
Khiren mulai masuk kerja di perusahaan JRan yang merupakan cabang perusahaan yang baru-baru ini dia bangun untuk memperluas jangkauan master K.
“Selamat pagi semuanya!”
“Pagi, tuan Max!” Ucap serentak para karyawan yang di kumpulkan di aula perusahaan.
“Saya ingin mengumumkan kalau sekarang Nona Khiren akan menjadi CEO perusahaan ini. Saya harap kalian bisa terbiasa dengan beliau dan bisa bekerja sama seperti biasanya, paham?!” Ucap tegas Mex.
“Paham!” Jawab serentak karyawan penuh semangat karena CEO jaran yang baru adalah wanita muda dan cantik.
“Sekarang kalian bisa bubar dan kembali bekerja!”
Lalu Mex menuntun Khiren ke ruangannya di lantai terakhir.
“Wah wah, ada bos baru yang cantik, kayaknya bakalan semangat ke kantor deh!”
“Iya iya, kayaknya sih orangnya baik, kagak kayak yang dulu, udah judes tua pula!”
“Hai! Kecilkan suara kalian! Oh iya, bukannya dia Khiren yang supermodel yang terkenal itu, yang kabarnya hilang dari dunia modeling setelah pulang ke negara asal.”
“Pantas aja kayak pernah lihat tapi, kalian ngerasa gak kalau tuan Mex itu sangat menghormati nona Khiren?”
“Iya, kayaknya gitu sih! Yang dulu aja dia gak sampai nganterin ke ruangannya, setelah pidato singkat dia langsung menghilang kayak ninja bayangan gitu.”
“Hahaha… Kayaknya kita harus hati-hati karena bisa saja nona Khiren itu adalah wanita pemilik perusahaan ini!”
“Maksud kamu dia itu wanita milik Master K, gitu?”
“Ya mana aku tahu, mungkin aja’kan?”
“Hai hai! Sudah jangan ngegosip pagi-pagi, kalian mau di PHK?”
“Ya enggak lah bu! Eh, ibu menajer, maafkan kami, kami permisi dulu!”
Seorang menajer berhasil membubarkan para karyawan yang sedang asik ngegosip di depan lobi kantor bersama dengan resepsionis yang pura-pura gak ikut-ikutan saat melihat manajer datang.
“Mex, tolong minta seseorang untuk mengirim kontrak kerja sama dengan model yang bernama Vano.”
“Tapi, master... Em, orang itu sudah pernah menolaknya dengan alasan yang tidak masuk akal”
“Lakukan saja sesuai yang aku minta, kalau dia tidak setuju, kamu bawa saja dia ke rumahku, paham?!”
“Baik, master!” Lalu Mex segera keluar dan melaksanakan perintah dari Khiren.
Setelah itu Mex segera mengirim utusan untuk menyerahkan surat kontrak kerja sama dengan pihak agensi model Vano.
“Mereka mengirim utusan lagi?” Ucap Jeri, manajer Vano.
“Berikan padaku!” Vano segera menanda tangani kontrak itu.
“Loh kenapa tiba-tiba kamu setuju? Kita udah mau kerja sama dengan perusahaan lain, kamu tidak boleh bertindak seenaknya begitu dong, Vano!”
__ADS_1
“Kamu suka uang’kan?”
“Ya… itu kan udah jelas!” Ucap Jeri blak-blakan.
“Mereka memberikan tawaran 3 kali lipat dari perusahaan yang lain!”
“Bilang dong, kalau gitu cepat tanda tangan, utusan dari perusahaan mereka sudah lama menunggu tu!”
Setelah selesai Jeri langsung keluar dan menemui utusan dari perusahaan JRan.
“Ini kontraknya, apa anda mau minum dulu pak sebelum pergi?”
“Maaf, saya buru-buru!” Utusan itu merasa kaget dengan keramahan yang di berikan Jeri setelah memberikan dia tatapan membunuh saat dia baru saja sampai. Dia berjalan terburu-buru karena saking takutnya pada sikap Jeri, dia merasa Jeri itu adalah iblis berbentuk manusia.
“Lah, kok dia lari?” Lalu Jeri kembali masuk ke apartemen Vano.
“Aneh banget deh tu utusan kantor JRan, masa aku tawarin minum malah dia lari!”
“Ya gimana gak lagi, coba deh kalau kamu di posisi dia, dari awal gak di sambut dengan baik, tiba-tiba di tawari minum dengan senyum mencurigakan, ya aku yakin banget kalau dia mikirnya kalau kamu bakalan meracuni dia!”
“Apaan, gak jelas banget! Lah, dia pikir aku ini pembunuh berantai apa? Au ah!” Lalu Jeri melihat notifikasi berita dari layar belakang handphonenya.
“Eh, lihat ni! CEO JRan yang sekarang adalah wanita muda yang cantik banget… Kalau kayak gini sih, bakalan cari banyak alasan biar bisa ketemu langsung sama CEO ini!”
“Hai! Jangan ngada-ngada, dia itu cuma milikku, paham!”
“Hai, kawan! Kata orang sebelum jalur kuning melengkung semua orang berhak mengejar cewek cantik!”
“Jangan kayak anak kecil deh, masa gitu aja pakai ngadu segala! Aku kan cuma bercanda!”
“Bagus kalau cuma bercanda tapi, kalau kamu mau coba-coba buat selingkuh dari kakakku, awas aja!”
“Iya, iya dasar bawel! Sana bikin minum!”
“Hai! Aku ini bukan pembantu mu! Lagian kamu kan manajer aku, jadi kamu dong yang bikini aku minum!”
“Tapi, aku ini calon kakak ipar mu, jadi kamu aja sana yang bikin minum!”
“Gak mau, bikin aja sendiri”
“Aku ini tamu loh! Tamu itu raja!”
“Kata orang, rumahku itu istanaku, yang tinggal di istana itu raja jadi, yang raja itu aku bukan kamu!” Ucap Vano yang gak mau kalah.
“Dasar anak kecil, bisanya nyaut aja, gak mau kalah pula! Yaudah deh, aku yang buat minum, puas!”
“Banget” Ucap Vano sambil tersenyum puas saat melihat Jeri pergi ke dapur untuk membuatnya minuman.
“Em, besok aku ke kantor Khiren deh, aku harus bisa mendekatinya dan merebut dia dari si Revan nyebelin itu! Khiren cuma boleh jadi milikku, karena itu aku harus berusaha lebih keras untuk merebut Khiren dari tangan Revan.”
“Nih minum!” Jeri datang dengan segelas jus.
__ADS_1
“Makasih kakak ipar!”
“Dasar!”
“Sekarang kamu cepat habisin minumannya dan bersiap-siap untuk pemotretan!”
“Loh, bukannya hari ini aku senggang, ya?”
“Senggang? Mimpi aja sana!”
“Hmm, bukannya kamu udah janji buat mengosongkan jadwalku untuk hari ini?”
“Lakukanlah semua yang kamu bisa hari ini karena hari esok mungkin belum tentu kamu bisa melakukan hal yang sama”
“Maksud kamu apa Jeri?”
“Maksudku, selama wajah tampan mu itu masih laku maka, jangan sia-siakan kesempatan untuk membuat kamu banyak uang, ayo kerja, demi masa depan kita!”
“Masa depan kita? Jangan aneh-aneh deh! Jangan bilang selamanya kamu ingin bergantung padaku?”
“Kalau bisa sih, kenapa enggak! Ya tapi, kan suatu hari kamu akan menikah dan aku juga akan menikah dengan kakakmu artinya aku akan bergantung pada kakakmu saja”
“Hai! Kamu ini, pengen ku pukul?”
“Bercanda, aku pasti bisa membahagiakan kakakmu kok! Yang penting sekarang kamu cepat bersiap-siap karena satu jam lagi kita ada pemotretan.”
“Iya iya”
Vano dan Jeri mulai bergegas pergi ke tempat pemotretan, sebenarnya mereka tidak terlalu buru-buru tapi Jeri yang sudah sangat terbiasa dengan sifat ugal-ugalan nya membuat mereka hampir saja menabrak sebuah mobil mewah yang ada di depan mereka. Kedua mobil itu langsung berhenti, mobil merah itu tergores sedikit di bagian belakangnya.
“Mati aku, gimana nih! Kita pasti bakalan kena masalah besar!” Jeri mulai ketakutan dan dia tidak turun dari mobil.
Seorang pria turun dan mengetuk kaca mobil mereka, dengan terpaksa Jeri keluar di temani Vano dan mereka terus meminta maaf karena kecerobohan Jeri.
“Vano kemari!” Suara panggilan dari dalam mobil terdengar sangat jelas.
“Siapa itu?” Bisik Jeri.
“Aku juga enggak tau!”
“Siapa diantar kalian yang bernama Vano?” Tanya pria itu.
“S-saya pak!” Ucap Vano takut.
“Kalau begitu tolong temui nona kami di dalam mobil!”
“B-baik!” Vano yang ketakutan dengan wajah seram pria itupun akhirnya menurut dan masuk ke mobil dan di sana dia benar-benar terkejut saat melihat siapa wanita yang memanggilnya.
Bersambung.......
Jangan lupa meninggalkan jejak bacaannya.
__ADS_1
selamat membaca 😊