Love Scenario V2

Love Scenario V2
Episode 68


__ADS_3

“Harusnya aku yang ada di sana bukan dia!” Revan menutup tira dan duduk sambil memikirkan rencana untuk menaklukkan hati Khiren.


“Kenapa hatimu selalu beku untukku tapi hangat untuk pria itu? Apa yang dia punya dan tidak aku miliki?”


“Aku harus apa agar senyum dan tatapan hangat mu hanya tertuju padaku saja”


Lalu dia menelpon Ayah angkatnya dan menceritakan apa yang terjadi pada hubungannya.


“Kenapa kamu bisa kalah dengan anak itu? Jangan khawatir, ayahmu ini akan melakukan segala cara untuk membuat kamu mendapatkan wanita itu dengan utuh”


“Ayah, dia itu sulit sekali untuk di kendalikan”


“Kamu ini pria, jangan bersedih seperti itu! Setiap pria pasti punya cara sendiri untuk menaklukkan wanitanya, karena dia sudah terlanjur menjadi istrimu kenapa kalian tidak segera memiliki anak saja?”


“Ayah, jangankan anak, rasanya untuk berbicara berdua saja cukup sulit”


“Gunakan saja trik yang biasanya di film-film itu”


“Maksud ayah apa?”


“Pakai saja obat untuk membuat dia terpaksa melakukannya”


“Itu mustahil”


“Dia itu hanya makan makanan yang sudah di periksa dengan teliti dan meminum dari minuman yang di bawa oleh orang kepercayaannya saja.”


“Kenapa kamu tidak suap saja orang-orang itu”


“Itu lebih tidak mungkin lagi”


“Kenapa?”


“Ayah tidak tahukan kalau orang-orang yang bekerja pada Khiren itu adalah orang yang rela menyerahkan nyawanya dibandingkan dengan mengkhianati Khiren”


“Luar biasa sekali istrimu itu, dia mendapatkan orang-orang yang tidak bisa di beli dengan uang. Tapi, kamu tidak bisa juga menyerah, coba saja dulu mana tahu ada yang mempan”


“Sudah pernah tapi tidak mempan, terakhir kali dia menerima makanan dan minuman yang aku berikan itu saat acara peringatan pernikahan kami yang pertama, setelah itu dia terkesan lebih hati-hati dan seperti menghindari ku.”


“Kamu memang tidak punya pengalaman dalam mengejar wanita tapi, jangan bikin malu keluarga dengan membuat istri sendiri pindah ke pria lain, paham! Aku akan mengirimkan beberapa buku yang cocok untuk rencana mu jadi, tunggu saja dengan tenang di sana, paham!”


“Baik, Ayah”


Fakta yang jarang orang tahu adalah Revan lebih patuh pada Ayah tirinya ketimbang pada Ibu kandungnya sendiri, mungkin karena sifat Ayah tirinya yang sangat baik dan lebih dekat dengan dia dari kecil di banding ibunya yang seorang dokter. Meski mereka tidak punya hubungan darah tapi, Ayah tiri Revan sudah menganggap Revan anak kandungnya sendiri karena itu dia selalu memperlakukan Revan dengan baik.


Ketika waktu makan malam tiba, Khiren dan Vano bersama dengan adik kembar Khiren pergi ke luar untuk makan malam, Revan sangat kesal karena mereka seakan menghindari dirinya.


“Apa-apaan ini! Aku mulai mempertanyakan siapa yang jadi suami Khiren!” Revan membatalkan niatnya untuk makan dan pergi ke kamarnya. Dia terlalu kesal hingga tidak mood untuk makan.


Melihat makan yang tidak di sentuh oleh Revan, seorang pelayan yang di tugaskan mengawasi Revan segera melaporkan keadaan Revan saat itu pada Khiren secara langsung. Tak lama setelah itu Khiren dan Vano pulang lebih cepat selain karena alasan Revan, itu juga karena si kembar sudah tertidur.

__ADS_1


“Aku akan menemani mereka tidur, kamu bisa langsung beristirahat”


“Vano, terimakasih untuk hari ini”


“Harusnya aku yang berterimakasih karena kamu mengerti pada perasaanku dan mengikuti semua keinginanku bahkan kita makan di luar karena aku masih tidak ingin melihat wajah pria itu”


“Baiklah, selamat istirahat”


“Khiren tunggu!”


“Ada apa?”


“Apa tidak ada ciuman selamat malam?”


“Kekanakan sekali kamu ini” Pada akhirnya Khiren mencium kening Vano lalu keluar untuk menemui Revan.


“Mana makanannya?”


“Ini nona” Seorang pelayan memberikan makanan yang mereka siapkan untuk Revan.


“Kamu bisa kembali sekarang!”


Lalu Khiren pergi ke kamar Revan, tempat itu begitu gelap dan Revan sedang berbaring di tempat tidur dengan membelakangi Khiren.


“Aku tahu kamu belum tidur! Ayo bangun!”


“Bangun atau aku pergi!”


“Iya baiklah!” Revan akhirnya patuh dan bangun dari tempat tidur dan menghampiri Khiren di sofa.


“Cepat makan!”


“Gak, aku gak lapar”


“Aku bilang makan ya makan! Cepat!”


“Kenapa kamu hanya membantuku?! Dulu kamu juga begitu, baik pada anggota tujuh bersaudara dan jahat padaku, lalu sekarang kamu juga begitu saat ada anak itu’kan?”


“Apa yang kamu bicarakan?”


“Aku hanya ingin bilang kamu selalu saja hanya bersikap dingin padaku!”


“Baiklah, Revan sayangku, ayo makan”


“Kenapa tiba-tiba bicara lembut?”


“Lembut salah, dingin juga salah, cepat makan ajalah!”


“Gak, aku gak lapar”

__ADS_1


“Revan, kamu bandel banget, ya?! Udah sini aku suapi, cepat buka mulutmu”


Akhirnya Revan mau makan setelah Khiren menawarkan diri untuk menyuapi Revan. Dia sangat senang hingga lupa kalau dia sedang marah pada Khiren yang makan malam dengan Vano.


“Khiren, aku udah kenyang”


“Baiklah kalau begitu aku mau keluar dulu!”


“Khiren!” Revan menarik tangan Khiren saat dia akan bangun dari sofa.


“Apa lagi?”


“Apa kamu tidak bisa tetap di sini saja?”


“Baiklah, apa yang ingin kamu katakan?”


“Khiren, apa aku sangat buruk di mata kamu hingga kamu tidak bisa menyukai aku?”


“Aku bukannya tidak suka, hanya saja aku belum bisa mencintaimu saja”


“Lalu bagaimana dengan dia?”


“Kamu dan dia itu dua hal yang berbeda, lupakan itu ayo kita tidur saja!”


“Tidak, aku ingin mendengarnya, apa kamu mencintai dia?”


“Apa perlu aku menjawab lagi? Bukannya kamu sudah tahu?”


“Tidak, aku tetap ingin mendengarnya langsung dari kamu”


“Revan, aku benar-benar lelah hari ini dan besok pun aku harus kerja lagi, tolong dengarkan aku dan ayo istirahat sekarang”


Khiren menghindari topik yang dia tahu akan membuat luka untuk pria yang ada di depannya, dia tidak ingin peduli tapi, dia tidak bisa melihat pria itu luka karena ucapannya. Karena Revan tidak mau melepas tangan Khiren, akhirnya Khiren terpaksa tidur di tempat itu bersama Revan. Hingga Revan terlelap pun dia tidak melepas tangan Khiren, meski sebenarnya Khiren ingin sekali melepas paksa tangan Revan itu tapi, sebagian dari dirinya juga tidak berharap keluar dari tempat itu.


“Ada apa denganku? Kenapa hatiku bimbang?”


“Apa aku sekarang benar-benar menyukainya?” Khiren mulai menatap wajah Revan yang sedang lelap dalam mimpi indahnya.


“Apa yang harus aku lakukan pada kalian berdua kalau memang aku menyukaimu sama seperti aku menyukai dia” Khiren menyentuh rambut Revan.


“Saat tidur pun kamu sangat tampan tapi, kenapa aku sulit sekali menerimamu? Apa aku harus… Maafkan aku yang terus melukaimu, harusnya kamu menyerah saja agar aku tidak merasa bersalah”


“Ini membuatku gila! Aku bukan orang yang benar-benar merasa bersalah meski membunuh orang tapi, kenapa padamu aku terus saja merasa bersalah! Menyerahkan, aku tidak ingin terus merasakan hal ini”


Bersambung.....


Jangan lupa meninggalkan jejak bacaannya dengan like, vote, dan kasih reting 5 untuk novel ini.


SELAMAT MEMBACA 😊😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2