
"Akhirnya kelar juga!" Menggunakan punggung tangannya, Bianca menyeka bulir keringat pada pelipisnya, dia tersenyum sumringah, menatap bangga hasil masakannya yang telah siap. Langkah selanjutnya, tinggal menyisihkannya ditempat bekal.
"Mudah-mudahan, Kakak suka."
"Wahh.. Tuan pasti suka sama masakan Nyonya." Celetuk Bi Asri ikut senang. Ia sedang berada didapur menemani Bianca memasak, Bianca mengangguk antusias menanggapi celetukan Bi Asri.
"Yang rasanya buruk sekalipun pasti dia bilang enak kalo masakan aku." Bianca tak akan lupa dengan nasi goreng buatannya yang ke asinan dimasa lalu, Agam memujinya enak. Padahal saat Bianca mencicipinya, jujur saja ia sendiri nyaris muntah.
"Nyonya bakal nganter langsung bekal ini ke perusahaan Tuan?"
Sekali lagi Bianca mengangguk sambil tersenyum, ia tak bisa membayangkan bagaimana reaksi Agam melihat kehadirannya di perusahaan. Apakah dia akan langsung disambut oleh pelukan hangat? Hah, Bianca hanya bisa berdoa dalam hati, semoga dia tak kehabisan napas nanti diterjang oleh Agam. "Aku ingin kasih dia suprise, aku ingin lihat bagaimana reaksinya ngelihat kedatangan mendadak aku diperusahaan."
"Pasti Tuan langsung gini, ehm." Beliau merdehem dan mulai meniru gaya biasa majikannya lakukan. "Aaa Bia... Kenapa gak ngasih kabar kalau mau mampir...Cuddle dulu Bi..."
Detik berikutnya, tawa Bianca pecah bersamaan dengan Ibu Asri. "Gaya Kak Agam banget sih.." Ujar Bianca masih dengan sisa-sisa tawanya, ia melepaskan apron yang ia pakai dan meletakannya dimeja pantry.
"Udah dulu deh, aku mau keatas, mau siap-siap dulu." Bi Asri mengangguk. Setelah itu, Bianca melenggang menuju tangga, ia akan menukar pakaiannya yang lebih rapi dari pada baju yang ia kenakan sekarang adalah baju sederhana khas rumahan.
*****
Setelah menempuh perjalanan dengan taksi, membawa Bianca menuju perusahaan Arbyshaka. Statusnya yang menyandang sebagai seorang Istri dari pimpinan perusahaan, membuat Bianca tak perlu harus singgah di resepsionis untuk meminta izin ketemu dengan Agam, ia mempunyai akses untuk langsung keruangan Agam sesuka hatinya.
Seluruh pegawai yang bekerja disana, tentu kenal dengan Bianca, siapa sih yang tak kenal dengan Istri seorang CEO di perusahaan Arbyshaka. Seperti kali ini semisal, melihat keramahan Bianca, banyak yang menyapanya sepanjang perjalanan menuju ruangan Suaminya berada.
"Eh, ya ampun, ada Istri Pimpinan.. tadi saya lihat ada Dita masuk keruangan Pak Agam.. gimana kalau kedapatan Istrinya?" Bisik salah satu karyawan disana, teman disampingnya menyikut lengannya untuk memberinya peringatan agar tak membuka suara lagi.
__ADS_1
"Ssst! Tutup mulutmu! Itu urusan mereka, bukan urusan kita!"
Senyum manisnya tak kunjung pudar, jantung Bianca berdebar tak beraturan ketika sudah berada didepan ruangan Agam. Sekali helaan napas, ia pun menekan handle pintu.
Ceklek...
Bukan pelukan hangat. Bukan senyuman hangat sesuai harapan yang menyambutnya. Namun, pemandangan yang menyambutnya, adalah pemandangan yang begitu membuat dunianya seakan runtuh saat ini juga. Senyum manis yang menghias wajahnya sirna dalam sekejap, bekal yang ada ditangannya entah sejak kapan sudah jatuh berserakan dilantai.
Jika ini mimpi buruk, mohon bangunkan dia sekarang!! Bagaimana Suaminya yang selama ini selalu menjadikannya ratu ternyata melakukan hal tidak terpuji seperti ini dibelakangnya?! Kepercayaannya yang terbangun selama ini hancur dalam seketika.
"S-sepertinya saya menganggu kalian?" Terdengar suara getaran getir. Bianca berusaha tetap berdiri tegak walaupun kakinya telah melemas.
Posisi mereka berdua benar-benar bisa membuat siapa saja keliru. Wajah Agam pias melihat kedatangan Bianca dibingkai pintu, dia mendorong kuat Dita hingga terjerambap kelantai. "Bia?!"
Ia ingin marah, mengumpat, mencakar-cakar wajah Suaminya dan Wanita gatal yang sekarang tersenyum penuh kemenangan. Tapi bagaimana ia bisa mengucapkan sumpah serapah, sedangkan lidahnya pun keluh enggan mengeluarkan suara sedikitpun.
"Bia?!!" Agam berancang akan mengejarnya, sialnya pergelangan tangannya dicekal oleh Dita.
"Mister memiliki Istri seperti itu? Kenapa dipertahankan? Dia lebih percaya dengan apa yang dia lihat dengan mata kepalanya sendiri, ketimbang penjelasan dari Mister. Dari situ saja sudah dapat disimpulkan jika dia gak menaruh kepercayaan sedikit pun sama Mister. Seharusnya Mister menceraikan Istri yang sepert--"
DAMN It!
Agam menghempas kasar tangan Dita hingga cengkramannya terlepas dengan sendirinya. Agam mengacak-ngacak rambutnya sambil mengerang frustasi dengan keadaan, sekarang ia tak tahu harus melakukan apa. Dita mematung takut melihat Agam yang mengamuk tak terkontrol.
"Arghhh!!! Ban*gsat lo sialan, sadari posisi lo Dita! Lo cuma sekretaris gue! Lo gak ada hak untuk ikut campur dalam urusan rumah tangga gue!" Jika manusia yang satu ini bukan kaum perempuan, bisa dijamin Agam sudah memberinya perhitungan yang setimpal.
__ADS_1
Meraup wajahnya gusar, Agam kemudian kembali angkat suara lagi. "Gue salah sudah menaruh kepercayaan untuk lo selama ini, mulai dari sekarang lo gue pecat!" Dita meremas ujung rok span-nya.
"Tapi, Mister--" Agam kembali menyela ucapannya, Dita benar-benar tak diberi kesempatan untuk berbicara.
"Kalo sampai hubungan gue dan Istri gue kenapa-napa karena kejadian tadi, lihat saja, gue gak akan tinggal diam, lo akan menerima akibatnya!" Gertak Agam tak main-main sebelum akhirnya ia berlalu dari ruangan meninggalkan Dita yang sedang mengepalkan kedua tangannya kuat.
*****
...SPOILER CHAPTER YANG AKAN DATANG!...
..."Kalo alasan kamu ingin pergi karena kejadian dikantor tadi, biar aku jelasin! Tadi, jas aku ketumpahan kopi, Perempuan tadi hanya bantuin aku membersihkan pakaian aku meskipun sudah aku tolak dengan keras."...
..."Terus apa gunanya lo jelasin itu sekarang?! Toh keputusan gue untuk pergi dari sini udah bulat! Kalo lo berpikir gue pergi hanya karena kejadian tadi, lo salah."...
..."Bukan hanya karena itu, tapi rumah tangga kita memang sudah gak harmonis sejak Ezza lahir. Gue selalu berusaha untuk jadi Istri sekaligus Ibu yang terbaik, tapi lo hanya mau dimengerti tanpa mau ngertiin gue! Lo egois tahu gak?!"...
..."Bia, jangan kaya gini.. kita selesaikan ini baik-baik ya? Jangan pergi.. jangan tinggalin aku sama Ezza.. kami butuh kamu..tolong, Bia.."...
..."Please jangan pergi... kamu tega, ninggalin Ezza begitu saja? Putra kita butuh keluarga yang lengkap.. kasihani aku dan Ezza, Bia.."...
..."Sehat-sehat terus Kak. Gantikan gue ngurus Ezza, ya? Gue titip dia pada Kakak. Selamat tinggal."...
*****
Cerai yeay!!🥳
__ADS_1
Kira-kira lanjut disini atau lanjut di aplikasi berbayar aja..? Biar pada gantung😭😄
Canda etsss, takutnya readers pada ngamok😭