
Tak terasa hari demi hari mereka sudah lewati, hari ini Zea dan Alaric sudah masuk sekolah, sudah seminggu hari pernikahan mereka tapi masih belum ada rasa diantara mereka berdua.
"Good morning bund.." ucap Zea mencium pipi bundanya
"pagi juga sayang.." sahut bunda Farah mencium puncuk kepala Zea
"pagi bund.." ucap Alaric duduk ditempat sarapan.
"Al kamu bareng Nissa yaa kesekolahnya.." ucap Bunda Farah dengan suara lembut, sambil sarapan bareng anak-anaknya
"bunda kenapa harus bareng Alaric sihh,, Nissa nggak mau orang sekolah pada tau kalau zea udah nikah sama Alaric.." gerutu zea
"Nissa kalian hanya pergi bareng dimana letak kecurigaannya? nggak ada bantahan.." ucap Bunda Farah
"iya deh bund.." ucap Zea kesal sambil memanyunkan bibirnya
"biar nggak usah dimanyunkan begitu bibirnya, minta dicium yaa.. Al Nissa minta dicium tuh.." goda bunda Farah pada Zea. sedangkan Zea yang mendengar godaan bundanya langsung lari terbirit-birit.
"apaan sih bund.. Nissa tunggu diluar.. Assalamualaikum." Teriak zea sudah berlalu dari ruang makan.
"Hahahhaha... polos banget sih anak gue baru juga digoda begitu.." ucap bunda Farah tapi didengar oleh Alaric yang mendengar itu hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan mama mertuanya.
"Bund Al pamit dulu yaa,, takut Nissa udah nungguin.. Assalamualaikum.." ucap Alaric sambil mencium punggung tangan bunda Farah.
"Walaikumsalam.. hati-hati Al, kalau Nissa nakal Pires aja kepalanya.." teriak bunda Farah
"iya bund.." ucap Alaric
anak sama ibu sama aja, sukanya teriak-teriak. dosa apa yang gue perbuat dimasa lalu sampai nikah sama Tarzan ya Allah.. batin Alaric
"lama banget sih Lo.." gerutu Zea masuk kedalam mobil.
"hmm.." dehem Alaric masuk kedalam mode dingin
__ADS_1
"oy nyet nanti turunin gue halte bus dekat sekolah yaa, gue nggak mau ada yang tau kita Nikah.." ucap Zea sambil melihat jalanan
"hmm.. nanti gue turunin.." ucap Alaric
.
.
.
setelah menempuh perjalanan dari rumah Zea kesekolah mereka pun tiba di halte bus yang disebut Zea tadi..
"Thanks.. gue turun dulu." ucap Zea turun dari mobil tetapi ada yang mencekal tangannya.
"apa lagi?" ucap Zea menengok kebelakang karena Alaric mencekal tangannya.
"Nih jajan buat lo,, cukup nggak? kalau nggak cukup nanti gue tambahin lagi.." ucap Alaric memberikan uang berwarna merah. sementara Zea yang melihat itu kegirangan, bagaimana tidak soalnya bunda Farah hanya memberikan uang berwarna biru saja.
"cukup kok.. cukup banget lagi.." ucap Zea kegirangan refleks langsung mencium pipi Alaric..
"Walaikumsalam.. wahh ni anak bikin gue jantungan, main nyosor aja.." ucap Alaric memegang pipinya yang dicium oleh zea.
ditempat zea, ia masih kesenangan karena diberi oleh Alaric uang 100 rebu.
"wahhh,, bunda Aja cuman kasih 50 rebu, lah si Alaric 100 rebu cuy,, laki gue kaya bener dah kalau gini terus kenyang gue. bisa minta uang sama laki gue beliin ini itu.. hahahhaa.." ucap Zea kegirangan tapi kalian harus tau zea itu cewek simple.
setelah berjalan kaki dari halte bus kesekolah zea pun sampai, dia pun melihat Alaric yang baru keluar dari mobil dengan ditungguin oleh kedua sobat somplaknya. zea berjalan terus karena kesenangan diberi uang oleh Alaric.
segitu senangnya Lo gue beri uang 100 rebu, isshh kalau ginikan gue ingat pas dicium gue, mana gemoy lagi mukanya pas kegirangan. batin Alaric yang melihat Zea berjalanan kegirangan seperti anak kecil.
"woy Lo kenapa nyet dari tadi melamun?" tanya Rafka
"Nggak papa" ucap Alaric pada mode datarnya sambil berjalan menuju kelas
__ADS_1
"Aneh bat tu anak,, dia yang ditungguin dia pula yang ninggalin." ucap Rafka berjalan menyusul Alaric diikuti Keenan.
dikelas..
"Good morning epribadi,, kalian pasti kangenkan sama gue? iya gue tau kalian kangen, tapi maap yaa gue nggak kangen sama kalian.." teriak Zea masuk kedalam kelas yang sudah rame.
"Ya Allah bikin jantungan aja Lo nyet.."
"Mon maap ye neng zea kita pade nggak kangen sama lu.."
"iya sori-sori aja kita pada nggak kangen sama lu.."
"biar nggak usah teriak-teriak kale, udah seperti Tarzan lu.."
"iiihhh kalian gitu mah sama Zea yang cantik membahana tiada Tara, kalian tau nggak kata-kata kalian itu nusuk sampe ke jantung gue.. kalian tau nggak gue baru patah hati. sakitnya tuh disini" ucap Zea mendramatis sambil menunjuk hatinya.
"emang lu patah hati karena ape?"
"monyet tetangga gue mati,, gimana nggak mati kalau gue kasih Susu SGM sama makanannya gue taruh vixal. hahhahaha" ucap Zea sambil duduk di tempat duduknya
"Hahahhaa kocak lu.."
"ngakak gue dengarnya"
"Hahahaha.."
begitulah zea orangnya kocak, baik hati, pinter, dan suka membuat teman-teman atau orang lain tertawa.
"Ekheeeemm.." dehem seseorang mereka yang didalam kelas pun berhenti tertawa.
✨✨✨
**Jangan lupa like, vote, coment, dan share keteman-teman kalian, beri gue dukungan, saran dan hadiah. maaf kalau cerita gue nggak sebagus punya mereka lain.
__ADS_1
Thank you epribadi 🙏🙏🌺**