Married With Ketos

Married With Ketos
EPISODE 47 KISAH AWAL ARGA


__ADS_3

iNi adalah kisah di mana awal Arga menemukan sosok Mika di hidupnya dan bagaimana ia bisa jatuh cinta dengan mudahnya dengan cewek itu. Oke, dimulai saja.


Mika, bagi Arga adalah seorang cewek yang benar-benar bisa membuatnya jatuh sejatuh-jatuhnya. ia tak menyesali telah mencintai cewek itu. Pertama kali melihat cewek itu, seperti kebanyakan cowok normal lainnya. Hatinya berdesir, dadanya berdegup tak menentu. Setiap kali ia melihat cewek itu, entah kenapa senyumnya begitu saja muncul. Namun dengan mati-matian ia berusaha menyembunyikannya, tentu saja.


Pertama kali Arga bertemu dengannya adalah ketika saat Arga akan berangkat ke sekolah. la Pergi seperti biasanya, namun karena hari ini ia akan menjadi ketua Panitia MOS, mau tak mau ia harus melajukan motornya dengan lebih cepat agar lebih cepat sampai Pula.


iNi adalah kisah di mana awal Arga menemukan sosok Mika di hidupnya dan bagaimana ia bisa jatuh cinta dengan mudahnya dengan cewek itu. Oke, dimulai saja.


Bagaimanapun ia tak ingin dicap sebagai ketua yang memberi Pengaruh buruk Pada anggotanya.


Tengah santai santainya berkendara, tiba-tiba saja sebuah kaleng mengenai helmnya. Dengan spontan ia menghentikan laju motornya lalu melihat sekitar siapa yang berani beraninya membuang sampah sembarangan dan mengenai kepalanya pula.


Dan Pandangannya bersibobrok dengan seorang cewek yang tengah memelototkan matanya dan menutup mulutnya. Padahal ia tengah mengenakan masker. Arga sontak menghampiri cewek itu.


" Kalau buang sampah ke tong sampah dong. Bukannya sembarangan kena kepala orang lagi,” sungut Arga berapi-api. Ia kesal tentu saja, apalagi ia sedang buru-buru.


Cewek itu buru-buru melepaskan maskernya.


" Eh Sorry, gue Nggak sengaja,” ujarnya Panik sambil menyentuh bagian kepala Arga yang kena kaleng akibat timpukannya.


Arga menahan napasnya. Cewek itu tepat berada di hadapannya. Sekali lihat Arga yakin kalau cewek itu adalah cewek tercantik yang Pernah hadir di hidupnya, setelah mamanya tentunya. Namun seolah tersadar, Arga menyentakan lengan yang berada di atas helmnya.


" Nggak usah Pegang-pegang.” Padahal dalam hatinya Arga tengah menahan mati matian rasa yang sudah lama tak ia rasakan.


Cewek itu mundur beberapa langkah. “Gue niat baik ya,” sahutnya kesal.


“Lain kali jangan diulangin,” ujar Arga lalu membalikkan badannya dan memegang dadanya yang berdegup kencang.


ia menghampiri motornya lalu menaikinya dan meninggalkan cewek yang tengah menggerutu kesal. Arga yakin, jika Tuhan berkehendak ia akan kembali dipertemukan dengan cewek itu. Dan Arga berjanji jika ia bertemu lagi dengan cewek itu, ia akan meminta nomor Ponselnya


Jika ada yang bertanya, siapa yang Paling mencintai Mika dengan sangat dalam maka jawabannya adalah Arga. ia rela sakit hati tiap harinya melihat Mika yang amat sangat welcome terhadap semua cowok. Tapi ia bisa apa ? Arga tak Punya hak sejauh itu untuk melarang larangnya melalukan hal yang membuatnya senang.


Satu kebahagian terbesar di hidupnya adalah bisa hidup bersama Mika dan anugerah terbesarnya adalah bisa dicintai oleh cewek itu. Saat itu, walaupun tengah sibuk dengan kegiatan Perkuliahannya, Arga rela Pulang hanya untuk Mika, hanya untuk menjelaskan kesalahan Pahaman yang terjadi. Lagi Pula sudah lama Arga tak Pulang, ada Perasaan rindu yang mengerogoti hatinya.

__ADS_1


Dengan langkah ringannya dan tak lupa senyuman yang menghiasi wajahnya, ia melangkah ringan ke dalam rumahnya. Rasanya tak ada yang berubah sejak terakhir kali ia Pergi meninggalkan rumah. Arga menaiki tangga rumah dengan satu tangan memegang sebuket besar mawar merah dan tangan satunya lagi ia gunakan untuk membawa koper.


Perlahan tapi Pasti, Arga membuka Pintu Pelan.


“Kejut—”


“ Arga,”


Dengan spontan Arga menjatuhkan bunga yang dibawanya. Senyumnya memudar begitu saja. Lagi lagi ia merasakan sakit hati yang kesekian kalinya. Bahkan saking seringnya hatinya seolah mati.


Arga mengepalkan jemari tangannya demi menyalurkan emosinya. Bukan ini yang ingin Arga lihat ketika ia Pulang. Bukan rasa sakit ini yang ingin kembali ia rasakan, Arga menatap Mika dengan tatapan yang sulit diartikan. Arga tahu, sesuatu yang dipaksakan Pasti akan berujung dengan tidak menyenangkan, seperti sekarang misalnya.


Dan kejadiannya berjalan begitu saja, ia lantas memukuli cowok yang bersama Mika. Ia tak tahu harus melampiaskan ke siapa lagi, jika bukan ke cowok itu. Maka dari itu, ia melepaskan segala emosinya yang terpendam selama ini. Dan segalanya mengalir begitu saja meninggalkan Mika kembali dalam keadaan Mika yang menangis.


Arga melangkah keluar rumah dengan langkah berat. Bukan maksud ia tak sayang Pada Mika, ia teramat sangat menyayanginya, maka dari itu ia meninggalkannya. Hanya untuk memberinya ruang untuk berpikir sendiri. Jika seorang cowok sedang sakit hati, maka segala hal akan dilakukannya. Arga sengaja menghindari Mika. Ia takut melakukan sesuatu yang akan membuat suasana makin Parah. Dan Pilihan terakhirnya Arga mendatangi Boby.


“Lo cinta boleh, bego jangan,” komentar Boby setelah Arga menceritakan semuanya.


Arga diam mencermati.


“Gue harus gimana,”


“Kasih dia waktu, Arga Mungkin pas dia bilang Pengen break ada suatu alasan yang nggak bisa dia bilang ke lo karena nggak enak. Misal, emm yaa kayak tadi. Tapi itu terserah lo sih, gue cuma ngasih saran.”


Arga diam mencerna apa yang dibilang Boby barusan. Mungkin benar, Mika tengah berada di titik terjenuhnya Pada hubungan keduanya.


“Tapi ... gue Nggak bisa,” ujar Arga dengan wajah memelas.


“Terus lo mau gimana ? Maksain lagi Lo mau hal kayak gini ke ulang ulang lagi, lo mau liat dia gitu terus,” ujar Boby.


" Mungkin dia bener-bener mau main-main dulu sebelum dia mantepin hatinya buat lo. Apa salahnya kasih dia waktu ? Selagi kalian break, ada banyak hal yang mungkin bisa kalian lakuin yang nggak Pernah kalian lakuin pas lagi sama sama,” lanjutnya.


Arga kembali bungkam.

__ADS_1


“Tap ...”


“Lo mau dia berubah apa nggak,” Potong Boby karena kesal juga melihat Arga yang terlihat tidak teguh Pada Pendiriannya.


“Oke. Gue bakal kasih waktu buat dia,” balas Arga Pada akhirnya.


Boby tersenyum. “Inget, dunia itu bukan cuma tentang cewek doang. Kalau kata The Changcuters mah wanita tuh racun dunia.” la merangkul bahu Arga lalu tertawa.


Kalau dipikir-pikir omongan Boby ada benarnya juga. Tidak ada salahnya ia memberi waktu untuk Mika.


“Aku udah Pikirin mateng-mateng.”


Emi tampak siap mendengarkan keputusan Putranya itu.


“Aku bakal cerain dia.”


“Tapi kenapa,”


Arga tersenyum. “Banyak alesannya dan mungkin aku belum bisa cerita sekarang.”


Emi mengangguk. “Kemarin lagi lagi Mika dateng ke sini, nanyain keberadaan kamu.”


“Mama jawab apa,”


“Sesuai yang kamu bilang.”


Arga tersenyum. “Makasih, Ma.”


Emi mengangguk.


“Aku ke kamar dulu deh. Mau tidur.”


Emi lagi-lagi mengangguk dan menatap Punggung tegap yang makin menjauhinya itu. Emi yakin, Arga masih mencintai Mika. itu sangat terlihat jelas dimatanya. Namun, bukan haknya untuk ikut campur terlalu jauh dalam masalah mereka.

__ADS_1


...••••...


__ADS_2