Married With Ketos

Married With Ketos
Perencanaan


__ADS_3

Suasana canggung begitu mendominasi acara makan malam ini. Sasa dan Bara hanya bisa terdiam tak dapat melakukan apa apa setelah tadi mereka melakukan penyematan cincin tanda terjalin nya hubungan antara mereka berdua. Sasa tak bisa menolak sedikit pun saat Bara menyematkan cincin mas putih bertabur diamond di jari manis gadis itu, mereka berdua kini terjebak dalam hubungan yang tak seharusnya mereka jalani.


" S*****n kenapa gue malah terjebak beneran si " ucap Sasa sambil berteriak di depan cermin toilet, ia mengambil tisu lalu perlahan mengelap sisa sisa air di wajahnya. Jujur ini benar benar di luar perkiraan Sasa, menyangka dengan membawa seorang kekasih akan membuat nya selamat nyatanya tidak. Sasa justru sekarang semakin terperosok ke dalam lubang yang ia dan Bara gali sendiri.


" Ini semua gara gara Kak Bara, kalo aja awalnya gue gak kerja sama sama dia, gue gak akan beneran nikah " nafas Sasa menghembus berat seiring dengan detak jantung nya yang sedari tadi bertalu-talu akibat nervous, takut rencana nya gagal kini berganti dengan rasa penyesalan yang besar.


" Seharusnya gue gak usah ngedengerin perkataan kak Bara, gue emang b**o banget " ucap nya lagi lalu membuang tisu tisu bekas pakainya ke keranjang sampah yang berada di sebelah pintu masuk toilet. Sasa pun keluar dari sana hendak menghampiri kedua orang tuanya yang masih sibuk berbicara dengan calon besannya. Namun tangan Sasa di tarik lagi masuk kedalam toilet membuat Sasa seketika kembali masuk kedalam toilet.


" Kak Bara, Lo ngapain tarik tarik tangan gue kayak gini sakit tau gak " bentak Sasa sambil menghempas tangan Bara yang memegang nya cukup kuat.


" Kita harus cari cara lain untuk bisa bebas dari perjodohan gila ini, gue beneran gak mau Sa nikah muda " pinta Bara dengan wajah serius nya, cowok itu benar benar ketakutan sekarang saat ia dan Sasa akan di nikahkan secepatnya. Ia tak ingin melepaskan masa muda nya, ia tak ingin membuang momen momen indah yang seharusnya ia alami bersama dengan teman teman nya.


" Salah Lo sendiri kak, siapa suruh Lo langsung ngomong kayak tadi ke mereka. Itu gak ada sama sekali di dalam planning kita, kenapa coba Lo harus melebih lebihkan omongan Lo kayak gitu " ucap Sasa kesal membuat Bara meneguk ludah susah, jakun naik turun saat ini iya memang benar ini adalah kesalahan nya dan Bara sadar akan hal itu.


" Iya gue emang salah karena bicara kayak gitu, tapi itu gue lakuin semata mata hanya untuk meyakinkan kalo hubungan kita ini benar adanya, tapi ini malah jadi senjata makan tuan " ucap nya terpukul saat mengingat betapa bodohnya ia saat berbicara panjang lebar untuk meyakinkan kedua orang tuanya.

__ADS_1


" Ya liat donk sekarang kita jadi beneran terjebak di hubungan yang gak seharusnya terjalin, dan cincin ini seharusnya gak melekat di jari manis gue. Seharusnya ini cuma untuk orang yang benar benar gue cintai dan mencintai gue " ucap Sasa sambil memegangi jari manis nya yang di lingkari sebuah cincin bermata berlian putih.


" Ya udah kita jalani aja dulu, sambil kita pikirin caranya gimana bisa keluar dari lubang hitam ini. Kita terima ini tapi hanya di depan keluarga besar kita aja, gak di depan teman atau pun tempat umum " ucap Bara memberi saran pada Sasa namun cewek itu dengan tegas menolak total untuk menerima perjodohan ini, ia tak rela jika benar benar harus menggadaikan masa mudanya tak hanya itu Sasa juga kini pasti tidak akan sebebas dulu saat masih belum menjalani hubungan ini.


" Gue gak mau main drama, Lo kira perasaan bisa di boongin, Lo kira bisa gue bisa nipu keluarga gue dengan hubungan palsu kita gak!! gak akan bisa " teriak Sasa hingga membuat Bara seketika menutup mulut Sasa dengan tangan nya, jangan sampai karir mereka sebagai anak dari pengusaha terkenal seantero jagat berakhir akibat ada yang mendengar pembicaraan mereka berdua.


" Sssstttt suara Lo, jangan teriak teriak Lo mau kita beneran di nikahin sekarang kalo ada yang mergokin kita berduaan disini " ucap Bara seketika melepas tangan nya dari mulut Sasa, seketika cewek itu terlihat lemas tak bergairah ia benar benar kehilangan semangat hidup sebagai seorang remaja.


" Gue gak mau kak, gue gak bisa " ucap Sasa memelas pada Bara berharap cowok ini bisa memberi jalan terbaik atau ide lainnya agar mereka berdua terlepas dari ini semua.


Sasa keluar dari toilet lalu bergabung kembali dengan keluarga nya, Sasa melihat tumpukan barang barang yang di bungkus layak nya hantaran. Seharusnya ada kebahagiaan yang dirasakan antara pelamar dan yang dilamar namun Sasa tak merasakan apa apa selain kehancuran dalam diri nya.


" Sasa sini liat ini adalah hasil dari Bara untuk kamu " ucap Bea menunjukkan sebuah kalung bermata berlian putih Bara yang merancang itu, sebenarnya itu ia rancang untuk calon istri nya namun Bara harus rela saat mama nya tau Bara menyimpan kalung itu dalam lemarinya, hingga berakhir di Sasa saat ini.


" Ayo Bara pakai kan di leher calon istri kamu " ucap Braska ikut menimpali perkataan Bea, awal nya Bara hanya diam saja namun cowok itu tiba tiba berdiri lalu menghampiri Sasa, pandangan nya dalam tapi tidak menghangatkan seperti biasa yang ia perlihatkan pada semua orang. Bara pun memakaikan nya pada Sasa nafas cowok itu terasa menyentuh kulit wajah Sasa saat mereka berdua saling menatap. Bara akhirnya membuang tatapan itu duluan hingga akhirnya kalung sudah terpasang di leher Sasa. Semua pun tertawa riuh sambil bertepuk tangan sementara Bara hanya diam saja tak menatap ke arah Sasa sama sekali.

__ADS_1


" Jadi fiks ya kalian nikah Minggu depan " ucap Eva seketika itu membuat Sasa dan Bara terlihat gelagapan berebutan untuk membuat alasan agar bisa menunda acara.


" Oh no maksud nya, kenapa harus cepat cepat si Tante, kita harus mempersiapkan semua hal dengan sangat baik kenapa gak dua bulan lagi atau mungkin setengah tahun lagi " ucap Bara asal, berharap itu setidaknya bisa memdelay rencana kedua keluarga ini.


" Kamu ini apa apaan si, kalo kamu nikah nya setengah tahun lagi ya gak mungkin sekarang kan Sasa dilamar. Tujuan dari kamu dan Sasa hari ini tunangan agar kamu dan Sasa bisa lebih cepat menjalani kehidupan kalian " ucap Braska langsung membuat Bara terdiam tak lagi bisa berbicara banyak, dia telah di pukul mundur oleh perkataan papa nya.


" Ah... kalo gitu Sasa mau minta satu hal boleh gak, kami masih muda perjalanan kami masih sangat panjang, kami masih membutuhkan yang nama nya beradaptasi dengan keadaan, Sasa mau pernikahan ini di rahasiakan dari siapa pun teman, sekolah bahkan rekan bisnis kalian " ucap Sasa dengan yakin lalu ia menatap ke arah Bara, seolah cowok itu mengiyakan perkataan Sasa.


" Loh kenapa bukannya lebih baik kalo kalian itu secepatnya published , karena kalian ini memang masih muda mama takut nanti Sasa atau Bara akan terikat dengan dunia luar " ucap Bea khawatir dengan keputusan Sasa yang ia nilai sangat krusial, ini bisa menimbulkan perselisihan nantinya jika mereka tidak segera memberi tahu dunia tentang status mereka.


" Gak donk sayang, gak ada yang bisa mengalahkan cinta mereka, seperti yang Bara bilang di awal dia sangat mencintai Sasa dan begitu pun sebaliknya mereka pasti akan saling menjaga " ucap Braska sambil mengusap usap pundak istri nya.


" Baik lah kalau begitu keputusan kalian untuk gak published dulu kami terima, berarti kalian akan menikah minggu depan ya " ucap Eva sambil tersenyum. Setelah selesai membicarakan perihal lamaran dan segala sesuatu tentang pernikahan keluarga Axelan pun akhirnya pamit pulang sebab Sasa dan Abel akan sekolah besok. Dengan malas Sasa menyalami Bara, bahkan mommy nya meminta Sasa untuk mencium tangan cowok itu. Benar benar membuat Sasa muak.


" Ingat ini hanya di depan keluarga kita, bukan di depan orang lain " ucap Bara lalu dengan penuh perhatian cowok itu mencium puncak kepala Sasa membuat darah gadis itu berdesir hebat, detak jantung nya bertali kencang. Sasa terdiam setelah saat Bara mengusap rambut Sasa lembut.

__ADS_1


" Bokap Lo ngeliat kita dari tadi " ucap Bara hingga membuat Sasa memperhatikan sisi di depannya benar Daddy nya memperhatikan mereka. Ternyata ini adalah bagian dari sandiwara yang meyakinkan untuk keluarga mereka berdua


__ADS_2