Married With Ketos

Married With Ketos
Sebuah rahasia


__ADS_3

Abel yang sedari tadi terdiam kini pun bersuara, namun gadis itu terlihat seperti ingin buru buru saja


" Tante om, Abel ke toilet sebentar ya " ucap nya permisi ke belakang sebab ia tak bisa lagi menahan sesuatu yang mendesak keluar dari tubuhnya itu. Abel akhirnya merasa lega saat berhasil menuntaskan semua ia berjalan keluar namun pandangan cewek itu teralih pada dua orang yang terlihat seperti sedang bertengkar.


' Aku mohon sama kamu dengerin aku dulu '


' Apaan si Lo lepas, gue gak punya waktu untuk Lo, sedari tadi Lo bikin gue terjebak didalam sana '


' Aku mohon sama kamu, kamu kenapa berubah si Tar, aku selalu nyoba untuk jadi seperti yang kamu mau tapi kamu selalu aja matahin semua hal yang aku lakuin untuk kamu '


' Gue gak pernah minta Lo untuk melakukan apa pun demi gue, gue uda pernah bilang gue gak akan pernah bisa suka sama lo '


' Tapi kenapa Tar, apa ada orang lain yang membuat kamu melepas aku. Apa ada orang lain yang uda bikin kamu berpaling. Jawab aku Tar, jawab Gantar '


' Kalo jawaban nya iya kenapa, apa Lo berhak tau atau pun ikut campur? gak kan, Lo bukan siapa siapa buat gue '


' Tapi aku cinta sama kamu Gantar '


' Sorry tapi gue gak ada rasa sama Lo, dan Lo gak bisa paksain itu '


Seketika mata Abel hendak keluar saat ia melihat orang yang ia kenali datang menghampiri nya, lalu dengan berani menarik Abel dari sana membuat cewek misterius itu semakin histeris lalu mengejar Abel dan Gantar. Abel hanya diam terpaku kaget tak menyangka hal ini terjadi, lagi lagi dia berada di posisi antara dua pasangan yang sedang tidak baik baik saja .


" Kak lepasin gue, gue harus pulang " ucap Abel saat Gantar membawa Abel bersembunyi di balik tembok dekat semak semak sekitaran hotel.


" Sssttttt tolong gue kali ini plis " ucap Gantar cowok itu menghimpit tubuh mungil Abel ke dinding agar tak terlihat oleh gadis tadi.


" Plis Bel tolongin gue kali ini " ucap Gantar lagi seketika Abel tak berani berbuat apa apa dia hanya diam terpaku hingga cewek itu muncul dan memergoki Gantar yang terlihat sedang bersama dengan seorang gadis. Gantar dengan tiba tiba memajukan wajah nya mendekati wajah Abel, hingga gadis misterius itu melihat dari sisi pandanganya Gantar sedang ber*****m dengan seorang gadis. Seketika air mata nya luruh ia menangis lalu pergi dari sana meninggalkan Gantar dan Abel.

__ADS_1


" Dia uda pergi kak " ucap Abel gugup lalu perlahan mendorong tubuh Gantar yang menghimpit nya. Gantar memperhatikan Abel dengan seksama, cewek itu terlihat cantik dengan balutan gaun brokat selutut lalu rambut yang di sanggul atas, membuat Gantar merasa sedikit tergugah ia merasa gerah saat ini. Seperti ada gelora sesuatu dalam dirinya yang terpancing saat melihat Abel. Gawat jika seperti ini, tanpa mengatakan apapun Gantar meninggalkan Abel sendirian di sana.


****


" Bar gue gak salah baca berita ini " tanya Regan heboh saat mereka sedang berada di lapangan basket. Mereka tengah mengadakan latihan untuk turnamen basket yang di adakan sekitar hari lagi.


" Apaan dech Lo berisik tau gak " ucap Bara saat cowok itu di hampiri oleh Regan yang baru saja berlari dari toilet. Regan terlihat buru buru saat sedang berlari hingga cowok itu hampir saja terjegal barisan kursi yang tersusun rapi.


" Bar, ini Lo beneran Lo tetap jadi di jodohin " ucap Regan berbisik saat mereka berada di ruang terbuka seperti ini tetap saja harus tetap menjaga kerahasiaan identitas Bara sebagai anak Braska Soeberano. Cowok itu menunjukan sebuah platform berita mengenai perjodohan yang di lakukan oleh keluarga Bara dan keluarga pengusaha lainnya DefanZo.


" Iya beneran " balas cowok itu malas sembari meneguk air mineral nya dengan kasar hingga habis tak bersisa.


" Loh? jadi Lo sama Sasa gimana? kok bisa, apa drama Lo sama Sasa itu gak meyakinkan. Wah jangan jangan Lo merubah keputusan ya di saat saat akhir " ucap Regan asal namun Bara hanya membalas nya dengan sebuah lirikan yang tajam.


" Wahhh.. Bar berarti Lo bentar lagi bakalan jadi papa muda donk " ucap nya makin ngawur membuat Bara langsung melemparkan handuk kecil nya pada Regan, lalu ia terlihat sedikit kesal.


" Lah trus Lo berdua diam aja gitu disini " jawab Regan tak terima Bara memerintah kan nya untuk latihan bersama yang lain.


" Bentar lagi kita mulai lagi, ni baru juga duduk " ucap Gantar namun hanya di balas tatapan kesal oleh Regan, dengan kesal ia balas melempar kan handuk nya ke arah Bara lalu dengan cepat Regan kembali ke lapangan melanjutkan latihan yang sempat tertunda tadi .


" Jadi gimana Bar " tanda Gantar samar samar membuat Bara tak tau harus memberikan jawaban apa untuk Gantar.


" Apa nya gimana? jawab cowok itu sambil mengusap peluh yang mengalir di bahu kekar nya.


" Ya Lo sama Sasa, Lo beneran mau terima dia jadi istri Lo? ucap Gantar sambil memainkan botol mineral nya yang sudah kosong. Cowok itu memutarnya searah jarum jam.


" Gue juga gak tau harus apa, satu sisi gue gak bisa lagi buat nolak. Terlalu gegabah gue, kenapa gak gue tanya aja soal keluarga nya dulu " ucap nya sedikit menyesal sebab ia tidak merencanakan semua dengan baik.

__ADS_1


" Ya gimana Bar, sama sama gak tau kan kalo ternyata orang yang di maksud keluarga Lo itu adalah keluarga nya Sasa " ucap Gantar menimpali perkataan Bara.


" Ya itu lah sekarang ini gue beneran bingung harus apa " ucap Bara lagi cowok itu benar benar kebingungan harus melakukan apa untuk menghindari perjodohan ini, rencana awal yang sudah di buat dan diatur sebaik mungkin hancur karena kesalahan sendiri.


" Woy Lo berdua katanya mau latihan lagi ayo latihan cepat " ucap Regan menarik masing masing tangan sahabat nya membuat kedua cowok itu seketika bangkit. Bara terlihat sangat tidak minat bermain kali ini, perjodohan nya dengan Sasa membuat mood cowok itu hancur dalam seketika.


" Ayo lah Bar, kalo kenyataan nya Lo gak bisa menghindari perjodohan ini berarti bukan berarti hidup Lo berakhir " ucap Regan memberikan sedikit penyemangat untuk Bara.


" Yauda Bar kalo memang Lo belum siap untuk latihan di sini Lo duduk aja, entar yang Lo lakuin malah makin bikin Lo ancur lagi " ucap Gantar pada Bara namun cowok itu hanya bergeming sebentar lalu mulai berlari masuk ke lapangan.


" Ayo woy latihan, gue gak mau kalah sama masalah gue ini " ucap nya sambil berteriak lalu Regan dan Gantar pun mulai bergabung dengan teman teman nya.


***


Eva sedang duduk di gazebo ruang keluarga yang berada di luar rumah, pemandangan nya begitu indah bunga terlihat memekar meski hujan menguyur satu malaman. Sambil menikmati secangkir teh jahe wanita paru baya itu terlihat asik dengan majalah nya, ia sedang melihat referensi tempat honey moon yang tepat untuk Sasa nanti.


" Kayak nya ini cocok dech untuk bulan madu nya Sasa dan Bara " ucapnya senang sembari melihat gambar kepulauan di dalam lembar kertas itu.


" Permisi nyonya " seorang penjaga pintu gerbang tiba tiba datang menghampiri Eva yang tengah duduk santai di gazebo itu. Lelaki itu membawa sebuah kotak kecil di tangan nya, lalu dengan cepat memberikan kotak itu pada majikannya.


" Siapa yang kasih Ka? gak ada nama nya ya ? tanya Eva pada Saka penjaga keamanan di kediaman ini. Saka menjelaskan bahwa ini di beri oleh seorang anak kecil katanya untuk yang punya rumah, karena tidak tega akhirnya nya Saka menerima bingkisan itu lalu segera mengantarkan nya kedalam. Kebetulan juga majikan nya sedang bersantai di gazebo depan rumah.


" Apa ya ini? bingkisan nya lucu " ucap Eva dengan segera pun ia membuka bingkisan kecil itu tanpa mengira apa isinya. Saat ini pikiran Eva ini adalah bingkisan dari penggemar nya atau pun dari teman teman nya aktivis atau masyarakat sekitar, sebab Eva juga di kenal baik oleh mereka. Perlahan Eva pun membukanya namun bukan hal yang baik di temukan oleh Eva, melainkan bangkai hewan yang sudah berulat membusuk di bungkus plastik putih di dalam, seketika Eva pun membuangnya menjauh lalu perlahan menetralkan nafasnya yang bergemuruh bergetar.


" Siapa orang yang sudah mengirim ini? Tanya Eva, ia tak terlihat takut hanya saja ia kaget melihat benda menjijikan seperti ini di kirim olehnya. Kegiatan nya yang sebagai seorang aktivis membuat Eva sering sekali mendapatkan kiriman kiriman seperti ini, namun kali ini ada yang berbeda didalam kotak itu tertulis sebuah surat yang didalam nya masih basah karena darah yang menetes di sana.


Eva membacanya namun ia berusaha tak terusik dengan surat itu, baginya itu hanya nya gertakan oleh orang yang tak bertanggung jawab. Dengan segera ia membuang benda itu, lalu kembali melanjutkan kegiatan nya seolah hal ini adalah hal yang lumrah ia dapatkan.

__ADS_1


__ADS_2