Married With Ketos

Married With Ketos
Provokasi


__ADS_3

Bara dan Sasa terlihat berlari di dalam ruangan itu besar itu membuat semua orang memperhatikan mereka berdua. Saat akan mencapai pintu tiba tiba saja seseorang menghentikan langkah mereka berdua. Sementara Sasa berusaha untuk terlepas dari genggaman tangan cowok yang telah resmi menjadi suaminya ini.


" Sasa Bara kalian mau kemana acara kan masih berlangsung " ucap Bea wanita itu memperlihatkan tingkah kedua mempelai ini sedari tadi saat ia sedang berbicara dengan beberapa rekan bisnis dari suami nya.


" Ma, apa acaranya utama nya sudah selesai " ucap terus terang membuat Bea memperhatikan kedua orang ini. Bara terlihat sangat buru buru untuk keluar dari tempat ini sementara Sasa gadis itu seperti terpaksa harus mengikuti perintah dari Bara.


" Kalian mau kemana memang nya? kok buru buru, Bara ini hari pernikahan kamu Lo masa kamu mau tinggalin tamu tamu nya " ucap Bea menasehati Bara yang terlihat sangat ingin pergi dari acara ini.


" Adu ma, ini urgent banget ma. Bara benar benar harus pergi dari sini, nanti Bara akan ceritain semuanya sekarang Bara harus pergi. Ayo Sa " ucap Bara singkat ia sangat terburu buru bahkan ia tak sadar jika kini ia masih memakai pakaian pengantinnya. Dengan terpaksa akhirnya Bea membiarkan dua orang ini pergi, mungkin benar ad masalah yang harus di selesaikan oleh putra nya itu.


Bara mendesak Sasa untuk masuk kedalam mobil meskipun gadis itu tampak marah sebab ia tak izin ikut namun Bara membuatnya tak berdaya.


" Adu ngapain si Lo kak dorong dorong gue, resek banget tau gak " ucap Sasa sambil memperbaiki riasan nya dari balik ponsel nya. Benar benar s**l ia harus mengikuti permainan apa lagi dari Bara.


" Uda Lo diam, di belakang ada baju Lo pake aja ganti baju Lo trus pastiin dandanan Lo itu di lepas " ucap Bara seenaknya membuat Sasa melotot lalu reflek melemparkan paper bag yang tadi sempat di berikan oleh Bara membuat cowok itu seketika mengadu, ia hendak melajukan mobil nya.


" An****r apaan si Lo, gak sopan banget ya sama suami Lo " teriak Bara sambil melemparkan pelan kembali paper bag itu pada sisi kanan Sasa gadis itu terlihat marah.


" Lo yang gak sopan, Lo punya pikiran gak si ngapain Lo ngajak gue kesini trus Lo suruh gue buat ganti baju di mobil. Kayak gak ada tempat aja " ucap Sasa ngegas pada Bara gadis itu tak habis pikir dengan Bara, cowok itu bertingkah seenaknya saja pada Sasa .

__ADS_1


" Lo banyak tanya ya, ganti aja tu baju. Gak usah banyak pertanyaan " ucap nya lalu melajukan mobil dengan cepat hingga membuat Sasa menggeleng kepala dasar cowok gila seenaknya saja memerintah Sasa sesuka hatinya.


" Gue gak mau, enak banget Lo suruh suruh gue, baru juga jadi suami satu jam Uda seenaknya Lo ke gue " ucap Sasa sambil bersedekap cewek itu membuang pandangannya yang ke arah jendela mobil, apa yang ada di jendela terlihat tak jelas sebab kencang nya Bara melajukan mobil.


" Oh iya yauda itu terserah sama Lo, gue gak mau ikutan kalo ada apa apa sama Lo. Kalo anak anak sekolah pada ngeliatin Lo dengan dandanan kayak gini apa yang bakalan di pikirin sama mereka tentang Lo " ucap Bara ketus membuat Sasa bertanya tanya tentang yang baru saja Bara bicarakan.


" Maksud Lo apa kita mau ke sekolah mau ngapain? Lo gila ya Kak " teriak Sasa dari belakang membuat Bara seketika menutup telinga nya di terasa berdenyut saat mendengar teriakan Sasa.


" Berisik tau gak si Lo, makanya Lo ganti baju Lo cepat. Gak usah banyak pertanyaan atau pun perdebatan lagi " ucap nya lagi namun kali ini Sasa dengan terpaksa menerima perintah Bara, ia tak ingin ketahuan jika ia sudah menikah lebih baik ia mengikuti apa yang cowok gila ini keinginan nya.


" Awas ngintip ya Lo, gue sumpahin mata lo kayak mata kodok " ucap nya dari belakang mengancam Bara.


" Bara!!!! Berisik banget Lo ya, awas Lo kalo berani ngintip " teriak Sasa lagi Bara pun kembali fokus lagi pada kemudinya.


****


Pertandingan akan segera dimulai semua orang tengah bersiap siap kala wasit meminta semua pemain kembali pada lapangan pertandingan. Tara terlihat gusar saat melihat ke arah Raja cowok itu hanya diam saja tanpa mau berbicara padanya, berbeda dengan Gantar dan Regan yang ia ajak bicara meskipun sedikit.


" Hei Lo anak baru, perasaan gue Dom yang di panggil kedalam tim tapi kenapa malah Lo yang jadi masuk tim ya? Oh Lo pasti biasakan jadi cadangan atau lebih tepatnya cuma sekedar back up anggota yang gak bisa main " ucap Tara saat cowok itu berjalan bersebelahan dengan Raja, cowok itu sedang berusaha memberikan provokasi pada Raja. Namun Raja hanya diam tak ingin mengambil pusing, cukup dengan permainan ini yang sudah mulai menguras tenaga dan mental nya jangan sampai ia terpancing perkataan kotor dari Tara.

__ADS_1


" Gue juga tau kok waktu SMP Lo pernah ribut kan sama teman Lo itu soalnya dia terlihat lebih menarik dari Lo bahkan di dunia Lo juga dia itu lebih baik dari Lo, Lo pernah ribut sama dia saat pertandingan basket karena dia lebih unggul dari Lo, bahkan dia juga sangat sangat unggul dalam memenangkan hati dua gadis yang sedang dekat dengan Lo " ucap Tara lagi. Raja berbalik badan lalu tanpa aba aba cowok itu melayang kan sebuah pukulan kearah wajah Tara hingga membuat semua orang terkaget, beberapa gadis berteriak sebab tak pernah melihat Raja semarah ini.


" An****g Br******k kalo Lo gak tau apa apa tentang gue jaga mulut Lo itu, lebih baik Lo diam buktiin kalo Lo itu punya skil di lapangan bukan bacot doang " teriak Raja saat itu juga wasit dan para pemain mencoba menenangkan Raja namun sayang emosi Raja kali ini tidak bisa di bendung. Cowok itu berlari keluar meninggalkan pertandingan babak kedua. Suasana pun seketika menjadi mencekam, wasit memutuskan untuk memberikan kartu pada Raja dan meminta pemain baru masuk.


" Pasti si Tara sengaja buat provokasi Raja, biar gak ada lagi pemain yang lebih dominan di banding dia " ucap Regan pada Gantar namun Gantar hanya diam saja ia benar-benar mengharapkan sebuah keajaiban datang kali ini.


" Kita cuma bisa berdoa semoga semua bisa baik baik aja " ucap Gantar lalu kembali konsentrasi pada permainan. Raja seketika menghilang dari lapangan membuat para pendukung mereka penasaran apa yang menjadi di lapangan tadi. Menyebabkan beberapa dari penonton turun dari tribun dan pergi keluar dari sana.


Tara bermain dengan egois ia tidak mau mengumpan atau memberikan bola agar terjadi peluang, ia lebih suka menusuk sendirian dan itu tentu saja mudah di patahkan oleh lawannya. Pelatih juga beberapa kali berteriak di luar lapangan meminta untuk Tara memberikan umpan namun cowok itu serakah ia tak mendengar pelatihan berbicara.


" S***n si Tara main sendiri aja dia, gak ngeliat dia waktu da tinggal berapa menit lagi. Gak ngotak banget jadi kapten, liat aja Bara muncul di tarik dia itu pasti " ucap Regan kesal saat melihat Tara yang berusaha sendiri untuk melemparkan bola dari jauh namun gagal.


" Uda fokus aja kita ke permainan, jangan sampe coach Dave marah sama kita " saran Gantar pada Regan. Meskipun tak di pungkiri bahwa ia juga kesal dengan cara permainan Tara, tapi ia tak bisa berbuat apa apa selain terus konsentrasi dalam permainan.


Kertajaya meminta time out margin skor yang mencolok membuat Dave marah besar, Tara lah penyebab nya namun cowok itu berdalih bahwa teman teman nya lah yang tidak bisa di ajak kerjasama hingga membuat keributan di antara pemain.


" Jaga omongan Lo ya Tar, Lo tu yang gak bisa main. Lo tu gak pake o**k kalo main, sadar gak Lo lemparan bola Lo itu gak ada yang masuk tapi tetap aja Lo kekeh buat lakuin itu lagi, padahal banyak teman teman lain yang ada di posisi kosong " ucap Gantar tak terima saat ia dan teman-temannya yang lain di tuduh sebagai penyebab skor tertinggal jauh. Namun Tara tak terima dia marah mendorong bahu Gantar sebab tak terima dengan perkataan Gantar yang benar adanya.


" Eh gak usah dorong dorong Lo " ucap Regan membalas Tara yang sudah mendorong Ganta , hingga terjadi keributan di antara cowok cowok itu. Kali ini Tara pun balas mendorong Regan hingga membuat nya terhuyung jatuh cukup keras, pelatih terlihat marah tapi Tara tak menghiraukan nya, menjadi kapten membuat nya merasa berada di atas segalanya. Regan terjatuh tepat di bawah kaki seseorang, semua orang pun tersenyum senang saat melihat kedatangan nya...

__ADS_1


__ADS_2