Love Scenario V2

Love Scenario V2
Masalah (2)


__ADS_3

Ketika Revan mulai membuka matanya dia tidak menemukan sosok wanita yang semalam berada dalam pelukannya, tempat tidur Khiren terasa sangat dingin dan artinya dia sudah pergi cukup lama. Revan segera turun dan menanyakan keberadaan Khiren pada pelayan yang ia temui di lantai bawah, mereka tidak ada yang melihat Khiren keluar rumah, bahkan penjaga tidak berkata apapun saat di tanya. Revan semakin cemas karena Khiren sangat sulit untuk di hubungi, lalu dia memutuskan untuk menghubungi sekertaris Khiren dan akhirnya dia sedikit tenang karena Khiren sedang berada di kantor.


“Kalau begitu aku akan ke sana!” Ucap Revan.


“Maaf tuan, sepertinya anda tidak bisa karena Nona akan segera keluar untuk rapat dan setelah itu, beliau juga memiliki banyak agenda dan berkemungkinan berada di luar kota beberapa waktu.”


“Kenapa dia tidak bilang apa-apa pada saya?”


“Maaf, soal itu saya kurang tahu”


“Yasudah lah!” Revan sangat kesal karena tiba-tiba Khiren jadi lebih sibuk dari apa yang dia bayangkan, bahkan setelah menghabiskan seharian bersama tiba-tiba saja Khiren tidak bisa di temui nya padahal dia cukup merindukannya.


“Aku harus melakukan sesuatu! Aku tidak mungkin berdiam di rumah saja! Emm… Aku harus meminta Khiren untuk membawaku, agar kami bisa punya waktu bersama dan aku bisa segera mendapatkan hatinya dengan utuh dan si kepar*t itu tidak menggangguku.”


Lalu Revan tidak hentinya menghubungi Khiren meskipun dia tidak mengangkatnya. Sementara itu Khiren sedang berada di pertemuan dengan klaennya di sebuah restaurant di temani Mex.


“Nona, tuan Revan terus menghubungi anda dari tadi pagi, apa yang harus saya lakukan?”


“Abaikan saja! Ini lebih penting dari itu, ayo masuk!”


Khiren berbincang tentang bisnisnya hampir lebih dari 2 jam dengan seorang klaen yang sangat tertarik untuk melakukan investasi pada produk kosmetik terlebih dia sangat tertarik dengan model yang di gunakan oleh perusahaan JRan.


“Ini sangat menarik, dan mungkin saya pikir kedepannya kita akan bekerja sama”


“Tentu saja, kami akan sangat senang dengan anda bergabung dalam bisnis ini, kalau begitu sampai jumpa!”


“Sampai jumpa!” Pria itu keluar bersama asistennya dengan wajah yang puas dengan presentari dari Khiren.


“Sekarang bagaimana, Master?”


“Sudah berapa kali saya bilang, kalau ada di depan kamu sebagai Khiren harusnya kamu memanggil saya nona dan bukannya master, paham!”


“Maafkan saya, nona”


“Ayo kembali ke rumah sebentar, saya harus menenangkan pikiran sebenatar.”


“Nona ingin kembali ke rumah yang mana?”


“Ke rumah tempan Vano berada”


“Lalu bagaimana dengan tuan Revan?”


“Itu bukan tugasmu untuk memikirkan itu, ayo jalan!”


Saat masuk kedalam rumah Khiren di sambut dengan wajah Vano yang sedang ngambek karena Khiren tidak pulang dan juga tidak memberinya kabar.

__ADS_1


“Ada apa dengan wajahmu?”


“Kenapa kamu tidak pulang? Padahal aku merindukanmu, padahal aku sudah membuat makanan yang aku masak sendiri, padahal si kembar juga merindukanmu tapi, kamu… Bahkan kabar saja tidak ada, kamu menyebalkan!” Ucap Vano dengan mengalihkan pandangannya dari Khiren, dia tidak mau menatap wanita itu.


“Kamu tahu sendirikan kalau aku sibuk, aku tidak sempat mengabarimu karena aku cukup lelah dengan pekerjaanku, mengertilah!”


Lalu Vano berbali dan memeluk Khiren, dia terlihat sangat menyesal karena mengeluh pada Khiren yang sudah bekerja keras tanpa memperdulikan waktu.


“Maafkan aku, harusnya aku tidak mengatakah hal yang kekanakan seperti itu, maafkan aku! Aku akan mencoba memahamimu, lain kali aku tidak akan mengeluh lagi”


“Baiklah, karena kamu sudah membuat ku kesal bagaimana kalau kamu menerima hukuman?”


“Hukuman?” Vano terlihat kaget karena untuk pertama kalinya Khiren akan menghukumnya.


“Baiklah, aku akan menerimanya!” Vano menutup matanya karena dia berpikir Khiren akan benar-benar memukulnya.


“Duduklah di sofa!”


“Hah!? Apa?”


“Aku minta kamu duduk!” Ucap Khiren tegas.


“B-baiklah!”


Lalu Khiren pun duduk agak sedikit jauh dari Vano, kemudian dia merebahkan kepalanya dalam pangkuan Vano, dia memejamkan mata dan mulai tertidur hingga beberapa jam. Vano sangat kaget karena yang di sebut Khiren hukuman malah terasa seperti hadiah yang indah, karena dia bisa memandangi wajah Khiren lebih dekat dan lebih lama. Dia sangat merindukan wanita itu meski dia baru berpisah beberapa jam saja, dia terus saja berharap kalau Khiren akan berada di sisinya hingga akhir hayatnya.


“Melihatmu dalam pelukanku seperti ini rasanya aku sudah sangat bahagia, aku benar-benar tidak bisa hidup tanpamu Khiren. Apa yang harus aku lakukan jika kamu membuangku lagi? Aku tidak akan bisa bernapas jika itu terjadi”


Lalu Mex datang menghampiri Khiren yang sedang berada dalam mode tidur.


“Tuan, bisa tolong bangunkan nona?”


“Tidak bisa, dia baru saja tidur, ini bahkan belum sampai setengah jam. Memangnya ada masalah apa?”


“Ini ada masalah yang darurut, nona harus segera bangun sekarang.”


“Memangnya masalah apa?”


“Maaf tuan” Mex terpaksa membangunakan Khiren dengan memberikan berita yang akan langsung membuat Khiren terbangun meskipun Vano terus saja menghentikan Mex.


“Apa kamu yakin?”


“Iya, sebaiknya anda segera berangkat sebelum terlambat.”


“Baik” Khiren langsung bangun dan pergi bersama Mex dengan terburu-buru.

__ADS_1


Sebenarnya masalah yang terjadi adalah Revan datang langsung ke kantor dan sedang mengintrogasi sekeretaris Khiren.


“Kenapa dia melakukan hal itu?”


“Saya pikir, mungkin saja tuan melakukan hal itu karena anda tidak bembalas ataupun menjawab panggilan dari tuan.”


“Benar-benar mengesalkan! Cepat bawa mobilnya sebelum anak itu membuat keributan yang lebih parah.”


Sesampai di kantor Khiren langsung menuju ke ruangan rapat karena beberapa penjabat yang dekat dengan direktur di introgasi oleh Revan yang sangat penasaran dengan keberadaan istrinya seharian ini. Semua orang tutup mulut karena perintah Khiren, dia akan melenyapkan siapa saja yang membuat dia dalam masalah.


“Kenapa kalian diam? Sebanarnya apa yang kalian coba tutupi? Dimana istri saya?”


‘plak’ Didorang dengan keras.


“Revan, apa yang kamu lakukan di tempat ini dengan mereka?”


“Sayang, aku pikir kamu tidak akan datang makanya aku menanyakan keberadaan kamu pada mereka tapi, sayangnya mereka itu sangat bodoh hingga tidak tahu keberadaanmu.”


“Sudahlah, ayo keluar dan biarkan mereka!”


Begitu Khiren membawa Revan keluar dari ruangan itu semua orang sangat lega dan bersyukur karena berhasil keluar dari cengkraman singa yang siap melenyapkan mereka dalam sekali cakarannya.


“Khiren, sebanarnya kenapa kamu tidak bisa di hubungi dari pagi?”


“Ayo kita makan siang saja!” Khiren mengalihkan pembicaraan dengan cepat dan dia menarik Revan ke dalam ruangnya dan meminta Mex untuk menyiapkan makan siang untuk mereka berdua.


“Khiren aku dengar kamu akan keluar kota hari ini?!”


“Iya, lalu kenapa?”


“Apa aku bisa ikut?”


“Buat apa?”


“Karena aku bosan di rumah saja, biarkan aku ikut dan aku berjanji tidak akan membuatmu terganggu dengan kehadiranku.”


“Terserahlah!”


Lalu makan datang dan Mex menyajikannya dengan rapi di meja untuk dua orang itu. Khiren merasa tertekan karena dia harus bersama dengan Revan di saat dia ingin membawa Vano untuk bersamanya.


“Kenapa semua semakin rumit saja, sih?” Pikir Khiren yang menutupi semua kekesalannya dengan senyuman palsu.


Bersambung…


Jangan lupa meninggalkan jejak bacaannya dengan like, vote, dan kasih reting 5 untuk novel ini.

__ADS_1


SELAMAT MEMBACA 😊😊😊😊


__ADS_2