
sampai dirumah zea naik kelantai atas menuju kamarnya..
"gue mandi dulu aja.." ucap zea sambil masuk ke kamar mandi
setelah usai mandi Zea turun kebawah,, mencari bundanya..
.
.
.
.
"bik..." teriak zea memanggil bik Sum
"iya non.. kenapa?" tanya bik Sum
"bunda udah pulang bik?" tanya zea
"udah non.. nyonya ada dihalaman belakang.." ucap bik Sum
"bik... zea lapar.." ucap zea memelas seperti anak kucing
"hehehe.. mau makan apa non?" tanya bik Sum melihat anak majikannya yang super manjanya kalau dirumah atau orang terdekat.
"terserah bibi aja.." ucap zea tersenyum
setelah makannya tiba langsung zea santap,, karena ia benar benar lapar..
"makasih bik.." ucap zea sambil makan
"sami-sami non.. dilanjut makannya.." ucap bik Sum berlalu dari meja makan menuju belakang
seusai makan zea berjalan ke halaman belakang, karena bunda Farah tadi memanggilnya.. setelah sampai dihalaman belakang zea duduk dikursi samping bunda Farah.
"bund.. lagi apa?" tanya zea basa basi
"lagi baca koran aja sayang.." ucap Bunda Farah
__ADS_1
"bunda... ada apa panggil zea tadi?" tanya zea hati-hati
"emang bunda nggak boleh panggil anak bunda?" ucap bunda Farah sambil pura-pura ngambek
"hehehe.. bunda,, zea tadi kan nanya!! maaf ya bund.." ucap zea mendramatis
"iihh jelek tau muka kamu kaya gitu.." ejek bunda Farah
"iihh cantik gini.. dibilang jelek.." ucap zea
"jadi gini ze.. bunda mau jodohin kamu sama anak sahabat bunda.." ucap bunda Farah
"tapi bund-" potong bunda Farah belum selesai zea berbicara
"bunda mohon ze.." ucap bunda Farah sambil memohon
"tapi bunda.. kasih zea waktu mencerna semua ini.." ucap zea lembut
"iyaa bunda kasih waktu deh.." ucap bunda Farah sambil memberikan surat dari mendiang ayahnya zea
"apa ini bund..?" tanya zea sambil memasang wajah bingung
" itu surat dari ayah kamu.. sebelum ayah meninggal.." ucap bunda Farah sedih mengingat mendiang suaminya
zea berjalan menuju lantai atas dikamarnya..
.
.
.
.
dilain tempat seorang cowok lagi makan malam dengan keluarganya.. dia Alaric Faeyra. setelah usai makan mereka menuju ruang tengah untuk berbincang bincang..
"bunda...kiya masuk dulu yaa.. udah ngantuk nih.." ucap kiya sambil menguap
"iya.. tidur aja.. jangan cuman nonton drakor Lo.." ucap alaric pada adiknya
__ADS_1
"apasih bang.. orang mau tidur juga.." ucap kiya sambil mencium pipi ayah, bunda dan abangnya
setelah kiya sudah masuk dalam kamar.. tinggal mereka bertiga diruang tengah..
"bang..." panggil bunda Hana lembut
"iya bund.. kenapa?" tanya Alaric lembut juga
"bang...ayah sama bunda mau jodohin kamu sama anak teman bunda.." ucap bunda Hana sambil mengusap rambut anak sulungnya
"tapi bund... Alaric kan masih SMA.." ucap Alaric sedari tadi diam sekarang buka suara
"iya bang.. bunda ngerti.. pernikahan ini secara diam diam.." ucap bunda Hana sambil terus membelai rambut anaknya
"Abang.. harus mau nikah sama anak sahabat bunda.." ucap ayah Hendrik
"iya yah bund.. Alaric mau.." ucap Alaric menerima perjodohan ini karena orang tuanya
"makasih dan maaf sayang..karena sudah memberimu tanggung jawab diusia mudamu.." ucap bunda Hana sambil memeluk anak sulungnya
"Minggu depan kita kerumahnya.." ucap ayah Hendrik
"Al tidur gih.. besok sekolah.." ucap ayah Hendrik
"oke yah.. Al naik keatas dulu ya bund yah.." ucap Alaric menuju kelantai atas
dilantai atas ada 4 kamar ,, 1 kamar kiya dan kamar Alaric 1 sisanya kamar tamu.. terus dilantai satu ada kamar bunda ayah,, 3 kamar tamu terus 3 kamar pembantu , dapur, ruang tengah dan lain².
sampai dikamar Alaric tidak langsung tidur karena kebiasaannya sebelum tidur sikat gigi dan mencuci muka..
Huft...
"bisa tidak...gue bertanggung jawab sama istri gue kelak.." ucap Alaric menghela nafas
"kalau gue nggak terima perjodohan ini.. makan ayah bunda akan kecewa sama gue.." ucap Alaric sambil memejamkan matanya
Karena sudah jam 11 malam jadi Alaric udah tertidur pulas menuju alam bantal.. hehhehhe
✨✨✨
__ADS_1
**jangan lupa like, vote, dan coment yaa.. bagi pembaca semoga dapat berkah dari Allah SWT..
Thank you epribadi**