Married With Ketos

Married With Ketos
Perjodohan


__ADS_3

Abel memasuki ruangan besar itu lalu menemukan seorang lelaki dan wanita yang sedang duduk di sebuah meja besar. Tempat itu adalah satu satunya yang ada disana, Abel pun terlihat menghampiri dua orang.


" Malam Om Tante, Saya Abel. Om sama Tante teman nya Tante Eva sama Om Axelan kan " tanya Abel pada dua orang yang sedang memperhatikannya lalu dengan cepat wanita mengangguk. Wanita parubaya memperhatikan Abel gadis ini terlihat cantik dan manis lalu ia segera bertanya pada Abel kenapa gadis itu ada disini.


" Kamu kenapa sendirian, Eva dan Axelan di mana? tanya wanita itu dengan lembut pada Abel.


" Oh.. iya tadi tante sama om Axelan nyuruh saya buat masuk duluan kesini " ucap Abel sesopan mungkin agar tak menimbulkan pikiran lain dari dua orang ini.


" Oh ya uda kalo gitu kamu duduk dulu, ayo di sebelah Tante aja " ucap nya tersenyum senang apa lagi ia memang menginginkan seorang anak perempuan dari dulu namun tidak kesampaian. Abel pun duduk mengambil posisi di sebelah wanita hingga membuat suaminya tersenyum sambil geleng geleng.


Mereka pun mengobrol ringan dengan selipan canda tawa di dalamnya. Abel tidak pernah merasa seperti ini dia sangat bahagia sebab ternyata keluarga dari pihak cowok sangat baik, itu bisa Abel lihat dari cara mereka bersikap dan berperilaku. Handphone Abel sedari tadi bergetar namun gadis itu tak menghiraukan nya sebab ia telah membuat mode silend hingga ia tak perlu terlalu terganggu dengan panggilan atau pun pesan yang masuk ke handphone nya.


Pandangan Abel pun tersita pada pintu masuk ballroom yang terbuka menampakan dua orang yang tengah berjalan sambil bercanda, entah lah itu yang Abel liat dari kejauhan sana. Abel memperhatikan nya dengan seksama lalu seperti mendapatkan sebuah tamparan ia pun tersadar jika dua orang itu adalah Sasa dan Bara yang terlihat seperti sedang bergelut.


' Ya Allah itu kak Bara sama Sasa kan kok mereka dua malah bergelut gitu si, tapi kenapa kak Bara keliatan nya maksa maksain Sasa ya. Sasa juga kayak gak mau gitu waktu di pegang kak Bara ' batin Abel yang berbicara heran dengan dua orang ini.


' Tapi tunggu, ballroom nya kok gak ada meja nya, kosong begini cuma ada satu meja dan itu pun yang gue tempatin ini apa jangan jangan ....' batin Abel pun berteriak kaget saat ia melihat Bara dan Sasa menghampiri meja itu.


" Malam ma, pa maaf Bara terlambat. Bara tadi menjemput pacar Bara dulu, ini pacar Bara orang yang akan menjadi calon istri Bara nanti dan menjadi calon menantu kalian " Abel seketika terbelalak kaget tak bisa berkata kata, Bara tidak memperhatikan keberadaan gadis itu di sebelah mamanya fokus Bara hanya kepada kedua orang tuanya, sementara Sasa gadis itu juga masih berusaha menghindari pegangan tangan Bara yang tiba tiba saja seperti tentakel yang

__ADS_1


begitu kuat melekat .


" Namanya Sasa pa, kita uda pacaran hampir tiga Minggu ini, Bara sayang sama dia. Cuma dia yang Bara mau, cuma dia yang Bara cintai. Bara gak bisa hidup tanpa dia " ucap Bara lagi kali ini Abel benar benar terkaget, kali ini Abel pun seketika berdiri kaget.


" Sasa " panggil Abel membuat cewek itu seketika tersadar saat namannya di panggil mata Sasa tiba tiba saja memucat melihat Abel yang duduk di kursi ini. Sasa pun tersadar bahwa orang yang berada di sana adalah orang yang pernah ia tolong, Sasa seketika pucat pias bingung dengan keadaan nya kenapa Abel berada di tempat ini, dimana orang tuanya .


Pandangan Sasa pun mengarah pada dua orang yang terlihat berjalan dari pintu belakang menuju meja mereka hingga membuat Sasa semakin bingung dengan situasi ini.


" Sasa kamu sama Bara " ucap Eva membuat kedua orang itu pun saling pandang.


' Apa apaan ini maksud nya? kok orang tua gue duduk bareng Abel, trus kok ada om Axelan sama tante Eva di sini. Tante Eva kenapa kenal sama ni cewek, ah... ini gak mungkin pasti cuma khayalan gue aja. Kayak nya gue harus tutup mata dech ' batin Bara cowok itu seketika menutup matanya berharap ini hanyalah bagian dari sisi ketakutan dalam pikiran nya.


" Sasa kamu sama Bara uda saling kenal sayang " ucap Eva lalu pandangan nya pun tertuju pada tangan kedua orang itu yang masih menggenggam satu sama lain membuat ia tersenyum mengerti situasi ini.


" Bara kamu gak berbohong kan nak? mama gak salah dengar kan nak? tanya Bea wanita itu berdiri dari kursinya dengan senyum yang merekah mendengarkan apa yang di ucapkan putra nya itu.


" Loh memang nya ada apa mbak " tanya Eva pada Bea sontak membuat mata Sasa, Bara dan juga Abel terbeliak kaget seakan bola mata mereka mau keluar dari tempatnya saat mendengar Eva memanggil Mama nya Bara dengan sebutan Mbak, ya sebutan itu terdengar sangat akrab di telinga.


' Apa!! kok jadi gini si mommy kenal sama tante Bea, apa jangan jangan gue sama Bara ah... gak mungkin ini gak mungkin. Tapi kalo beneran berarti sama aja gue ahhhh... s***l'

__ADS_1


" Bara jawab Mama, kamu beneran pacaran sama Sasa? dia cewek yang kamu ceritakan ke kami nak " tanya Bea hal ini benar benar membuat Bara dan Sasa tak berkutik, salah langkah. Iya, mereka salah langkah.


" Loh maksud nya pembicaraan ini apa? Sasa mana pacar yang kamu bilang kamu cintai itu, mana dia Daddy mau liat seberapa besar dirinya itu sampai dia berani memacari anak seorang pengusaha terkenal di negri ini " tanya DefanZo dengan suara tegas nya seketika membuat Sasa kelimpungan harus menjawab apa, dia dan Bara pun saling pandang berusaha untuk mencari jalan keluar namun memang mereka sudah terjebak dalam situasi ini. Mau mereka menolak pun tidak akan ada guna nya lagi.


" Hei Axel kamu gak melihat siapa yang sedang di genggaman anak ku itu, putri mu Sasa. Dia pasti adalah satu satu nya orang yang berani mencintai anak mu, lihat mereka " ucap Braska yang berdiri lalu menghampiri Axelan, lelaki itu sepantaran mereka terlihat serasi. Braska menunjuk ke arah genggaman tangan Bara yang masih melekat kuat pada tangan Sasa hingga membuat DefanZo bernafas lega. Bara yang mendengar ucapan Papa nya seketika melihat ke arah bawah lalu langsung tersadar ia melepaskan genggaman tangan nya pada Sasa.


Keadaan yang begitu cepat berubah membuat Sasa dan Bara kebingungan mencari alibi dari ini semua, keringat dingin pun sudah mengaliri tubuh cewek itu nervous ketakutan. Rasanya ia ingin segera berlari menjauh, Abel pun tak dapat berbuat apa apa lagi saat ini ia hanya bisa berdoa apa yang di alami oleh Sasa tak akan membuat teman nya jadi melemah.


" Mhhh.. papa senang Bara ternyata kamu tidak salah menentukan pilihan pada gadis ini. Gadis ini selain anak dari sahabat papa dia juga adalah gadis yang menolong papa dari Tobi. Dia juga menyelamatkan mama kamu minggu lalu, DefanZo tidak usah berlama lama aku sudah mendengar kan pengakuan dari putra ku. Dia sangat mencintai putri mu, aku mohon pada mu berikan Restu untuk hubungan mereka kedepannya " ucap Braska panjang lebar pada DefanZo, sementara Bara akhirnya bisa berbicara ingin mengutarakan perasaannya dan ketidakbenaran ini.


" Maaf Pa Om, kalian saling kenal " tanya Bara akhirnya berusaha keluar dari pikiran nya yang tadi membuat nya terdiam sementara.


" Loh kenal donk, Bara kamu tau gak anak yang akan di jodohkan ke kamu itu ya Sasa, dia anak tunggal dari Axelan DefanZo dan ternyata kalian memang di takdir kan bersama, kamu memang anak papa yang paling papa bangga kan " ucap nya lagi lalu menghampiri Bara dan memeluknya erat.


" Alhamdulillah kalo gitu, kita semua dalam keadaan yang berbahagia saat ini, ya sudah kalo gitu kita mulai acara tukar cincin nya lalu di lanjutkan makan malam " ucap Bea ia pun menghampiri Sasa memeluk nya sayang namun Sasa tidak membalas pandangan nya tertuju ke depan kosong tak bercahaya.


" Iya dan sekalian kita merencanakan pernikahan mereka ini, sesuai yang kita inginkan kan mbak, seminggu lagi " ucap Eva ikut duduk di kursi sebelah Abel.


" Seminggu lagi !!! teriak Bara dan Sasa bersamaan, lalu mereka pun menggeleng sambil memandang satu sama lain. Tidak ini tidak bisa di biarkan mereka telah terjebak hubungan yang tak seharusnya, mereka tak ingin benar benar berada di posisi ini. Perjodohan ini semakin tak terhindari kalah senjata mereka lah yang telah menjadi tali dari hubungan mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2