
...Arga...
...Ntar Gue anter Pas Pertama masuk kuliah aja...
...Mika...
...Serius bakal nganter gue pas Pertama masuk kuliah...
...Arga...
...Iya. gue bakal nganter lo pas Pertama masuk kuliah S2...
...Mika...
...gak lucu...
...Arga...
...Jangan ngambek dong...
...Mika...
...Abis elonya nyebelin...
...Arga...
...Ya udah. Maaf...
...Mika...
...Maaf doang...
...Arga...
...Terus...
...Mika...
...Pelukannya mana...
...Arga...
...Nanti...
...Mika...
...kapan...
...Arga...
...Lo maunya kapan...
...Mika...
...Sekarang...
...Arga...
...Ya udah lo tidur gih...
...Mika...
...kok tidur...
...Arga...
...Ntar gue bakal masuk ke mimpi lo. Dan Peluk lo semalaman...
Mika tak bisa menahan senyumnya lagi. Sejak kapan Arga bisa menggombal ? Apa benar jika kuliah di luar negeri ada kelas menggombalnya
...Mika...
...Siap-siap Pegel gue Peluk semalaman...
__ADS_1
Mika melirik jam di layar handphone-nya.
Ternyata sudah malam dan ia belum selesai mempersiapkan segala keperluannya untuk besok.
...Mika...
...Arga Ntaran lagi ya. Gue mau siap-siap lagi...
...Arga...
...Oke. Jangan lupa istirahat. Night...
...•••••...
Mika sudah sampai di kampus. Ia datang tepat pada waktunya. Artinya ia tidak telat walau nyatanya ia hampir mendekati kata telat. Mika celingukan di antara ribuan orang yang mengenakan Pakaian yang sama dengannya. Ia masih belum mempunyai teman. Setelah melewati rangkaian pembukaan yang amat sangat membosankan, akhirnya Para mahasiswa baru diberikan waktu untuk beristirahat
Mika berjalan keluar dari kerumunan maba yang bergerombolan. Sebenarnya ia ingin ikutan gabung. Tapi melihat mereka yang amat asing bagi Mika, akhirnya ia mengurungkan niatnya. Ia berjalan ke tempat yang lumayan sepi, tapi rasa rasanya ada seseorang di belakang Mika yang mengikuti langkahnya. Mika secara Perlahan tapi Pasti membalikkan badannya. Dan berdirilah seorang cowok di belakangnya sambil nyengir lebar.
“
“Sorry, tapi di keluarga gue kalau kenalan sama cewek cantik emang harus gitu,” ujar Reno tersenyum tengil.
Gilang merangkul kedua bahu sahabatnya.
“Kardus,” cibirnya Pada Reno.
Mika mendengkus kesal.
Tak berapa lama dosen memasuki ruangan kelas. Semua kebisingan sontak berubah menjadi hening.
...•••••...
Sekarang ketiganya tengah berjalan bareng menuju kantin kampus. Dan karena hal tersebut, semua mata jadi memperhatikan ketiganya. Si Gilang udah tebar Pesona aja dari tadi sambil nyengir nggak jelas. Sedangkan Mika mengendikkan bahu tak Peduli.
“Lu anak SMA Biru bukan sih,” tanya Reno Pada Mika.
“Iya, kenapa,"
Reno menggeleng. “Nanya elah. Sewot mulu,” gerutunya.
“Sorry.”
“Selow. Lagian lo Cantik, jadi nggak gue masukin ke hati.”
“Terus kalau gue jelek,"
“Kalau lo jelek, gue masukin ke kamar.”
“Anjing,” dengkus Mika.
Reno tertawa. “Mana anjingnya,”
“Lo anjingnya, Bego,”
“Suttt! Nggak boleh ngomongin anjing, Goblok,” celetuk Gilang.
“Yeuuu, emang ngomong goblok dibolehin!”
Ketiganya tertawa.
...•••••...
Malamnya Mika masih gabut nggak jelas karena belum ada tugas apa pun. Saking gabutnya Dia cuma tiduran sambil dengerin musik, kadang kadang liat notif, siapa tahu ada LINE dari Arga
Baru aja dibilang, Arga udah nelepon aja. Dengan segera, Mika mengangkatnya. Btw, itu video call.
“Assalamualaikum,” sapa Mika dengan riang.
Arga tersenyum.
“Walaikumsalam, Sayang.”
Mika tidak bisa menyembunyikan lagi senyumnya.
__ADS_1
“Apa sih anjir,” ujar Mika dengan muka memerah, salting.
“Cie ... salting.”
“Nggak tuh.”
“Tapi mukanya merah.”
“Udah ah, nggak jelas.”
Arga tertawa. “Udah mau tidur,”
“Belom. Belom ngantuk. Lo lagi di mana,”
“Lagi nongkrong.”
“Sama siapa,”
“Sama siapa hayooo,”
“Sama siapaaa,”
“Ada deh.”
“Oh, mau maen rahasia rahasian,”
Arga nyengir. “Sama temen kok.”
“Mana temennya,”
Arga lalu mengarahkan kameranya Pada sosok cowok yang asing bagi Mika.
“Cuma berdua,”
“Iya.”
“ Arga, jangan bilang lo udah belok?”
“Ngawur,” dengkus Arga
“Lah elonya aja dari sekian banyaknya cewek di muka bumi ini. Lo Ngapain jalan berdua sama cowok.”
“Udah ya,” tekannya. “Yakin gue boleh jalan sama cewek lain?”
Mika terkekeh. “YA NGGAKLAH,”
Arga terkekeh. “Lo udah makan,"
“Udah.”
“Bagus deh kalau gitu. Soalnya nahan kangen itu butuh tenaga.”
“Tuh tahu.”
Arga nyengir.
“Btw Perbedaan jam Jakarta berapa jam sih,” tanya Mika.
“Sekarang di lo jam berapa,”
“Jam 10 malam.”
“Di Gue 10 siang. Jadi keknya 12 jam-an deh.”
“Buset, lama amat.”
“Nah, itu. Kalau mau nge-chat harus tahu waktu.”
Tiba-tiba saja Mika menguap lebar.
“ Arga Udah dulu ya. Tiba-tiba aja gue ngantuk.”
“Ya Udah. Night, Babe.”
__ADS_1
“Night.”
...•••••...