
Hari-hari sudah berlalu mereka melakukan aktivitas mereka segaimana mestinya.. Hari yang ditunggu pun sudah tiba dimana Alaric dan Zea akan mengikat hubungan mereka yang lebih serius.
rumah Zea sudah didekor dengan seindah-indahnya, sementara itu Zea sedang bersiap dikamarnya sudah memakai pakaian yang sudah dipilih olehnya dengan memakai make up tipis, zea terlihat lebih Anggun, berkharisma, sangat cantik dan menawan.
sedangkan dilain tempat seorang laki-laki dengan balutan jas berwarna hitam dengan pahatan hidung mancung, rahang tegas, mata tajam dan meneduhkan bagi siapa saja yang melihatnya dan yang paling penting dia terlihat berwibawa dan berkharismatik. dia seorang Alaric Faeyra Atmaja.
.
.
.
dirumah Alaric...
"Al udah siap belum?" tanya bunda Hana
"insya Allah siap bund yah.." jawab Alaric mantap
setelah itu mereka berempat pergi ke rumah zea untuk melaksanakan pernikahan Alaric dan zea, tak terasa mereka sudah sampai dirumah Zea. dan masuk kedalam rumah zea yang sudah didatangi oleh kerabat-kerabat dekat mereka.
"Assalamualaikum.." ucap salam keluarga Alaric
"Walaikumsalam.. silahkan masuk.." ucap keluarga Zea sambil mempersilahkan mempelai laki-laki masuk.
tak terasa mereka pun akan segera melaksanakan ijab Qabul. Alaric duduk didepan pak penghulu dan disekitar mereka terdapat Saksi. Alaric menjabat tangan pak penghulu.
"sudah siap nak Alaric?" tanya pak penghulu tentang kesiapan Alaric.
"siap pak." sahut Alaric mantap
"saya nikahkan engkau saudara Alaric Faeyra Atmaja bin Hendrik Atmaja dengan saudari Zeanissa Faatina binti wiraharja kusuma dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan uang sebesar 100 juta dibayar tunai." ucap Pak penghulu
"Saya terima nikah dan kawin zeanissa Faatina binti wiraharja kusuma dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan uang sebesar 100 juta dibayar tunai.. Saaaaaahhhhhh.." ucap Alaric kecoplosan karena terlalu gerogi.
semua hadirin yang mendengar ucapan Alaric ketawa ngakak karena Alaric mengucapkan sah sebelum pak penghulu terlebih dahulu.
"Hahhahaa nggak sabaran banget kamu boy,, sampai-sampai bilang sah sebelum pak penghulu.." ucap ayah Hendrik sambil tertawa diiikuti semua orang
"kita ulangi kembali ya nak!! rilexs aja nak.." ucap pak penghulu
"oke pak.." ucap Alaric malu sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"saya nikahkan engkau saudara Alaric Faeyra Atmaja bin Hendrik Atmaja dengan saudari Zeanissa Faatina binti wiraharja kusuma dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan uang sebesar 100 juta dibayar tunai." ucap Pak penghulu
"Saya terima nikah dan kawinnya zeanissa Faatina binti wiraharja kusuma dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan uang sebesar 100 juta dibayar tunai.." ucap Alaric dengan satu tarikan nafas.
"bagaimana para saksi?" tanya pak penghulu dengan dijawab oleh saksi
Sahhh
Sahhh
Sahhh
pak penghulu pun membaca doa.
sekarang Zea dan Alaric telah resmi menjadi pasangan suami istri secara hukum dan agama.
.
.
.
dikamar zea...
Zea sekarang lagi keringat dingin karena gugup akan menjadi istri orang, tidak pernah terpikir dibenaknya akan menikah muda apalagi dengan orang yang nyebelin banget disekolah. didalam kamar zea ditemani oleh sahabatnya karissa dan Valencia.
"Gue gugup banget.." ucap zea keringat dingin
"hehehehe Sans aja kali, jangan lupa ya bikinin gue ponakan yang buaaanyak ya ze.." Goda Cia.
"hahahaha kalau bisa cuaaantiiik banget dan guaaantenng yaa.." ucap Karissa semakin menggoda sahabatnya agar dia nggak gugup lagi.
"iissssh kalian ini apasih.." ucap Zea blushing untung saja dia pakai blass on jadi nggak terlihat banget pipinya yang udah seperti kepiting rebus.
"Saya terima nikah dan kawin zeanissa Faatina binti wiraharja kusuma dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan uang sebesar 100 juta dibayar tunai.. Saaaaaahhhhhh.." terdengar dari arah lantai bawah dengan suara tawa orang-orang
"hahahahha Alaric bisa lucu seperti itu yaa.." ucap Karissa mendengar Alaric mengucapkan kata sah.
__ADS_1
"hahahaha ngakak banget gue,, nggak sabaran banget si Alaric.." ucap Cia ketawa bersama sahabatnya.
tak lama dari situ mereka mendengar suara dari bawah mengatakan sah, zea yang mendengar pun menangis terharu karena dia udah resmi jadi istri orang.
"bagaimana para saksi?" tanya pak penghulu dengan dijawab oleh saksi
Sahhh
Sahhh
Sahhh
"Ya Allah.. sahabat gue udah jadi istri orang.." ucap Cia sambil memeluk Zea dengan diikuti karissa, mereka pun menangis terharu.
Ceklek...
"udah jangan berpelukan terus.. Nissa yuk kita turun sudah ditungguin.." ucap Bunda Farah menggunakan tutur kata yang lembut
"iya bund.." sahut zea sambil memeluk bundanya.
"jadi anak yang baik yaa Nis, dengar kata suami, dan jangan ngebantah, sekarang kamu tanggung jawab suamimu.." ucap Bunda Farah memberitahu dengan dibalas anggukan oleh Zea
"yuk kita turun sayang.." ucap Bunda Farah
mereka pun turun ke bawah dengan didampingi oleh bunda Farah disebelah kanan dan disebelah kiri Karissa dan Cia.
Takk.. Takk. Takk..
suara high heels dari arah tangga, semua orang yang melihat mempelai turun pun dibuat terpesona, bagaimana tidak Zea menggunakan kebaya yang pas ditubuhnya dengan Make up tipis, Zea hari ini menggunakan hijab yang dipadukan dengan warna bajunya..
deg
deg
deg
Alaric yang melihat Zea begitu terpesona akan kecantikan istrinya yang baru tadi sah, Zea pun melihat Alaric yang begitu tampan, mereka pun tak menyadari kalau mereka sedari tadi saling bertatap-tatapan sampai zea berada didepan Alaric.
*Masya Allah,, cantik banget istri gue, sekarang Zea terlihat seperti bidadari.. kenapa juga ni jantung serasa mau copot.. batin Alaric
Ya Allah,, benarkah dia suamiku? kenapa sekarang terlihat tampan sekali, kalau begini gue nggak bisa janji kalau nanti gue suka beneran ni anak, kenapa juga ni jantung kaya mau lari maraton aja dari tadi dag-dig-dug terus.. batin Zea*.
"Ekheeem.." mereka pun tersadar dari adegan tatap-tatapan dan saling membuang muka kesamping.
Alaric pun memasangkan cincin dijari manis zea begitu pun sebaliknya..
"Nis cium tuh tangan suamimu.." ucap Bunda Farah
"Harus yaa bund? Nissa malu.." ucap Zea sambil menunduk
"iya sayang.." ucap Bunda Hana..
karena mendengar ucapan bundanya Zea pun menuruti dan mencium punggung tangan Alaric walaupun degdeg kan, Alaric pun menyium kening Zea dengan perasaan yang campur aduk.
"sekarang kalian udah resmi menjadi pasangan suami istri.. Nissa kamu nurut yaa apa kata suamimu.." ucap Bunda Farah sambil memeluk anaknya
"Boy kamu harus jagain Zea karena dia istri kamu.." ucap Ayah Hendrik sambil menepuk pundak Alaric
"iya Yah.." ucap Alaric
"Al sekarang Zea adalah tangung jawab kamu,, bunda udah menganggap Zea seperti putri bunda sendiri jadi jangan kecewakan kami ya nak.." ucap bunda Hana memeluk putra bungsunya sambil menangis terharu, Alaric yang melihat bundanya menangis menghapus air mata bundanya.
"insya Allah bund Alaric akan menjaga amanat bunda.." ucap Alaric mantap sambil melihat istri.
"Zea jadi anak yang berbakti kepada suamimu ya sayang.." ucap Bunda Hana sambil memeluk mantunya dan Zea pun membalas pelukan tersebut.
"Zea kalau seandainya Al buat kamu menangis bilang aja sama Ayah yah.. nanti ayah pecat dia jadi anak hhehehhe.." ucap Ayah Hendrik memeluk mantunya dengan diangguki oleh semuanya, Zea yang merasakan kembali pelukan hangat seorang ayah pun memeluk erat Hendrik.
"iihh kalian jahat banget sama Al.." ucap Alaric mendramatis.
"jangan Khawatir yah,, kalau Al nyakitin Nissa nanti Nissa sunat kembali anunya.." ucap Zea melepas pelukan Ayah Hendrik
"iihhh Lo jahat banget sih Nis,, masa depan kita nih" ucap Alaric sambil memegang burungnya sambil bergidik ngeri dengan ucapan istrinya. zea yang mendengar ucapan Alaric pun blushing.
"Hahahahha ganas banget sih kak.." ucap Kiya sambil memeluk Zea.
"eehh siapa nih? imut banget.." ucap Zea karena tidak mengenal Kiya..
Hahhahhahahhaha.. orang tua pun hanya tertawa mendengar ucapan Zea yang tidak mengenal adik iparnya sendiri.
__ADS_1
"iihhhh kak Nissa ini Kiya.. adik ipar Kaka yang paling cuaaantik.." ucap Kiya sambil memanyunkan bibirnya zea yang tak tahan melihat wajah imut Kiya pun langsung mencium pipi Kiya.
"kenapa cuman Kiya aja yang dicium kenapa kakaknya nggak?" tanya Alaric tanpa sadar orang² yang mendengar pun tertawa.
"cieee yang ingin dicium istrinya.." Alaric dan Zea yang mendengar godaan keluarga mereka pun blushing.
setelah itu para tamu undangan pun sudah beranjak pulang karena acara sudah selesai..
"Huft... capek banget gue.." ucap Zea mengusap keringat didahinya.
"Al Nis kita pulang duluan yaa kalian nginap disini aja dulu.." ucap Bunda Hana.
"iya bund yah.. hati-hati.." ucap Zea sambil mengantar mertuanya kedepan.
"Kita pergi dulu.. Assalamualaikum.." ucap bunda Hana
"walaikumsalam.." ucap Zea dan Alaric
setelah mobil orang tua Alaric pulang mereka pun masuk kedalam rumah..
"Nissa antar Suami kamu keatas.." ucap bunda Farah.
"Tapi bund..." ucap Zea terpotong.
"nggak papa,, bunda tau kalian capek butuh istirahat,, jadi ini semua nanti bunda dan pembantu yang beresin." ucap bunda Hana penuh pengertian.
"oke bund,, Nissa ke atas dulu yaa mau istirahat sama Alaric.." ucap Zea naik keatas untuk istirahat bersama Alaric.
mereka pun sudah sampai dikamar..
"gue mandi duluan yaa.." ucap Zea masuk kedalam kamar mandi tak lupa membawa pakaian ganti.
gemercik air dari kamar mandi pun terdengar.
"kamarnya bagus banget, rapi dan nyaman walaupun nggak sebesar kamar gue sih.." ucap Alaric memperhatikan kamar zea.
setelah menunggu lumayan cukup lama zea pun keluar dari kamar mandi. yang sudah memakai baju tidur berwarna maroon.
"Lo mandi gih,, jangan lupa bawa baju ganti.." ucap zea
"iya.." ucap Alaric datar mengikuti apa yang dikatakan zea. Alaric pun masuk kedalam kamar mandi.
Zea yang merasa lelah pun langsung berbaring di kasur miliknya dengan mengscrooll Akun instagramnya.. Tak terasa Alaric pun sudah keluar menggunakan kaos oblong berwarna hitam dengan celana pendek jangan lupa rambutnya yang basah terlihat lebih tampan.. zea pun melihat kearah pintu kamar mandi.
Aaaaa mata gue udah nggak suci lagi, dosa nggak yaa? tapi ya udahlah,, udah terlanjur juga, dapat vitamin A gue.. Batin Zea berteriak sambil memperhatikan Alaric yang mengeringkan rambutnya seperti ala slomotion.
"Kenapa Lo? terpesona?" ucap Alaric terheran-heran dengan tingkah zea.
"nggak kok.. siapa juga yang terpesona.." ucap Zea sambil memalingkan kepalanya karena saat ini wajahnya berubah seperti tomat busuk aja.
Bisa malu juga nih anak,, biasanya juga malu-maluin.. Batin Alaric terkekeh melihat Zea yang blushing.
setelah mengeringkan rambutnya Alaric pun ingin tidur karena badannya capek banget sedari tadi berdiri walaupun nggak banyak orang sih tamu undangannya. zea yang melihat gerak gerik Alaric pun bertanya.
"Lo kenapa?" tanya Zea memperhatikan Alaric
"gue tidur dimana?.." tanya Alaric.
"Yaaa.. Lo tidur di kasur bareng gue.. Lo nggak mau tidur berdua sama gue? ya udah tidur di kasur aja lu.." ucap Zea habis bertanya dijawab sendiri aneh lo ze..
"hmmm.. tapi Lo nggak papa?" tanya Alaric
"emangnya gue kenapa kalau tidur bareng lo?" tanya Zea bingung
"kan biasanya kalau orang nikah nggak saling cinta pasti pisah ranjang atau bantal pembatas.." ucap Alaric
"jangan samain gue sama mereka, karena gue beda. nggak usah alay deh emang kita mau ngapain kalau tidur bareng?" ucap Zea sambil berbaring.
"ya nggak ngapa-ngapainlah.." ucap Alaric sambil baring disamping Zea.
dia polos apa gimana sih,, nggak takut apa kalau diapa-apain gitu, untung aja sama gue jadi nggak bakal gue rusak Lo walaupun kita udah sah, bagaimana kalau sama orang lain.. Batin Alaric sambil memperhatikan zea yang sudah tidur sambil membelakanginya.
"good night my wife.." ucap Alaric
Tak terasa mereka sudah tidur dialam kapuk.
✨✨✨
__ADS_1
****jangan lupa like, vote, coment, dan share. beri gue dukungan supaya tambah semangat gitu, jangan lupa juga beri hadiah.
Thank you epribadi🙏🙏🌺**