Married With Ketos

Married With Ketos
Perhelatan


__ADS_3

" Kenapa Lo pergi Dom " ucap nya lagi, namun isakan itu perlahan sirna saat sebuah jaket hitam hangat membaluti nya seseorang berdiri di belakang Sasa membuat Sasa tertegun melihat sosok itu. Raja sedang berdiri di belakang Sasa sembari menyelimuti dirinya dengan jaket cowok itu. Sasa menangis semakin tersedia saat Raja mengangkat tubuh Sasa yang sudah basah kuyup begitu pun tubuh cowok itu.


" Ayo Sa, Lo gak boleh kayak gini, ujan nya makin deras " ucap Raja sembari menarik Sasa mendekap sahabat nya itu.


" Kenapa Ja kenapa Dom kayak gini ke gue? apa yang terjadi sama dia sebenarnya Ja? tanya Sasa semakin terisak di bawah guyuran hujan yang semakin deras menuruni kota Jakarta siang itu.


" Uda Sa jangan nangis, Dom pasti punya alasan di balik semua yang dia lakukan " ucap Raja mengelus sayang Sasa. Raja membawa kembali Sasa ke sekolah semua pandangan tertuju pada gadis itu, namun Raja tak menghiraukan semua itu ia sibuk mendekap Sasa membawa gadis itu ke UKS.


" Sasa Lo gak papa kan " ucap Abel sembari memberikan handuk lalu perlahan membatu Sasa untuk mengeringkan kan tubuhnya.


" Gue keluar dulu, Lo ganti baju dulu ya Sa " ucap Raja sambil memberikan sebuah bingkisan paper bag, Sasa hanya diam tak memberikan respon atau pun tanggapan dia hanya diam tak berkata apa apa.


" Sa Lo ganti baju ya, apa perlu gue bantuin Lo untuk ganti baju Lo " tanya Abel yang terlihat khawatir dengan keadaan Sasa yang sudah basah kuyup bahkan kulit nya yang putih itu terlihat mengeriput akibat cuaca yang sangat dingin.


" Gak usah Bel, gue bisa sendiri " ucap Sasa sambil menggeleng kepalanya pelan lalu perlahan masuki ruangan di dalam UKS sambil membawa pemberian Raja tadi. Sasa keluar dengan pakaian olahraga yang begitu terlihat besar di tubuhnya membuat cewek itu seperti tenggelam dalam pakaian raksasa.


" Sa, Lo gak papa kan, gue juga kecewa karena Dom tiba tiba aja mengabaikan kita. Tapi Sa gue kenal Dom selama ini meski pun dia adalah orang yang paling sulit untuk di pahami tapi kita sama sama tau dia gak akan seperti itu. Pasti ada hal lain yang membuat dia kayak gini " ucap Abel berusaha membuka pikiran Sasa tentang Dom cowok itu gak mungkin melakukan sesuatu yang membuat teman temannya sedih seperti ini.


Hujan telah berhenti para siswa sudah mulai kembali pulang. Begitu pun Sasa yang baru saja keluar dari UKS, ia juga masih menjadi pusat perhatian dari beberapa orang yang masih berada disana. Mereka berbisik bisik namun Sasa tak menghiraukan nya, gadis itu berjalan melewati koridor lalu mendapati Bara dan kedua temannya. Mereka juga hendak pulang, perhatian Sasa pun terarah pada Bara yang terlihat tidak memakai jaket nya padahal Sasa tau cowok itu tidak akan meninggalkan jaket nya.


" Cabut " intruksi Bara pada dua temanya lalu mereka meninggalkan Sasa dan dua temannya. Sasa pun dengan cepat menaiki motornya bersama Abel, begitu juga Raja yang ikut pulang.

__ADS_1


Sesampai di rumah Sasa langsung menenggelamkan wajahnya di kasur, menuangkan rasa sesaknya pada air mata yang terus mengalir.


" Sa, Uda ya Lo jangan nangis. Kita pasti bisa ketemu sama Dom " Ucap Abel namun sayang Sasa masih tak bisa membendung rasa kecewanya pada Dom, apalagi saat cewek itu jelas jelas melihat bahwa Dom dengan sengaja meninggalkan nya di tengah hujan dan angin yang begitu kencang.


" Gue pengen sendiri Bel, jangan ganggu gue plis " ucap Sasa di tengah isakan nya membuat Abel harus bisa memberikan ruang pada Sasa. Abel meninggalkan nya lalu bergegas menganti pakaian lalu hanya bisa bisa duduk di kamar sembari menemani Sasa meski ia tak berada di samping gadis itu.


Hari pun mulai berganti Sasa masih murung ia merasa sangat terpukul dengan sikap Dom yang seperti ini, bahkan Sasa secara terang terangan membuang benda yang di kirim oleh Dom di depan semua orang saat berada di kantin. Hal itu juga kini menjadi perhatian Bara, ia tak menyangka ternyata sosok Dom adalah orang yang berarti bagi calon istri nya ini .


" Gak ngiri Lo si Sasa sampe sebegitu nya ke Dom " ucap Gantar Pelan saat semua orang tengah menikmati kegiatan masing masing di meja mereka


" Ha,, buat apa ngiri, gak banget gue iri sama cowok modelan begitu " ucap Bara sambil menyedot jusnya.


" Masa si, berarti Lo sama sekali gak cemburu calon Lo lebih perhatian sama cowok lain, Lo liat donk Sasa sampe murung gitu " ucap Gantar sambil menunjuk ke arah Sasa yang masih terdiam murung, entah apa maksud dari perkataan Gantar itu Bara tidak tau yang ia rasa temannya saat itu berusaha untuk memprovokasi nya.


" Berarti Lo gak menerima sama sekali soal pernikahan ini, trus emang Lo mau jadi duda nanti kalo Lo punya niatan cerai " tanya Gantar lagi namun kali ini Bara terdiam ia benar-benar tak tau apa yang harus ia jawab, mulutnya seketika terkunci. Gantar diam seperti mengerti apa yang ada di dalam pikiran Bara.


****


Dekorasi putih menghiasi semua ruangan bahkan tamu kali ini harus memakai dress code warna putih senada dengan tema pernikahan kali ini. Meski pun yang di undang adalah tamu tamu penting saja dan tak di hadiri banyak orang, pesta ini masih terlihat sangat megah dan mewah.


" Wahhh Sasa Lo cantik banget wahh manglingin tau gak, beruntung kak Bara dapetin Lo " ucap Abel sambil memandangi wajah Sasa di kaca, Abel memang sengaja menemani cewek itu dikamar sebelum akad nikah di mulai.

__ADS_1


" Apaan si Bel, gue beneran bergairah tau gak kali ini " ungkap Sasa meski pun hari ini adalah pernikahan nya, justru ia tak merasakan kebahagiaan yang semestinya di rasakan oleh pengantin pada umum nya di hari pernikahan.


" Jangan gitu donk Sa, Lo gak boleh ngomong gitu. Apa yang terjadi ini pasti udah di takdirin sama Allah, seberapa besar pun upaya Lo untuk menghindari ini gak akan berpengaruh " ucap Abel berusaha menasehati Sasa, jujur Abel sedikit banyak bisa merasakan perasaan Sasa yang hancur karena perjodohan ini. Tapi apalah daya gadis itu tak bisa berbuat apa apa kini. Abel juga masih menyimpan kotak yang di buang oleh Sasa, ia ingin sekali memberikan kotak itu pada Sasa tapi ia masih bisa berpikir untuk tidak membuat hari ini kacau karena pasti Sasa akan kembali histeris.


" Hai girlss " tiba tiba saja Raja muncul dari balik pintu lalu masuk kedalam kamar pengantin lalu tanpa rasa bersalah Raja malah tidur tiduran di kasur yang sudah di hiasi eh kelopak bunga mawar.


" Eh Raja Lo ngapain disini " ucap Abel menarik tubuh cowok itu untuk segera bangkit dari kasur. Abel berdecak saat kasur itu kini berantakan, kelopak bunga nya bertaburan di mana mana.


" Adu Raja Lo liat tu, berantakan tau gak kasurnya Sasa " ucap Abel sambil berkacak pinggang benar benar mengesalkan temannya ini.


" Adu Lo berdua tu ya berantem Mulu bikin sakit kepala tau gak " ucap Sasa sambil merapikan tatanan rambutnya yang disanggul. Gadis itu tampak anggun dan cantik saat memakai pakaian pengantin modern yang tengah di gandrungi oleh banyak orang saat ini.


" Eh penganten cantik banget dah, boleh pegang pipinya gak " ucap Raja yang tiba tiba saja menyentuh pipi saja sontak saja gadis itu mengadu kesakitan.


Keributan itu pun akhirnya berakhir saat Eva tiba tiba muncul lalu memarahi Raja karena telah membuat keributan di kamar pengantin.


" Kamu ngapain disini Raja, gak ada yang boleh masuk ke kamar pengantin ini. Ayo kamu keluar " ucap Eva lalu dengan cengiran cowok itu pun bergegas pergi meninggalkan kamar.


Raja pun muncul di ballroom hotel lalu berpapasan dengan Bara, namun kakelnya itu terlihat seperti sedang berusaha menghubungi seseorang dari ponsel nya.


" Kenapa Lo bang, kok panik gitu " tanya Raja pada Bara hingga membuat cowok itu kebingungan kali ini.

__ADS_1


" Lo bisa ke sekolah gak sekarang, pertandingan basket di majuin hari ini dan bentar lagi akan di mulai. Kita tuan rumah Ja, pihak penyelenggara memajukan pertandingan secara tiba tiba, kita gak bisa cancel " ucap Bara pada Raja membuat cowok itu seketika mendelik kaget, bahkan cowok itu tiba tiba saja gagap. Tentunya bukan lah respon yang ingin di lihat Bara.


" Kalo di cancel kita otomatis langsung di diskualifikasi, Lo bisa kan ke sana kita kurang jumlah orang kali ini. Pertandingan yang di majuin dua hari lebih cepat, membuat para pemain yang belum bisa recovery gak akan bisa main " ucap Bara lagi pada Raja cowok itu benar benar kebingungan dalam mengambil keputusan ini....


__ADS_2