
Flashback on ✨
setelah itu Cia pun pergi memesan makanan datang seorang cowok kepada mereka berdua.
"hai.. boleh duduk sini nggak?" tanya Arkan pada Zea dan karissa mendongak melihat siapa yang menyapa mereka, karissa yang melihat cogan menegur pun semangat 45 begitupun sebaliknya dengan zea
"boleh kok.." ucap Karissa semangat 45 dan Arkan yang mendengar tersebut langsung duduk disamping Zea
"hmmm kenalan nama gue Karissa panggil sayang boleh.." ucap Karissa dengan kaya centil serta mengedipkan sebelah matanya menggoda Arkan.
Arkan pun hanya tersenyum mendengar ucapan karissa.
"Arkan.." ucap Arkan tersenyum
setelah menunggu pesenan mereka, Cia pun datang membawa nampan berisi makan somay dan juz jeruk.
"ni pesenan kalian.." ucap Cia sambil duduk
"thanks Cia Baek.." ucap Karissa dan Zea
"iyaa nanti ada maunya aja baru bilang Baek kalau nggak dibilang apalah.." ucap Cia cemberut dan tidak memperhatikan didepannya ada seorang cowok tampan.
"ekhemm.." dehem Arkan cukup keras untuk menyadarkan mereka kalau disini ada dia.
mereka bertiga pun melihat kesamping zea.
"OMG cogan dari mana nih.." ucap Cia menutup mulutnya dengan kedua tangannya karena dia merasa kaget
"Omo Omo ganteng banget.." ucap Cia masih mendramatis
pletak..
"Alay bat Lo terlalu mendramatis banget.." ucap Karissa dan Zea hanya memutar bola matanya jengah.
"kenalan nama gue Arkan.." ucap Arkan dengan gaya coolnya
"nama gue Valencia panggil aja Cia.." ucap Cia
mereka pun makan bersama dengan penuh candaan yang dilontarkan oleh tiga gadis somplak tersebut sedangkan Arkan kadang tertawa dan tersenyum.
"Braaakkkk..."
__ADS_1
seorang cewek menggebrak meja Zea cs, mereka pun berdiri dengan muka emosi berbeda dengan zea hanya memasang muka datarnya.
"Lo apa-apaan sih main gebrak meja orang aja.." bentak Karissa emosi
"Lo kenapa main gebrak meja kita haa?" bentak Cia sedang emosi
"gue mau bilang sama sahabat kalian,, nggak usah dekatin kakak gue.." ucap cewek tersebut tak kalah emosi karena dibentak sambil menunjuk kearah zea.
"biar nggak usah tunjuk-tunjuk dong.." ucap Zea masing tenang sambil menepis tangan cewek tersebut yang diperkirakan adik kelas mereka
"Emangnya kakak Lo disini siapa?" tanya Karissa masih dengan suara tinggi
"emang nama Lo siapa sih? kita nggak kenal" ujar cia
"kakak gue yang itu,, kak Arkan.. nama gue Frislly" ucap Frislly sambil menunjuk Arkan
sedangkan Arkan yang ditunjuk hanya memperlihatkan wajah datarnya..
"Lo bukan adik gue.. karena mama gue nggak pernah melahirkan kembali." ucap Arkan tegas setelah itu ia berjalan pergi entah tau kemana. zea pun melihat wajah Frislly yang sendu menyiratkan kekecewaan.
"cihh ngaku-ngaku Kaka Lo,, mimpi kali.." ejek karissa
"kasian banget sih nggak dianggap.." ejek Cia juga
"Apa yang Lo lakuin pada sahabat gue?" teriak Cia melihat Zea yang disiram dan basah dibagian depan baju terlihat jelas bra yang dipakai olehnya..
"udah stop... biarkan dia pergi dari sini.." ucap Zea tegas sebelum Karissa dan Cia menjambak rambut Frislly yang akan berakibat fatal.
"Jangan mengusik sahabat kita lagi, atau...." ucap Cia penuh penekanan tetapi langsung dipotong oleh Frislly
"atau apa hmm?" potong Frislly dengan wajah songongnya
"atau Lo akan tau akibatnya.." ucap Karissa dan Cia penuh penekanan dan tatapan tajam yang jarang orang melihatnya.
sedangkan Frislly yang melihat itu merasa ciut nyali tapi ia buang jauh egonya.
"gue nggak takut.." ucap Frislly berjalan pergi
"Lo nggak papa?" tanya Cia dan Karissa mereka berbalik melihat kearah zea yang sudah menghilang entah kemana..
"Ahhh kebiasaan banget, yuk kita ke kelas palingan ia ke toilet.." ucap Cia dan mereka pergi ke kelas.
__ADS_1
Ditoilet dekat kantin zea pun langsung masuk ke toilet membersihkan bajunya, ia meninggalkan sahabatnya karena ia tau kalau mereka tak pernah habis berceloteh.
"huftt... kenapa gue lihat ada kesedihan dimukanya yaaa.." ucap Zea sambil berdiri depan wastafel dan melihat dirinya beberapa saat sebelum masuk kedalam toilet karena ia ingin membuang air kecil.
Ceklek...
"aaahhh bukain pintunya,, woi nanti gue beliin permen deh kalau Lo bukain.." teriak zea bernegosiasi tapi naas
Byuuurrrr.
siram seseorang dengan air seember mengenai baju Zea dan ia pun basah kuyup sambil mengedor pintu toilet.
"woyy bukain pintunya.. Nanti gue kasih uang deh,, Lo tau pacar gue kaya" Teriak Zea masih bernegosiasi, samar-samar ia mendengar suara tawa seseorang.
"Hahahhaha" tawa mereka bersama-sama menggelegar
"rasain tuh, siapa suruh Lo berani dekatin cowok yang gue cintai" ucap seseorang yang dipanggil Nay tersebut.
"kalau bisa biar ia nggak keluar-keluar Nay..." ucap orang lain lagi, mereka semua perempuan didengar suara mereka.
"supaya mati.." ucap dua orang lainnya.
"dadah nikmatilah penderitaan Lo.." ucap seorang yang dipanggil Nay dengan sinis walaupun zea tak melihatnya tapi ia dapat mendengar dari suaranya yang tak menyukai zea.
setelah itu mereka pun pergi dari toilet dan tak lupa menulis 'TOILET RUSAK' mereka menempel tulisan tersebut
"To...long gue..." ucap lirih zea sambil memeluk kakinya karena merasa kedinginan.
Zea mencoba keluar dari toilet tersebut tapi tak bisa, karena merasa putus asa, zea pun memeluk lututnya dan menggigil terus menerus.
sudah merasa lama ditoilet dan handphonenya sudah mati karena baterei low-bat + kena air zea pun mencoba keluar dari toilet selalu gagal dan mencoba terus dan ia dapat keluar tapi sudah merasa lemah. setelah itu Alaric pun sampai dan menggendongnya.
Flashback off ✨.
✨✨✨
**Jangan lupa like👍, komen, vote, dan share📲 yaa,, beri dukungan dan saran supaya Author tetap semangat nulisnya..
masukan dalam daftar favorit kalian yaa..
maaf lambat up nya,, Thank you epribadi 🙏🌺..
__ADS_1
Salam hangat dari Author (✿**^‿^)...