Married With Ketos

Married With Ketos
EPISODE 42 SELEPAS KAU PERGI


__ADS_3

LIMA tahun kemudian


Waktu berlalu dengan begitu cepatnya. Rasanya baru kemarin Mika berkeinginan masuk fakultas kedokteran, tahu-tahu sekarang ia sudah menjadi dokter sungguhan. Setelah semuanya berlalu begitu saja, hanya ada satu yang tak Pernah berubah pada dirinya yaitu Perasaannya. Perasaannya masih tetap sama seperti 5 tahun yang lalu. Perasaannya masih tetap tinggal Pada cowok yang telah meninggalkannya selama 5 tahun.


Seiring waktu berjalan, kepribadian Mika Pun tak lagi sama. Ia memang menampakkan senyum, tapi orang-orang akan dengan cepat menilai bahwa di dalam senyuman tersebut tersimpan sebuah kesedihan.


Ia benar-benar merubah total semua sikap dan sifatnya. Tak ada lagi Mika yang akan dengan mudah didekati sembarang cowok. Karena sekarang, ia Punya Perangai dingin sehingga Para cowok akan berpikir dua


Kali untuk mendekatinya, tak ada lagi Mika yang tak bisa memasak apa apa karena sekarang ia sudah sangat mahir memasak, dan tak ada lagi Mika yang nakal karena ia sudah benar benar merubah segala keperibadiannya menjadi lebih baik lagi. Dan tentu saja semua itu ada alasannya. Dan alasannya hanya satu, agar Arga kembali lagi Padanya. Hanya itu.


Teman-temannya tentu sangat merasa kehilangan sosok Mika. Walaupun Mika ada di samping mereka, tetapi rasanya mereka tengah bersampingan dengan orang lain. Yang jelas ia bukan Mika yang mereka kenal dulu. Tak ada umpatan kasar, tak ada kegilaan, dan yang terpenting, tak ada lagi senyuman yang benar benar tulus.


Arga benar-benar meninggalkannya. Selama 5 tahuh Mika terus menerus menunggu, walau memang seringkali Ia merasa kecewa dengan keputusannya tapi tak pernah sekalipun ia berpikir untuk menyerah. Cinta itu butuh Perjuangan, kan ?


Arga sukses meninggalkannya tanpa jejak sedikit Pun. Ia harus menelan kekecewaan setiap ia bertanya Pada setiap orang terdekat Arga dan mereka juga mengatakan bahwa mereka tak tahu. Saat Pertama kali Arga meninggalkannya, Mika benar benar seperti orang yang kehilangan nyawanya. Ia berhenti makan, berhenti minum, tidak mandi beberapa hari, dan tidak masuk kuliah. Yang ia lakukan hanyalah mengurung diri di dalam kamar lalu menangis sejadi jadinya.


1 tahun Arga meninggalkannya. Ia seolah tak Punya pijakan untuknya berdiri. Ia benar-benar seperti orang yang hidup di roh yang mati. 3 tahun Arga meninggalkannya, orang tuanya yang sudah tahu Permasalahannya dan mereka menyuruh Mika untuk Pulang saja dan membicarakannya dengan baik baik. Awalnya Mika menolak, tapi akhirnya dengan berbagai bujukan, akhirnya Mika meninggalkan rumah yang telah begitu banyak meninggalkan kenangannya mengenai Arga Tahun ke 4 Arga meninggalkannya, orang tua Mika tak tinggal diam. Mereka menyarankan untuk keduanya bercerai saja, mereka sangat marah atas Perlakuan Arga kepada Putrinya. Tentu Mika menolak dengan tegas. Tahun ke 5 Arga meninggalkannya, Pengadilan memberi surat Padanya dengan isi yang menyatakan jika kedua Pasangan suami istri tidak saling bertemu, tidak saling menafkahi dan tidak saling bertukar kabar selama 5 tahun. Maka Pihak Pengadilan menyatakan bahwa Pasangan tersebut resmi bercerai.


Dan sekarang Mika harap harap cemas sebab tiga hari lagi Arga genap meninggalkannya selama 5 tahun.


Handphone nya bergetar. Di layar handphone nya tertera nama Sela. Tanpa Pikir Panjang, ia mengangkatnya.


“Woy, lu jadi beli baju Nggak nih Gue sama Raina udah mau otw,” ucap Sela tanpa mengucapkan salam atau kalimat Pembuka lainnya.


Sebenarnya ketiganya sudah membuat janji untuk membeli sebuah gaun bersama untuk acara reuni yang akan dilaksanakan nanti malam.


Mika memutar bola matanya. “Tapi gue masih belum beres. Masih ada 1 Pasien lagi yang mau check up.”


Sela berdecak. “Ya Udah, kita tungguin. Tapi jangan ngaret juga elunya.”


“Oke.”


“Ya udah, bye.”


...•••••...


“Lama banget sih,” keluh Raina.


“Ya kan tadi gue bilang. Masih ada 1 Pasien lagi.”

__ADS_1


Sela tiba tiba merangkul keduanya.


“Sekarang kita hang out yeeee,” serunya bak anak kecil.


Padahal sekarang Sela udah jadi arsitektur muda berbakat yang diakui keahliannya. Kemudian ketiganya berjalan beriringan dengan Sela berjalan di tengah tengah.


“Mik, masih ada cowok-cowok kurang ajar yang deketin lo Nggak,” tanya Sela menatap ke arah Mika.


Mika menggeleng. “Nggak ada.”


Sela mengacungkan jempolnya.


“Kalau ada, bilang aja ke gue lagi. Entar gue kasih Pelajaran.”


Mika hanya mengangguk.


“Eh, btw hubungan lo sama Reno gimana,” tanya Raina tiba tiba.


Sontak Mika bungkam. Ia masih ingat dengan jelas siapa saja orang yang membantunya bangkit dari keterpurukan.


Sudah hampir setahun Arga meninggalkannya dan sudah setahun Pula senyum Mika seolah hilang ditelan bumi. Sekarang ini ia selalu tidak fokus jika sedang belajar yang menyebabkan IPK nya anjlok Parah dari semester sebelumnya.


“Kalau lo gini terus, bisa bisa lo ngulang mata kuliah,” ujar Reno yang sudah makin geram karena sahabat sekaligus cewek yang disukainya selalu terlihat murung setahun belakangan ini. Mika menelungkupkan kepalanya di atas meja. Menghindar dari Pembicaraan dengan Reno.


Reno sadar Mika hanya mencintai satu cowok di hidupnya ia tak berhak menerima cinta Mika. Namun itu tak apa, asalkan ia bisa dekat dengan Mika, maka ia tak masalah. Mencintai bukan hanya tentang harus memiliki kan ?


“Lo Nggak boleh gini terus. Lo harus buktiin ke cowok itu kalau lo bukan cewek lemah. Lo bisa tanpa dia.”


Tiba-tiba Mika mendongakkan kepalanya. Matanya berkaca-kaca lagi. “Tapi gue Nggak bisa kalau Nggak ada dia di hidup gue.”


“Lo bisa! Lo Pasti bisa Percaya kata-kata gue.”


Mika tak menjawab, namun ia hanya mampu menangis. Terkadang ia merasa bersalah ketika Para sahabatnya terus-terusan menyemangatinya tapi tak ada Perubahan dari dirinya. Yang ia lakukan hanya menangis dan menangis.


“Lo harus kuat, demi diri lo sendiri. Lo harus inget juga, jangan korbanin masa depan lo cuma demi nangisin cowok yang udah bikin lo kek gini.”


Mika mengangguk. “Makasih, Ren.”


Reno tersenyum manis. “Apa pun buat lo.”

__ADS_1


Reno terdiam sesaat. “Setelah lo capek ngejar apa yang lo Pengen. Gue masih ada di belakang lo,” ujarnya tulus.


Setelah ketiganya selesai mencari Pakaian. Mereka memutuskan untuk makan terlebih dahulu sebelum Pulang.


“Kok gue mendadak nervous gini ya,” ujar Sela sambil mengunyah makanannya.


“Sans kali, Sel. Kek mau ketemu mantan aja,” ujar Raina. Namun sedetik setelahnya, ia buru-buru menutup mulutnya rapat-rapat, lalu sedikit melirik Mika.


Sela mencubit Paha Raina di bawah meja, dan memberikannya Pelototan tajam. Mika yang sadar akan suasana mencoba untuk tersenyum.


“Nggak usah tegang, kayak ke siapa aja.”


“Sorry,” ujar Raina.


Mika tersenyum.


" Nggak apa-apa gue Udah biasa kayak gini," Ketiganya kembali makan dalam keadaan canggung,


" Mik, gimana kalau si Brengsek itu Nggak nampakin mukanya dalam waktu tiga hari ini,” tanya Sela tiba-tiba


Mika langsung menghentikan makanya.


“Arga Sel, dia itu Punya nama,” koreksinya. Sela mendengkus.


“Whatever. Nggak Penting juga buat gue. Intinya lo mau gimana,”


" Gue yakin dia Pasti dateng,"


Raina berdecak. “Lo buang-buang waktu tahu Nggak. Ada ribuan cowok di luaran sana yang ngantri kepengen jadi Pacar lo tapi lo masih nunggu cowok yang udah bikin lo sakit hati selama ini.”


“Gue yakin dia Nggak ninggalin gue tanpa alasan,” balas Mika mantap.


“Mau mulut gue sampe berbusa juga, kayaknya omongan gue Nggak bakalan ngubah apa yang ada di otak Pinter lo itu.”


Mika mengangguk.


“Gue cuma Nggak mau Penantian lo berujung sia- sia,” timpal Raina.


“Nggak akan.”

__ADS_1


Karena Mika yakin, cinta sejati adalah sebuah Penantian.


...•••••...


__ADS_2