Married With Ketos

Married With Ketos
Ketemu Samuel


__ADS_3

...Unknown...


Hai Bia? ini gue Samuel. Hm, lo bisa luangin waktu lo bentar aja temuin gue di cafe, ntar gue share lokasinya. Oh iya, jgn takut. Gue gk bkl apa-apain lo kok. Gue hanya ingin minta maaf sebelum pergi.


Ragu sekali Bianca untuk menemui Samuel. Namun, di sisi lain juga ia penasaran. Ada keperluan dan atas rangka apa Samuel mengajaknya ketemu. Bisa jadi juga ini hanya jebakan yang di siapkan Samuel untuk menculiknya. Kalau tidak datang, Bianca hanya akan menjadi penasaran. Mungkin juga Samuel tidak akan melakukan apa-apa padanya seperti apa yang ia katakan di pesan. Tapi, itu tidak menutup kemungkin kalau ia akan membahayakannya lagi.


Ajak Agam? sepertinya hal itu yang harus perlu di hindari. Karena sesuai apa yang Bianca saksikan kala itu, sepertinya Samuel memiliki kebencian besar kepada Agam hingga menjadikan dirinya sandera untuk memancing agar Agam mendatanginya langsung.


Usai berperang panjang dengan pikirannya, akhirnya Bianca memutuskan untuk menemui Samuel saja. Sekaligus Bianca ingin mencari tahu apa penyebab dari Samuel yang melakukan hal-hal yang membahayakan bagi dirinya dan Agam. Mungkin saja ia akan mendapatkan jawaban dari Samuel.


Perkara jika nanti Samuel mengulangi tingkah lakunya seperti tempot hari itu, urusan belakangan. Yang terpenting adalah jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang bersarang di benak Bianca.


"Bia? mau ke mana?"


Bianca meringis tatkala suara bariton Agam terdengar di belakangnya, tangan Bianca yang hendak meraih gagang pintu utama itu menggantung di udara.

__ADS_1


Mengurungkan niatnya, Bianca pun menarik kembali tangannya dan berputar balik pada suaminya. Ia menyengir kaku, "B-bia mau---ke rumah Tasya!!" Padahal Bianca sudah berusaha untuk terlihat biasa saja namun ia benar-benar tak bisa menutupi ke gugupan nya. Alhasil, mata Agam memicing memandangi Bianca curiga.


"Aku nyium bau-bau kebohongan." Agam mengamati Bianca yang terlihat tidak bisa mengontrol mimiknya.


Bianca gelagapan lalu berdehem canggung. "Ehm. Aku mau pergi ke rumah Tasya kak.. bosan di rumah."


"Beneran?" Bianca tersenyum lega melihat Agam yang sudah seperti mempercayai tipu daya yang ia buat.


Bianca hanya mengangguk sebagai respon. Agam menghela napas, lalu maju mendekat kepada Bianca yang otomatis mundur karena melihat Agam mengikis jarak kepadanya.


Cup.


Seperti permintaan Agam. Bianca mengecup pipinya di bagian kiri lalu tanpa Agam minta lagi, ia langsung mencium di sebelahnya lagi. Senyum Agam merekah lalu balas mencium Bianca di kening.


"Jangan lama-lama ya? terus hati-hati juga. Jangan sampe kejadian hari itu terulang kembali."

__ADS_1


"Siap kapten!!" Tangan Bianca sigap menghormat. Agam terkekeh lucu lalu mengacak pelan surai Bianca.


***


Mengingat kejadian kala itu, Bianca sedikit was-was menemui Samuel. Ia memasuki sebuah cafe sebagai tempat janji temu mereka. Ada rasa bersalah juga bersarang di hatinya karena ia berbohong lagi kepada Agam. Bianca baru sadar, jika dia kerap membohongi suaminya. Tapi, mau bagaimana lagi. Hal itu adalah yang terbaik.


Hati Bianca melega melihat pengunjung cafe yang lumayan banyak. Samuel tidak akan berani berbuat hal buruk kalau di tempat umum bukan?


Bianca celingukan untuk mencari dan mendapati Samuel di bagian pojok seorang diri. Penampilannya terlihat misterius. Serba hitam juga di lengkapi topi hitam. Walaupun ragu, Bianca tetap menghampirinya.


"Ada perlu apa ngajak gue ketemu?" Bianca duduk berhadapan dengan Samuel. Lelaki itu mengangkat wajah, Bianca sedikit terkejut melihat bagaimana berantakannya penampilannya. Wajah kusut, lingkaran mata yang terlihat jelas. Belum lagi, wajahnya terlihat lebih tirus dari biasanya. Semenjak hari itu, Bianca tidak pernah lagi melihat sosok Samuel di sekolah dan sekalinya muncul dalam keadaan miris seperti ini.


Apakah ada hal buruk yang terjadi dengannya? pikir Bianca melupakan ketegangannya.


***

__ADS_1


__ADS_2