Married With Ketos

Married With Ketos
Tak kan menyerah


__ADS_3

Bara menarik tangan Regan membantu sahabat nya itu bangkit, lalu dengan cepat berdiri menghadap pelatih tanpa menghiraukan kehadiran Tara. Ia tak ingin membuat hari yang merupakan adalah hari bahagia nya; pernikahan yang tak bisa di tolak, menjadi buruk karena harus berhadapan dengan Tara.


" Maaf coach saya terlambat " ucap Bara dengan wajah bersalah namun Dave hanya tersenyum simpul lalu memukul bahu Bara pelan.


" Saya yang seharusnya berterima kasih ke kamu karena kamu sudah mau meluangkan waktu kamu untuk bergabung ke tim ini " ucap coach Dave dengan seringai di wajahnya seperti sedang meledek siswa nya ini. Bara pun tersenyum sembari melihat ke arah tengah tribun ada Sasa di sana duduk dengan pakaian yang sudah ia ganti di sekolah, Sasa tidak jadi mengganti pakaian dalam mobil sebab saat akan mengganti baju ada beberapa mobil dan motor yang melintas membuat Sasa tak nyaman hingga akhirnya ia memutuskan untuk mengganti pakaian nya di sekolah beruntung semua orang saat itu berada di gedung olahraga menyaksikan pertandingan basket Kertajaya.


" Tara kamu bapak tarik keluar dan kamu akan bapak berikan sanksi setelah ini, Bara kamu masuk lakukan strategi yang biasa kita terapkan di sekolah jika itu belum ampuh, pake strategi yang pernah kamu kembangin sendiri " ucap Dave langsung mempercayakan nasib tim pada Bara, Tara tak terima ingin sekali membantah perkataan Dave namun, ia tak dapat berbuat apa apa lagi selain hanya menendang botol ke arah tempat duduk mereka.


" Loh kok Gaga yang main, Raja mana " tanya Bara saat menyadari bahwa Raja tak berada di sini padahal tadi ia sudah meminta Raja untuk datang ke sekolah segera bergabung dengan tim.


" Si Tara s****n itu dia cari perkara sama Raja, dia provokasi Raja tadi makanya Raja marah trus mukul dia akibatnya Raja kena kartu " jelas Regan pada Bara hingga membuat Bara hanya bisa menggelengkan kepala saja. Saat ini bukan waktu yang tepat untuk meladeni Tara ada hal yang lebih penting yaitu permainan bagus dan taktik mereka yang di perlukan. Bara kemudian memimpin teman teman nya untuk lebih bermain berani lagi hingga akhirnya mereka berhasil menyamakan kedudukan poin pun di tutup dengan lemparan three points dari Regan yang tak terduga membuat cowok itu seketika menjadi pahlawan di tim mereka.


" Weyyyyy kita menang epik bener come back nya " ucap Gery anak kelas dua belas di tim basket lebih tepat nya ia adalah yang paling senior disini mungkin ini akan menjadi pertandingan terakhir nya sebab ia harus benar benar fokus pada pelajaran.


" Kehadiran si Bara emang bawa berkah banget dah " ucap Regan lalu saling bersorak. Bara pun menyalami pemain lawan dengan sportif lalu dengan wasit terdengar begitu riuh suara di dalam gedung olahraga ini. Para murid juga heboh turun ke lapangan terlihat berbaur dengan para pemain kala itu.


" Kenapa Bar? cari siapa Lo " ucap Regan memperhatikan Bara yang sedari tadi berputar melihat kearah seluruh tribun seperti sedang menanti seseorang.

__ADS_1


" GK ada, gue gak nyari siapa siapa" ucap nya namun pandangan nya masih sama hingga akhirnya ia menyerah lalu kembali fokus pada teman temannya. Mereka pun segera meninggalkan lapangan, pemain pergi ke ruang ganti sedangkan seluruh penonton berhamburan keluar dari sana ; mungkin ada yang pulang, nongkrong atau menunggu para pemain keluar lalu ikut bersama mereka.


***


Sasa ikut duduk di rerumputan saat melihat orang yang ia kenal terduduk di atas rumput sambil memandang halaman sekolah yang kosong. Cowok itu sedikit berkeringat namun ia tetap mempesona bagi kaum hawa yang melihat nya.


" Ja, Lo gak papa kan " tanya Sasa sambil duduk melihat ke arah Raja cowok itu hanya melihat ke depan seperti hanya itulah pusat dari fokus nya kini. Cowok itu belum mengganti pakaian nya, saat pergi tadi ia tak tau ingin kemana ia terduduk di taman sekolah tanpa ada satupun orang yang memperhatikan nya.


" Gue gak papa? Lo kok disini? pertandingan nya Uda selesai ya? tanya Raja tanpa melihat ke arah Sasa jujur ia tak ingin ada orang lain yang mengganggunya kali ini.


" Uda baru aja, Lo gak papa kan Ja? Tanya Sasa lagi pada Raja hingga membuat cowok itu tersenyum sinis, cowok itu masih tak memindahkan pandangan nya.


" Gue bisa Sa, Lo gak usah khawatir gue uda lupain semua nya kok " ucap Raja santai lalu menatap lagi ke arah kosong halaman sekolah itu. Perlahan Raja mendengar kan suara isakan tangis dari sebelah nya, ia menoleh lalu beberapa saat kemudian Sasa memeluk nya erat. Raja hanya bisa diam saat Sasa memeluknya, Isakan gadis itu terdengar begitu memilukan di telinga Raja.


" Gue kan uda bilang gue gak papa, yang lalu gak usah di ingat lagi. Lo sama Abel gak salah waktu itu kalian punya hak, jangan salahin diri Lo Sa " ucap Raja sambil mengelus pelan rambut Sasa berusaha membuat sahabat yang ia anggap sebagai adik nya ini tenang. Dari kejauhan Bara melihat Sasa yang terlihat menangis dalam pelukan Raja, sungguh ia tak ada rasa cemburu atau pun marah yang ada kini rasa penasaran tentang masa lalu dari persahabatan mereka ini.


Abel akhirnya tau dimana keberadaan Sasa dan Bara ternyata mereka berada di sekolah untuk mengikuti turnamen basket. Cewek itu melihat postingan teman teman sekolahnya dari akun sosial mereka, Abel yang sendirian pun tak luput dari pandangan aneh orang orang terhadap nya termasuk seorang wanita parubaya bertubuh semampai bak model. Wanita itu sedari tadi menatap Abel namun Abel sama sekali tak mau ambil pusing hingga ia di ajak Bea dan Eva untuk duduk bersama.

__ADS_1


****


Semua orang kini tengah berada di cafe milik Bara lebih tepatnya tak ada yang tau jika Bara adalah pemilik nya. Semua orang tau tempat ini adalah milik dari putra pewaris Soeberano.


" Ciehhh yang Uda nikah, diem mulu Lo " tanya Regan dengan nada bercanda saat itu membuat beberapa teman temannya hanya tertawa mendengar lelucon yang di lemparkan oleh Regan.


" Mulut Lo " ucap Bara dengan pelan tapi tentu saja itu seperti ultimatum untuk Regan, terkadang ia tak bisa mengontrol perkataan yang keluar dari mulut nya ini.


" Lo sama siapa Bar datangnya " tanya Gantar seolah sedang memberi kode tentang keberadaan Sasa yang terlihat sedari tadi setelah selesai pertandingan.


" Ehmmm .. sama teman tadi, cuma kayak nya dia lagi sibuk sama teman nya yang lain " ucap Bara penuh maksud pada Gantar cowok itu hanya mengangguk pikiran nya kini menangkap bahwa Sasa sekarang sedang bersama dengan Raja dan Abel, mereka pasti sedang berusaha menenangkan Raja yang tadi terlihat sangat emosi.


Perhatian mereka pun tertuju pada pintu yang terbuka ternyata Sasa dan Raja akhirnya bergabung dengan mereka, Raja tak ingin meninggalkan kesan buruk pada teman teman nya saat di lapangan hingga akhirnya membuat ia memutuskan untuk bergabung ke sini.


" Lo gak papa kan Ja " tanya Regan secara langsung saat cowok itu berada di dekat meja mereka.


" Duduk disini aja Ja, gak baik duduk berduaan bukan muhrim " ucap Gantar sengaja agar membuat kedua orang itu sadar kini status nya telah berbeda tidak seperti dulu lagi.

__ADS_1


" Gak usah Lo pikirin Ja di Tara itu memang gitu, gak usah Lo ambil pusing " ucap Gery pada adik kelas nya itu. Raja hanya tersenyum lalu duduk di sebelah Bara dan Sasa berada di sebelah Gery hingga membuat mata Bara sedikit melirik bagaimana cara Gery memperhatikan istrinya itu....


__ADS_2