
setelah selesai menceritakan masa lalunya zea pun hanya menatap kosong lurus kedepan, Alaric yang melihat itu merasa iba dan langsung menarik zea masuk kedalam pelukannya.
"yang sabar yaa ze,, gue janji slalu ada untuk Lo.. kalau ada masalah nanti cerita sama gue, disini posisi gue sebagai suami Lo.." ucap Alaric memeluk Zea dengan erat tak lupa pula mencium puncuk kepalanya.
zea hanya mengangguk
beberapa menit kemudian Alaric melonggarkan pelukannya dan menatap dalam-dalam wajah Zea yang masih menatap kosong..
tak terasa sholat ashar pun berkumandang.
"Gih ambil wudhu terus kita sholat bareng.." ucap Alaric datar
zea hanya mengangguk.
setelah usai mengambil wudhu mereka bergantian mengambil wudhu setelah itu sholat berjamaah, sementara itu didepan pintu ternyata ada bunda Hana yang mau menyuruh Zea sholat.
semoga keputusan bunda menikahkan kalian jalan yang benar, Ya Allah semoga pernikahan anak-anakku membawa kebahagiaan buat mereka berdua.." batin bunda Hana
Bunda Hana pun pergi dari kamar anak gadisnya, dan melaksanakan sholat dikamarnya. setelah usai sholat bunda Hana menuju dapur memasak untuk makan malam nanti.
dikamar zea setelah usai sholat tak lupa dia mencium tangan suaminya begitupun Alaric yang tak lupa mencium kening istrinya, walaupun mereka nggak saling cinta tapi dalam prinsip hidup zea dan Alaric nikah hanyalah sekali dalam seumur hidup.
"Al kita main yuk.." ucap Zea
"main apa?" tanya Alaric datar
"main sepeda dikompleks aja.." ucap Zea tersenyum.
"hmmm" ucap Alaric melihat lawan bicaranya sambil pura-pura berfikir sambil mengetuk-ngetuk dagunya.
"kalau gue nggak mau gimana?" tanya Alaric
"Lo harus mau.." ucap Zea cemberut. Alaric yang melihat itu semakin suka membuat Zea kesal
"nggak mau.." ucap Alaric
"harus mau.."
"nggak mau"
"harus mau.."
"harus mau.."
"nggak mau.. uppsss nggak ada yaa Lo harus mau TITIK." ucap Zea keceplosan menutup mulutnya dengan tangan kiri, tidak lupa dia menekan kata titik berarti harus dituruti.
"iya gue mau.. Lo ganti baju gih.." ucap Alaric karena tak tega melihat wajah Zea cemberut.
cute banget sih Lo.." batin Alaric sambil tersenyum dalam hati
"yeee.. makasih Al.." ucap Zea kegirangan langsung ngibrit mengganti pakaian
.
.
.
.
setelah mengganti pakaiannya zea pun keluar dari toilet dengan pakaian casualnya, celana pensil berwarna merah hitam dan baju berwarna putih berlengan panjang ada tulisan love girl. zea terlihat lebih manis dengan rambut yang diikat satu olehnya.
"Al cepetan.." ucap Zea pergi dari kamar karena Zea merasa suntuk dalam kamar seharian.
"hmmm.." dehem Alaric berjalan keluar dari kamar, Alaric memakai pakaian casualnya, celana pendek dan kaos hitam.
usai berpamitan pada bunda Farah zea dan Alaric keluar dari rumah menuju basement mengambil sepeda.
"Niss lomba yuk.." ucap Alaric naik sepedanya begitupun zea.
"Ahhh males gue lomba sama Lo.." ucap Zea
"bilang aja Lo takut sama gue.." ucap Alaric memancing zea
"nggak yaa,, gue hanya males.." ucap Zea
"hmm bilang aja Lo takut kan sama gue,, nanti Lo kalah lagi.." ucap Alaric
"siapa bilang gue takut,, oke kita balapan yaa.." ucap Zea dan Pancingan Alaric berhasil, soalnya zea tipe cewek yang nggak mau diremehkan.
__ADS_1
"oke siapa takut.. gue kasih hadiah deh kalau Lo menang,, tapi..." ucap Alaric digantungkan supaya zea lebih penasaran.
"tapi apa?" tanya Zea nggak sabaran.
"tapi kalau Lo kalah harus nurutin satu permintaan gue,, bagaimana?" tanya Alaric
"deal.." ucap Zea dan Alaric berjabat tangan.
"dari sini sampai taman.." ucap Alaric
"okee,, mulai dari sekarang satu..tiga.." ucap Zea sambil menggajong sepedanya,, nggak ada duanya dulu langsung tiga. hahaha
"wahh curang lo.." ucap Alaric menggajong sepedanya.
"hahhaa biarin,, rasain Lo, kejar gue kalau bisa.. hahahha" ucap Zea kegirangan karena berhasil mengerjai Alaric.
"tunggu Lo yaa.." ucap Alaric sambil mempercepat gajongannya.
"Gue senang Lo tertawa lagi.." ucap Alaric pelan.
"Aahh Lo nggak asik.. jangan kecepatan dong.." ucap Zea mempercepat gajongannya..
mereka berdua tertawa bersama-sama menikmati indahnya keindahan sore,, rumah zea ke taman lumayan lama kalau naik sepeda sekitaran 10 menit, mereka balapan sepeda nggak ada yang mau kalah, Alaric sih cuman mau buat zea ceria kembali, jangan kaya muka tikus sedih gitu..
keringat mulai membasahi tubuh mereka, tak terasa mereka hampir sampai di taman yang dipenuhi orang-orang berlalu lalang.
"Yes gue menang.. Lo kalah wleee.." ucap Zea kegirangan sambil meloncat-loncat seperti anak kecil aja, sedangkan Alaric hanya tersenyum melihat itu..
"hahhaa Lo kalah.. Lo kalah.." ucap Zea
"yeee Lo tadi curang yaa.." ucap Alaric pura-pura kesal
"hahahaha tetap gue yang menang.." ucap Zea
"iya..iya Lo menang gue kalah,, gue beli minum dulu yah.." ucap Alaric berpamitan.
setelah Alaric pergi Zea hanya memanjangkan kakinya kedepan digerak-gerakin dan tak lupa menyeka keringat didahinya..
"Huft capek banget.." ucap Zea kecapean.
"Lo mau es krim?" tanya seseorang sambil menyodorkan es krim ke depan zea.
"mau dong.. gue kira siapa ternyata pangeran tampan,,uppsss.." ucap Zea menutup mulutnya dan matanya melotot karena keceplosan tak lupa mengambil es krim yang diberikan oleh Arkan rasa coklat.
"hehhehe Lo bikin gemes aja.." ucap Arkan tersenyum manis
"Aahh senyum Lo bikin diabetes aja, manis banget.. thanks.." ucap Zea tersenyum kembali
"tunggu pembalasan gue Zeanissa Faatina karena Lo udah berani dekat dengan beb Arkan." batin seseorang dari kejauhan
"sama-sama,, gue pergi dulu yaa udah ditungguin adik gue.." ucap Arkan berpamitan pada Zea
"okee.. dahhh.." ucap Zea
sementara dari kejauhan sana seorang cowok mengepalkan tangannya karena melihat Arkan dan istrinya. Alaric pun berjalan dengan langkah besar menuju zea yang memegang es krim sambil senyum-senyum nggak jelas.
"nih minum.." ucap Alaric nggak bersahabat menyodorkan air mineral.
"Kenapa Lo? udah kaya orang ajak perang aja.." ucap Zea mendongak melihat muka Alaric datar dan dingin.
"sini tuh es krim.. gue aja yang makan.." ucap Alaric datar tidak ada yang tau arti tatapannya, tatapan Alaric susah ditebak seperti apa.
"punya gue nih, kalau Lo mau beli sendiri.." ucap Zea.
"gue bilang jangan dimakan ya jangan.." tegas Alaric tapi kalian tau kan seorang Zea itu seperti apa keras kepala.
"bodoh!" ucap Zea bodo amat zea pun langsung memakan es krim tersebut.
Alaric yang melihat Zea mau memakan es krim tersebut dia pun ikut memakan es krim, jadi posisi mereka Zea memegang es krim dan memakan sampingnya dan Alaric memakan sampingnya pula, wajah mereka sudah dekat tinggal beberapa senti lagi ketemu. mereka berdua saling tatap-tatapan mata zea udah melotot karena kaget.
tatapan mereka saling bertemu, zea yang ada diposisi ini merasa degup jantung yang sangat dahsyat karena ia nggak pernah seperti sekarang. tak jauh denga zea Alaric pun merasa degup jantung yang berdegup kencang.
"Apa *gue ada penyakit jantung yaa? kok berdebar kaya gini.." batin Zea
"wahhh jantung jangan lari maraton dong,, kencang banget habis gue kalau didengar zea." batin Alaric*
"Ekheeemmm," dehem seseorang
Alaric dan Zea pun tersadar dan mereka saling menjauh sambil memalingkan wajahnya..
__ADS_1
"kenapa Lo berdua bisa ada disini?" tanya Rafka curiga
"iya baru kenapa posisi kalian seperti orang berciuman?" tanya Keenan mengintimidasi
"kita nggak ciuman.." ucap Zea dan Alaric berbarengan, sontak mereka saling berpandangan habis itu memalingkan kepala kesamping.
"ciee berbarengan,, jodoh niee.." ucap Rafka merusak moment mencekam.
Zea dan Alaric tetap cool dengan muka datar. mereka tidak merasa terintimidasi sekalipun.
"kita udah nikah.." ucap Alaric, sedangkan Zea biasa aja
"What/apa?" pekik Rafka dan Keenan merasa kaget.
"iya kita udah nikah.." ucap Zea sambil menceritakan kisah mereka sampai bagaimana menikah dari kapan, semua mereka ceritakan kedua sobat suaminya.
setelah selesai menceritakan, mereka pulang kerumah masing-masing.
.
.
.
setelah selesai balapan sepeda mereka berdua pulang langsung mandi dan sholat magrib.
"Nissa Al makan.." teriak bunda Farah
"iya bund.." balas teriak zea
mereka berdua turun kelantai bawah makan malam bersama. Dimeja makan.
"zea mulai besok dan seterusnya kamu pergi sekolah bareng Al.." ucap bunda Farah tersenyum
"bund kenapa gitu? zea nggak mau yaa bareng Al.." ucap Zea membantah perkataan bundanya, kalian Taukan zea keras kepala.
"itu hukuman buat kamu kamu karena bolos terus, atau tidak tidur terus dalam kelas,, bunda nggak mau bantahan sama sekali.." tegas bunda Farah
"iya bund.." ucap Zea hanya menunduk, Alaric yang melihat istrinya hanya menunduk pun hanya tersenyum.
"good girl sayang.. silahkan makan.." ucap Bunda Farah mempersilahkan makan.
setelah usai makan zea langsung menuju kamar mau main game..
"bund kita ke kamar dulu yaa.." ucap Alaric
bunda Farah hanya mengangguk karena dia udah membersihkan meja makan, walaupun ada pembantu tetapi mereka nggak mau merepotkan padahal yaa nggak merepotkan sama sekali.
Alaric pun langsung naik ke kamar karena sudah dapat izin bunda Farah, setelah masuk ke kamar ia pun membuka kenop pintu dan apa yang dia lihat zea hanya bermain game.
"wahhh bego Lo,"
"bangsat.."
"anjiir.."
"Headsot"
"hahhaha matikan Lo,, jangan pandang enteng gue udah master yaa.." ucap Zea
Alaric yang melihat itupun dibuat greget, dan langsung merebut hp zea..
"Al kembalikan dong,, mau mati tuhh.." ucap Zea loncat-loncat mau mengambil hpnya tapi Alaric mengangkat tangannya tinggi-tinggi.
"bodoh amat.." ucap Alaric berjalan menghindar tapi sialnya zea tetap loncat-loncat tak sengaja menyandung kakinya sendiri.
"Aakkhhh.." ucap Zea menutup matanya tapi tak merasa sakit sedikit pun dia pun membuka matanya.
zea hampir terjatuh dan Alaric pun langsung memeluk pinggang istrinya dan menatap zea dalam.
"nyaman yaa dipeluk?" tanya Alaric
"nggak yaa.." ucap Zea langsung berdiri tegap.
setelah itu Zea dan Alaric belajar bareng, tapi banyak drama banget yang dibuat Zea, nggak mau inilah, nggak mau itulah..
✨✨✨
Jangan lupa like, vote, coment, dan share keteman-teman kalian semua, mohon dukungan yaa gengs..
__ADS_1
Thank you epribadi 🙏🙏🌺