
Raja gemetar bingung bukan karena ia tak bisa bermain basket sebab ia memiliki pengalaman yang lumayan buruk terhadap permainan yang begitu digilai di negeri Paman Sam itu.
" O,, ok gue mau " ucap Raja berusaha meyakinkan dirinya untuk bisa berbuat banyak. Ini juga demi berlangsung nya pernikahan Sasa dan Bara, ia tak ingin keluarga Sasa menahan malu saat anak nya gagal menikah karena mempelai lelaki lebih mementingkan basket ketimbang pernikahan ini.
" Thanks, Ja makasih gue berhutang banyak sama Lo Ja, gue usahain kalo acara akad nya lebih cepat selesai gue bakalan pergi kesana " ucap nya sambil menepuk nepuk bahu Raja dan berakhir memeluk sahabat dari calon istri nya. Raja pun ingin berlalu namun Bara memanggil nya kembali membuat Cowok itu menoleh pada Bara.
" Pake motor gue, biar lebih cepat sampe nya. Ini Minggu mungkin polisi gak akan kejar Lo " ucap nya sambil melemparkan kunci motornya dengan sigap Raja menerima kunci itu lalu ia bergegas keluar dari hotel. Hancur sudah dandanan cowok itu. Raja membuka jas nya lalu membiarkan tubuhnya berlekuk membentuk ototnya yang terlihat begitu nyata bagi yang memandang. Dengan cepat Raja melajukan motornya untuk menuju ke sekolah mereka.
" Bara kamu ngapain disini sendirian, Gantar sama Regan mana nak " tanya Bea perhatian pada putra nya yang berdiri di depan pintu Ballroom , ia heran sebab sedari tadi ia tidak melihat kehadiran dua teman anak nya itu.
" Oh itu ma, sebenarnya .." belum lagi Bara selesai bicara penghulu dan tuan Kadi pun datang lalu menyalami Bara. Kedatangan mereka pun menandakan acara akan segera dimulai. Sasa masih berada di dalam lalu mendapatkan pesan dari Raja yang membuat nya berpikir keras.
' Sa maaf ya, gue gak bisa saksiin pernikahan Lo, kali ini gue harus pergi doain gue ya '
~My sweet brother
' Doain gue plis supaya gue bisa melalui semuanya '
~My sweet brother
" Raja kenapa si, kok dia ngirimin gue chat begini. Aneh " ucapnya bermonolog sendiri. Sementara Abel baru masuk ke kamar setelah tadi berbicara dengan Eva.
" Kenapa Lo Sa? tanya Abel heran melihat Sasa yang termenung sendirian.
" Bel, Raja gak bisa liat gue nikah disini, dia pergi tapi gue gak tau dia kemana, coba dech Lo baca pesannya, aneh banget tau gak " ucap Sasa menunjuk kan pada Abel sebuah pesan yang di kirim kan Raja pada nya beberapa saat lalu.
__ADS_1
" Lo iya Sa kenapa ya? tanya Abel semakin membuat Sasa kebingungan, dari luar pun Eva memberitahu bahwa akad akan di mulai sebentar lagi. Hingga membuat Sasa dan Abel seketika hening diam, sementara Bara pun tak kala ikut tegang dengan hal ini. Hati kecilnya menangis saat ia harus menikahi orang yang sama sekali tak ia cintai, raga nya seperti benar benar tak bernyawa lagi.
****
Raja tiba di sekolah nya dengan pakaian yang masih melekat di tubuh cowok itu, membuat siapa saja jadi terheran dengan kedatangan nya.
" Loh mas Raja abis dari mana kok ganteng bener dandanan nya " ucap salah seorang satpam pada Raja, cowok itu hanya berdecak kaget saat melihat dandanan nya sendiri. Bisa bisanya ia tak sadar bahwa ia kini masih memakai pakaian di pernikahan Sasa dan Bara. Tanpa pikir panjang cowok itu langsung memasuki sebuah ruangan besar sebuah lapangan basket dalam ruangan yang berada di pusat gedung khusus olahraga.
" Wahhh itu Raja dia ganteng banget liat dech liat dech guys itu Raja" teriak salah satu orang yang berada di salah satu kursi penonton saat melihat sosok Raja yang muncul dengan pakaian kemeja lengan panjang dan vest nya
" Itu dia orang nya " ucap Regan lalu dengan cepat ia menarik tangan cowok itu untuk mengikutinya ke ruang ganti. Kebetulan pertandingan akan di langsung kan beberapa menit lagi.
" Lo kok ganteng banget si, abis dari mana Lo? oh gue tau Lo hadir di pernikahan Bara ya, bokap Lo kan salah satu rekan bisnis papa nya Bara. Gimana dia ganteng gak, ceweknya gimana cantik gak " tanya Regan sedikit membuat Raja terheran kenapa Abang kelas nya mengatakan hal itu.
" Ni pake baju Lo, masih ada tiga menit lagi untuk pemanasan " Gantar pun meninggalkan Raja agar cowok itu sesegera mungkin mengganti pakaian nya. Hal yang membuat Raja sedikit terkaget adalah namanya yang sudah tercetak di belakang kaos berserta nomernya punggung.
" Woy Lo main yang bener donk " Tara berteriak pada Raja yang sebenarnya tidak salah apa apa, cowok itu tidak bermain salah sedikit pun hanya Tara yang marah saat Raja berulang kali mengirim umpan ke arah Gantar atau pun Regan karena menurutnya mereka berdua lebih bisa di andalkan untuk bisa mencetak poin. Tara pun terlihat mendorong Raja hingga menyebabkan kericuhan disana, kenapa Tara marah pada cowok itu padahal Tara sendiri yang memang bermain jelek dan kadang sering lepas bola di base lawan maupun base sendiri.
Kericuhan tak terelakan hingga membuat pertandingan beberapa saat berhenti, Tara akhirnya mendapatkan peringatan dari wasit agar tidak membuat keributan lagi, hingga babak pertama usai Kertajaya kalah dengan skor yang mencolok lima belas dua puluh enam.
****
Janji akad sudah di ucapkan dan para saksi akhirnya meneriakkan kata 'SAH' Bara dan Sasa pun akhirnya resmi menjadi pasangan suami istri. Semua dalam keadaan haru ketika penghulu menghantur kan doa. Tak tau apa yang ia lakukan ini salah atau tidak yang ia tau kini ia sudah menjadi seorang suami dan ia tau betul apa konsekuensinya kini.
Eva pergi ke kamar menjemput Sasa agar bisa bertemu dengan Bara. Semua mata tertuju pada wajah Sasa yang sangat berubah, disaat semua orang sibuk memandangi wajah gadis itu Bara hanya diam membisu tanpa menatap istrinya yang telah duduk disampingnya.
__ADS_1
" Ayo silahkan di salam dulu suami nya " ucap penghulu hingga akhirnya membuat Bara tersadar jika Sasa sudah berada di samping nya. Pandangan Bara tiba tiba terpaku pada wajah cantik istrinya dengan balutan gaun putih yang megah dan riasan yang begitu membuat tampilan Sasa benar benar berubah.
Sasa maupun Bara sama sama memandang kearah wajah masing masing. Mata keduanya seolah berbicara banyak tentang apa yang mereka rasakan.
" Sasa ayo di salim Bara, cium tangan nya " perkataan Eva seketika memutus kan kontak mata antara dua insan ini. Sasa terlihat salah tingkah saat di minta untuk menyalami Bara, perasaan nya kini tidak karuan bagaimana bisa ia tiba tiba merasa seperti ini. Sementara Bara sama sekali tak bergeming saat menatap Sasa, mata nya masih meneliti setiap sudut wajah gadis itu. Hingga akhirnya Sasa memberanikan diri untuk mencium tangan Bara. Sasa terkaget saat tiba tiba saja Bara mencium puncak kepala gadis itu hingga membuat nya seketika terdiam karena degupan jantung yang tak biasa ia rasakan.
" Ini adalah bagian dari sandiwara, jadi Lo gak usah merasa ge-er dulu " ucap Bara pada Sasa namun cewek itu tampak tak perduli lagi dengan perkataan Bara.
Semua tamu akhirnya menikmati hidangan Bara memperhatikan Sasa yang terlihat seperti kebingungan hingga ia akhirnya menemui cewek itu yang berada di sebuah meja.
" Seharusnya Lo senyum kan, bukannya sedih " ucap Bara sambil meneguk gelas minuman nya.
" Gue gak bisa bersandiwara sebaik Lo kak, gue lagi nungguin seseorang " ucap nya khawatir.
" Siapa? yang Lo tungguin? tanya Bara seakan cowok itu tak suka mendengarkan perkataan Sasa yang terdengar begitu sangat menghawatirkan seseorang.
" Siapa dia juga bukan urusan Lo " ucap nya ketus pada Bara hingga membuat cowok itu seketika mendapatkan wajah nya pada wajah Sasa hingga membuat cewek itu terkaget setengah mati.
" Lo itu gak usah sok ngerasa penting, gue tanya begitu juga demi hari ini. Lo liat donk meski gak banyak orang datang tapi banyak rekan kedua orang tua kita disini. Lo gak mau kan bikin mereka bertanya tanya tentang keadaan Lo " ucap Bara hingga membuat Sasa merasa tak senang.
" Gue lagi mikirin Raja dia kemana coba tiba tiba aja ilang " ucap Sasa seketika membuat Bara berdiri, kaget hingga membuat meja nyaris tergoncang tersenggol Bara.
" Ih... Lo kenapa si kak " tanya Sasa marah pada cowok itu.
" Kita harus ke sekolah sekarang " ucap Bara hingga membuat Sasa hanya terdiam cengok bisa bisa nya ia malah mengajak Sasa pergi dari sini. Tanpa menunggu persetujuan Sasa Bara menarik cewek itu hingga membuat nya hampir terjatuh sebab pakaian pengantin nya yang begitu panjang..
__ADS_1
"