Married With Ketos

Married With Ketos
Episode 12


__ADS_3

Zea melaju terus menuju rumahnya, tetapi dijalan ia mengalami musibah terjadilah kecelakaan, untungnya jalan sepi, zea kecelakaan karena mengingat Almahrum ayahnya.


karena luka yang dialaminya tidak terlalu besar dan parah, zea melaju sampai kerumahnya, dan untungnya bunda lagi pergi kekantor mendiang ayahnya.


"Assalamualaikum.." salam zea tapi tidak ada sahutan karena merasa perih pada luka disikutnya dan lutut, zea pun langsung menuju lantai atas membersihkan diri kata lain mandi..


setelah mandi Zea membersihkan lukanya,, kalau kalian bertanya diman Alaric jawabannya Alaric lagi sibuk. setlah selesai membersihkan lukanya Zea pun tidur karena dia merasa ngantuk banget tidak tunggu berapa lama zea pun sudah tertidur dengan pulas.


ceklek...


bunyi pintu terbuka masuklah Alaric, sekilas dia melihat tempat tidur dan terpampang jelaslah Zea yang sedang tidur.. Karena merasa gerah Alaric pun masuk kedalam kamar mandi membersihkan toilet ehh badan maksudnya.. tidak menunggu lama hanya sekitar 15 menit Alaric sudah selesai mandi dengan pakaian lengkapnya kaos putih dengan celana hitam pendek.tidak lupa dia mengeringkan rambutnya terlebih dahulu.


"cantik.." satu kata keluar dari bibir Alaric melihat Zea yang tertidur pulas, mukanya polos dan tidak ada muka ngeselin.


setelah puas melihat Zea tidur Alaric pun mengambil laptop untuk mengerjakan laporan OSIS, tidak lupa Alaric mencium kening Zea.


Cup..


"selamat tidur my wife.." ucap Alaric berlalu duduk di sofa yang tersedia dalam kamar.


"Ayah kenapa ninggalin Nissa secepat itu? hiks... hiks.." ngigo Nissa sambil menangis.


Alaric yang sibuk mengetik laporan pun teralihkan pada Zea, dia pun berdiri dan melihat Zea yang sedang mengigau dan menangis.


"Lo kenapa sampai menangis begini?" Tanya Alaric


"Ayah... Ayah... Ayah jangan tinggalin Ica, nanti Ica hiks... hiks.. hiks" ngigau Zea. Alaric hanya menyeka Air mata Nissa.


"Ayaaaaahhhh Awas ada mobil.. Hahh Hahh Hahh.." zea terbangun dari tidurnya sudah berkeringat dingin.


Alaric hanya mampu menyeka Keringat dingin yang bercucuran membasahi badan zea.


"Ayah gue meninggal karena ditabrak dimuka gue hiks hiks hiks." racau zea, Alaric hanya mampu memeluk Zea.


"cerita sama gue Nis" ucap Alaric, zea yang mendengar seseorang bercerita dia pun mendongakan kepalanya dan terlihat Alaric dengan muka khawatir.


"jadi gini....


Flashback on ✨


delapan tahun yang lalu..


seorang anak kecil yang masih menginjak usia 10 tahun, hari ini adalah ulang tahunnya, hanya diadakan kecil-kecilan dihalaman rumahnya hanya ada keluarga mereka, ayah bunda dan anak kembar tersebut.


"ayah kita piknik disini?" tanya anak Kecil perempuan.


"iya kita piknik disini sayang.." ucap ayahnya.

__ADS_1


"Hore kita piknik disini bang" ucap serempak anak kembar tersebut kegirangan sambil berpelukan dan meloncat bersama-sama


"Abang Adek duduk sini dulu sama bunda dan ayah.." perintah Bundanya dengan suara yang lembut.


"iya bund.." ucap serempak anak kembar tersebut. dan mereka berdua *duduk disamping ayah dan bunda.


"Nissa kalau besar nanti cita-citanya jadi apa?" tanya Ayah pada Anak perempuan yang bernama Zeanissa Faatina kecil.


"cita-cita Nissa jadi dokter yah.." ucap Zea kecil.


"kenapa Nissa mau jadi dokter?" tanya bunda pada Zea kecil


"kalau Ayah, bunda dan Abang sakit nanti Nissa yang obatin deh,," ucap Nissa kecil


"oohh bagus ya cita-cita anak putri kecil Ayah Bunda.." ucap ayahnya sambil mencium puncuk kepala Zea


"Kalau Abang cita-citanya jadi apa?" tanya Ayah pada Abang


"Kalau Abang cita-citanya mau seperti Ayah, Bahagiain Ica dan Buat ayah Bunda bangga." ucap Abang


"Wahhh.. Bagus banget cita-cita Abang.." ucap Bunda sambil mencium pipi Abang diikuti Zea dan Ayahnya.


"Abang kalau ayah nanti udah nggak ada, jaga bunda dan Nissa yaa, ayah percaya sama Abang.." ucap Ayah sambil mengusap rambut anaknya.


"oke yah,, tapi sekarang kan masih ada ayah yang jaga Bunda, kalau Ica nanti Abang yang jagain.." ucap Abang kecil sambil memperagakan oke👌


"Ayah bund, kita main dulu ya.. Abang Kejar Ica.." ucap Zea kecil sambil lari-lari dan dikejar oleh Abangnya.


"Sayang jaga Anak-anak kita nanti yaa kalau Ayah udah nggak ada.." ucap Ayah


"Mas bilang apasih.. kita yang bakal jagain anak kita nanti bersama" ucap Bunda memeluk suaminya sambil menangis


"iihhh bund jangan nangis, nanti Anak-anak lihat.." ucap Ayah sementara bunda yang mendengar tersebut langsung mengusap air matanya yang sempat jatuh.


Mereka berdua pun hanya melihat Anak-anak mereka yang sedang kejar-kejaran. Ditempat Zea..


"Abang tangkap Ica kalau bisa..wleee" ucap Zea menjulurkan lidahnya tanda mengejek sambil berlari terus.


"Nakal kamu ya dek.. Abang tangkap kamu.." ucap Abang menangkap adiknya dengan memeluk erat setelah itu dia gelitikin.


"Abang geli,, hahahhaha, geli Abang,, hahahhaa, ampun.." ucap Zea Kecil tertawa karena merasa geli


"Abang nggak mau,, Abang lepasin tapi kamu cium pipi Abang dulu.." ucap Abang Aka masih menggelitik zea.


"iya iya Abang Ampun, Ica mau cium Abang aja.. hahahhaa" ucap Zea dan Aka yang mendengarnya langsung berhenti tetap zea masih dalam pelukannya.


zea yang sudah tidak merasa geli pun langsung pencium pipi Abangnya kiri dan kanan begitupun Aka mencium pipi adiknya.

__ADS_1


"Ica sayang banget sama Abang.." ucap Zea sambil mempererat pelukan mereka


"Abang juga sayang sayang sayang bangeeeet sama Adek" ucap Aka mencium puncuk kepala adiknya. mereka melanjutkan bermain.


disisi lain Ayah dan bunda yang melihat itu tersenyum bahagia melihat anaknya.


"sayang.. mas mau beli ice cream dulu yaa buat anak-anak" ucap Ayah sambil mencium puncuk kepala istrinya.


"iya mas hati-hati dijalan.." ucap bunda melihat kepergiaan suaminya tapi dia merasa gelisa dan tak tenang.


Beberapa menit kemudian.


dari minimarket ayah selesai membawa es krim untuk anak-anak nya pun langsung pulang menuju rumah..


"Adek Abang ini es krim.." ucap Ayah tapi tidak melihat sekitarnya.


"Ayah/Mas awas ada mobil.." teriak Anak dan istri melihat dari arah berlawanan mobil melaju.


Ayah pun berbalik melihat mobil tersebut, Ayah mau lari tapi dia merasa kakinya lemas yang hanya dia bisa menyilang tangannya dikepala dan berteriak.


"Aaaaaaakhhh.. Bruuukkkkkk.." ayah pun terpental jauh dan disekitarnya sudah ada darah keluar dari kepala, hidung, dan sekujur tubuhnya.


"Ayah/Mas.." mereka berlarian menuju tempat ayah dan suami mereka yang sudah berlumuran darah.


Bunda Farah yang melihat itu menangis histeris dan seperti Abang Aka tapi tidak dengan zea yang hanya menatap kosong. orang pun berlalu lalang datang membantu.


"Mas hiks... ja...ngan tinggalin hiks.. A..aku dan anak-anak kita hiks.. masih butuh kamu.. hiks.. hiks.." ucap bunda Farah menangis tersedu-sedu.


"Ayah hiks..hiks.. ke..kenapa begini hiks..hiks.. A..ayah ha..rus kuat hiks..hiks.." ucap Aka berbeda dengan Zea yang hanya menatap kosong


tak terasa sudah dua hari ayah mereka diri rumah sakit.


"Pak bagaimana kondisi suami saya?" tanya bunda Farah dengan wajah sendu.


"Maaf Bu, suami ibu sudah tidak dapat diselamatkan karena Allah lebih menyayanginya, suami ibu meninggal dunia.. ibu yang sabar.." ucap Pak dokter.


"tidak bapak pasti bercanda.." Bunda Farah pun masuk kedalam dan melihat suaminya sudah ditutup dengan kain.


runtuh sudah dunia bunda Farah, Aka dan Nissa, tetapi Nissa tidak pernah menangis.. setelah mendengar kabar tersebut mereka memakamkan mendiang Ayah..


Flashback off ✨


✨✨✨*


**Jangan lupa like, vote, coment, dan share keteman-teman kalian semua, mohon dukungannya, saran dan hadiah.. maaf kalau cerita aku nggak sebagus cerita lain..lop yu gengs❤️


Thank you epribadi 🙏🙏🌺**

__ADS_1


__ADS_2