
Tok...tok...tok...
"sial"umpat Alaric karena orang yang mengetuk pintu menganggu aksinya.ketukan pintu kamar membuat mereka menghentikan aksi mereka.
Alaric berdiri dari kasur dan pergi membukakan pintu untuk orang yang sudah mengganggu kegiatannya dan Zea. sedangkan Zea wajahnya sudah seperti kepiting rebus merah banget wajahnya mengingat apa yang ia lakukan dengan Alaric walaupun mereka sudah sah sah aja melakukannya tapi dia tak siap dan merasa takut.
Alaric membuka pintu yang memperlihatkan bik Surti sedang berdiri didepan pintu kamarnya.
"iya bik ada apa?" tanya Alaric melihat kearah bik Surti
"Mau manggil Aden dan nona, makan malam sudah siap." ucap bik Surti
"oke bik.. saya dan Zea sholat dulu, nanti kita turun kebawah usai sholat" ucap Alaric
"bibi turun kebawah dulu yaa den.." ucap bik dengan membalikan badan berjalan menuju dapur.
"iya bik.." ucap Alaric yang masih didengar oleh bik Surti
Alaric masuk dan tak lupa menutup pintu, bukan mengunci ya. ia berjalan masuk kedalam dan tak melihat adanya zea tetapi ia mendengar suara gemercik air dari kamar mandi yang artinya Zea berada dikamar mandi, ia pun menunggu Zea keluar kamar mandi dan bersandar disamping dinding tak lama kemudian zea keluar kamar mandi yang ternyata Zea tadi sedang mengambil wudhu.
Alaric pun masuk kedalam kamar mandi bergantian mengambil air wudhu setelah usai ia keluar dan Zea udah memakai mukena dan membentangkan sajadah untuk mereka berdua, usai sholat mereka turun ke lantai bawah menuju dapur.
usai makan mereka masuk ke kamar dan Alaric belajar sedangkan Zea hanya memakan cemilan yang ia Ambil dari kulkas dan Bermain Free Fire.
"Tembak, granat-granat."
"yes double kill"
"anjing bangsat.."
"Tembak tuh sat.."
__ADS_1
"Headsot"
"Booy......" belum selesai ia mengucapkan sesuatu Alaric tiba-tiba mengambil hp dari tangannya dan pergi begitu saja. sedangkan Zea melongo dibuat Alaric, mulut sedikit terbuka dan mata melolotot seakan tak percaya.
setelah sadar zea melihat tangannya yang kosong dan berlari menuju meja belajar Alaric dan menyodorkan tangannya guna meminta hpnya.
"Apa?" tanya Alaric pura-pura tak tahu
"hp gue bang...." ucap Zea terpotong dan langsung menutup mulutnya dengan kedua tangan.
Hampir gue kecoplosan bilang bangsat, kan si Alaric nggak suka orang berkata kasar... batin Zea meruntuki mulutnya yang gila ini.
"Bang apa hm?" Tanya Alaric menatap tajam kearah Zea
"Emm.. bang... emm.." ucap Zea gagu dan melihat kesegala arah seakan-akan mencari jawabannya yang tepat agar Alaric nggak marah padanya dan berakhir disita hpnya.
"Bang apa? Haa... gue nggak suka dibohongin" tanya Alaric sekali lagi dengan nada membentak.
"gue nggak suka ya Lo ngomong kasar lagi.." ucap Alaric tegas tak sengaja menunjuk Zea pakai jari telunjuknya sedangkan Zea hanya mampu menunduk karena ia tau ia salah.
"iya.. gue minta maaf karena ngomong kasar.." ucap Zea berbalik badan menuju kasur dan tidur membelakangi tempat Alaric nanti tidur.
"Hp Lo gue sita selama 2 hari.." ucap Alaric tegas, ia masih tetap belajar.
Sebenarnya Alaric merasa bersalah karena sudah membentak Zea, tetapi ia merasa itu seakan benar karena ia nggak mau Zea banyak yang ngomongin karena bandel, ngomongnya kasar, ia sayang pada zea, mungkin caranya yang salah. Faktor lelah mungkin Alaric merasa lelah karena mengurus OSIS dan mengurus bisnisnya.
Sedangkan Zea hanya bisa menahan tangisnya agar Alaric nggak melihatnya atau orang lain, ia nggak akan pernah nangis.
Gue nggak akan pernah nangis, gue harus jadi cewek yang kuat... batin Zea menguatkan dirinya agar tak menangis didepan orang.
Karena merasa ngantuk Zea pun menutup matanya dan terlelap dalam tidurnya. berbeda dengan Alaric yang baru selesai mengerjakan tugas tak lupa ia mengisi jawaban pada buku Zea. kalian jangan berpikir kalau zea itu bodoh, nggak kok dia pintar hanya saja kehilangan ayahnya membuat ia berkurang belajar walaupun ia masih bisa masuk 10 besar.
__ADS_1
usai mengisi jawaban pada buku Zea, Alaric pun memberesakan dan menaruh perlengkapan besok kedalam tas dan ia pun naik ke atas kasur dan melihat punggung Zea karena Zea memungunginya walaupun begitu tak lupa mencium surai rambut zea dan mengelus rambutnya.
"Maafin gue yang udah bentak Lo.." ucap Alaric dan terlelap disamping Zea.
.
.
.
Ditempat lain
dirumah yang agak mewah sedikit tetapi lebih kaya Zea dan Alaric, seseorang menelepon anak buahnya.
"Hallo... apa ada berita penting?"
"Maaf nona.. Zea dibantu oleh seseorang cowok tampan yang membawa ia pulang kerumah.."
"oke.. pantau anak gadis tersebut dan cowok yang udah bantu dia keluar dari toilet."
"siap Nona." Tuttt.... putus sambungan sepihak karena dia sudah tak merasa ada yang penting akan diobrolkan.
setelah selesai menelepon ia pun berbaring dikasur Queen size dan melihat ke langit-langit kamar.
"gue akan buat lo menderita, seperti gue menderita Zeanissa Faatina.. hahahhaa" ucapnya penuh dendam dan tertawa seram.
✨✨✨
**Jangan lupa like, komen, vote dan share, terus siapa yang suka cerita Aku nanti masukin ke favorit.
Thanks yang udah mau baca yaa.
__ADS_1
salam hangat dari Author(✿**^‿^)