
" Gak usah Lo pikirin Ja si Tara itu memang gitu, gak usah Lo ambil pusing " ucap Gery pada adik kelas nya itu. Raja hanya tersenyum lalu duduk di sebelah Bara dan Sasa berada di sebelah Gery hingga membuat mata Bara sedikit melirik bagaimana cara Gery memperhatikan istrinya itu.
Raja hanya diam disana, ia duduk dan tak berbicara apa pun membuat semua teman nya perihatin. Mungkin Raja memiliki masalah lain dan mereka tak ingin mengganggu Raja. Sasa juga masih terfokus pada Raja ia ingin sekali terus meyakinkan temannya itu bahwa ia tak sendirian tapi Sasa tau yang Raja butuhkan adalah diam untuk berpikir. Pandangan Sasa yang terlihat melemah saat melihat Raja ternyata tak luput dari Gery cowok itu sedari tadi saat Sasa datang ia memperhatikan nya.
" Eh sorry ada sesuatu di situ " ucap Gery hendak menyentuh bagian pelipis mata bagian kanan Sasa hingga membuat gadis itu reflek menjauh dari jangkauan Gery namun tangan nya dengan cepat bergerak menyentuh wajah Sasa.
" Gue cuma mau ambil ini kok " ucap Gery sambil menunjukan setitik benda hitam di jarinya. Sepertinya itu adalah sisa makeup yang tidak terhapus bersih oleh Sasa, Sasa terlihat salah tingkah saat Gery menyentuh wajah nya. Kok gue bege banget si bisa bisa nya ngapus makeup gak bersih.
" Oh iya " ucap Sasa hanya sekedar basa basi lalu langsung mengusap bagian wajah nya yang di sentuh oleh Gery tadi, cewek itu risih saat Gery menyentuh nya meski hanya untuk mengambil sesuatu yang menempel di wajah Sasa tetap saja ia tak biasa di pegang oleh sembarang orang selain Daddy dan dua sahabat nya Raja dan Dom.
Gantar juga turut memperhatikan tindakan Gery yang tiba tiba saja bersikap seperti itu, pandangan Gantar mengarah ke Bara yang tepat duduk di sebelah nya. Terlihat cowok itu cukup santai tak terganggu sama sekali dengan tindakan Gery pada Sasa, Bara masih asik memainkan ponselnya tanpa menghiraukan kejadian di meja membuat Gantar mengerutkan dahi.
" Ehemm... Sasa Lo datang kesini bareng siapa " tanya Gantar berusaha mencairkan suasana yang sempat membeku beberapa saat tadi.
" Ohh gue barengan sama... teman iya tadi gue nebeng kan sama teman " alibi Sasa padahal ia tahu bahwa bukan itu maksud Gantar, ia tau Gantar hanya sekedar berbasa basi untuk membuat suasana tidak sedikit canggung.
" Ohh.. Lo gak barengan sama Abel Sa? kok gue gak ngeliat dia ya dari tadi " tanya Regan karena sedari tadi cowok itu benar benar tidak melihat keberadaan Abel di sana hingga membuat nya ingin bertanya secara langsung namun ia takut itu akan disalah artikan oleh teman temannya.
" Oh iya Abel.. " ucap Sasa seketika ia sadar bahwa Abel masih berada di hotel tempat resepsi pernikahan nya, karena terburu-buru mereka jadi melupakan Abel.
__ADS_1
" Kayak nya gue cabut duluan ya kak, gue tadi gak sengaja ninggalin teman gue di mall " ucap Sasa bohong ia benar benar lupa Abel tinggal di sana, Sasa bergegas berdiri dari kursi nya hendak melangkah namun Gery tiba tiba saja menghentikan Sasa saat itu membuat semua perhatian tertuju pada kedua orang ini.
" Eh tunggu Lo naik apa? gimana kalo gue antar Lo. Gue juga sekalian mau balik " ucap Gery menawarkan tumpangan pada Sasa, namun Sasa hanya diam lalu memandang Bara yang masih asik dengan handphone nya cowok itu benar benar tak perduli dengan keberadaan Sasa. Entah kenapa saat itu Sasa terlihat kesal dengan suami nya.
" Makasih kak gak usah dech gue bisa sendiri " ucap Sasa lagi namun pandangan nya masih mengarah pada Bara. S***l cowok itu benar benar tak memperdulikan nya. Sasa melihat Raja yang berada di samping nya, ia tak ingin menganggu Raja kali ini. Sasa berjalan keluar dari cafe meninggalkan teman teman nya.
" Wahhh kejar dong bang masa iya Lo nyerah gitu aja, kasian kan kalo pulang sendirian " ucap Salah satu murid yang ikut nimbrung di cafe itu mereka duduk tersebar di beberapa meja.
" Iya ni cupu Lo bang, kejar donk " ucap yang lainnya menyauti perkataan teman nya itu membuat dengan cepat Gery pun keluar mengejar Sasa hingga membuat riuh rendah terdengar dari dalam cafe. Meskipun bujukan dari Gery tak membuat cowok itu berhasil mengantar Sasa, setidak nya cowok itu akhirnya berhasil meminta nomor telfon Sasa hal itu sudah lebih dari cukup untuk nya.
" Bar,, Bar Lo kenapa " tanya Regan yang melihat Bara hanya diam saja sambil melihat handphone nya cowok itu sedari tadi hanya diam saja. Seakan tadi berada dalam dunia lain Bara seperti terkaget saat Regan memanggil nya.
Gery kembali lalu duduk dengan wajah sumringah lalu memandangi handphone nya dengan senyum manis.
" Ehhh dapat nomer nya bang? tanya Gantar sengaja ingin memanas manasi Bara. Cowok itu seakan lupa bahwa ia dan Sasa adalah sepasang suami istri meskipun ia tak pernah menginginkan hubungan ini berjalan.
" Ohh dapat donk, masa yang kayak gitu gak dapat. Rugilah gue " ucap nya lalu ia terlihat memanggil pelayan untuk memesan makanan nya. Bara lagi lagi hanya diam seolah ia tak mendengar apa pun yang di bicarakan oleh teman teman nya di meja. Bara tiba tiba saja berdiri lalu merapikan jaketnya terlihat seperti akan bersiap siap untuk pergi dari sana.
" Mau kemana Lo Bar? tanya Gantar lagi sengaja dengan wajah seolah meledek Bara, namun cowok itu hanya diam ia kembali duduk. Gantar kira Bara akan menyusul Sasa ke hotel tempat di langsungkan nya pernikahan mereka namun Bara seolah memang tak perduli bahkan kini cowok itu malah ngobrol dengan teman temannya yang lain seakan ia tak masalah jika istrinya di goda atau di ganggu oleh orang lain.
__ADS_1
' Bara Bara, mau gimana pun Lo sembunyiin rasa cemburu Lo itu dari semua orang mungkin bisa, tapi gak sama gue, Lo gak akan bisa sembunyiin itu dari sahabat Lo ' ucap Gantar yang sedari tadi memandangi gerak gerik Bara yang sudah terlihat tidak nyaman saat melihat interaksi Sasa dan Gery.
****
Sasa tiba di hotel dengan segera ia memasuki depan pelataran hotel, saat itu terlihat tidak ada siapapun disana, sebab acara telah usai beberapa menit lalu.
" Sasa, Loh kamu kok uda pake baju kayak gini nak " tanya Bea yang muncul dari pintu depan hotel wanita itu hendak kembali pulang karena memang acara telah usai.
" Ehhh Mama Abel masih ada di dalam kan? tanya Sasa tanpa menjawab pertanyaan Bea, ia tak ingin membahas tentang asal muasal pakaiannya kali ini sebab ia akan mengingat tentang suami nya yang sangat menyebalkan itu.
" Iya Abel masih di dalam, kamu dari mana " tanya Bea lagi namun Sasa hanya membalas sekedar saja lalu berlari masuk ke dalam meninggalkan mertuanya.
" Abel sorry gue ninggalin Lo tadi " ucap Sasa yang langsung menghampiri Abel gadis itu juga akan segera keluar dari hotel, gadis itu hanya tersenyum seperti tidak mempermasalahkan hal itu.
" Gak papa kok Sa, gue tau tadi Lo buru buru kan pergi sama kak Bara karena pertandingan basket di majuin hari ini " jawab Abel gadis itu sama sekali tak mempermasalahkan nya ia terlihat sangat santai.
" Iya Bel, tapi Raja " ucap Sasa membuat raut wajah Abel yang tadinya senang tiba tiba berubah menjadi muram.
" Raja kenapa Sa? Jangan bilang dia ... " ucap Abel terputus saat mengetahui Raja juga ikut dalam pertandingan basket itu, seketika itu raut wajah Abel memerah gadis itu mengepalkan tangan nya sendiri...
__ADS_1