
Setelah mengganti baju Zea bibi pun keluar menuju dapur untuk membuatkan Teh hangat dan bubur untuk Zea. Alaric didalam kamar sudah memakaikan Zea selimut, dan tak berapa lama dokter pribadi keluarga mereka pun sampai.
Ceklek..
"Siapa yang sakit Al?" tanya dokter Viko sambil mengeluarkan stetoskopnya.
"Zea om.." ucap Alaric terus memegang tangan zea, dokter memeriksa zea disamping tempat tidur sedangkan Alaric berada diatas kasur dan memegang tangan zea.
"Saya periksa dulu yaa.." ucap dokter
Dokter mulai memeriksa zea. ia menempelkan stetoskop di dada zea dan beberapa bagian.. tak lupa pula mengecek suhu tubuh Zea dengan menggunakan termometer.
Alaric hanya memperhatikan wajah Zea dan menggenggam tangan zea sesekali menciumnya.
"Sebelumnya Zea kenapa Al?.." tanya Dokter
"Sebenarnya Zea itu pergi toilet tapi sampai jam pulang sekolah dia nggak kembali-kembali nomornya ditelepon hanya mbak centil yaa menjawab terus menerus.. terus Alaric cari terus keberadaannya dan Alaric menemukan Zea ditoilet dekat kantin sudah lemas tak berdaya.." ucap Alaric menjelaskan pada dokter Viko.
"Mbak centil siapa Al? emang apa yang dia bilang?" tanya dokter Viko bingung
"Mbak centilnya bilang 'mohon maaf nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada diluar jangkauan mohon coba beberapa saat lagi.' kan Alaric kesal om sama mbak centilnya.." ucap Alaric polos, walaupun dia terlihat cool tapi siapa yang tau terkadang dia menjadi polos tapi sama orang tertentu.
"Pfffftttth.. kamu ini ada-ada aja, itu namanya operator yang jawab.." ucap dokter Viko menahan tawa melihat kepolosan keponakannya ini.
"Oohh gitu yaa om.. jadi zea gimana keadaannya om?" ucap Alaric serius
"Zea nggak papa. hanya dengan saja jangan lupa sering-sering cek suhu badan Zea ya, dan setelah Zea bangun berikan saja obat Paracetamol untuk meredakan panasnya." ucap Dokter Viko.
"oohh gitu yaa.. terus kenapa zea lemas banget om sampai pingsan lagi?" tanya Alaric
"Daya tahan tubuhnya melemah, terkunci ditempat yang lembab dan badan yang basah membuat tubuhnya bekerja keras agar dia tidak kedinginan. Tapi karena terlalu dingin, akhirnya tubuhnya tidak tahan kuat lalu jatuh pingsan.." jelas dokter Viko.
"Makasih om." ucap Alaric
"Iya sama-sama,, om pergi dulu yaa soalnya banyak banget pasien yang om tinggalin tadi.." ucap Dokter Viko
__ADS_1
"Iya maaf om dan sekali lagi makasih.." ucap Alaric sambil berdiri
"Iya nggak papa,, om pergi dulu. Assalamualaikum.." ucap dokter Zaki berlalu dari kediaman Atmaja tak lupa pula Alaric menyalim tangan dokter Viko.
"Walaikumsalam.." ucap Alaric
setelah dokter Viko pergi, Alaric melihat kearah zea dan memperbaiki selimutnya, ia mencium kening zea dan berlalu dari kamar menuju dapur mengambil bubur dan teh anget yang udah dibuat bik Surti tak lupa pula ia menyiapkan Paracetamol, usai meletakan ke nampan Alaric pun menuju kamar.
Usai meletakan nampan yang isinya teh anget, bubur, dan obat diatas meja, Alaric pun menuju kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya.
"Siapa ya yang udah kunciin Nissa dalam kamar mandi? gue akan buat lo menyesal sudah buat istri gue sakit.." ucap Alaric marah.
Setelah selesai mandi Alaric pun Menganti bajunya dan tidur disamping Zea. ia mengecek suhu tubuh Zea yang masih demam, dan segera Alaric memeluk Zea. karena banyak berperang dan batinnya bertanya-tanya siapa pelaku sebenarnya Alaric pun terlelap dalam tidurnya sambil memeluk Zea erat.
"Eeuughhh.." lenguhan zea baru bangun, ia mengerjapkan matanya. dan merasakan berat di pinggangnya yang ternyata ada tangan seseorang.
Lo emang ganteng Al, pengertian, bertanggung jawab, gue akan belajar mencintai Lo, tapi gue nggak yakin Lo mau nggak sih sama badgirl kaya gue.. batin Zea sambil menatap Alaric
"Al gue lapar.." ucap Zea lirih
"Bangun.. gue lapar.." ucap Zea lirih sambil menggoyangkan lengan Alaric.
"iya.. gue lapar.." ucap Zea mencoba bersandar
"Auuughhh pusing banget.." keluh zea sambil memegang kepalanya
"Lo kenapa sini gue bantuin.." ucap Alaric dan membantu zea duduk dan bersandar pada bantal yang udah ia susun dan sandarkan pada kepala kasur.
"Makasih.." ucap Zea tersenyum tipis
"nih makan.. gue yang suap karena Lo masih lemas.." ucap Alaric
Alaric dengan telaten menyuapi zea sampai habis. ia memberikan teh hangat dan obat Paracetamol diminum zea, setelah itu ia menyimpan kembali baskom bubur pada nampan diatas meja.
"Lo baring kembali ya, agar cepat sembuh.." ucap Alaric membantu zea berbaring kembali
__ADS_1
"Iya Makasih.." ucap Zea tersenyum tulus
"Sama-sama.. gue antar ini kedapur dulu yaa.. ada yang mau Lo titip gue ambilkan?" tanya Alaric berdiri mengambil nampan yang berisi piring kotor
"Nggak ada.." ucap Zea lirih karena masih merasa lemas.
Alaric pun keluar dari kamar menuju dapur sambil memegang nampan. setelah menaruh nampan ia pun naik ke atas menuju kamarnya bersama zea. jika ada yang merasa bingung atau bertanya-tanya dimana orang tua Alaric dan adiknya jadi jawabannya mereka ada urusan bisnis diluar.
Alaric melaksanakan sholat terlebih dahulu dan ikut berbaring disamping Zea, mereka berdua terlelap bersama menuju Alam kapuk dan tak lupa sambil memeluk Zea.
.
.
.
setelah melaksanakan kewajiban sebagai umat Islam, Alaric duduk disamping Zea yang sedang nonton dan Alaric hanya membaca buku.. sudah jam delapan malam dan sesekali Alaric melihat Zea yang udah menguap padahal ia seharian ini hanya molor terus tapi suka banget tidur.
"Tidur aja yaaa.." ucap Alaric mengusap kepala Zea
Zea hanya mengangguk karena merasa ngantuk banget.
Alaric ikut berbaring disamping Zea tak lupa menyelimuti zea dan dirinya, ia pun memeluk Zea erat.
"good night my wife, cepat sembuh yaa.." ucap Alaric mencium kening zea.
malam harinya Alaric mendengar zea menggigil, ia bangun dari tidurnya dan masuk kedalam kamar mandi untuk mandi, keluar dari kamar mandi ia hanya menggunakan bokser saja. ia langsung berbaring di samping zea dan memeluknya erat..
"kenapa panas ulang sih.." ucap Alaric khawatir
"Alhamdulillah udah nggak panas banget.." ucap Alaric terlelap kembali..
mereka berdua tidur dengan saling berpelukan merasakan pelukan hangat dari seorang pasangan.
✨✨✨
__ADS_1
**Jangan lupa like👍, komen, vote, dan share📲 keteman-teman kalian.. minta saran dan dukungan para readers ya. jika suka sama cerita aku jangan lupa tekan ❤️ favorit.
Thank you epribadi 🙏🙏🌺 yang sudah berkenan membaca cerita aku**..