Married With Ketos

Married With Ketos
Episode 5


__ADS_3

Malam Minggu pun tiba dimana keluarga alaric bersama zea akan bertemu.


tap..tap..tap...


suara langkah kaki dari atas, turunlah seorang gadis cantik memakai Dres berwarna maroon sebatas lutut terlihat anggun sesuai kulitnya yang seputih susu dengan menggunakan make up tipis, rambut digerai sedikit curly dan tidak lupa memakai high heels berwarna hitam dengan Sling bag berwarna hitam juga, malam ini zea terlihat cantik dan menawan.


sementara itu bunda Farah memakai, dres berwarna yang sama seperti yang dipakai zea,, hanya saja model dres mereka berbeda,, bunda Farah tak kalah cantik dengan anak gadisnya.


"Masya Allah,, cantiknya anak bunda.." ucap bunda Farah pangling melihat penampilan anaknya,, walaupun hanya memakai make up tipis tapi zea terlihat perfeck.


"bunda juga tak kalah cantik loh,, zea sampai pangling melihat kecantikan bunda.." puji zea kepada bunda Farah


"udah siap sayang?" tanya bunda Farah dengan suara lembut


"udah bund.." ucap Zea


setelah itu mereka menuju kemobil untuk pergi ke restoran,, setelah mereka sudah masuk dalam mobil, pak supir sudah mengendarai mobil dengan kecepatan sedang.


selama perjalanan menuju restoran zea memalingkan kepalanya di jendela mobil untuk melihat keramaian pengendara, ada yang berboncengan, kadang melewati orang yang lagi berduaan dengan pacarnya malam mingguan dll.


"Nissa.. kamu kenapa?" tanya bunda Farah memperhatikan wajah anaknya yang sedari tadi hanya melihat keluar jendela mobil


"nggak papa kok bund.." ucap zea


"ohh yaudah deh,, kalau ada apa-apa cerita yaa sama bunda.." ucap bunda Farah sambil mengelus rambut anaknya penuh kasih sayang..


"siap bund.." ucap zea sambil hormat kepada bunda farah, setelah itu mereka saling memandang habis itu tertawa berdua..


.


.


.


.


tidak terasa mereka sudah sampai di restoran tempat mereka tuju yang ternyata direstoran bintang 5.


"nis yuk turun.." ucap bunda Farah sambil membuka pintu mobil


"iya bund.." ucap zea sambil keluar dari mobil, sambil berjalan kesalah satu ruang VIP yang sudah disewa seseorang.


setelah berjalan mereka sampai juga diruang VIP.


ceklek..


ternya didalam sudah terdapat dua orang paru baya..


"udah lama Han?" tanya bunda Farah sambil cipika cipiki


"belum kok,, kita tadi baru sampai lima menit yang lalu.." ucap Hana


"Masya Allah cantiknya.. Anakmu ini Ra?" tanya Hana sambil memuji kecantikan Zea


"iya anakku lah,, bundanya aja cantik.." ucap Bunda Farah sambil memuji diri sendiri.


" masih narsis aja lo Ra.." ejek Hendrik


"eeh drik apa kabar?" tanya bunda Farah mempertanyakan kabar sahabatnya


"Baik kok,, kalau Lo bagaimana?" tanya Hendrik,, mareka orang tua gaul yaa mengikuti zaman


"Baik juga,, eeh sampai lupa gue,, anak kalian mana?" tanya bunda Farah yang tidak melihat anak sahabatnya sambil melihat sekeliling


"oohh iya.. masih ke toilet tadi.." ucap Hana sambil mempersilahkan Hana dan zea duduk..


"zea kamu cantik banget.." ucap Hana sambil memberikan tangannya karena Zea mau bersalaman setelah itu baru suaminya


"makasih tante... Tante cantik juga kok.." ucap zea


pelayan masuk membawa makanan yang sudah dipesan tadi..

__ADS_1


Ceklek...


"ini toh anakmu,, Masya Allah ganteng banget.." puji Bunda Farah melihat Seorang cowok memekai tuxsedo berwarna hitam yang terlihat pas ditubuh cowok tersebut.


"Nissa jangan cuman main hp terus dong.. kenalan sama anaknya Tante Hana tuh.." tunjuk bunda Farah kepada cowok tadi


setelah mendengar suara bunda Farah karena kedatangan seorang cowok anaknya Tante hana,, tiba-tiba zea mengdongak dan betapa terkejutnya zea ternyata orang tersebut....


"Lo.." ucap Zea bersama cowok tersebut kaget..


"Kalian sudah saling kenal?" tanya bunda Farah bingung


"iya bund,, ini Alaric... ketos Lebay... Uuupsss... kecoplosan..maksudnya Ketos disekolah Nissa bund.."ucap zea memberitahu


sedangkan Alaric hanya diam sedari tadi karena mencerna apa yang ia lihat sekarang,, ternyata yang akan dijodohkan dengan dia adalah cewek pembuat onar..


"oohh gitu yaa.. ternyata kalian sudah saling kenal.." ucap bunda Farah mengangguk-angguk tanda mengerti


"sudah..sudah.. sekarang sebaik kita makan dulu nanti setelah usai makan baru kita bahas kembali.." ucap Ayah Hendrik Memberhentikan berbincangan mereka.


sementara itu mereka segera makan setelah mendengar ucapan Ayah Hendrik.. hanya terdengar suara dentingan sendok saling menyaut karena mereka hanya diam karena kalau makan dalam keluarga mereka tidak boleh bercerita..


setelah usai mereka berbincang-bincang sedikit, mereka masuk dalam inti pembicaraan..


"Jadi begini,, Ayah mau jodohin kalian berdua karena sedari kecil memang kami ingin menjodohkan kalian.." ucap Ayah Hendrik menjelaskan


" jadi bagaimana Kalian Berdua? apa menerima perjodohan ini?" tanya Bunda Hana antusias


"bund... Nissa nggak mau nikah sama dia.." tunjuk zea pada Alaric


"Nissa udah baca surat dari ayah?" tanya bunda Farah sambil mengusap punggung tangan zea


"udah bund.." ucap Zea sendu mengingat mendiang ayahnya yang begitu dicintainya...


Flashback on✨


Setelah dari halaman belakang berbincang bersama bundanya,, zea menuju kamar untuk membaca surat dari mendiang ayahnya yang paling dicintai, setalah sampai didalam kamar zea menuju meja belajar, untuk membaca surat tersebut..


Zeanissa Faatina..


*Kalau Nissa udah baca surat ini berarti umur Nissa udah*


17 thn. Apa kabar putri kecilku? walaupun udah besar sih


tapi Nissa tetap putri kecil dihati ayah..


Nissa jika nanti bunda menyuruhmu


menikah dengan seseorang,, ayah mohon


terima lamarannya,, karena ayah percaya dengan


pilihan bunda pasti yang terbaik untukmu putri kecilku..


Dan yang pastinya bertanggung jawab karena ayah


mengenal orang tuanya,, kami menjodohkanmu sedari


kecil.. ini permintaan ayah terakhir kalinya.. maaf maaf


ayah tidak yakin bisakah ayah menjadi walimu nanti,, karena ayah merasa sudah tidak akan lama lagi didunia ini.. maafkan ayah yang tidak bisa selalu ada untukmu putri kecilku,, Karena Ayah merasa sakit disekujur tubuh ini.


Tapi percayalah Ayah selalu ada dihatimu


dan kamu ada dihati ayah selamanya..


Ayah minta sama Nissa tetap jadi anak ayah yang cerdas, Sholehah, dan semoga cita-cita kamu menjadi dokter terwujud.


Aamiin


Udah dulu yaa dokter cilikku,, karena ayah udah capek

__ADS_1


dan nggak tahan lagi menahan rasa sakit ini,, jangan nangis


Ayah nggak mau lihat putri Ayah nangis,,


walau ayah udah nggak ada, Ayah tetap perhatikan kamu


dari langit,, awas yaa kamu nangis nanti jelek loh..


jika Abang kamu nakal,, jewer aja telinganya sampai kamu puas yaa putri kecil..


selamat tinggal.. bye Putriku tersayang


^^^Untuk putriku Sang dokter cilik❤️^^^


setelah membaca surat tersebut Zea menangis terseduh seduh,, karena mengingat ayahnya..


"Ayah kenapa ninggalin Zea? disaat Zea masih butuh kasih sayang seorang ayah,, apa ayah nggak sayang sama Zea?" ucap zea sambil menangis dengan suara lirih pasti orang yang mendengarnya merasakan sakitnya seorang Zea.


Flashback off..✨


"Zea menerima perjodohan ini.." ucap Zea menunduk karena merasa sedih


"Makasih sayang.." ucap Bunda Farah sambil memeluk Anak gadisnya


sedangkan Alaric yang mendengar itu terheran heran kenapa seorang Zea yang keras kepalanya minta ampun tiba-tiba menerima perjodohan ini..


dia kenapa tiba-tiba menerima perjodohan ini? terus kenapa setelah Tante Farah menanyakan surat dari ayahnya dia langsung memasang wajah sedih.. Batin Alaric Bingung


"Kalau Alaric gimana? Nerima perjodohan ini?" tanya Bunda Farah


"Alaric ikut kemauan kalian aja.." ucap Alaric


"oke karena sudah ada kesepakatan dua bela pihak,, kita akan melaksanakan pertunangan sekarang juga.." ucap Ayah Hendrik sambil menyodorkan cincin pertunangan anaknya dan dipakai oleh Alaric bersama zea sambil bertukaran memasang cincin dijari satu sama lain.


"Jadi kalian berdua sudah resmi bertunangan.. yeee" ucap Bunda Hana semangat sambil memeluk bunda Farah


"Pernikahannya akan dilaksanakan Minggu depan,, jadi persiapkan diri kalian.. semua urusan itu dekorasi tidak usah dipermasalahkan itu urusan kami orang tua.." ucap ayah Hendrik memberitahu


"Tapi tidak ter...." ucap Zea bersama Alaric


Zea dan Alaric kaget mengucapkan bersama-sama dan saling memandang satu sama lain,, karena jarak duduk mereka tidak terlalu jauh Makan terjadilah adegan bertatap tatapan beberapa detik.


khemmm...


karena sadar ada orang tua mereka disini,, mereka berpaling karena sudah sadar kembali dari adegan tersebut..


"ciee...ciee.. yang saling tatapan.." goda bunda Hana


"apasih Tan.." ucap zea bulsh karena digoda oleh bundanya Alaric


"Hahahhaha..." mereka semua tertawa bersama


"Zea jangan Panggil Tante yaa,, panggil bunda Hana dan Ayah Hendrik.. oke?" ucap Bunda Hana


"oke Tan... eeehh bunda maksudnya.." ucap zea masih kaku


"Al antarin Zea pulang yaa.." ucap Ayah Hendrik


"Ahhh nggak usah yah.. zea bisa pulang sama Bunda.." ucap zea perasaan


"nggak papa kok,, soalnya kita para orang tua masih mau reuni.." ucap bunda Hana


"Al Antarin Zea sampai rumah dengan selamat.." ucap Bunda Hana


"iya Bund.. kita pergi dulu yaa bund.." ucap Alaric


"Assalamualaikum..." ucap Zea bersama Alaric sambil mencium punggung tangan para orang tua


"walaikumsalam.." ucap bersamaan para orang tua


setelah berpamit kepada orang tua, zea dan Alaric menuju motor yang berada diparkiran. setelah sampai diparkiran zea langsung naik dimotor Alaric yang sudah melaju membelah jalan jakarata..

__ADS_1


__ADS_2