
cepat-cepat.
Terdengar helaan napas di ujung sana. “Kalau ada apa-apa langsung hubungin gue ya.”
Mika tersenyum simpul. “Lo selalu gitu deh, Ren. Gue bakal hati-hati kok.”
“Kabarin gue kalau lo udah Pulang.”
“Oke. Kalau gitu udah dulu ya, mau otw.”
“Ya udah, take care.”
“Bye.”
Sebenarnya Mika tahu Reno masih memendam rasa Padanya. Ia tahu Reno mencintainya dan yang Mika tahu, Reno tak Pernah memaksanya untuk membalas cintanya. Posisinya sekarang Mika seolah memberi harapan Pada Reno. Tapi ia bisa apa ? Seberapa keras Pun Mika menyuruh Reno untuk berhenti, namun sebanyak itu Pula alasan yang ia dapatkan.
Mika menghela napas. Sebelum benar-benar keluar dari kamar, ia kembali mengecek Penampilannya, takut ada yang salah. Setelah dirasa oke, ia langsung keluar dari kamar, menuruni tangga, dan menuju ruang santai di mana orang tuanya tengah bersantai.
“Ma, Pa, aku berangkat ya,” Pamit Mika.
Mika mengangguk lalu berjalan keluar rumah.
“Oy, Mika,” Panggil seseorang ketika Mika celingukan di tengah aula. Mika menoleh dan ternyata Satya. Mika tersenyum lalu menghampirinya. Di sana sudah ada semua teman temannya hanya Mika sepertinya yang ngaret sedikit.
“Yang sibuk sampe sampe LINE gue nggak Pernah dibales,” sindir Satya.
Mika terkekeh. “Gue sibuk banget, sumpah,” belanya.
“Iya deh, Bu Dokter.”
“Mika, apa kabar,” sapa seseorang yang sangat Mika kenali.
“Eh, Kak Boby dateng. Gue baik Kak, elo gimana,”
Boby tersenyum. “Gini gini aja gue mah.” Setelah menegur Mika, Boby kembali ke gengnya. Iya, gengnya dulu yang ada Surya, Kevin, Ridwan, kecuali Arga
Sebenernya reuni ini adalah reuni akbar, reuni besar besaran dari tiga angkatan. Dimulai dari angkatan adik kelasnya, angkatannya, dan angkatan Arga. Mengingat Arga apa dia bakal menampakkan batang hidungnya ?
Fokus Mika beralih kembali Pada teman temannya. “Sampe sekarang gue Nggak nyangka kalau kalian berdua bisa jadian,” ujar Mika.
Ibay memberenggut. “Gue udah denger lo ngomong gitu sampe rasanya telinga gue bakalan Pecah,” rutuk Ibay.
Mika terkekeh. “Kalian tuh kayak merealisasikan drama korea yang judulnya apa ya. Pokoknya tentara sama dokter. Nggak nyangka banget gue,” jelas Mika kagum.
Raina berdecak. “Kalau diitung gue udah denger lo ngomong itu lebih dari 56 kali.”
__ADS_1
Percaya Nggak Percaya, ternyata Raina dan Ibay Pacaran, sesuatu. yang nggak Pernah terpikirkan sebelumnya. Jodoh memang selucu itu.
“Kalau lo, Sel,” tanya Mika Pada Sela. Sela sontak menoleh ke arah Mika. “Judul yang Pas buat lo adalah mantan gue jadian sama sahabat gue sendiri,” ujar Mika sambil terkekeh Pelan.
Sela menggeleng. “Kebanyakan gaul sama orang sakit otak lo jadi kebawa geser.”
Dan you know what ? Sela jadian sama Rangga Itu juga sesuatu yang nggak Mika mengerti sama sekali. Lagi lagi jodoh nggak ada yang tahu.
Rangga tersenyum simpul Pada Mika.
Dan ternyata Satya bisa masuk ke kategori cowok setia, karena ia sekarang membawa cewek yang dulu, iya yang itu yang malu malu kalau di tanya dan biasanya nundukin kepala. Tapi sekarang cewek itu sudah tumbuh dewasa. Tidak lagi menundukkan kepalanya seperti dulu.
“Reno Nggak lo ajak,” tanya Satya
Satya sangat tahu bagaimana Perasaan Mika. Dulu saat dia dikabari bahwa Mika berada Pada titik terlemahnya, ia langsung mengambil Penerbangan dari Jerman ke Jakarta.
Mika tersenyum. “Lagi sibuk. Katanya sih ada operasi dadakan.”
Satya mengangguk lalu mengalungkan sebelah lengannya Pada bahu Mika. “Seneng deh gue Punya dua cewek malam ini,” ujarnya santai. Pacarnya tak cemburu, tentu saja malahan ia terkekeh mendengar ucapan Satya.
“Permisi nih, Mas, Mbak.” Seseorang menginterupsi. Dan ternyata itu Firdan. Hebatnya ia menggandeng dua cewek sekaligus di kedua sisi tubuhnya.
“Mantap Bro cewek lo,” celetuk Ibay sambil mengacungkan kedua jempol lengannya.
Langsung saja Raina menjitak kepala Ibay.
“Mata dijaga,” ujar Raina sadis.
Ibay langsung bungkam. Mika diam-diam terkekeh melihat interaksi sepasang sejoli itu. Sepertinya mereka bakal jadi couple favoritnya Mika.
Firdan terkekeh. “Nasib orang ganteng ya gini, nggak bisa lepas dari cewek-cewek.”
“Najis,” celetuk Sela sambil melempar tisu ke muka Firdan.
Sontak yang lain pun mengikutinya, tak terkecuali Mika. Semuanya terkekeh sedangkan Firdan berdecak kesal. Aula yang tadinya hening kini mulai terdengar alunan suara nyanyian. Dan ternyata ada salah satu alumni yang menyumbangkan suara emasnya.
“Btw gue jadi inget band dadakan kita,” ujar Satya.
Yang lain mengangguk menyetujui.
“Nyanyi kuyyy,” ajaknya.
“Kuyyyy!!!”
Mika, Raina, Satya, Ibay, dan Firdan lalu melangkah mendekati Podium. Biarlah mereka bernostalgia dengan kenangan lama.
__ADS_1
Setelah si Penyanyi tadi selesai menyanyi, kelimanya langsung naik ke atas Podium dan mengambil Posisi masing-masing. Untungnya acara ini didukung Pula dengan alat alat band, jadinya mereka tak Perlu bersusah Payah untuk mencari terlebih dahulu.
“Nyanyi apa nih,” tanya Firdan.
Mika berpikir sejenak. “Nikita Willy, Ku tetap menanti,” jawab Mika.
Keempatnya diam sejenak, mereka tahu apa yang tengah Mika rasakan tapi mereka juga tahu mereka tak bisa berbuat banyak.
“Oke, Nikita Willy tetap menanti,” ujar Satya.
Suara musik mulai mengalun. Orang-orang mulai menuju ke depan Podium. Mereka sepertinya masih
Mengingat kelimanya orang yang saat ini berdiri di Podium.
Meski dirimu bukan milikku Namun hatiku tetap untukmu Berjuta Pilihan di sisiku Takkan bisa mengantikanmu
Mika memejamkan matanya, menghayati lirik demi lirik dari lagu tersebut. Walau ada seribu cowok yang lebih baik dari Arga ia akan tetap memilih Arga
Walau badai menerpa Cintaku takkan kulepas Berikan kesempatan untuk membuktikan Kumampu menjadi yang terbaik Dan masih menjadi yang terbaik
Mika mampu membuktikan bahwa tak ada yang mampu menggantikan sosok Arga di hidupnya. Bukan hanya dulu, tapi sekarang dan nanti, Arga akan selalu kekal di hatinya.
Kuakan menanti Meski harus Penantian Panjang Kuakan tetap setia menunggumuKutahu kau hanya untukku
Entah karena lagunya yang cukup terbilang galau atau karena apa tapi Para Penonton seolah mengerti Perasaan Mika yang tergambar lewat lagu tersebut.
Biarkan waktuku Habis oleh Penantian ini Hingga kau Percaya betapa besar Cintaku Padamu, kutetap menanti
Tak Peduli berapa lama ia menanti, asalkan untuk Arga, maka Mika akan selalu bersedia. Jangankan 5 tahun, 10 tahun, 20 tahun, bahkan seumur hidupnya, Mika akan selalu mampu. Apa pun demi membuat Arga berada di sisinya, maka akan ia lakukan.
Walau badai menerpa Cintaku takkan kulepas Berikan kesempatan untuk membuktikan Kumampu jadi yang terbaik Dan masih jadi yang terbaik Ku akan menanti Meski harus Penantian Panjang Ku akan tetap setia menunggumu Ku tahu kau hanya untukku
Biarkan waktuku Habis oleh Penantian ini Hingga kau Percaya betapa besar Cintaku Padamu kutetap menanti
Entah mengapa Mika merasakan matanya berair. Ia selalu berharap apa Pun akhirnya, semoga Penantinya tak berujung sia sia. Arga adalah sebagian jiwanya. Jika ia tak kembali, maka jiwanya tak akan Pernah kembali utuh.
Cintaku Padamu Kutetap menanti
Cintanya hanya milik Arga, tak akan ia biarkan seorang pun yang mengambilnya. Hanya untuk Arga Ia rela menanti selama ini.
Meski dirimu bukan miliku Namun hatiku tetap untukmu.
Mika mengakhiri lagunya dengan sebuah senyuman, senyuman yang selama lima tahun ini menemaninya. Senyuman yang berarti sebuah kepalsuan agar semua orang tahu bahwa Mika baik baik saja. Padahal nyatanya, Mika telah hancur sejak lama.
Semua Penonton bertepuk tangan tak terkecuali. Mika membungkukkan badannya. Dan ketika ia kembali menegakkan tubuhnya, ia terkejut bukan main. Mika membelalakkan matanya, dadanya berdetak tak menentu. Air matanya jatuh begitu saja. Di ujung aula sana, berdiri orang yang menjadi Peran utama dalam lagunya tadi. Ia menutup mulutnya sendiri saking syoknya. Kakinya mendadak melemas, Namun tak dipungkiri senyum tiba-tiba terbit di bibirnya.
__ADS_1
“Arga ....”
Mika masih terdiam di atas Panggung. Ia masih mematung. Tak tahu kenapa kakinya tak bisa ia gerakkan sama sekali. Lalu tiba tiba saja badannya seolah dipeluk oleh seseorang.