Married With Ketos

Married With Ketos
Kecelakaan?


__ADS_3

Langkah kaki Bianca membawanya ke perpustakaan. Sewaktu Bianca masih berada di kantin, ia mendapat pesan dari Agam yang menyuruhnya untuk menemuinya di perpustakaan. Dan Bianca pun sekarang dalam perjalanan.


Tiba di ruang besar perpustakaan, tangan Bianca pun sontak langsung tertarik ke arah jajaran rak buku-buku di sana. Di sudut kanan dan kiri, jelas terlihat ada beberapa orang yang tengah membaca buku, ataupun sedang menulis catatan sesuatu.


Dan Agam membawa Bianca ke tempat yang tak ada satu pun manusia, yakni persis di tengah-tengah, bersembunyi di antara rak buku-buku. Agam pun langsung memeluknya tanpa sungkan.


"Kakak.. kalo ada orang liat, gimana?" Di dalam dekapan hangat Agam, Bianca celingukan kanan-kiri, agar bisa memastikan di sekeliling mereka tak ada orang.


"Makanya diem, gue ngisi tenaga bentar.." ucap Agam dengan nada suara pelan. Agam melepas pelukan tiba-tiba saat pikirannya terlintas oleh tindakan Samuel sebelumnya di kantin. "Tadi, si Sam-Sam--siapalah itu! dia cium di mana?" tanyanya seraya memegangi kedua bahu Bianca.


"Sam-Sam siapa sih? si Samsul?'


"Terserah lah namanya siapa!! intinya, dia cium lo di mana?" Agam mendesaknya, dia ingin segera menghapus bekas ciuman lelaki yang berani menyentuh-nyentuh istrinya. Sialan! dia ingin mematahkan tangan yang beraninya merangkul-rangkul istrinya serta ingin mencopot bibir yang mencium pipi mulus istrinya ini.


Telunjuk Bianca mendarat di pipi kirinya. "Di sini." Bukannya ciuman yang menempel di sana, melainkan gigitan dari Agam, hingga Bianca pun meringis pelan mendapat gigitan itu. "Sshh Kak, sakit.." adunya memang benar adanya. Tangan Bianca mengusap-ngusap pipinya.


"Tadinya, pengennya nyium sih, tapi--liat pipi lo yang bengkak ini, gemes banget, jadi pengen gigit." Agam menekan-nekan pipi Bianca dengan kedua telapak tangannya, hingga bibir sang empunya mengerucut lucu.


"Kakak!! jangan usil deh!!" Bianca menyingkirkan tangan Agam dari pipinya. Tangan Agam yang sudah menganggur itu pastinya tak akan diam selama ada Bianca di sisinya.


Kini Agam menunduk, pergerakan tangannya melepas dengan perlahan-lahan lilitan syal yang membalut batang leher Bianca. Bianca pun masih mewanti-wanti entah apa yang akan di lakukan suaminya ini terhadapnya untuk berikutnya. Di saat syal itu sudah terlepas dari sana, wajah Agam pun sudah turun, menuju leher putih mulus itu.


Bianca yang sudah was-was sejak awal melihat gerak-gerik Agam pun segara menutupi wajah Agam dengan telapak tangan mungilnya, dan menjauhkannya dari lehernya.

__ADS_1


"Ih Bi.. pengen nambah tanda cinta Bi.." Agam merengek dengan raut yang menggemaskan.


"Tanda-tanda apaan sih!!! itu namanya cu.pang, bukan tanda cinta-cinta apaan sih! masih bocil lo main cinta-cinta'an! benerin dulu nilai lo deck!!" ledek Bianca. Syal yang sudah berada di genggamannya pun, ia lilitkan kembali di tempatnya awal. Kepalanya sontak tergerak kebelakang ketika Agam menoyor dahinya.


"Seharusnya itu kata-kata buat lo Bi... udah kecil, jelek, bodoh lagi." Agam mencibirnya balik, tentu dia tak mau kalah dengan ledekan Bianca barusan. Sial!! rupanya ejekan itu akan membawa malapetaka untuknya. Lihat saja raut Bianca, sudah tak santai seperti tadi. Agam pun jadi panas dingin melihatnya.


"Awas lo minta-minta jatah lagi!! Pokoknya puasa selama setahun!!" Jari telunjuk Bianca sudah mengarah pada Agam. Bola matanya pun membesar menatap Agam dengan raut galak. Tapi--kok malah tambah imut ya?


Nah kan.. "Lah Bi?? kok jadi di sangkut pautin ke jatah sih?! kan gak ada hubungannya!!" Agam jadi panik seketika. Tiba-tiba merutuki dirinya sendiri.


"Jelas ada lah!! ngapain lo minta-minta jatah ke orang yang jelek!! cari aja noh ke cewek yang lebih good looking dari gue!! banyak kok lo.n.te-lo.n.te syantik dengan body aduhai, yang bertebaran di kota ini!!" Bianca sudah mulai beranjak, melangkah cepat dengan kaki pendeknya, mengarah pintu keluar, Agam pun lantas segera membuntutinya.


"Bia.. bercanda ihh!!" kelakar Agam sambil terus mengikuti Bianca, tak mempedulikan tatapan-tatapan beberapa murid yang mengarah pada mereka.


***


Kalau di tanya apa impian Sherly? menjadi orang kaya adalah jawabannya. Mengapa? agar Mamanya bisa hidup enak dan dia tak harus bekerja keras. Hidup menjadi orang miskin itu, sungguh tidak enak.


Harus berhemat demi kepentingan sehari-hari dan masa yang akan datang, jangan lupakan menabung untuk biaya operasi Mamanya yang akan di lakukan jika biayanya sudah terkumpul.


Seperti halnya sekarang, berbeda dari anak-anak lain yang di jemput oleh Ayah atau pun Ibu, sopir pribadi keluarga, atau pun menggunakan transportasi pribadi yang berupa kendaraan beroda dua maupun beroda empat. Sherly harus berjalan kaki demi menghemat biaya hidup.


Jika biasanya, dia akan berangkat atau pun pulang sekolah bersama Samuel. Namun untuk sekarang, melihat bagaimana emosionalnya lelaki itu apa bila sedang bersamanya, Sherly menjadi takut. Bukan untuk kebaikannya sendiri melainkan untuk calon anak yang berada di dalam kandungannya.

__ADS_1


Jarak Sherly yang ia lintasi dari sekolah SMA Garuda belum jauh, bahkan gerbang pun masih terlihat dari tempat Sherly saat ini. Dengan wajah yang nampak pucat, belum lagi Sherly yang merasa lemas karena belum makan sejak pagi. Bahkan dia agak kesulitan hanya untuk sekedar mengayunkan kakinya, tubuhnya terasa bergetar. Langkahnya menggontai menyusuri pinggiran jalan.


Jadi, mulai saat ini, kemana lagi dia harus mencari uang? apakah akan kembali ke tempat bejat itu? jika bukan karena keterpaksaan, jujur saja Sherly tak akan sudi menginjakkan kakinya ke tempat terkutuk itu. Tapi, kalau tidak di sana, ke mana lagi dia mencari uang? sangat sulit mencari pekerjaan di era kini. Terlebih lagi, dia masih seorang siswa SMA. Apakah harus kembali mengemis di cafe tempatnya pernah bekerja, namun dirinya di pecat dengan cara yang tidak terhormat, atau bisa di bilang, diusir.


Biaya sekolah dan biaya makan sehari-hari, kemudian biaya pengobatan Mamanya agar bisa bertahan hidup, hingga dia berhasil mengumpulkan biaya operasi dan itu harus secepatnya. Pikiran Sherly di selimuti oleh semua tumpukkan beban yang harus ia tanggung. Hingga tak memperhatikan, jika jalan kakinya pun sudah melangkah hampir ditengah jalan.


Sementara akal Sherly masih terhanyut di sejuta pikiran yang bersarang di otaknya. Sampai dia sendiri pun tak menyadari kalau ada sebuah mobil tengah melaju dengan kecepatan rata-rata dari depan sana.


PIK PIK PIK


Pengendara itu sudah membunyikan klakson beruntun guna menyadarkan Sherly yang sedang melamun. Namun, pendengaran Sherly di telan oleh daya pikirnya. Hingga jarak kendaraan beroda empat itu tak jauh lagi dari posisinya, barulah lamunan Sherly terbuyar, matanya membola sangat lebar melihat mobil dari arah depannya.


"AAAAA!!" teriaknya di serang kepanikan luar biasa.


Saking paniknya, Sherly sampai lupa caranya untuk beranjak dari tempatnya, kemudian matanya malah spontan tertutup rapat ketika mobil itu hanya dalam hitungan detik semakin memangkas jarak antara dengannya. Dan----


Brughhh


TBC.


See you di part selanjutnya!


bagi pembaca setia Married With Ketos, tetap ikuti chapter-chapter berikutnya yah. Karena, gak lama lagi bakalan terungkap siapa yang neror Agam dan Bianca, siapa yang sebenarnya yang berniat nyelakain Agam, kalo kalian lupa kalian bisa flashback di part 29, dan siapa yang menjadi penolong di part itu.

__ADS_1


Kemudian, siapa sebenarnya sosok si Samsul--ralat si Samuel itu, semuanya akan terungkap di eps-eps yang akan datang.


Yang intinya, jangan bosan nunggunya yaa:) aku gak bakalan lama-lama kok up-nya. Paling lama hanya tiga hari satu eps. Soalnya aku adalah orang yang termasuk kaum nolep. Nulis cerita pun hanya hasil gabut aja, jadi jangan heran kalo ceritanya gak sesuai dengan ekspektasi kalian, otak gue gak secerdas author" lainnya yang buat plot twist sampe di luar nalar😭🙏


__ADS_2