Married With Ketos

Married With Ketos
Insiden


__ADS_3

Sasa terlihat kaget saat melihat interior ruangan kamar Bara yang terlihat begitu rapi dan kental akan nuansa otomotif. Terdapat juga sebuah lemari khusus penyimpanan mainan saat Bara kecil dulu, ternyata Bara adalah tipe orang yang tidak akan membuang sesuatu dengan cepat, bisa diartikan Bara adalah tipe cowok yang setia.


" Sayang kamu mandi dulu ya, mama turun dulu. Tadi mama sudah minta bi Ratih untuk menyiapkan makanan " ucap Bea sambil memeluk singkat menantunya lalu berlalu meninggalkan Sasa sendirian di kamar Bara. Dua jam lalu setelah Sasa dan Abel kembali dari hotel hendak menemui Raja ke cafe, namun sayangnya ternyata Raja sudah meninggalkan tempat itu tak lama setelah Sasa pergi dari sana. Raja juga tak dapat di temui di rumah nya saat Abel dan Sasa mendatangi cowok itu. Entah dimana ia, Sasa sudah berusaha untuk menghubungi Raja namun cowok itu tak merespon sama sekali.


Tangan Sasa terlihat perlahan membuka laci nakas yang berada di samping kasur besar Bara. Tak banyak isi dari laci itu hanya beberapa barang keperluan cowok dan sebuah foto. Sasa mengambil sebuah kertas monokrom itu lalu memperhatikan dengan seksama siapa yang berada di dalam nya.


" Sejak kapan Lo bisa pegang pegang barang gue " terdengar suara dingin yang begitu Sasa kenali. Perlahan pandangan Sasa pun dihiasi oleh seorang yang sedari tadi ia nantikan. Dengan cepat Bara menyaut lembar monokrom yang berada di tangan Sasa membuat cewek itu seketika ikut berdiri lalu tak kala menampilkan wajah datarnya.


" Lo kenapa bisa masuk kesini siapa yang nyuruh Lo " ucap Bara dingin seakan ia tak memiliki sedikit kehangatan untuk Sasa, membuat Sasa sedikit gugup saat menjawab nya.


" Gue tadi di antar sama Daddy untuk tinggal disini, dan Mama yang bawa gue masuk ke kamar ini. Mama kayak nya masih ada di bawah " ucap Sasa dengan nada yang merendah, entah kenapa ia merasa bahwa sikap Bara sangat dingin padanya. Tapi Sasa sama sekali tak memperdulikan hal itu.


" Gue peringatin ya ke Lo, Lo memang uda jadi istri gue saat beberapa jam lalu. Tapi Lo jangan lupa sama apa yang uda kita sepakati di hari perjodohan kita, kita lakuin ini bukan karena kita setuju tapi karena kita gak punya jalan lain, jadi Lo jangan cari kesempatan " ucap Bara datar dan penuh dengan ketegasan tatapan nya begitu dingin tak ada kehangatan disana.


" Lo tenang aja, gue juga masih ingat kok. Bukannya Lo ya yang pertama kali menyetujui hal ini, jadi Lo gak perlu takut sama sekali. Saat nanti kita punya kesempatan untuk pergi dari ini semua, gue adalah orang pertama yang akan sangat bersedia untuk itu " ucap Sasa balik memandangi wajah Bara dengan tatapan yang tak kalah dingin dan dalam. Mata kedua nya sama sama melesatkan tatapan tajam hingga kedua nya terhenti sebab Bea yang datang menyapa kedua pengantin baru ini.


" Loh Bara kamu kok belum mandi, mandi sama kasian Sasa nyium badan kamu bau " ucap Bea berdiri di samping putra nya.


" Aku tadi uda mandi ma di sekolah, mama kenapa masih di sini " tanya Bara on poin seolah ia merasa keberatan jika mama nya berlama lama di sini.


" Kenapa memang nya mama gak boleh ngeliat menantu mama? Ohhh... mama ngerti apa maksud dari omongan kamu " ucap Bea seolah mengejek Bara yang sebenarnya juga tidak mengerti maksud mama.


" Bukan gitu ma... " ucap Bara kesal lalu ia seolah sedang meminta bantuan pada Sasa untuk segera membuat mama nya pergi dari sini, namun Sasa seolah tak perduli dengan perkataan Bara. Ia hanya pergi dari hadapan Bara lalu bergegas masuk kedalam kamar mandi.

__ADS_1


" Ya uda kalo gitu mama pulang ya, kayak nya kamu butuh waktu berdua sama Sasa " ucap Bea lalu mendekati putra nya dengan erat memeluk anak semata wayangnya.


" Jaga istri kamu ya nak, cuma itu yang mama inginkan saat ini " ucap Bea mata nya berkaca kaca saat mengatakan hal itu membuat Bara terenyuh, Bea begitu berharap lebih pada hubungan mereka membuat Bara jadi semakin merasa bimbang .


" Iya ma, Bara bakalan jagain Sasa " kalimat itu yang akhirnya tercetus dari mulut Bara. Entah lah dia benar benar bimbang kali ini. Bea akhirnya pergi dari sana meninggalkan kedua orang yang baru saja resmi menjadi sepasang pengantin baru.


*****


Sasa duduk di sofa kamar Bara sambil mengeringkan rambut menggunakan handuknya. Cewek itu lupa untuk membawa hairdryer jadi mau tidak mau ia harus mengelap rambut nya menggunakan handuk.


Bara juga baru muncul dari luar membawa beberapa file yang ia letak tepat di meja dengan keras membuat Sasa mendengus kesal.


" Bisa gak si Lo ngeletak nya dengan bagus bagus aja, gak usah pake di hentak hentak berisik tau gak " ucap Sasa sinis pada Bara lalu ia berdiri menuju balkon luar, ia butuh udara segar agar pikiran nya tak semakin kacau akibat suami nya yang gila ini. Entah kenapa tiba tiba saja ia menjadi sering emosi sendiri.


" Permisi tuan makan malam sudah siap " ucap seseorang dari balik pintu Bara pun dengan cepat menyaut lalu bergegas ingin turun dari sana, namun perhatian nya kini teralih oleh bunyi dering ponsel di atas nakas nya.


" Siapa si yang nelfon berisik banget " ucap Bara lalu bergegas mengangkat nya dengan tenang cowok itu segera menyaut saat orang di balik sana belum berbicara.


' Hallo apaan Re?


' Bar Lo dimana? kok Lo pergi gak bilang bilang si? gak asik Lo ' ucap Regan dari balik telfon suara nya terdengar sedikit berteriak.


' Gue di rumah mau istirahat gue capek, Lo ada perlu apaan ' balas Bara cowok itu kembali duduk sebentar sebelum kembali turun ke lantai dasar rumah nya.

__ADS_1


' Ciehhh ya elah yang Uda nikah, enak banget sekarang uda punya alasan buat betah di rumah ya? eh ngomong ngomong gue pengen donk liat ipar gue itu gimana orang nya. Nyokap gue bilang orang nya cantik banget cocok sama Lo katanya ' ucap Regan semakin membuat Bara jengkel bisa bisanya dia mengatakan jika Bara dan Sasa cocok.


' Apa Lo bilang gue cocok sama itu cewek, jangan sembarangan bicara Lo. Sekarang mau Lo itu apa ganggu gue aja '


' Ada balap hari ini di tempat biasa Lo mau gabung gak, rame di sini semua anak anak pada ada disini ' ungkap Regan membuat Bara ingin sekali bergabung, tapi entah kenapa tubuh nya malas sekali untuk pergi beranjak kelar dari rumah nya.


' Ayo lah Bar, kesini yok. Eh,, Bar ada anak Death Crown mereka dateng Bar ' ucap Regan dari balik sana membuat adrenalin Bara seketika muncul, Bara pun berdiri dengan segera ia mengiyakan permintaan Regan lalu bergegas mematikan ponselnya.


" Mau kemana Lo kak " ucap Sasa saat ia melihat Bara yang terlihat sangat terburu buru bergegas memakai jaket keesaan nya Black fire, namun Bara terlihat acuh saat Sasa bertanya padanya.


" Di tanya gak di jawab gue sumpahin gak bisa bicara sekalian tau rasa " omel Sasa pelan lalu berjalan melewati meja itu, namun pandangan nya terganggu dengan sesuatu yang melekat pada ujung bawah baju nya dan bagian belakang celana Bara, mata Sasa terbelalak kaget tangan nya menutup mulut nya yang terlihat menganga.


" Kak Bara Lo sakit " teriak Sasa saat Bara hendak keluar dari kamar membuat cowok itu akhirnya membalikan tubuhnya.


" Mau Lo apa si, bisa gak gak usah ikut campur urusan orang lain " ucap Bara ketus ia hendak melanjutkan niatnya Sasa tak lagi menghentikan nya, biar saja ia mendapat masalah sebab hal ini. Bara menuruni tangga Bara pun melewati bi Ratih yang saat itu sedang lewat disana. Bi Ratih pun menghentikan Bara sebab ia melihat sebuah keanehan di pakaian tuannya.


" Tuan Bara, tunggu sebentar tuan. Maaf sebelumnya tuan " ucap Ratih membuat Bara sedikit mendengus kesal ia tak bisa berlama-lama di tempat ini ia harus segera sampai ke tempat balapan nya.


" Ada apa bi, saya gak bisa lama lama saya harus pergi saya ada urusan " ucap nya penuh kesopanan pada Bi Ratih.


" Maaf tuan muda tapi itu celana sama baju nya tuan ada darahnya " ucap Ratih sambil menunduk ia menunjuk ke arah belakang Bara hingga membuat cowok itu bergegas melihat apa benar yang di katakan asisten rumah tangga nya.


" Darah.. Ya Allah... ini darah siapa " ucapnya sambil menyentuh darah yang masih lembab seketika ia pun mulai terdiam saat ini pikiran nya hanya tertuju pada satu orang.

__ADS_1


" Sasaaaa!!!!!!!! teriakan dengan penuh amarah....


__ADS_2