yang tidak terlalu besar, dia berenang hingga cukup jauh lalu dia menenggelamkan dirinya dalam waktu yang cukup lama gar harinya bisa tenang. Pikiran kacaunya mulai menghilang bersama dengan tubuhnya yang mejelam hingga hampir menuju dasar tanpa peralatan sama sekali. Saat napasnya hampir habis dia akan kembali ke darat dengan cepat dan mengambil napas  dan kembali ke tepi pantai setelah dia merasa cukup lega. Baju yang tipis membuat tubuhnya terlihat sangat jelas ketika keluar dari air dan terlihat jelas bentuk tubuh seorang Khiren yang amat sempurna untuk menjadi seorang model Asia yang tidak tertandingi.


“Khiren?” Suara yang terdengar sangat familiar di telinga Khiren.


“Kamu?” Khiren kaget melihat pria yang kemaren baru di jumpai nya kembali dia temui di tempat yang terbilang jarang di datangi orang itu. Entah sebuah kebetulan atau ini adalah sebuah takdir yang membingungkan tapi, yang jelasnya adalah hati Khiren mulai kembali kacau.


“Ngapai kamu pagi-pagi buta main di pantai? Baju kamu juga basah kuyuk kayak gitu?” Vano melepas jaketnya dan memakaikannya pada Khiren.


“Makasih!”


“Ayo kita ke vilaku saja? Aku akan mempersiapkan baju dan makanan untukmu di sana nanti.”

__ADS_1


“Tidak perlu, aku sudah bawa baju ganti, kok di mobil!”


“Kalau gitu mana kuncinya?”


“Kunci apa? Mobil? Kalau mabil sih aku gak kunci tadi karena aku pikir di sini tidak ada orang jadi, gak masalah kalau mobilnya tidak di kunci.”


“Ya tempat ini emang terpencil dan jarang di kunjungi orang tapi, masih ada yang tinggal di sekitar sini contohnya aku!” Vano tersenyum  kearah Khiren.


“Oh” Khiren mencoba untuk bersikap dingin terhadap Vano.


“Kalau gitu, ayo naik! Biar aku antar ke vilaku!” Vano mengambil langkah cepat dan membukakan pintu untuk Khiren. “Silahkan masuk Nona cantik!”


Khiren tidak bisa menolak sikap ramah Vano yang membuat hatinya semakin gelisah sekaligus merasa bahagia. Ketika sampai di vila Khiren langsung turun agar Vano tidak membukakan pintu mobilnya untuk Khiren lagi. Dengan penuh aura kegembiraan Vano menyambut Khiren di vila miliknya.


“Disini tidak banyak penjaga dan pelayan, jadi ada beberapa hal yang harus kita lakukan sendiri. Aku suka ketenangan makannya pengurus dan pelayan tidak tinggal di sini, kalau kamu butuh sesuatu kamu bisa katakan saja padaku.”


“Apa aku pernah ke sini?”


“Tentu sajam waktu itu kamu baru saja menangis dan saat kamu berad di sini ada bebrapa orang yang membawa kamu pergi secara paksa, apa kamu ingat?”


Khiren mulai mencoba berpikir dan mengulang ingatannya “ Soal itu aku sangat minta maaf!”


“Gak masalah kok! Sebaiknya kamu cepat ganti baju sebelum hal yang tidak di inginkan terjadi!”


“Hal apa?” Khiren tidak menyadari kalau baujunya tipis, karena basah lekuk tubuhnya jadi terlihat sangat jelas. “Dasar mesumu!” Khiren berlari ke lantai dua dan di ikuti seorang pelayan, Khiren benar-benar malu saat memikirkan apa yang Vano lihat tanpa seizinnya.


Bersambung…

__ADS_1


Cuma mengingatkan buat jangan lupa like dan komen, kalau bisa sih kasih vote juga biar bisa semangat. Makasih sudah berkunjung, sampai jumpa di episode berikutnya.


__ADS_2