Married With Ketos

Married With Ketos
EPISODE 50 BAHAGIA


__ADS_3

“Oh, jadi Nggak ikhlas nungguin aku ya ? Ya udah sih, aku juga bisa berangkat sendiri. Siapa juga yang sok sokan mau nganterin tadi,” ujar Mika sambil menyilangkan kedua lengannya di depan dada.


“Apaan sih, aku ikhlas dong masa nggak.”


“Tadi kat—” Tiba-tiba Arga menggenggam lengan Mika, lalu dibawa ke depan bibirnya dan mengecupnya sekilas. “Udah dong, jangan marah-marah terus nanti cantiknya luntur.” Mika menahan senyum di tempatnya duduk, Arga itu selalu bisa deh buat dia meleleh, kayak anak ABG aja.


" Cie salting,” goda Arga sambil menocel-noel Pipi Mika.


Mika menepis lengan Arga yang berada di Pipinya. “Apaan sih Nggak yaa Emang aku ABG Pake salting segala.” Mika menyangkal.


Arga terkekeh. “Mau beli sesuatu dulu nggak,” Mika menggeleng.


" Nggak usah, kan aku udah beli dulu sebelum kamu jemput.”


Arga mengangguk. “Bagus deh kalau gitu.”


Sekitar 10 menit kemudian keduanya telah sampai di tempat tujuan. Sebelum melangkah lebih jauh, Arga lebih dulu merengkuh Pinggang Mika dan menariknya mendekat. itu sudah menjadi rutinitas keduanya.


“Assalamualaikum,” sapa Mika.


Sontak yang ada di dalam rumah langsung menoleh ke sumber suara


" Walaikumsallam,” jawabnya serempak.


Sontak saja Mika langsung berlari kecil menuju kerumunan, sedangkan Arga mengekori dari belakang.

__ADS_1


“Ya ampunn lucu banget, mirip lo banget Bay,” ujar Mika sambil menoel noel Pipi bayi mungil tersebut.


“ ish Jangan Pegang-pegang dulu baru tidur,” ujar Ibay sambil menepuk lengan Mika.


Mika cemberut. “Yailah Pegang doang.”


“Makanya nikah sana, biar Punya anak juga,” seloroh Firdan dengan senyum setannya.


“Iya, bener tuh,” timpal Satya sambil menimpuk kepala Mika dengan bungkus Pampers.


“Heran, udah Pada Punya anak tetep aja hobinya bully gue,” ujar Mika sambil geleng-geleng kepala.


“Namanya siapa, Bay,” tanya Arga sambil menatap lekat wajah sang bayi.


Ibay mendongak. “Belom dinamain Kak, masih nyari nama yang bagus.”


“Lu Pikir anak gue kanibal,” ujarnya sewot sedangkan Firdan malah ngakak di tempatnya.


Jadi hari ini adalah kelahiran anaknya Ibay dan Raina. Mereka udah nikah 1 tahun yang lalu. Satya Nabila juga sudah menikah 1,5 tahun yang lalu dan telah dikaruniai satu anak. Sela Rangga juga sudah menikah tepatnya 3 bulan yang lalu tetapi masih belum dikarunia buah hati, selain mereka masih ingin berduaan juga karena kerjaan mereka lagi bagus bagusnya. Lain lagi kalau Firdan, Sebenarnya Mika juga belum terlalu kenal dengan istrinya, jadi dia itu nikah karena MBA alias Married By Accident gitu. Emang sih salah Firdan nya juga segampang itu nyebar benih di sel telur cewek, jadinya gitu. Malahan ia sempet diusir juga sama ortunya, tapi ... ya gitulah.


“Eh, Nggak boleh emosian Bay kalau jadi bapak,” Peringat Rangga.


" Entar anaknya ngikutin yang dilakuin bapaknya,” lanjutnya.


Ibay mengelus dada, berusaha meredam emosinya. “Lu sih bikin gue emosi.” Ibay menunjuk Firdan kesal.

__ADS_1


“Ya elah, gue kan cuma bercanda, Bay.”


“Eh, nih Na, gue bawa sesuatu buat anak kalian.” Mika menyodorkan bungkusan yang ia bawa.


Raina menerimanya. “Thanks. Lagian Nggak usah repot repot bawa beginian segala.”


“Alah, orang gue diteror ama si ibay disuruh bawa bingkisan buat anaknya. Sok sokan banget lu Na nolak.” Sewot Sela.


Raina nyengir. “Yeee!!! Itu mah basa basi doang.”


Mika menggelengkan kepalanya. Tiba-tiba terdengar suara getar handphone. Sontak semua orang langsung mengecek handphone nya.


“Hape gue,” ujar Arga sambil mengacungkan handphone nya.


“Aku angkat telepon dulu,” Pamit Arga Pada Mika yang langsung diangguki oleh Mika. Dengan begitu, Arga melangkah menjauhi kerumunan.


“Mik, lu kapan kawin ama Kak Arga dah,” tanya Sela.


Mika mengangkat kedua bahunya.


“Nggak tahu, doain aja deh.”


“Makanya gercep lo berduanya, biar gampang dapet restunya,” ujar Satya.


ngajak kumpul, sekadar bertamu saja Mika tidak enak hati.

__ADS_1


Keduanya memasuki mobil lalu Arga mulai menjalankan mobilnya.


__ADS_2