
cahaya masuk dari sela-sela gorden yang mana matahari masih malu-malu menampakkan dirinya, pagi itu sepasang pasutri masih tidur yang saling berhadapan. Alaric bangun terlebih dahulu dan menatap istrinya yang masih tertidur pulas setelah melaksanakan kewajiban umat Islam karena sudah puas memandang wajah Zea Alaric pun berjalan ke kamar mandi melaksanakan rutinasi yaitu mandi, usai mandi Alaric keluar sudah memakai seragam sekolah tetapi zea belum juga bangun.
"Nissa bangun.." ucap Alaric sambil menggoyang lengan zea
zea hanya menggeliat dan menarik selimut kembali.
"Nissa bangun.. kalau nggak bangun gue cium ni.." ucap Alaric disamping telinga Zea
Zea yang mendengar ucapan Alaric pun langsung membuka matanya..
"Apaan sih Lo,, gue mandi dulu.. tungguin gue.." ucap Zea ngacir masuk ke kamar mandi tak lupa membawa seragamnya.
tak menunggu lama hanya sekitaran 10 menit zea udah selesai mandi dan pakaian rapi walaupun dasinya masih diikat asal.
"udah yuk kita turun sarapan.." ucap Zea berjalan turun kelantai bawa bersama Alaric
dimeja makan sudah tersedia sarapan mereka dan disana sudah ada bunda Farah yang menunggu mereka.
"pagi bund.." sapa mereka serempak dan menarik kursi masing-masing
"pagi juga sayang.." ucap bunda Farah
mereka pun sarapan dengan tenang hanya suara sendok yang saling beradu, setelah usai makan mereka pamit pada bunda Farah.
.
.
.
tak terasa mereka sudah sampai di parkiran sekolah, zea langsung keluar dari mobil begitu pun dengan Alaric, banyak siswa siswi yang berteriak histeris bagaimana tidak seorang bad girl tiba-tiba semobil dengan seorang mostwanted boy yang terkenal good looking.
"Aaaahh mereka berdua kenapa datang bareng.."
"mereka pacaran mungkin."
"serasi banget kak Alaric dan kak zea.."
"tapi kak Alaric sempurna buat kak zea"
"kak Alaric cocoknya sama kak Ara.."
__ADS_1
zea dan Alaric yang mendengar itu hanya memasang tampang cuek dan datar.. mereka berjalan terus sampai kelas sampai dikelas sudah banyak siswa siswi yang ribut, ada yang kehilangan pulpen, ngaca dan bergosip ria.
didalam kelas mereka melaksanakan kewajiban sebagai siswa dengan tertib dan aman.
tak terasa bel istirahat sudah berbunyi nyaring dimana semua siswa pada berhamburan keluar dari sangkar emas menuju dunia luar yaitu ke kantin. selama perjalanan menuju kantin zea cs hanya ketawa, menggoda, kesal tak terasa mereka sudah sampai dikantin dan mengambil tempat dipojok.
"Cia Lo pesan gih.." ucap Zea
"oke kalian mau makan apa?" tanya Cia
"samain aja sama Lo.." ucap Karissa
zea hanya mengangguk
setelah itu Cia pun pergi memesan makanan datang seorang cowok kepada mereka berdua.
"hai.. boleh duduk sini nggak?" tanya Arkan pada Zea dan karissa mendongak melihat siapa yang menyapa mereka, karissa yang melihat cogan menegur pun semangat 45 begitupun sebaliknya dengan zea
"boleh kok.." ucap Karissa semangat 45 dan Arkan yang mendengar tersebut langsung duduk disamping Zea
"hmmm kenalan nama gue Karissa panggil sayang boleh.." ucap Karissa dengan kaya centil serta mengedipkan sebelah matanya menggoda Arkan.
Arkan pun hanya tersenyum mendengar ucapan karissa.
setelah menunggu pesenan mereka, Cia pun datang membawa nampan berisi makan somay dan juz jeruk.
"ni pesenan kalian.." ucap Cia sambil duduk
"thanks Cia Baek.." ucap Karissa dan Zea
"iyaa nanti ada maunya aja baru bilang Baek kalau nggak dibilang apalah.." ucap Cia cemberut dan tidak memperhatikan didepannya ada seorang cowok tampan.
"ekhemm.." dehem Arkan cukup keras untuk menyadarkan mereka kalau disini ada dia.
mereka bertiga pun melihat kesamping zea.
"OMG cogan dari mana nih.." ucap Cia menutup mulutnya dengan kedua tangannya karena dia merasa kaget
"Omo Omo ganteng banget.." ucap Cia masih mendramatis
pletak..
__ADS_1
"Alay bat Lo terlalu mendramatis banget.." ucap Karissa dan Zea hanya memutar bola matanya jengah.
"kenalan nama gue Arkan.." ucap Arkan dengan gaya coolnya
"nama gue Valencia panggil aja Cia.." ucap Cia
.
.
.
setelah melaksanakan sesi belajar mengajar bel Istirahat pun, Alaric cs berjalan menuju kantin dengan gaya cool Alaric memasang muka datar tangan dimasukan kedalam saku celananya terlihat cool banget, begitupun dengan Keenan sama persis dengan Alaric berbeda dengan sicurut Rafka yang centilnya nggak ketulungan terlihat manis karena tebar senyum memperlihatkan lesung pipinya.
tak terasa mereka sampai dikantin dan duduk ditempat yang masih kosong, dari arah kanan terlihat zea dan teman"nya. Alaric hanya memperhatikan Zea terus menerus sedangkan Keenan pergi memesan makanan.
dari kejauhan Alaric melihat cowok yang berada di taman kemarin yang memberikan es krim pada Zea sedang menuju tempat zea berada, Alaric tak tau apa yang mereka bicarakan yang pastinya ia melihat mereka begitu dekat.
Alaric yang melihat itu mengepalkan tangannya, dia nggak tau rasa apa ini yang dirasakan sekarang, ingin marah pada siapa? zea atau pada cowo itu, semua itu tidak masuk akal.
"nih makan kalian.." ucap Keenan memberikan bakso dan es jeruk
"thanks.." ucap Rafka langsung menyantap makannya begitu pun dengan Keenan dan Alaric.
sekali-kali Alaric melihat tempat zea berada, teman-temannya memperhatikan apa yang dilakukan oleh Alaric pun merasa bingung kenapa semakin dingin kadang mengerasakan rahangnya.
"Alaric kenapa ya? makin dingin aja.." bisik Rafka pada keanan
"gue nggak tau,, kaya orang panas aja.." bisik Keenan, mereka berdua pun melihat arah yang dilihat oleh Alaric dan mereka tau apa yang bikin teman mereka marah.
"oohh gue tau dia cembokor.." bisik Rafka terkekeh pelan agar nggak didengar oleh Alaric
"heheheh mulai cinta kali dia.." bisik Keenan
mereka masih terus berbisik-bisik sedangkan Alaric makan dan sesekali melihat kearah zea.
"Braakkk.."
✨✨✨
**Jangan lupa like, komen, vote dan share.
__ADS_1
siapa yang suka jangan lupa difavoritkan..
Thank you epribadi 🙏🙏 yang sudah berkenan membaca cerita aku**.