
bel panjang pun berbunyi nyaring tanda sudah waktu pulang sekolah, sedangkan Zea tidak kembali dari toilet.. dikelas sudah sunyi yang masih berada didalam kelas yaitu karissa, Cia, Alaric, Keenan, dan Rafka.
Alaric yang tak melihat Zea pun menanyakan pada sahabat istrinya.
"zea kemana?" tanya Alaric tanpa basa-basi
"tadi zea bilangnya mau ke toilet, tapi sampai sekarang nggak muncul-muncul.." ucap Cia penuh kekhawatiran
"iya.. dari istirahat tadi zea nggak kembali dari toilet.." ucap Karissa tak kalah khawatirnya dengan Cia. bagaimana tidak mereka sahabatan dari SMP
"ya udah kalian pulang aja nanti gue yang nyari zea, siniin tasnya.." ucap Alaric mengambil tas zea yang dipegang oleh karissa
"terus zea gimana?" tanya Cia
"nggak papa nanti gue yang nyari zea kalian pulang aja.." ucap Alaric tegas
"oke deh.. kalau ada apa-apa telfon kita.." ucap Karissa
"iya.. kalian berdua pulang juga.." ucap Alaric
"iya kita pergi dulu.. Assalamualaikum.." ucap mereka serempak
"Walaikumsalam.." ucap Alaric. Sahabat Alaric dan Zea pun langsung menuju parkiran walaupun mereka khawatir tapi mereka percaya dengan Alaric.
Alaric pun langsung mencari zea ditoilet kelas dua belas, tapi tak ada, Alaric Mantang menyerah mencari istrinya, diberjalan cepat kadang berlari. setiap masuk toilet pasti ia buka satu-satu pintu toilet tapi tak ada juga,, keringat sudah membasahi dahinya tapi ia pantang menyerah.
"nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau... ohhh shiit Lo dimana sih Nis.." ucap Alaric mengacak rambutnya.
Alaric mencoba menelepon zea tapi hanya mbak-mbak centil yang menjawabnya.. Alaric berjalan terus menyusuri lorong demi lorong sampai ia ditoilet dekat kantin.
didalam toilet seorang cewek sedari tadi minta tolong sudah sekitar sejam lebih dia terkerung dalam toilet tersebut, baju basah kuyup..
"tolong.. tolong.. siapa diluar tolong gue.." ucap Zea
__ADS_1
"to...long... gu....ee.." ucap Zea menggigil tapi ia berusaha keluar ditempat yang lembap ini kalau tak ingin mati kedinginan pikir zea
zea pun memanjat dari bilik toilet, dan usahanya berhasil tetapi ia merasa lemas banget. bibir sudah berubah warna menjadi ungu, wajah pucat..
"to..long.." ucap Zea pelan
dari kejauhan Alaric melihat orang yang mirip banget dengan zea pun langsung berlari karena dia melihat gadis tersebut sudah lemas banget..
karena merasa lemas zea pun hampir terjatuh kebelakang, tapi tiba-tiba Alaric langsung menangkap pinggangnya tetapi Zea langsung menutup matanya, Alaric yang melihat Zea menutup matanya langsung menepuk pelan pipi zea.
"Nis gue mohon jangan nutup mata Lo.." ucap Alaric penuh rasa khawatir
"ta..tapi.. gu..ee.. udah.. Ng..nggak tahan.." ucap Zea lirih..
Alaric pun langsung menggendong zea ala bridal style, sesekali melihat kebawa dan menepuk pelan wajah Zea..
"plisss jangan nutup mata Lo, gue akan bawa Lo kerumah sakit.." ucap Alaric terus berjalan cepat menuju parkiran
"ta..tapi.. ja...ngan.. pe..rgi..ke.. ru...maaah..sa..kiit.. gue..trauma.." ucap Zea lirih dan terbata-bata..
"pliiissss gu..gue... mo..hon..ja..ngan..kerumah...sakit..." ucap Zea lirih tapi masih didengar oleh Alaric
"iyaa... nanti gue telfon dokter pribadi,, kita kerumah gue sekarang.."ucap Alaric
setelah berjalan terus menerus Alaric tak pernah merasa lelah dan Zea tetap ada pada gendongannya, mereka pun sampai diparkiran dan Zea duduk di depan..
Alaric dengan talentannya meletakkan zea dikursi depan dan memasangkan seatbelt, Alaric berjalan menuju kursi kemudi, tak lupa pula Alaric mengambil selimut yang berada di jok belakang dan menyelimuti zea sampai kelehernya agar mengurangi rasa kedinginan.
"dok segera kerumah saya karena ada pasien, nggak pake lama.. saya tunggu ya dok secepatnya.." tutt...tutt Alaric mematikan telepon sepihak
Alaric pun langsung membelah jalan menuju rumah orang tuanya,selama diperjalanan zea terus menerus menggigil dan Alaric menepuk pipi zea pelan agar nggak tidur.
"Niss sedikit lagi kita sampai rumah, gue mohon jangan nutup mata Lo.." ucap Alaric memegang tangan zea dan sesekali mencium tangannya.
__ADS_1
hanya membutuhkan waktu 20 menit mereka pun sampai dirumah, Alaric pun keluar dari mobil berjalan menuju pintu samping mobil dan membukanya setelah itu ia melepas seatbelt dan langsung mengangkat zea ala bridal style.
Alaric berjalan tergesa-gesa menuju pintu depan.
"Bik... tolong bukain pintunya.." teriak Alaric kencang
"iya den tunggu sebentar.."
ceklek..
pintu pun terbuka dan terpampang seorang wanita paru baya yaitu bik Surti yang terlihat wajahnya panik melihat tuan muda menggendong seorang gadis cantik.
"den itu siapa? terus kenapa mukanya pucat banget.." ucap Bik Surti panik
"bik nggak usah banyak nanya dulu yaa.." ucap Alaric
"iya den..." ucap bik Surti
"makasih yaa bik.. saya ke kamar dulu Antarin istri saya, bik ikut saya ya.." ucap Alaric sudah berjalan menuju kamarnya yang berada dilantai dua.
"iya den.." ucap bik Surti mengikuti Den Alaric
ceklek..
bik Surti tak lupa membuka pintu kamar Alaric dan setelah itu Alaric pun masuk dan meletakan zea ke tempat tidur.
"bik saya minta tolong gantiin baju zea yaa.." ucap Alaric keluar dari kamar.
setelah mengganti baju zea bibi pun keluar menuju dapur untuk membuatkan Teh hangat dan bubur untuk zea. Alaric didalam kamar sudah memakaikan zea selimut sampai lehernya dan menggenggam tangan zea yang dingin..
ceklek..
✨✨✨
__ADS_1
**Jangan lupa like👍, komen, vote, dan share keteman-teman kalian. yang suka cerita ini jangan lupa tekan❤️ favorit.
Thank you epribadi 🙏🙏🌺**