
Usai membilas dengan air hangat, Agam bergantian dengan Bianca yang memasuki kamar mandi. Mereka sekarang tengah berada di kamar hotel milik Papa Agam. Agam tadi memesan beberapa pakaian dan makanan lewat online, di perkiraan akan datang beberapa menit lagi.
Sepuluh menit kemudian Bianca keluar dari kamar mandi menggunakan baju mandi kimono yang tersedia. Atensi Agam yang tangah memainkan ponsel tertarik kepadanya.
Agam beranjak menuju Bianca yang tengah menggosok surainya dengan handuk. Tangannya melingkar di pinggang kecil Bianca dan mengecup ringan leher jenjangnya. "Mau makan? tadi kita belum sempat makan malam."
"Gak selera."
"Udah terlanjur mesan." Agam mengambil alih handuk dari tangan Bianca dan membantunya untuk menggosok rambut Bianca dengan handuk. Semerbak bunga sampo dari surai Bianca menyeruak masuk kedalam indera penciumannya. Tangan Agam mengambil banyak helaian rambut Bianca dan menghirup aromanya dalam-dalam.
"Kakak.. jangan usil deh." Agam menyimpan kembali rambut Bianca melihat bibir Bianca yang mengecut sebagai peringatan jangan main-main.
Bel pintu kamar hotel berbunyi. Agam yakin pesanannya telah datang. Sebelum membuka pintu, ia membawa Bianca ala koala ke ranjang empuk itu dan merebahkannya di sana, menyelimuti seluruh tubuhnya untuk pengawasan jikalau pengantar pesanan itu genit dan curi-curi pandangan dengan Bianca.
Tugas selanjutnya adalah membuka pintu dan memandangi orang di hadapannya sedatar datarnya.
"Apa ini benar---"
__ADS_1
"Iya, sini pesenan saya!!" Potongnya cepat-cepat. Agam merampas barang-barang di tangannya, lalu tidak ingin membiarkan orang ini berlama-lama di sini setelah membayarnya ia segera masuk lagi.
***
Dini hari, tidur Agam harus terganggu oleh telepon Rendra dan Alena yang membawa kabar mengenai Cantika , Agam bisa bahagia dan sedih sekaligus di saat bersamaan, merasa bahagia karena Cantika telah sadar namun di sisi lain juga sedih melandanya jikalau Cantika menanyakan Papa.
"Bi, Bia?" Agam sedikit mengguncang lengan Bianca untuk membangunkan dari lelapnya yang membuat sang empu menggeliat kecil, ia mengucek matanya dan mengerjab-ngerjab. "Kenapa?" tanyanya dengan suara serak khas bangun tidur.
"Tadi Ayah dan Bunda nelepon, ngabarin kalo Tika udah siuman."
Merasa nyawanya sudah mulai terkumpul Bianca meraih ponsel, pancaran silau radiasi menyala bikin menyipitkan mata Bianca yang memeriksa jam menunjukkan pukul 04:59. Ternyata masih pagi buta. "Terus, kita bakal segera kesana?"
"Kamu cuci muka dulu sana." pinta Agam, bermalas-malasan Bianca beranjak dengan sempoyongan.
***
Masih dini hari, mereka sudah tiba di rumah sakit, Agam dan Bianca masuk ke ruang rawat Cantika.
__ADS_1
"Tika.." Panggil Agam.
"Abang?" Cantika meraba udara, Agam yang sudah duduk di sebelahnya mengambil tangannya dan menggenggamnya. Sedangkan Bianca, Alena dan Rendra berada di kursi sofa.
"Abang, Papa mana? Tika ingat Papa kecelakaan sama-sama Tika.. di mana dia? keadaannya baik-baik saja kan?"
Pertanyaan yang paling di takutkan oleh Agam malah yang meluncur lebih dulu, sumpah Agam tidak tahu harus menjawab apa. Kejujuran akan melukai Cantika, apa lagi berbohong akan lebih besar resikonya.
"Bang? jawab Tika." Cantika mengguncang tangan Agam menuntun sebuah jawaban.
"Tika mending istirahat dulu ya, kalo Tika udah pulih, Agam bakal bawa Tika ke Papa." katanya menenangkan Cantika.
"Makanya Abang jawab pertanyaan Tika dulu, bagaimana keadaan Papa?" Cantika cemas dengan Papanya. Ia berharap Papanya tidak kenapa-kenapa.
"Tika.. mending kamu khawatir diri sendiri dulu. Kalo kondisi kamu udah pulih total, aku dan Kak Agam bakal nemuin Tika sama Papa." Bujuk Bianca, ia melangkah dan berdiri di sebelah hospital bad Cantika. Agam menoleh kepadanya yang ternyata sedang meliriknya juga hingga tatapan mereka terpaut.
"Janji ya Kak temuin Tika sama Papa." katanya mengulurkan jari kelingking, Agam dan Bianca pun otomatis mengaitkan jari kelingking mereka di jari kecil Cantika yang tiba-tiba memiliki firasat buruk mengenai itu, tapi ia masih berusaha optimis. Lagi pula Bianca dan Agam juga sudah berjanji akan mempertemukan dirinya dan Papanya.
__ADS_1
***