Love Scenario V2

Love Scenario V2
Episode 101


__ADS_3

“Apa? 20 penjaga tidak akan cukup untuk menghilangkan hasrat membunuhnya, sebaiknya kamu buatkan jus apel lalu berikan obat tidur di dalamnya”


“Tapi tuan, saya takut master akan mengamuk jika saya melakukan itu”


“Kalau begitu kamu buat saja dulu dan biar saya yang mengantarnya secara langsung”


“Baik tuan”


Lalu kepala pelayan segera menyiapkan jus apel untuk Khiren, lalu setelah siap dia memberikannya pada Mex yang sudah menunggu di depan jalan masuk ke ruang bawah tanah.


“Apa Anda yakin ingin membawa minuman ini pada master?”


“Percaya saja pada saya, kamu bisa kembali beristirahat”


Lalu Mex perlahan masuk ke ruangan bawah tanah dan melihat Khiren sedang duduk sambil memandangi lima orang penjaga yang terkapar lemas dengan banyak luka di sekujur tubuhnya. Terlihat jelas Khiren masih tidak puas bertarung dengan mereka, aura membunuh terasa kental di ruangan itu.


“Khiren!” Mex memanggil Khiren dengan suaranya yang sangat lembut.


Khiren kaget karena Mex tiba-tiba datang di ruangan yang biasanya tidak akan dia kunjungi jika Khiren ada di dalamnya.


“Tuan tolong kami” Ucap para penjaga yang sudah cukup lepas dan sakit itu.


“DIAM!!” Bentak Khiren pada mereka.


Semua orang langsung bungkam tapi, Mex tidak gentar meski sudah melihat sisi berbahaya Khiren. Dia terus berjalan kearah Khiren sambil membawa jus untuknya, dia tersenyum kearah Khiren yang memandanginya dengan tatapan kesal.


“Ada perlu apa?” Ucap Khiren dingin.


“Ini sudah malam, apa anda tidak berniat untuk tidur?”


“Aku akan tidur pada saatnya, kalau tidak ada keperluan sebaiknya kamu pergi sebelum hal buruk terjadi!”


“Saya akan pergi kalau Anda mau meminum ini habis dalam sekali minum, bagaimana?”

__ADS_1


“Oke, tapi setelah itu kamu harus benar-benar pergi, paham?!”


Lalu Khiren mengambil minuman yang dibawa Mex untuknya, minuman itu habis dan saat itu pun Khiren tertidur. Gelas di tangannya langsung jatuh dan pecah, lalu para penjaga yang melihat kejadian itu sangat syok.


“Ada apa dengan master?”


“Sebaiknya kalian lupakan masalah malam ini, lalu ambil cuti beberapa hari untuk menyembuhkan luka kalian, cepat pergi dari ruangan ini dan minta seseorang untuk membersihkan tempat ini, paham?! Master akan menganggap ini sebagai mimpi dan kalian juga harus bersikap tidak terjadi apapun atau hal ini tidak akan berakhir, paham?!”


“Terimakasih tuan”


Lalu Mex menggendong Khiren menaiki tangga dan membawa Khiren kembali ke kamarnya. Tubuh Khiren yang ringan membuat Mex tidak merasa terbebani sama sekali. Kemudian Khiren di letakkan dengan perlahan di tempat tidur, lalu Mex menyelimuti Khiren dan memberikannya kecupan selamat malam.


“Ratuku, tuanku, masterku, jiwaku, saya sangat mencintai anda hingga saya berharap anda bahagia meski harus mengorbankan kehidupan saya sendiri, tersenyumlah sama seperti saat pertama kali kita bertemu.” Mex menatap Khiren dengan sangat dalam dan mengelus rambut Khiren yang begitu lembut.


“Saya tidak tahu berapa banyak tekanan dalam hidup Anda tapi, saya akan selaku berusaha untuk meringankannya, saya akan menjaga anda seumur hidup saya” Lalu dia pergi ke sofa yang tidak jauh dari tempat tidur Khiren.


***


Pagi datang dan sinar mentari menembus tirai-tirai tipis  berwarna biru muda dan membuat seluruh ruangan itu sangat amat terang seakan semua lampu di nyalakan. Khiren terbangun dari tidurnya, dia bangun seperti biasanya.


Lalu Khiren memeriksa tangannya dan ternyata tidak ada luka sama sekali atau bekas kalau dia berkelahi dengan seseorang. Alasan Khiren tidak menemukan luka di tubuhnya terutama di tangannya karena Mex diam-diam juga memasukkan kapsul penyembuh ke dalam minuman Khiren dan juga di tambah dengan krim penghilang luka yang baru-baru ini mereka produksi.


“Mex!” Khiren kaget saat matanya melihat siapa yang ada di sofa dengan keadaan tertidur lelap.


Khiren turun dari tempat tidur dan menghampiri Mex.


“Hai! Apa yang kamu lakukan di sini?”


Khiren sudah cukup bicara dengan suara yang keras tapi, Mex sama sekali tidak merespon, dia terus saja larut dalam tidurnya.


“Sudahlah, mungkin dia lelah!” Lalu Khiren pergi ke kamar mandi dan mengabaikan Mex yang masih tidur di sofa.


Saat Khiren keluar dari kamar mandi dia melihat sofa sudah kosong.

__ADS_1


“Kemana dia pergi? Apa dia ke kamarnya? Terserahlah, lagian tidak ada kegiatan di luar sekarang”


Saat Khiren selesai berganti pakaian Mex kembali masuk ke kamar itu, Khiren duduk di kursi ruas dan beriap untuk menyisir rambutnya.


“Biar saya saja” Tawar Mex padanya.


“Baik” Khiren memberikan sisir di tangannya kepada Mex.


Dengan kelihaan tangan Mex, dia menyisir rambut Khiren dengan hati-hati dan tanpa sadar Mex masuk kedalam pikirannya. Dia teringat saat-saat dulu ketika dia sering menyisir rambut Khiren dan menatanya saat Khiren akan pergi keluar. Saat-saat itu adalah saat yang paling membuat dia senang karena bisa benar-benar dekat dengan Khiren, meskipun dari dulu Khiren jarang banyak bicara padanya sebelum starus mereka menjadi tunangan seperti sekarang.


“Mex!”


Khiren terus memanggil Mex yang hanyut dalam ingatannya yang lalu karena Mex terlalu lama menyisir rambut Khiren.


“Ada apa dengan kamu? Kenapa hari ini kamu tidak fokus? Lakukan dengan cepat karena kita akan keluar sebentar lagi”


“Kemana?” Mex sedikit kaget karena menurut jadwal Khiren yang dia punya di hari itu tidak ada jadwal kegiatan apapun selain memeriksa laporan yang baru saja di kirim dari beberapa perusahaan Khiren.


“Lupakan! Aku akan pergi sendiri, kamu selesaikan semua tugas di sini dan aku akan kembali nanti malam, paham?!”


“Tapi, Anda mau kemana?”


“Kamu hanya perlu melakukan tugasmu itu saja, paham!?”


“Tapi…”


“Mex, berhenti bertanya dan lakukan apa yang aku suruh saja dan sisanya biar aku yang urus” Lalu Khiren bangun dan kemudian dia pergi dari tempat itu melalui pintu rahasia yang langsung menuju kearah ruang kerja Khiren.


“Ada apa dengan dia? Kenapa terlihat sangat mencurigakan?” Pikir Mex yang merasa ada yang aneh dengan sikap Khiren.


Mex benar-benar tidak bisa diam karena merasa terganggu dengan sikap Khiren yang sangat mencurigakan hari itu. Lalu dia mengikuti mobil Khiren secara diam-diam dengan motor yang baru dia beli tanpa sepengetahuan Khiren. Mex melaju dengan cepat bersama motornya, dia berusaha untuk tidak kehilangan jejak Khiren. Tak lama kemudian mobil yang di tumpangi Khiren berhenti di sebuah hotel terbaik di kota itu. Mex terus mengikuti Khiren dari jarah yang hampir dekat dan sesekali dia hampir saja di pergok karena Khiren adalah orang yang sangat peka. Lalu saat Khiren masuk ke lift dia pun menunggu di pintu dan melihat lantai mana Khiren tuju. Mex tahu kalau Khiren sudah curiga kalau dia di ikuti, karena Mex sudah terbiasa dan hampir bisa menebak setiap pergerakan Khiren karena itu dia tidak mengambil resiko dengan ikut masuk ke lift yang sama dengan Khiren.


Bersambung….

__ADS_1


Jangan lupa untuk terus ikuti cerita ini, ya?!


Dan paling penting itu jangan lupa buat like dan juga vote / reting yang bagus untuk novel ini ya! Sampai jumpa di episode berikutnya!


__ADS_2