
"Lepasin tangan kotor Lo, gue nggak sudi dipegang sama Lo." tegas Zea sekali hentakan tangan Alaric terhempaskan.
Zea membuka pintu kamar dan menutup dengan kencang sehingga menimbulkan suara.
Braakkk...
Zea berjalan kelantai bawah dan membawa motor dengan kecepatan diatas rata-rata.. sedangkan Alaric berlari turun kebawah mengejar Zea, tetapi Zea udah pergi naik motor dengan kecepatan diatas rata-rata.
Mau mengejar tapi nggak sempat, kunci mobil kelupaan diatas meja kamar sedangkan Zea membawa motor dengan kecepatan diatas rata-rata. Alaric hanya mampu mendoakan semoga Zea nggak kenapa-napa dijalanan, nanti setelah sholat magrib ia akan mencari zea.
.
.
.
Tap...tap..tap..
suara langkah kaki dari arah tangga yang ternyata seorang cowok tampan yang dilihat dari pakaiannya seperti mau keluar.
"Bunda... Abang keluar dulu yaa.." pamit Aka berjalan kearah bundanya.
"Mau kemana bang? sebentar lagi mau malam ni..." tanya bunda yang melihat kearah anaknya
"Mau jalan-jalan Bun,, dirumah suntuk banget nggak ada Ica.." ucap Aka
"yaudah pergi aja... hati-hati yaa jangan lupa sholat Maghrib..." ucap Bundanya.
"siap ibu negara... hehhee.. assalamualaikum.." salam Aka dengan menyalimi bundanya..
"ada-ada aja kamu bang.. walaikumsalam.." ucap bundanya.
setelah berpamitan pada bundanya Aka berjalan keluar rumah menuju garasi mengambil motor sportnya dan menaikinya setelah itu ia mengendarai motor membela jalan..
Disisi lain seorang gadis cantik mengendarai motornya dengan kecepatan diatas rata-rata tiba-tiba dipersimpangan jalan 'Braakk' ia melihat orang kecelakaan yang begitu mengenaskan, sipengedara mobil menabrak seorang ibu-ibu yang mau menyebrang jalan.
Gadis tersebut tiba-tiba mengerem mendadak dan terjatuh dari motor yang syukurnya ia jatuh diatas rerumputan jadi tak terlalu sakit, tetapi gadis tersebut bukannya merasa sakit tapi ia seperti orang yang mengalami trauma..
"Ayahhh..."
"jangan tinggalin bunda..."
"suami anda sudah meninggal..."
"meninggal dunia, ayah,,, ayah..."
__ADS_1
seperti kaset yang berputar terus suara seseorang menggema di telinganya, bayangan memori dimana disaat ayahnya mengalami kecelakaan terus berputar, keringat dingin membanjiri dahinya.
Dipersimpangan jalan Aka melihat seorang gadis yang dikerumuni dan ia melihat gadis itu seakan-akan tak mendengar ucapan orang-orang yang mengerumuninya, terlihat gadis itu seperti ketakutan. Aka juga melihat kearah depan yang tak jauh dari gadis itu yang terlihat ada kecelakaan.
seperti ada magnet yang menariknya Aka memberhentikan motor dan turun dari motor terus berjalan kearah gadis tersebut yang ternyata gadis itu adalah Zea. Aka sempat kaget karena gadis itu ternyata adiknya.
"Permisi.. gadis itu saudara saya.." ucap Aka masuk kedalam kerumunan orang-orang dan Aka jongkok didepan Zea.
"Ica buka matamu,, ini Abang.." ucap Aka lembut karena ia mengetahui trauma adiknya kambuh kembali.
"Sayang.. hey ini Abang buka matamu yaaa Ica.." ucap Aka membujuk Zea.
Perlahan tapi pasti Zea membuka matanya dan masuk kedalam pelukan abangnya dengan keringat dingin yang masih bercucuran. Aka mengusap pundak Zea untuk menenangkannya.
"Disini ada Abang nggak usah takut yaaa.. Abang akan slalu jagain Ica.." kata-kata penenang buat Zea
"Cup.. cup..cupp.. sayangnya Abang nggak boleh lemah, harus kuat yaa..." ucap Aka
"Ihhh.. Abang Ica bukan Anak kecil lagi tau yang harus dibujuk pakai cup..cup..cup.." ucap Zea mengerucut bibirnya yang otomatis pipi chubby mengembung..
Orang-orang yang mengerumuni mereka sedari tadi sudah pergi berpencar entah kemana yang tersisa tinggal mereka berdua yang masih berpelukan.
"Ica kita ke apartemen Abang aja yaaa, Abang takut nanti bunda ngelihat wajah kamu yang pucat dan tau trauma ica kambuh nanti darah tinggi bunda kambuh lagi.." jelas Aka mengusap surai rambut Zea.
"oke Abang... kita ke apartemen Abang aja..." ucap Zea
"Ica naik sama Abang aja ke apartemennya..." ucap Aka berdiri dan menjulurkan tangannya kepada Zea dengan diterima juluran tersebut dengan senang hati.
"Terus motor Ica gimana bang?" tanya Zea dengan mereka berjalan menuju kearah motor yang diparkirkan.
"motor Ica nanti suruhan Abang bawa ke apartemen yaa.." ucap Aka dengan mengeluarkan hpnya dan menchat suruhannya datang mengambil motor adiknya.
"oke bang.." ucap Zea.
Mereka naik keatas motor tak lupa memakai helm dan Zea memeluk pinggang Aka. Aka mengenderai motor dengan kecepatan rata-rata menuju apartemennya, tapi ia mampir sebentar disupermarket membelikan Zea Es krim karena kalau zea lagi nggak mood atau ada hal yang tak menyenangkan akan terasa happy setelah memakan es krim coklat kesukaan mereka berdua.
.
.
.
Setelah melaksanakan sholat Maghrib, Alaric mengganti pakaian kokoh dengan baju santai, usai mengganti pakaian ia berjalan kearah pintu, membukanya dan berjalan menuju lantai bawah kearah ruang makan. Akhirnya ia sudah selesai makan dan mengambil kunci motornya.
Alaric berjalan menuju basement rumah mengambil motor dan mengnaikinya setelah itu ia mengendarai motor dengan kecepatan rata-rata. tetapi didepan supermarket ia melihat orang yang mirip dengan Zea, Alaric tak mengambil pusing ia tetap mengendarai motornya menuju rumah bunda Farah. Akhirnya Alaric sampai juga dirumah bunda Farah..
__ADS_1
Alaric turun dari motor setelah memarkirkan motornya dan berjalan kedepan pintu rumah..
Ting..tong (suara bel rumah)
Kreekk' suara pintu rumah terbuka yang terlihat bunda Farah yang memakai pakaian santai..
"Assalamualaikum Bun.." salam Alaric dengan menyalimi tangan bunda Farah.
"Walaikumsalam.. masuk Al.." ucap Bunda Farah sambil berjalan masuk kedalam diikuti Alaric. mereka berjalan kearah ruang tamu dan menjatuhkan diri diatas sofa.
"Apa kabar Bun?" tanya Alaric basa basi pada bunda Farah.
"Alhamdulillah baik,, kalau kamu Al gimana?" tanya balik bunda Farah.
"Alhamdulillah baik juga bun.." balas Alaric
"Eeehhh Nissa mana Al? kok nggak ikut kamu?" tanya bunda Farah baru sadar tak ada kehadiran putri bandelnya.
"Mmm.. Al kemari mau nanyain Nissa kalau ada kemari tadi?" tanya Alaric
"Nggak ada Al,, sedari tadi bunda hanya sendiri disini dan abangnya Nissa.." jawab bunda Farah.
"Ohh jadi gini Bun.. Alaric nanyain Hasil ulangan Zea tadi, tapi nilai Zea dapet 35 dibawah KKM jadi Alaric marah dan nggak sengaja bentak Nissa, eeh Nissa marah balik dan keluar rumah dengan terburu-buru, Al sempat kejar tapi Nissa bawa motornya dengan kecepatan diatas rata-rata, Alaric berpikir lebih baik habis sholat langsung kemari, Al kira Zea ada dirumah bunda.. Maafin Al yaa Bun udah ngebentak Nissa." jelas Alaric dari awal sampai Akhir dan memasang wajah menyesal.
"Oohh nggak papa Al, tapi Nissa nggak biasa dibentak Al.." ucap Bunda Farah
"Iya Bun... terus Nissa kemana ya" ucap Alaric dengan penuh kekhawatiran
"Coba kamu telepon sahabat Nissa aja sapa tau Nissa dirumah mereka." ucap Bunda Farah memberi saran..
Alaric mendengar ucapan bunda Farah langsung menelepon sahabat Zea dan menanyakan keberadaan Zea.
Alaric datar
"Halo.. Cia Zea ada dirumah Lo nggak?" tanya Alaric
"oohh oke.. Makasih.." jawab Alaric dan mematikan panggilan telepon.
Alaric menelepon sahabat Zea yang satunya lagi dan jawabannya tetap sama. mereka tak mengetahui keberadaan Zea.
✨✨✨
**Jangan lupa like, komen, vote dan share.. mohon dukungannya ya para readers,, beri gift+follow..
Makasih yaa para reader yang udah menyempatkan membaca cerita author..
__ADS_1
salam hangat dari Author**^_^